Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
153.3 pria tampan


__ADS_3

Bu Marni mengangguk dan mulai menyendok makanannya.Bu Marni memakan dengan lahab, membuat khalista bernafas lega.Bi sari yang melihat itu tersenyum kearab khalista sambil mengacungkan 2 jempolnya.


"Bu, sebaiknya kita kerumah sakit. Ibu harus cek kesehatan. Aku benar-benar tidak mau jika terjadi apa-apa dengan ibu."ucap Khalista. Bu Marni tersenyum dan memandang kearah Khalista.


"Ibu tidak apa-apa. Jangan mengawatirkan ibu."sanggahnya.


"Aku tidak perduli, setiap 2 minggu sekali kita harus cek kesehatan,Bu."ucap Khalista lagi.


"Tapi biayanya mahal,Ta."tolak ibunya.Khalista menghela nafas.Semenjak kecelakaan Khalista memang tak bekerja,Andika yang mengurus pengunduran dirinya dari Arjuna group.


Khalista hanya bergantung pada Andika dan jatah dari papanya yang terus saja mengalir selama ini.Namun,itu lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhannya.


"Ibu tidak usah khawatir, Khalista masih ada tabungan kok.Yang penting ibu sehat itu sudah lebih dari cukup untuk Khalista."ucapnya.


"Terimakasih,Nak."ucap bu Marni. Khalista tersenyum dan mengangguk. Mereka berdua bersiap menuju ke rumah sakit.


😊😊😊😊


Andika dan Bima berkutat dengan beberapa berkas.Mereka menunggu kedatangan pimpinan perusahaan Arjuna group,setelah kejadian yang sangat rumit itu mereka jarang bertemu.


Bahkan untuk kerjasama yang pernah mereka kerjakan bersama kini diambil alih oleh Arjuna. Arjuna enggan bekerjasama dengan perusahaan yang dipimpin oleh orang yang baru.Dia berharap Bima segera mengambil alih kembali dan bisa menjalin kerjasama lagi.


"Selamat siang,2 Tuan muda Alexander."ucap seseorang yang kini berada di meja yang sama. Andika dan Bima menoleh bersamaan,mereka berdiri dan saling berjabat tangan.


"Siang Tuan Juna."ucap Andika dan Bima bersamaan.Ketiganya tertawa.3 pria tampan itu saling bertukar kabar setelah lama tidak berjumpa.


"Jangan terlalu formal, kita kesini untuk berkumpul,bagaimana keadaan istri kalian? mereka sudah membaik? "tanya Arjuna,setelah mereka duduk di kursi dengan nyaman.


"Mereka baik...Mantan Bos"ucap Bima.Andika dan Arjuna tertawa.


"Hemmm...Ya aku baru sadar,istri kalian adalah alumni perusahaan Arjuna group.Aku rasa kalian adalah orang yang beruntung karna mendapatkan istri mantan sekertarisku."ucap Arjuna.


"Alumni? kau pikir mereka menimba ilmu di perusahaan mu? "celetuk Bima.


"Bisa jadi."jawab Arjuna disusul dengan tawa mereka.


"Aku rasa cukup kita bercanda,kita harus ke poin pembicaraan.Apa yang bisa aku lakukan untuk membantu kalian? "tanya Arjuna.Bima dan Andika menoleh.


"Bantu kami untuk menjatuhkan saham mereka, dan aku juga meminta mu untuk menjadi penanam saham terbesar untuk bisa mempunyai wewenang menjalankan beberapa proyek."ucap Bima.Arjuna mengangguk pelan.


"Okey. Aku akan mencoba menjalin kerjasama."ucap Arjuna sambil membuka email dan mengirim external memo.

__ADS_1


"Kenapa kalian tidak menggunakan kekuasaan?bukankah Tuan Ale bisa saja melakukan sesuatu? "tanya Arjuna.


"Aku ingin berusaha,aku tidak mau membebani mereka.lagipula aku tidak mau mencari musuh, aku ingin keselamatan keluargaku terjaga."jawab Bima. Arjuna mengangguk pelan.


"Aku bangga pada keputusan kalian."ucap Arjuna.


"Aku tidak butuh pujianmu."celetuk Bima.Arjuna tertawa.


"Bahkan kau masih saja ketus padaku,slow....aku sudah mengihklaskan Zahira untukmu,Tuan."ucap Arjuna diikuti kekehan Andika.Bima hanya menatap Arjuna dengan sorot mata tajam


"Dan Kau Andika,Aku sudah mengikhlaskan sekretarisku kau ambil dan kau undurkan dari perusahaanku."ucap Arjuna. Andika menghentikan tawanya.


"Daddy...... "


teriak lelaki kecil yang muncul dari pintu,ia bersama dengan wanita cantik yang memakai setelan baju kerja yang sopan.Andika dan Bisa menatap Arjuna dan wanita yang berjalan itu bergantian.


"Apa dia sekretaris barumu? "tanya Andika.Arjuna hanya tersenyum.


