Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
165.S2.


__ADS_3

Khalista berjalan keluar, Bu Marni mengikuti Khalista.Diluar sana Khalista melihat Andika dan Bianca yang seakan baru saja datang bersamaan.Membuat perasaannya berkecamuk.Khalista melangkah pelan, pelan sekali hingga kini dia berada diantara Bianca dan Andika.


Ibu Marni yang menyadari suasana yang tidak mengenakkan hanya menghela nafas panjang.Khalista menatap kearah Andika dan Bianca bergantian.


"Hai,Bi.Mas,Dika,,,"sapanya sambil tersenyum ramah.Bianca dan Andika yang sama-sama terkejut hanya bisa terdiam,mereka yang sama-sama baru datang tak mengetahui jika datang bersamaan.


Bianca yang menyadari sebuah kesalah pahaman diantara mereka segera mendekat kearah Khalista.


"Ini tidak seperti yang kamu fikirkan, Khalista."ucapnya sambil memandang kearah khalista. Khalista tersenyum, dan menepuk pelan pundak Bianca.


"Apa yang sedang aku fikirkan Bi?, aku sedang tidak memikirkan apapun.Aku pamit dulu.."ucapnya kemudian berlalu,membuat wajah Bianca sedikit pias.


Andika yang mendapati sikap acuh Khalista seakan geram,emosi memenuhi hatinya.Andika menghela nafas panjang dan mengikuti langkah Khalista.Andika menarik tangan Khalista,Khalista seketika berbalik arah.Mereka saling memandang,Andika Menatap tajam kearah istrinya yang tengah salah paham itu.


"Apa lagi? Aku harus pulang... bukankah kita sudah mempunyai kesepakatan? "ucapnya sambil menepis tangan Andika.


"Kita memang mempunyai kesepakatan, tapi tidak dengan emosi seperti ini.Coba dengarkan penjelasan Bianca."ucap Andika.


"Penjelasan yang bagaimana yang harus aku dengarkan?aku tidak berfikiran apapun tentang kebersamaan kalian."ucap Khalista. Pemikirannya sendiri telah menghancurkan hatinya.Air matanya mengalir deras.Antara sakit dan kecewa Andika menghadapi sikap khalista yang seperti ini.


Sikap yang dari dulu menutup diri,sikap yang selalu menyakiti dirinya sendiri.Sikap yang selalu larut dalam masa lalu dan enggan untuk membuka lembaran baru, Nyatanya Cintanya yang tulus tidak pernah terbaca oleh mata Khalista.Cinta tulus yang memang berkedok Misi,berharap khalista terbiasa dengan keberadaannya, nyatanya tidak pernah merubah segala luka yang bertoreh lama dihatinya.


"Stop sifat egoismu itu... coba mengerti perasaan orang lain Khalista. Jangan pernah merasa benar dengan pemikiranmu sendiri."bentak Andika,membuat khalista menatap tajam kearah Andika.Air mata Khalista mengalir deras kembali. Khalista melangkah maju,memandang Andika dengan derai air matanya.


"Kamu bilang aku egois? lalu apa yang yang kamu lakukan tidak egois? kamu melakukan pernikahan tanpa persetujuan ku, melakukan pernikahan tanpa menghiraukan perasaanku.. apa kamu tidak egois dengan semua pemikiranmu,Tuan Andika yang terhormat? "


"Apa kamu merasa benar memposisikan aku sebagai wanita pengganti?apa kamu merasa benar dengan menjadikan aku pengantin diatas penderitaan wanita lain? "tanya Khalista dengan tangisan pilunya.Andika diam.Ternyata Khalista benar,bahkan Andika juga menyakiti Khalista dengan kelakuannya.


"Aku bisa menjelaskan semuanya,Khalista.Bukankah kamu sudah mencintaiku sekarang?Bukankah tidak ada alasan kita berdebat karena masa lalu yang telah lama berlalu? "tanya Andika sambil memegang kedua pundak Khalista... Khalista menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Kamu Salah Andika... Khalista yang mencintai kamu adalah Khalista yang lupa pada ingatannya.Khalista yang mencintai kamu adalah khalista yang tidak pernah tau sakitnya menjadi wanita pengganti.Dan Khalista yang mencintai kamu adalah khalista yang tidak pernah tau rasanya dihianati...Sudah cukup Andika.Aku pulang sekarang... "ucapnya sambil mendorong pelan pundak Andika.Khalista menancap gas mobilnya.


Andika menatap kepergian Khalista dengan pandangan mata kosongnya. Bianca menganga tak percaya.Bu Marni hanya bisa menitihkan air mata.Tanpa dia ketahui ternyata ini yang sebenarnya terjadi.Keadaanya yang tadinya dia pikir membaik nyatanya begitu singkat terasa.


"Andika,Aku minta maaf...Ini karna salahku..."ucap Bianca sambil mengusap air matanya.


"Ini hanya salah paham,kamu tidak perlu memikirkannya. Sebaiknya kamu masuk,apa tujuanmu kesini segera selesaikan."ucap Andika kemudian masuk kedalam rumah setelat mencium tangan bu Marni yang mematung didepan pintu.


"Andika... tunggu..! "teriak Bu Marni dengan lantang, menghentikan langkah Andika kedalam.Andika seketika berhenti,Bu Marni memandang kearah Bianca dan mengajaknya masuk ke rumah.


