Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
168.S2


__ADS_3

"Jika orang yang kamu cari ada dihadapanmu, Kamu mau apa?"tanya Andika tepat disamping telinga Khalista.Nafas Andika terasa ditelinganya.Aroma wangi tubuh Andika membuat jantung Khalista berdetak tak beraturan.Ditengah rasa kaget atas pertanyaan Andika,khalista memejamkan matanya.Mencoba mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Andika.


"Coba katakan,apa yang akan kamu lakukan bila orang itu ada didepanmu? "ucap Andika seraya menyelipkan rambut Khalista ditelingannya.Khalista membuka matanya kembali,lagi-lagi jantungnya berdetak tak karuan.


"Ini pasti pertanyaan jebakan,mana mungkin Mas Andika adalah lelaki itu?"batin Khalista.


"Mau apa?"tanya Andika lagi.Khalista meronta,ia memaksa Andika untuk melepasnya.


"Jangan harap bisa lepas dariku sebelum mengatakannya,Nona."ucap Andika lagi. Membuat Khalista menghela nafas panjang.


"Aku...."


"Apa?"


"Kenapa memaksa sekali?Apa untungnya untukmu?"ucap Khalista dongkol.


"Katakan saja, apa susahnya mengatakan padaku?! "ucap Andika lagi.Khalista begitu bingung dengan sikap Andika. Mau tidak mau Khalista mencoba memutar otaknya.


"Aku akan menciumnya,memaksanya.Seperti apa yang kamu lakukan padaku saat ini."sahut Khalista.


Andika tersenyum tipis,ia melepaskan tangannya.Membuat Khalista bernafas lega.Sedetik kemudian Andika menatap Khalista kuat,membuat nyali khalista kembali menciut.


"Lakukan sekarang juga..."ucap Andika santai, membuat Khalista membelalakkan matanya.Khalista mendorong tubuh Andika,membuat Andika mundur beberapa langkah.Hatinya yang bahagia tak mampu disembunyikan dari Andika.


"Kenapa menghindar?"tanya Andika.Khalista menatap Andika tajam.


"Aku mau masuk,sudah malam.pergi sana."usir Khalista.Khalista tidak bisa membohongi perasaannya,wajahnya benar-benar merona merah.


"Katamu mau memaksa menciumku.Bahkan lebih dari itu pun aku akan meladenimu dengan senang hati."ucap Andika pelan,membuat hati Khalista bergetar.


"Siapa yang mau menciummu? Aku tidak mengatakannya."sanggah Khalista.Khalista mendorong Tubuh Andika kasar, hingga membuat Andika terhuyung mundur. Andika sedikit meringis.

__ADS_1


"Aduhhh... "keluh Andika. Khalista tampak terkejut dan memegang pundak Andika.


"Kenapa?apa sakit? "tanya Khalista sedikit panik.Andika menyeringai tipis.


"Apa kamu mengkhawatirkan aku? "goda Andika.


Khalista menghela nafas panjang,wajahnya yang tadi tampak khawatir kini terlihat sebal.Khalista mengambil langkah meninggalkan Andika.Tetapi Andika dengan cepat mengunci langkah Khalista dari belakang.


Andika melingkarkan tangannya di pinggang Khalista dari belakang.Andika meletakkan dagunya di pundak kanan Khalista.Membuat Khalista merasakan kehangatan yang membuatnya terbuai.


"Aku menanti ciuman darimu, gadis kecil di pemakaman."ucap Andika pelan.


Deg....


Jantung Khalista seakan mendapat hantaman benda tajam yang kemudian membuat jantungnya seakan berhenti berdetak.Khalista mengingat kejadian 10 tahun silam.Air matanya tiba-tiba saja berjatuhan.Andika yang merasakan Khalista terisyak memutar tubuhnya sehingga ia berada didepan Khalista.


Andika mengusap pelan Air mata Khalista yang berdiri didepannya. Mata Khalista tak lepas memandang wajah yang kini ada didepannya.Mencoba mengingat wajah lelaki kecil yang berhasil membuatnya melupakan kesedihannya.


"Aku tidak akan membiarkanmu menangis.Aku yakin,jika nenek masih ada disini beliau tidak akan membiarkan air mata ini jatuh disini."ucap Andika lagi.Lagi-lagi Khalista terkejut, buliran air mata membasahi pipinya.Khalista menggenggam tangan Andika yang berada dipipinya.Netranya menatap Kearah Andika,keduanya saling berpandangan kuat.


"Seingat ibu,Andika hanya 2 kali bilang telah jatuh cinta.Pertama,10 tahun yang lalu, saat seorang gadis memberikan pena warna hijau padanya.dan itu sangat konyol bukan?Andika berharap itu adalah jodohnya."ucap ibunya.


