Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
episode 99.seperangkat alat sholat.


__ADS_3

"Okey, aku akan menghubungi sopir, kita turun sekarang. "ucap Bima. Zahira mengangguk pelan. keduanya berjalan menuju lift dan turun ke lantai 1.


" Aku pulang dulu. Asalamualaikum."


"Walaikumsalam.😍😍"


Zahira masuk ke dalam mobil tersenyum kemudian melambaikan tangannya pada Bima. ia meraih ponselnya dan memberikan pesan kepada khalista.


Nona Sekertaris... sejauh apa hubunganmu dengan kakak ku.. kenapa tidak bercerita, apa aku bukan sahabatmu lagi? jahat sekali 😍🀣. ###Zahira.


menulis pesan dengan tersenyum, membayangkan wajah sahabatnya itu tersenyum juga.


Hey Nona Abimanyu. Tidak ada yang sepesial.. kami hanya berteman.... kau itu kepo sekali. ###Khalista.


Khalista yang sedang sedikit free membalas dengan cepat isi pesan dari sahabatnya itu.


Kapan kau itu membuka hati... ??Bukankah kau kan tau bude marni menjodohkannya dengan Bianca?Apa tak juga kamu bergerak selangkah untuk mengakui perasaanmu, Nona Khalista yang terhormat.? ####Zahira.


Zahira mencoba menggertak Khalista, sejauh ini melihat hubungan yang mulai menghangat di antara sahabatnya dan kakaknya membuat kebahagiaan tersendiri baginya.


Hey Nona Abimanyu.... Kenapa kabar itu cepat sekali sampai di telingamu?πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ Aku dan Kakakmu hanya berteman.Biarkan saja bude mu itu menjodohkannya.. ###Khalista


Khalista yang tadinya tersenyum, kini tampak gusar membalas pesan Dari Zahira yang membuat detak jantungnya semakin cepat, sebuah perasaan menyelinap di benaknya.


Hei Nona Sekertaris, kau pernah bertanya tentang temanku dinegara X. bukankah aku bilang Namanya Bianca?


Kau harus tau Nona, Bianca bekerja dengan Kak Andika sekarang. jangan sampai langkahmu sedikit terhambat karena dia mendapatkan dukungan penuh dari Bude... Ku rasa kau juga harus selangkah lebih maju, dukungan ku 100 % untukmu Nona😍😍😍😍###Zahira.


Zahira semakin menggertak sahabatnya, berharap Khalista menyadari sesuatu yang berbeda dari hubungan keduanya. masalalu itu sudah membuat khalista begitu terpuruk menurutnya.


Apa Maksudmu temanmu Bianca,dengan orang yang dijodohkan dengan kakak mu orang yang sama? 🀣##Khalista.


Kau begitu pandai Nona... πŸ˜ƒπŸ˜ƒ##Zahira


ku fikirkan lain waktu saja, banyak pekerjaan sekarang. kau istirahatlah Nona Abimanyu.#####Khalista.


Okey terimakasih atas perhatianm Nona... semangat bekerja 😍😍😍😍😍###Zahira.


Zahira mengakiri chat dengan sahabatnya, kembali memasukkan ponselnya dan menikmati pemandangan yang dilaluinya.


Sedangkan Khalista yang tampak gusar. menuliskan sebuah pesan, menghapus. menulis lagi, menghapus lagi.


dan meletakan ponselnya. entah kenapa hatinya sesak dengan kenyataan yang dia Terima. membayangkan Bianca dengan Andika satu kantor, rasanya membuat dadanya sesak,mengingat ibu Andika dengan semangat menjodohkan keduanya.


Di Alexander group Andika yang membuka kontak Khalista hanya tersenyum. melihat tulisan sedang mengetik dan tak kunjung ada pesan yang masuk di ponselnya. pada Akhirnya Andika yang memberikan pesan pada Khalista.


Hey Sayang ku... kau lagi apa? 😍😍😍😍####Andika.

__ADS_1


Melihat ponselnya bergetar membuat khalista mengulurkan tangannya, membuka pesan yang berhasil mencairkan kebekuan hatinya. mendapatkan pesan dari Andika membuat hatinya serasa sejuk.


Aku sedang rehat 10 menit😊 kau sendiri? ###Khalista.


Sedang memikirkan mu####Andika.Khalista tersenyum dan membalas pesan Andika.


Kenapa memikirkanku, bukankah disitu sudah ada gadis yang dijodohkan denganmu? ####Khalista.


tanya khalista meskipun sedikit ngilu mempertanyakan sesuatu yang sudah jelas sekali jawabanya. khalista menghela nafas panjang.


"Apa iya dari tadi mengetik ingin mempertanyakan hal ini?" batin Andika.


Kau sudah mengetahuinya? Apa Nona Abimanyu yang mengabarimu? benar-benar tukang gosip yang handal... 🀣🀣🀣🀣####Andika


Khalista tersenyum dan mengetik pesan. Namun panggilan telepon dari Andika menghentikan aktivitasnya. Khalista menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel di telinganya.


"Kenapa menelpon? " tanya khalista.


"Merindukan mu. " jawab Andika. Khalista tertawa mendengarkan jawaban Andika.


