Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
144.S2.Menjemput pulang


__ADS_3

"Maaf saya harus pergi."ucapnya sebelum melangkah tadi. Damar dan Mico saling berpandangan banyak pertanyaan yang melintas diotak mereka.


"Pak,Mico."panggil Damar pada Mico yang masih saja mengamati punggung Khalista yang menjauh dari pandangannya.


"Pak,Mico."panggilnya lagi. Mico tersentak. kemudian menoleh kearah Damar yang memanggilnya.


"Iya, Damar.Ada apa?"


"Apa Bapak baik-baik saja?"tanyanya sambil tersenyum.Damar yang dari tadi mengamati gelagat bosnya itu semakin yakin jika bosnya sedang jatuh cinta dan patah hati secara bersamaan.Mico menghela nafas panjang,kemudian meraih ponselnya. Menunjukan foto pada Damar.


"Itu foto yang aku ambil 6 tahun yang lalu.Apa kau melihat kemiripan dia dengan nona Taza?"tanya Mico pada Damar. Damar mengulum senyum setelah mengamati foto itu.


"Kenapa tersenyum?Aku butuh jawabanmu, bukan senyumanmu."ucap Mico.


"Pak, ada kemiripan diantara mereka.Tapi bukankah didunia ini memang banyak wajah yang mirip?"ucap Damar. Mico menghela nafas panjang.


"Kau benar Damar. "Sahut Mico.


"Apa bapak mengingat mantan setelah bertemu dengan Nona Taza?Atau Malah Nona Taza yang yang memikat hati Bapak? "tanya Damar lagi.Micho menatap tajam kearah Damar. Damar hanya menyunggingkan senyum.


"Sebaiknya Bapak mundur teratur, Bahkan Nona Taza sudah bersuami.Tidak baik menggoda istri orang."ucap Damar. Micho tidak tahan lagi mendengar celoteh sahabat karibnya itu.Mendorong pelan pundak Damar dan berlalu pergi. Damar tertawa,tidak salah lagi bosnya memang jatuh cinta.


Damar yang sudah beberapa tahun menemani Mico sudah sering kali melihat foto Sabrina yang ditunjukan kepadanya.Seperti Mico Damar sempat berfikir jika itu adalah Sabrina.


Namun,tak ada gerak-gerik yang mencurigakan. Wanita itu bukan pura-pura tidak mengenal,tetapi gerak tubuhnya menunjukan benar-benar tidak kenal.Damar menghela nafas panjang kemudian mengikuti langkah Mico yang berjalan menuju parkiran.


Mico menghela nafas panjang, setelah mengetahui Bosnya itu mengikuti Khalista yang juga melajukan mobilnya menuju kearah kanan.Tak berselang lama Mico mengikuti laju mobil khalista. Damar tersenyum tipis,memandangi 2 mobil itu.


"Mico,Mico selamat berjuang..."ucapnya.


Khalista melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, Khalista melirik kaca spion. Menghela nafas panjang.Merasa diikuti khalista sedikit mengurangi kecepatan,kali saja Mobil itu mau mendahuluinya.Namun,Khalista salah mobil itu masih saja mengikutinya.

__ADS_1


Khalista melirik Jam tangannya,jam menunjukan pukul 14.50 waktunya tinggal 10 menit lagi.Khalista tak menghiraukan orang yang mengikutinya fikirannya hanya bertemu dengan pujaan hatinya.


😊😊😊😊


Zahira yang ditemani oleh sopir pribadi tuan Alex sudah berada di parkiran bandara.Zahira dan baby mungilnya masih menunggu didalam mobil.Tak berselang lama,tampak mobil khalista yang parkir disampingnya.


"Pak, Bapak sudah bisa pulang. Nona Khalista sudah datang."ucap Zahira.Pak Diman mengangguk kemudian melangkah pergi.


Zahira keluar dari mobil,kemudian menghampiri khalista yang berdiri dan mengamati sudut parkiran.


"Kau mencari apa,Ta?"tanya Zahira sambil mengamati arah Padang khalista.Khalista mendekat kemudian mengambil alih baby bara dari Zahira.


