
"Aku hanya mau menyerahkan ini."ucap Aqila kemudian melangkah pergi.
"Ehhh... silakan dilanjutkan, jangan lupa kunci pintu ya kakk."ucap khalista yang hanya menyembulkan kepalanya didepan pintu.
Khalista dan Andika saling memandang kegugupan menyelimuti keduanya.
"Mau dilanjutkan? "tanya Andika sambil mengunci pintu. Khalista membelabakkan matanya,memutar tubuhnya hingga membelakangi Andika.Senyumnya mengembang,dan jelas sekali dirinya menyembunyikan wajah merah merona yang sudah seperti buah ceri.
Andika meraih pundak Khalista dari belakang, menempelkan dagunya disana.melingkarkan tangannya dipinggang Khalista.
"Kenapa membelakangiku,,hem?"tanya Andika,Khalista terdiam.menahan gejolak rasa yang menggebu didadanya.jatung berdetak lebih cepat seakan lompat dari tempatnya akibat merasakan nafas Andika yang jelas terasa hangat dilehernya.
"Dika.. Aku.. "
Khalista tidak melanjutkan kata-katanya.lidahnya seakan kelu,iapun juga terkejut mendapatkan serangan mendadak dari Andika.
Andika dengan gerakan cepat berada didepan Khalista.2 benda kenyal menempel dengan sempurna,Andika mulai menggerakkan bibirnya,memainkan bibir bawah khalista dan sesekali memberikan gigitan kecil disana.
Khalista hanya diam, tak membalas ataupun mencoba melepaskan diri.khalista hanya fokus merasakan debaran jantung yang begitu cepat berdetak. bahkan iapun lupa untuk bernafas. Andika menghentikan aksinya.menatap wajah khalista yang merah dan menahan malu.
"Apa kamu berencana mati muda?kenapa menahan nafas"pertanyaan Andika membuatnya tersentak, kemudian mendorong dada bidang Andika pelan.
"Apa siap jika aku mati,Dika? "tanya Khalista, kemudian meraih tasnya di sofa dan melangkahkan kakinya.Andika berdiri didepan khalista,menyelipkan rambut Khalista ditelinganya.
"Bahkan aku akan meminta malaikat pencabut nyawa untuk menggantikanmu saja jika itu terjadi,Cinta."ucap Andika. Khalista menahan senyum.Mendengar Andika memanggilnya cinta membuatnya geli.
"Mana ada seperti itu,Dika."sanggah khalista.
"Apa tidak ada panggilan yang sedikit mesra untukku, Gadis?"tanya Andika dengan mesra,Khalista semakin malu.
Khalista tertawa dan menyembunyikan wajahnya didada bidang Andika,bahkan Andika merasakan deguban jantung Khalista,juga merasakan tubuh khalista bergetar karna tertawa.
"Kenapa kamu itu mendadak menjadi lebay seperti ini.kau tau jantungku berdebar tak karuan."ucap Khalista.Andika tersenyum,melihat istrinya yang seperti ini membuatnya melayang.
"Terimakasih telah mencoba membuka hatimu, Sayang."ucap Andika.Lagi-lagi tawa Khalista menggelegar mendengar sematan panggilan Andika untuknya.
"Kenapa tertawa? Apa lucu? "tanya Andika.Khalista mengusap pelan dada Andika,mendapat sentuhan itu membuat dadanya terasa sesak.
"Kamu membuatku geli,Kecoa."ucap Khalista sambil berdiri tegak,bangun dari pelukan Andika kemudian melenggang pergi.Andika terkejut khalista masih saja memanggilnya kecoa.
"Sekarang kita pacaran,Apa kamu tidak tau cara memanggil pacar dengan mesra, tidak seperti panggilanmu itu?"ucap Andika, khalista menghentikan langkahnya. Memutar tubuhnya hingga dirinya bisa menatap dengan puas wajah tampan suaminya.
"Apa kamu tidak pernah berfikir itu adalah panggilan sayang dariku untukmu?hem, kamu itu harus tau,cinta itu tidak selalu tampak mesra dan tidak selalu tampak manis.kadang cinta juga tampak dalam kepahitan dan kejengkelan."ucap khalista pelan,khalista sedikit berjinjit untuk bisa menjangkau telinga Andika dan membisikannya.Kemudian melenggang pergi.
__ADS_1
Andika menghela nafas panjang,bisikan ditelinganya memberikan kebahagiaan tersendiri.Andika tersenyum,kemudian melangkah mengikuti langkah khalista yang sudah sedikit jauh darinya.
"Katakan, apa yang kamu maksud,Apa kamu juga mempunyai cinta yang sama untukku? "tanya Andika.
"Pikir saja sendiri."jawab khalista sambil tetap berjalan. Andika berlari mendahului jalan khalista dan menghentikan langkahnya.
"Aku tidak mau berfikir,jawab saja kenapa?"ucapnya.
"Coba fikir sendiri,Jangan menampakan kebodohanmu didepan readers, mereka akan tau jika kamu kamu bodoh juga soal memahami cinta seperti kebodohanku.😀😀😀😀"ucap Khalista.