"Tidak salah lagi,sekertaris Arjuna group selalu saja merangkap menjadi baby siter."celetuk Bima.


"Segera carikan anakmu ibu. Apa tidak kasihan padanya.?"ucap Andika. Alkuna terkekeh.


"Aku rasa Istrimu juga alumni dari perusahaanmu, dia mantan sekertarimu sendiri. "celetuk Bima. Membuat Arjuna membelalakkan matanya.


"Hai Reyhan....apa tidak merindukan aunty Zahira dan Khalista? "tanya Bima.


"Aku lindu... boleh aku main kesana? "tanyanya.


"Mainlah... ada Baby Bara yang akan menemani mu bermain."ucap Andika. Reyhan tampak girang.


"Selamat siang,Tuan Juna,Tuan Bima, dan Tuan Andika."sapa perempuan yang baru saja sampai.Ia meletakkan beberapa paket bag dan berjabat tangan dengan 3 manusia tampan itu.


"Siang... Nona Renata."ucap Andika dan Bima bersamaan.


"Bagaimana kabar istri kalian? "tanyanya.


"Mereka baik.Berkunjunglah,Kak.. pasti mereka akan senang bertemu denganmu,kami berada di apartemen."ucap Bima.


"Lain waktu aku akan usahakan,maaf aku belum sempat mampir. Baru seminggu ini aku kembali dari paris, seminggu ini juga aku harus menyesuaikan diri menjadi sekretaris pak Arjuna."ucap Renata.


Andika dan Bisa saling berpandangan kemudian melirik Arjuna yang melirik mereka juga.

__ADS_1


"Kenapa? "tanya Arjuna ketus.Andika dan Bima saling memandang. Menyadari 3 orang itu tampak tegang dan Aneh,Renata memutuskan untuk mengambil meja lain dan menikmati makanan bersama Reyhan.


"Segera halalkan dan jadikan dia mantan sekretaris mu,bukankah alumni Arjuna group berbobot? Kau beruntung jika mendapatkannya."celetuk Bima agak berbisik. Andika dan Bima tertawa.


Arjuna melemparkan sebungkus rokok pada Andika.mereka terkekeh bersama.Arjuna melirik laptop nya, email yang dia kirim mendapat balasan. iapun mengamati balasan tersebut.


"Sudah ada yang menyuntikkan saham untuk mereka,nama perusahaannya Zata Star."ucap Arjuna.


"Zata Star? "tanya Andika dan Bima bersamaan.


"Apa kalian mengenal?"tanya Arjuna.Andika dan Bima saling menggeleng.


"Nanti kita cari tau,kita harus bekerjasama dengan mereka."ucap Arjuna.Andika dan Bima saling mengangguk.


"Aku berharap banyak padamu Tuan, jika tidak berhasil terpaksa aku akan menyerahkan segala urusan pada pihak yang berwajib."ucap Bima. Arjuna tampak menganggukkan kepalanya.


"Kita akan berusaha.."ucapnya.Andika dan Bisa saling memandang dan mengangguk pelan.Andika melirik jam yang menunjukkan pukul 11.00.merekapun berpamitan pergi. Meninggalkan pasangan sekertaris dan bos yang tampak bahagia seperti keluarga kecil itu.


😀😀😀😀😀


Khalista dan Bu Marni duduk di ruang tunggu, menunggu antrian yang masih beberapa orang. Khalista mengambil ponselnya kemudian membuat panggilan vidio kepada Andika.Berdering saja tidak terjawab. Pada akhirnya Khalista menyerah dan fokus menemani ibu.


Tak lama dari itu ponselnya bergetar, 1 pesan masuk.Khalista tersenyum dan membaca pesannya.


Kenapa menghubungi? Apa sudah merindu,Nyonya?##Andika.


Aku mengantar ibu dirumahsakit, Sayang. ##Khalista


Kini ponselnya berdering Khalista segera mengangkat dan tersenyum mengamati wajah di ponselnya.


"Ibu Kenapa?apa sakit? "tanya Andika. Khalista tersenyum kemudian memberikan ponselnya pada ibunya.


"Ibu baik,Istrimu itu terlalu mengkhawatirkan ibu."ucap Ibunya. Andika tersenyum.


"Ibu harus menuruti apa kata ibu negara,jangan dibantah,Bu.bisa runyam urusannya."ucap Andika,ibunya terkekeh.


"Ya sudahh... ibu sudah dapat antrian masuk. Ibu harus segera kedalam."ucap ibunya. Andika mengangguk.Bu Marni berdiri dan memberikan ponsel pada Khalista.


"Yasudah,Mas.aku temenin ibu dulu.Sampai jumpa nanti.asalamualaikum.I love you."ucap Khalista kemudian menutup ponselnya.Hatinya berbunga dia bahagia.


"Walaikumsalam, I love you too."balas Andika sambil tersenyum.

__ADS_1


😊😊😊😊😊😊


__ADS_2