"Kau tidak percaya,Nona? " tanya Andika lagi.


"Aku tau, Kau memikirkan cara untuk menuju misi kita, makanya kau memikirkan ku. Bukankah begitu? "tanya khalista. Andika mengangguk pelan.


"Kau pandai sekali,dengan bekerjanya Bianca disini. Aku semakin mantab untuk menjalankan misi.... "


"Misi untuk menggalkan perjodohan? "


"Selalu mendukung mu, meskipun ibumu membenciku."


"Pelan-pelan ibu akan mengerti, tetapi tidak sekarang. Aku hanya meminta bantuanmu,apapun yang terjadi nanti tetaplah berdiri disampingku, mendukung ku dan menjadi sayangku."ucap Andika. Khalista tertawa. hatinya benar-benar bahagia. perasaan yang menyelinap masuk didalam hatinya benar-benar membuatnya melayang.


"Imbalan apa yang akan aku dapatkan untuk misi mu yang konyol ini? membuatku seolah menjadi pelakor saja.itu merusak nama baik ku di depan ibumu. " ucap Khalista.


"Seperangkat alat sholat dibayar Tunai. " ucap Andika.


uhuk.. uhuk... Khalista tersedak mendengar ucapan Andika.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Andika.


"Apa Kau benar-benar akan menjadikanku calon pelakor? " tanya Khalista.


"Bukan pelakor, kita Kawin lari..."Andika menimpali. keduanya tertawa. Khalista benar-benar bahagia, Andika benar-benar tau cara membuatnya Bahagia.


Didepan pintu Ruangan Andika, Bianca berdiri sejak tadi. melihat Andika tertawa dengan orang disebrang membuat hatinya berdesir ngilu.


Cinta itu hadir dihati Bianca, tumbuh seiring waktu berlalu.didukung oleh ibu Andika yang menyayanginya Bianca bertekat merebut hati seorang Andika salah satu pemilik Alexander group Nantinya.

__ADS_1


πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


_


_


_


_


Hari berganti hari sebulan sudah Bianca bekerja sebagai sekretaris Andika. menggantikan Amel yang dipindahkan ke bagian keuangan. Andika menata sedemikian rupa agar bisa mengamati pergerakan Bianca. Namun sejauh ini Bianca tidak memberikan tanda-tanda bahwa dia mempunyai maksud terselubung. Bianca dengan kecerdasannya mampu menarik perhatian kolega bisnis untuk menjalin kerja sama dan dengan mudah meyakinkan mereka untuk bekerjasama.


"Pagi Bi... "Sapanya pada Bianca yang berkutat didepan laptop.


" Pagi Dik.. "jawabnya.


" Kau mengerjakan apa? "


"Ada sedikit berkas yang harus kita selesaikan dengan Arjuna group. Bukankah proyek dengan mereka sudah selesai. kita akan mengadakan pertemuan terakhir dan segera merealisasikan tujuan kita. " ucap Bianca.


"Kapan kita akan bertemu? "


"Siang ini. aku akan menghubungi mereka. " ucap Bianca.


"Biar aku saja yang menghubunginya. " Ucap Andika. Bianca menundukkan kepalanya.


"Kau kenapa Bi? " Ada yang salah dengan ucapan ku? "tanya Andika.


"Tidak Andika. aku hanya sedikit tidak enak badan. kau bisa membantuku sebentar? "


Bianca berdiri. Andika melangkahkan kakinya menuju ke meja Bianca. meneruskan pekerjaan yang belum selesai.


"Bi.. ini apa sudah betul? Andika bertanya. Bianca mendekat, berdiri tepat disamping Andika duduk. ia sedikit membungkuk mengamati beberapa berkas di komputer yang akan di print.


"Iya betul. ini betul sekali dan..... "Bianca terus saja menunjuk dengan jari telunjuknya. ia meletakkan tangannya yang tidak sengaja menyentuh tangan Andika. Andika menoleh. keduanya saling berpandangan. Andika segera menarik tangannya dari genggaman Bianca.


"Maaf Andika, Aku tidak sengaja. "ucapnya sambil berdiri tegak. Andika berdiri dan menatap kearah Bianca.


"Iya Tidak papa,Bi.. "ucap Andika. Andika melangkah. Bianca menarik pergelangan tangan Andika.Andika seketika menatap tajam kearah Bianca.


"Ada apa Bi? "tanya Andika. Bianca menatap Andika.mereka saling berpandangan. Andika segera menepis tangan Bianca dari pergelangan nya.


"Selamat Pagi. "suara itu membuyarkan aksi 2 insan yang saling menatap,mereka menoleh. Khalista wanita cantik itu berdiri di dekat pintu.


"Maaf aku mengganggu kalian. Khalista kembali menutup pintu. Andika melangkah kearah pintu, sedangkan Bianca tersenyum tipis melihat kejadian itu. sebenarnya Bianca sudah mengetahui kedatangan Khalista dan sengaja membuat Andika beradegan mesra dengannya.


"khalista... "ucap Andika.

__ADS_1


πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


Happy Reading.... like komen ya πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ˜πŸ˜..biar semangat nulisnya. meskipun nyuri nyuri waktu di pabrik 🀣🀣🀣otornya kuli pabrik sih πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ


__ADS_2