"Ibu ingin bicara dengan kalian berdua!"ucap Bu Marni. Andika dan Bianca menggangguk pelan.Mereka menuju kearah sofa,Bu Marni menatap kearah Andika dan Bianca bergantian.


"Kenapa kalian bisa datang bersamaan?Jika ibu ada diposisi Khalista,mungkin ibu akan melakukan hal yang sama.Apa lagi ingatannya baru saja kembali."ucap Ibunya.


Andika dan Bianca menatap Bu Marni.Bianca terkejut dengan apa yang dikatakan Bu Marni.Jadi Khalista sudah mengetahui kebenaran?.


"Tapi kami tidak datang sama-sama,Bu."ucap Andika.Bu Marni menghela nafas panjang.


"Maaf,Bu...Ini salah saya. Seharusnya saya tidak datang kesini."ucap Bianca sambil mengusap air matanya.Kejadian demi kejadian terjadi karna kemunculannya.


"Aku belum memberimu waktu untuk bicara,Bianca."ucap Bu Marni membuat Bianca menunduk.


"Coba jelaskan pernikahan seperti apa yang coba kamu rencanakan?Kenapa Khalista tidak tahu sebelumnya? "tanya Ibunya. Andika memejamkan matanya.


"Aku mencintainya,Bu."ucap Andika dengan tegas. Membuat Ibunya merasa lega,Bu Marni tau Andika tidak akan melakukan hal yang konyol.


Bianca yang mendengar ucapan cinta dari bibir orang yang dia cintai kepada orang lain merasakan sesak. Namun, ia sadar memang cinta tak bisa dipaksakan.


"Aku mencinta Khalista.Sejak pertama kali aku bertemu dengannya."ucap Andika.

__ADS_1


"Ibu tau,kenapa aku membuat pernikahan itu tidak aku katakan sebelumnya?"tanya Andika.Ibunya menggeleng pelan.


"Aku ingin perjalanan pernikahan ku tidak diketahui siapapun agar berjalan dengan lancar,jika waktu itu aku mengatakan secara gamblang. Bukankah semuanya akan berantakan?bukankah ibu tidak menyukainya? Dan Perusahaan mengharuskan pernikahan?Tidak ada cara lain yang bisa aku lakukan selain ini,Bu.Aku hanya ingin menikah sekali seumur hidupku... "ucap Andika,Bu Marni meraih Andika dalam peluk hangatnya.


"Maafkan ibu,ibu ikut terlibat dalam kesalahan ini. Lalu kenapa kamu tidak jujur sebelumnya dengan Khalista.Bukankah seharusnya Khalista mengetahui sebelumnya,Andika?"tanya ibunya.


"Berulang kali Aku mengatakannya,Bu.Tapi Kau tau? Menantumu itu keras kepala sekali!"ucap Andika putus asa,membuat bu Marni terkekeh.


"Kau tau, jauh dilubuk hatinya,Ibu rasa Khalista sangat mencintaimu juga. Karna dia keras kepala dia mencoba untuk menyangkal. Biarkan dia berfikir..Kita lihat saja,sampai kapan Nona keras kepala itu akan bertahan jauh darimu."ucap Ibunya sambil mengusap pundak Andika.Andika tertawa disela matanya yang berkaca.


"Kau ikuti saja kemauanya. Jika tiba saatnya bawa dia pulang untuk ibu.. "ucap Bu Marni.Andika merasa lega.Iapun mengangguk pelan.Bu Marni melepaskan pelukanya dan memandang Andika dan Bianca bergantian.


"Maafkan ibu yang menciptakan keadaan ini diantara kalian dan Khalista."ucap Bu Marni.Andika mengangguk kemudian melenggang pergi.


"Bianca minta maaf juga,Bu.Bianca salah memendam dendam pada orang yang salah...ini semua salah bianca yang sengaja masuk di kehidupan keluarga kalian."ucap Bianca.Bu Mengusap pelan pundak Bianca.


"Ibu memaafkanmu,hiduplah lebih baik. Pasti kamu akan mendapatkan suami yang jauh lebih baik dari Andika."ucap Bu Marni.


"Boleh aku memeluk ibu? "tanya Bianca. Bu Marni mengangguk pelan.Bianca memeluknya dengan erat.


"Terimakasih,Bu.oh iya.. Aku mengembalikan semua yang ibu berikan untuk pernikahan ku yang gagal"ucap Bianca sambil melepas pelukannya.Bu Marni menghela nafas panjang.


"Simpan saja... itu tetap untukmu.Kenapa dikembalikan?ibu tetap menganggapmu anak juga... jangan memutuskan tali persaudaraan."ucap Bu Marni. Bianca merasa lega dan kembali memeluk Bu Marni.


"Terimakasih,Bu..."ucapnya. merekapun berbincang dan pada akhirnya Biqnca memutuskan untuk pulang.


😊😊😊😊


Khalista menyeret langkahnya ke dalam rumahnya. Wajahnya berlinang air mata,dan dilihatnya lelaki paruh baya tengah duduk di sofa ruang tamu dengan membawa koran ditangannya.

__ADS_1


"Papa.... "gumamnya.


🤗🤗🤗🤗


__ADS_2