"Memang menurut mereka seperti itu? "tanya Andika bingung.
"Iya.😀😀😀"jawab Khalista agak manyun.
"Memang siapa yang bilang istriku ini Bodoh,hem...!"tanya Andika lagi.
"Aku lupa...Kamu harus beri hukuman kalo aku ingat. "ucap Khalista memelas.Andika meraih Khalista dalam dekap hangatnya.
"Iya, aku akan menciumnya nanti."ucap Andika.
Khalista tampak geram, melepaskan pelukan Andika.
"Kok dicium? "sanggahnya.
"Jadi kamu juga mengataiku Bodoh? "tanya Khalista bersungut.
"Sekarang sudah pintar, sekarang kau bisa menerima ku. itu artinya kebodohanmu sudah sembuh."ucap Andika.
"Ishhh... katakan juga padanya Harus minta maaf sama aku.tapi karna aku baik hati aku sudah maafin kok."ucap khalista sambil tersenyum.Andika mengusap pelan puncak kepala Khalista.
"Ada lagi?"
"Katakan juga terimakasih, karna readers aku jadi pinter sekarang.😀😀😀😀."ucap Khalista.
"Readers apa sih? "tanya Andika yang sejak tadi menanggapi ucapan ngelantur istrinya.Khalista tersenyum.
"Aku tadi baca Novel,judulnya Sampai Akhir Nanti.Aku jadi baper bacanya,sama persis kayak kehidupan kita."ucap Khalista.
"Ishhh,,,jadi kamu kadang senyum,kadang nangis,kadang ketawa, kadang marah karena baca novel? "tanya Andika.Khalista mengangguk pelan.
"Lain kali jangan baca novel lagi,aku akan hapus aplikasinya."ucap Andika.
"Kok dihapus.itu hiburan untukku."elak khalista.
__ADS_1
"Kalo gitu bilang sama authornya suruh bikin cerita yang bahagia, dan romantis. biar yang baca,like dan vote tambah banyak.dan kamu bisa ketawa dan tidak bodoh terus.😀😀😀😀😀😀😀😀"
"Iya nanti aku bilang."ucap khalista.
"Yasudah,, sekarang kita pulang, sudah jam 19.00.Pasti papa sudah menunggu."ucap Andika. Khalista mengangguk.merekapun berjalan kearah mobil.😀😀😀🤗🤗🤗🤗🤗🤗.
######
Bima menghentikan mobilnya didepan rumah,tampaklah mobil mewah yang terparkir didepan gerbang.Bima tersenyum,kemudian melangkahkan kakinya kedalam.
"Assalamualaikum.... "ucap Bina.
"Walaikumsalam... "jawab suara didalam.Bima melangkah mendekati papa, mama,Zahira dan Baby bara yang berkumpul dibuang tamu.
Zahira berdiri, menyambut suaminya.mencium tangan Bima dan mengusap pelan pundaknya.
"Selamat malam,Mas."ucap Zahira.Bima tersenyum kemudian mendekati papa dan mamanya.mencium tangan keduanya.
"Sudah dari tadi,Ma,Pa."tanya Bima.tanya Bima sambil mengusap pelan pipi menggemaskan Bara yang dipangku oleh mamanya.
"Iya... papa dan mama merindukan kalian, dan tega sekali kalian tidak berkunjung kerumah."ucap mamanya.
"Maaf, Ma.itu karna Bima sibuk sekali."ucap
Bima.
"Boleh mama membawa istri dan anakkmu semalam saja kerumah? "tanya mama sambil tersenyum.Bima Dan Zahira saling berpandangan.
"Iya Bim,kami merindukan Bara. itu karna kamu tidak pernah mau mendengar papa.papa Bisa saja merebut perusahaanmu lagi.tapi kau itu menolaknya.Kau itu keras kepala."ucap Tuan Alex.
"Pa,biarkan Bima berusaha tanggung jawab.Jika nanti butuh bantuan,Bima akan bilang."ucap Bima.Papa menepuk pelan pundak Bima.
"Kau boleh melakukan sesukamu, tapi jangan lupa dengan kami, kami merindukan Bara.Kau juga harus mengatur waktu untuk itu,jangan hanya memikirkan jadwal nyopir taxi saja."ucap Mamanya. Bima hanya tersenyum. Zahira juga sama,tangannya menggenggam erat tangan Bima seolah menguatkannya.
"Ma,sebaiknya kita makan malam dulu. nanti keburu dingin."ucap Zahira. merekapun mengangguk.Berjalan kearah meja dan menikmati makan malam bersama.
😁😁😁😁
Hai selamat malam readers terlope...... haha liatin Tu Kalian dapaat ucapan terimakasih dari Mbak Tata, dan bakalan dapat hadiah ciuman dari mas Dika 😍😍😍😍😍😁😝.
like, komen dan votenya ya........
othornya agak somplak hari ini,😝😝😁😁😍
__ADS_1