
Khalista dan Zahira segera undur diri.keduanya menuju ke alamat yang diberikan oleh Arjuna. Zahira tampak bahagia. sebentar lagi keinginan nya bertemu Reyhan akan terwujud.
"Za....boleh aku bertanya padamu? "
"Ya.. kamu mau bertanya apa? Tumben bilang dulu, biasanya nyerocos aja."ucap Zahira.
Khalista menengok kearah Zahira sebentar dan kembali melihat kearah jalan.
"Tadi Andika Bilang,Tuan Bima akan memperkerjakan temanmu di Alexander group. Ngomong-ngomong siapa orang itu? "tanya Khalista. Zahira menoleh kearah sahabatnya.
"Kak Andika bercerita padamu? "tanya Zahira balik, yang menjadi perhatiannya bukan pertanyaan Khalista, Zahira fokus pada cerita Andika pada sahabatnya itu. Sejauh apa hubungan mereka sehingga Andika menceritakan sesuatu yang agak penting itu pada Khalista.
" Kamu itu ditanya,Malah balik nanya.! "elak Khalista.
"Kelihatan nya aku mencium gelagat yang tidak biasa pada hubungan kalian. "ucap Zahira menyelidik.Membuat Wajah khalista merah merona.
" Ishhh.... jangan menggodaku,aku tidak ada apa-apa dengan kakakmu."sanggah khalista. Zahira tersenyum memandang kearah sahabatnya.
"Kamu harus move on. tidak baik lama-lama menutup diri. jika bukan kak Andika, kamu juga harus membuka hatimu untuk orang lain."
ucap Zahira.
"Membicarakan perasaanku lain waktu saja.Aku sedang tidak ingin membahasnya. "jawab Khalista.
" Kamu itu selalu begitu, Nona Khalista. "kesal Zahira.
"Sudahlah Nona Zahira,bahas saja tentang temanmu itu. aku hanya sedikit tidak yakin,bahkan aku tidak pernah melihatmu punya teman dekat selain aku."ucap Khalista.Zahira sedikit memijit pelipisnya.
"Dia tetanggaku, dinegara X. 3 minggu menjadi satu-satunya teman disana.aku belum tau betul dirinya, tetapi Mas Bima sangat mempercayainya."keluh Zahira.
" Bima mengenalnya? "
"Sempat bertemu, mereka juga sempat berbincang-bincang ketika Mas Bima menjemputku. tapi aku tidak tau pasti yang membuat kepercayaan Mas Bima sangat dominan seperti ini pada Bianca. " ucap Zahira.
"Namanya Bianca? Tanya Khalista.
" Ya... Bianca."jawab Zahira.
"Kita hanya Bisa berdoa, semoga tidak akan terjadi hal yang tidak diinginkan. "
"Aku juga berharap seperti itu, aku juga berusaha menyingkirkan hal negatif dalam fikiranku. "
Beberapa saat kemudian mereka telah sampai pada alamat yang diberikan oleh Arjuna.Zahira dan Khalista segera turun dari mobil, berjalan beriringan dan mengetok pintu rumah yang tampak asri itu.
"Asalamualaikum...! "
Khalista mengetok beberapa kali pintu rumah, mereka menunggu sejenak. tampak hendel pintu bergerak, Zahira dan Khalista antusias didepan pintu.
"Walaikumsalam.. ada yang bisa saya bantu? "
Suara itu menyita perhatian Khalista dan Zahira. Ketiganya terpaku, hening. mereka saling berpandangan.
__ADS_1
"Aunty menjemputku? "
Reyhan, bocah itu menimbrung. Membuat perhatian 3 wanita cantik itu tertuju padanya.
"Moom tidak menyuruh aunty masuk? "tanya bocah itu.Dengan wajah keterkejutannya Renata mempersilahkan 2 orang didepannya untuk masuk.mempersilahkan Keduanya duduk. Renata berjalan kedapur dan mengambilkan jus untuk kedua tamunya.
" Zahira, kakak...! "
Renata tidak bisa lagi untuk diam, Renata mendekat kearah Zahira dan duduk di sampingnya. setelah menyuguhkan jus untuk 2 tamunya.
Khalista masih saja terbengong, fikiranya hanya mengingat satu nama dan satu wajah yang pernah tergambar difikirannya.
"Renata." Batin Khalista, yang akhirnya mengingat nama itu dan sempat bertemu dirumah sakit kala itu. Sedikit dek dekan dengan apa yang terjadi selanjutnya. mengingat semua yang terjadi pada Zahira waktu itu ada sangkut pautnya dengan orang yang kini ada didekatnya.Zahira meninggalkan Bima itu juga bersangkutan dengan orang didepannya.
Zahira,wanita itu meneteskan air mata. Tanpa menjawab sapaan Renata,Zahira beranjak memeluk orang didepannya. Renata terenyuh, bahkan reaksi Zahira berbeda dengan orang yang kecewa pada umumnya. Zahira dengan hati lembutnya menyambut dengan pelukan hangatnya.