"Aku merasa diikuti Za."ucap khalista agak panik.


"Ya sudah,sebaiknya kita masuk."ucap Zahira tampak ikut panik.khalista mengangguk.


"Berjalanlah duluan,aku ambil susu untuk Bara sebentar"ucap Zahira.Khalista mengangguk dan berjalan kearah ruang tunggu.


Micho yang sekarang menemukan keberadaan Taza terkejut.Taza membawa bayi yang tampan.Rasa sesak menyeruak dihatinya. Mico menghela nafas panjang.


Khalista dan Zahira sudah duduk menunggu pangeran tampan mereka. Hingga Pada saatnya mereka berdiri.Penumpang dari pulau S sudah tiba dan satu persatu muncul.Khalista dan Zahira menunggu.Hingga Pada saatnya lelaki tampan dengan setelan Jas muncul dari balik pintu.


Hati khalista seakan meleleh.Berjuta rasa bahagia menyeruak dihatinya. Bahkan debaran jantungnya juga tidak Karuan.Khalista berdiri langkahnya menyeret tubuhnya mendekat kearah lelaki tampan yang menyunggingkan senyuman yang selalu mendebarkan jantungnya.


Kini dua insan saling berhadapan. Khalista hanya diam dengan sorot mata yang memandang kearah Andika.Wanita itu ingin menyapa namun seakan lidahnya kelu. Hanya hatinya yang mengerti perasaanya saat ini.


Andika mengusap pelan pipi istrinya memiringkan wajahnya.mengamati rona merah wajah yang selalu menghantui fikirannya.


"Apa rindumu akan terobati jika hanya memandangku saja? "Tanya Andika.


Khalista tersenyum kemudian berhambur memeluk erat tubuh Andika.Suami yang sangat ia rindukan. Andika membalas pelukan hangat istrinya. mengusap pelan pundak istrinya dengan sayang.

__ADS_1


"Aku merindukanmu, sangat merindukanmu."ucap khalista, rasa yang berkecamuk membuatnya terharu hingga meneteskan Air mata.


"Aku juga sangat merindukanmu,Sayang."Ucap Andika.


Zahira dan Bima yang saling meluapkan rasa rindu menoleh kearah khalista dan Andika. Keduanya tersenyum melihat kebahagiaan kakaknya.


Khalista melepas pelukannya,Andika mengusap airmata istrinya.


"Dilanjutkan nanti malam."bisik Andika. Khalista memelototkan matanya, suaminya itu selalu membuat hatinya kalangkbut.


Khalista mengamati belakang Andika,menatap seorang gadis yang berdiri sambil membawa tas tangan.


"Kamu dan Bima membawa teman,Mas?"tanyanya.


Andika dan Bimaa saling berpandangan. Mereka lupa jika ada Bianca.Bima Dan Zahira yang semula agak jauh kini mendekat.


"O iya.. aku lupa.Dia Bianca."ucap Andika Bianca tampak kecewa.Khalista melangkah kearah Bianca Dan mengulurkan tangannya.


"Aku Khalista."ucapnya.Bianca mengulurkan tangannya Dan tersenyum.


Zahira mendekat dan mengulurkan tangannya.


"Hai Tante.. kau baik baik sajakan? "sambil mengulurkan tangannya. Bianca meneteskan air mata,mereka adalah orang yang pernah dia celakai dan sekarang menyambut kedatangannya.


"Hai.. "sahutnya.


Andika mengeluarkan dompetnya kemudian mengambil beberapa uang.


"Kau bisa kerumah sakit sekarang. Carilah taxi."ucap Andika. Bianca mengangguk dan menerima uang itu.


Zahira yang tak tau apa-apa memandang suaminya. Bima mengusap pelan pundaknya seakan memberi tau untuk menjelaskan nanti.

__ADS_1


"Kenapa cari taxi. Kita hanya berdua,Mas.Biarkan Bianca sekalian bersama kita. "celetuk khalista. 😂😂😂😂


Like komen ya...lope kalian semua


__ADS_2