Khalista kembali terisyak,Kakinya seakan tak kuasa menahan badannya sehingga ia terhuyung kedepan.Dengan Cepat Andika menahan tubuh Khalista dan merengkuh Khalista dalam dekapan hangatnya.Khalista menangis histeris disana. Tangannya memukul pelan dada Andika. Mencari kenyamanan disana.


"Apa kamu benar-benar lelaki itu, Mas? "tanya Khalista."Apa kamu orang yang ada dipemakaman itu? apa kamu yang mampu membuatku tenang waktu itu? "tanya Khalista bertubi ditengah isak tangisnya.


Andika hanya diam,hatinya benar-benar bahagia.Sekian lama mencari dan tak kunjung bertemu,ternyata dia ada didepan matanya.Gadis itu adalah istrinya sendiri,bagaimana bisa ini terjadi?sungguh indah takdir tuhan yang membingkai kehidupan nya dengan khalista istrinya.


"Jawab,Mas!Jawab..."ucap Khalista sambil terus memukul dada Andika.Andika melepas pelukannya menatap wajah Khalista yang menangis pilu. Andika meletakkan kedua tangannya dipipi Kanan dan kiri Khalista.


"Tenangkan dirimu,aku mohon jangan menagis lagi.Tenangkan dirimu, Sayang..!"ucap Andika pelan. Ucapan Andika bagaikan sihir yang kemudian membuat Khalista lebih tenang.Andika memandang wajah cantik di depannya.

__ADS_1


"Aku lelaki itu... lekaki yang kamu beri pena sama seperti ini,lelaki yang menanyakan namamu,Tetapi kamu tidak mau memberi tau ku.Kamu bilang jangan bertanya nama karna kita pasti akan bertemu suatu saat nanti.Dan kamu juga bilang aku harus menjaganya.Kamu ingat?"tanya Andika. Khalista mengangguk pelan, rasanya sudah tidak sanggup lagi untuk mengatakan apapun.Andika menatap lekat wajah Andika.


"Sekarang takdir telah mempersatukan kita,sekarang kita sudah dipertemukan seperti yang kita harapkan.Aku berharap kita akan selalu bersama.Aku sangat mencintaimu Sabrina Khalista Bagaskara.Aku sangat mencintaimu,,"


Andika larut dalam kepiluan sama seperti Khalista.Andika tak kuat menahan dirinya. Andika merosot menjatuhkan dirinya.Dengan bertumpu dengan lututnya ia mendongak memandang kearah Khalista.Andika mencium kedua telapak tangan Khalista.


"Kau tau,cinta pertama ku adalah gadis kecil yang memberikan pena warna hijau itu,dan cinta keduaku adalah wanita baik yang mencuri perhatianku di mini market pelangi.Keduanya ternyata adalah orang yang sama,yaitu adalah istriku sendiri.Bukankah tuhan telah merencanakan semuanya dengan indah?"tanya Andika.


Khalista tak bisa berucap apapun.ia terus menangis,kemudian Khalista membawa Andika untuk berdiri.Khalista memandang kearah Andika,ia menatap Andika dengan tenang.Masih ada satu hal yang mengganjal dipikirannya.


"Jika kamu jatuh cinta sejak dulu pada keduanya,lalu bagaimana bisa kamu menikahiku dengan mengatasnamakan misi?"tanya Khalista.


Andika tersenyum tipis mendengar pertanyaan Khalista.Andika kembali merengkuh Khalista dalam dekap hangatnya.Kedatanganya kesini hingga disangka maling dan mendapat pukulan disekujur tubuhnya hanya untuk menjelaskan tentang Misi itu. Siapa sangka dia juga mendapatkan hadiah kenyataan yang manis.


"Aku sengaja melakukannya karna aku susah sekali mendapatkanmu,Nona galak.Jadi aku terpaksa menjeratmu dengan Misi untuk mengalihkan perhatianmu."ucap Andika.


Khalista tersenyum ditengah tangisnya di dada Andika.


"Apa susah sekali hingga kamu menggunakan cara seperti itu? "tanya Khalista.Andika mengeratkan pelukannya. Ia sedikit mengingat betapa galak dan keras kepala sekali wanita yang ada diperlukannya saat ini.


"Bukankah kamu susah sekali didekati karna trauma masa lalumu itu? "tanya Andika.Khalista hanya diam.Sekarang hatinya merasa lega dengan segala hal yang dialaminya.ia juga sudah mendengar alasan Andika yang sebenarnya.


"Berarti kita baikan?"tanya Andika. Khalista mengangguk di dada Andika.


"Yesssss....... "ucap Andika. Seketika Khalista melepas pelukannya dan memandang Andika.


"Kenapa?"tanya Khalista.


"Malam ini aku menginginkanmu, katamu mau menciumku... "ucap Andika.Khalista tersentak kaget dan menunduk malu.


"Ehemmmmm......."sejenak seseorang membuat mereka menoleh bersamaan.

__ADS_1


🤗🤗🤗🤗🤗🤗


Alkhamdulilah........ 😅😅😅😅😅


__ADS_2