"Maafkan kakak, Kakak telah menyakitimu. "
"Jangan membahas sesuatu yang sudah terlewati,aku sudah mendengar penjelasan dari Mas Bima, aku sudah sangat mengerti bahwa memang kalian harus menyelesaikan sesuatu yang belum terselesaikan.kita adalah saudara dan jangan pernah menodai ikatan diantara kita kak." ucap Zahira.
"Maafkan kakak Zahira, bahkan aku tidak patut kau panggil kakak."
"Jangan berkata seperti itu, yang berlalu biarlah berlalu, Kak. "
Renata terisak. mempererat pelukannya. iya menyadari sesuatu yang berbeda.dan sedikit terasa denyutan disana.
"Apa yang terjadi pada perutmu?Kau akan memberikan kakak keponakan? " tanya Renata. Zahira melepas pelukannya dan memandang kearah kakaknya.
"Iya, ini keponakan untukmu. Meskipun tiket yang kau berikan hangus, aku tetap memberikan hadiah untukmu. "
"Terimakasih sayang. "ucap Renata.Tidak ada yang dia takutkan lagi,Renata benar-benar melihat Zahira telah bahagia dan Bima benar-benar mencintai Zahira.hatinya merasa lega.
"Dan kakak harus ingat,Mas Bima boleh menjadi masa lalumu, tapi masa depannya hanya bersamaku."Zahira berucap, dan itu membuat gelak tawa Renata.
"Okey,dan kakak akan menjadi orang terdepan yang melindungimu dari orang yang mengusik mu."
Zahira dan Renata saling memiliki, saling melindungi. keduanya tenggelam dalam kebahagiaan.
Khalista lega memandang pemandangan didepannya. apa yang ada difikirannya tak sejalan dengan kenyataan yang ada, 2 wanita didepannya benar-benar wanita hebat yang sangat dewasa dalam menentukan sikap.
"Aunty, Moommy ayo kita bermain bola di depan. " Reyhan yang tiba-tiba nongol itu menimbrung. mereka berbondong-bondong ke depan.
"Reyhan, main sama aunty Tata. Biarkan Moommy dan Aunty Zahira bersama dulu.okey!"ucap Khalista dan diangguki oleh Reyhan.
"Tapi sebelum main, aunty Zahira minta peluk Reyhan dulu. "ucap Zahira, Reyhan berhambur memeluknya.
" Aku menculi pelukan aunty. kalau ada uncle pasti melalang ku. "celetuk Reyhan, mengundang gelak tawa 3 wanita cantik itu.
"Apa iya begitu? " tanya Renata.
"Iya.. Uncle Bima pelit sekali. "ucap Reyhan. Renata tersenyum. Bima dulu tidak seposesif itu padanya, kali ini Renata benar-benar yakin Zahira telah menguasai hati Bima.
__ADS_1
" Alkhamdulilah. "gumam Renata.
Renata dan Zahira duduk di taman depan rumah, menyaksikan Reyhan dan Khalista bermain.
"Jadi kakak adalah Moommy Reyhan? "
Zahira membuka percakapan. membuat Renata tersenyum.
"Iya, tapi bukan istri Tuan Arjuna."ucap Renata.
" Mungkin saat ini bukan, tapi lain waktu adalah istrinya. "Zahira menyahut.
" Jangan memprediksi sesuatu yang belum benar. "sanggah Renata.keduanya tersenyum.
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
Waktu menunjukan pukul 16.50 menit. Bima menggerutu. Pasalnya dari tadi memanggil kontak Zahira tidak ada jawaban. Bima meletakan ponselnya wajahnya tampak Emosi.
" Kenapa? "tanya Andika.
"Zahira tidak menjawab panggilanku, dia begitu lupa waktu ketika bersama anak kecil itu. coba kau hubungi kantornya tanyakan istriku masih disana atau tidak."ucap Bima.
Andika mengangguk menatap Bima dan tersenyum semyum melihat ponselnya.
"Apa yang kau lakukan Dika? aku memintamu menghubungi kantornya. segera laksanakan."Bentak Bima.
"Aku sudah mengirim pesan dari ponselku, aku tidak menggunakan telpon kantor."Jawab Andika santai. Bima mengernyitkan dahinya.
🤗🤗🤗
Khalista merasakan ponselnya bergetar.Dia mengambil ponselnya dan membaca pesan dari kontak "Sayangku".
Apa Zahira masih di kantormu sayangku?
Membaca tulisan Diponsel membuatnya tersenyum.
" Aunty bolanya tangkap, kok malah main HP. "
Teriak Reyhan.
"Sebentar sayang, aunty bales pesan sebentar ya." Khalista mengacungkan 2 jarinya pada Reyhan.
Khalista membalas pesan Andika dan mengirim nya. iya pun kembali bermain dengan Reyhan yang sudah menampakkan tampang sebalnya.
Andika melirik ponselnya. Khalista membalas nya, Dia tersenyum dan membuka pesan dari khalista. senyumnya menghilang saat memastikan alamat yang dikirim oleh khalista.
Zahira masih bersamaku, aku dan Zahira di alamat ini. xxxxxxxxxxxxxx
Bima menyadari wajah kawatir Andika.
"Apa yang terjadi? " tanya Bima khawatir.
__ADS_1
🤗🤗🤗🤗🤗🤗
like komen vote ya reader terlope lope. 😍😍😍😍😍😍😍