
Pagi hari saat suasana begitu segar, mentari menyinari pagi tanpa syarat. Prayoga yang duduk dengan kaki menyilang berhadapan dengan Bianca yang sangat tenang.
"Apa yang harus aku lakukan om?balasan yang bagaimana,yang setimpal untuk mereka? " tanya Bianca.Setelah semalam mereka saling berdiam, kali ini mereka tampak begitu tenang.
Prayoga membisikkan sesuatu ke telinga Bianca, Bianca tersenyum sinis.
"Jadi,keinginan untuk mendapatkan harta dan cinta akan terwujud? " tanya Bianca. Prayoga mengangguk.
"Lakukan hari ini, aku akan menghubungi mereka. kita harus bermain cantik Bianca."ucapnya.
Bianca berdiri, kemudian melenggang pergi.
Prayoga tersenyum sinis,ia menatap kepergian Bianca dengan suka cita.
-
-
-
🤗🤗🤗🤗🤗🤗
Alexander group...
Hari ini adalah hari yang ditentukan untuk mengadakan meeting dengan perusahaan yang berasal dari kota X. mereka akan bekerjasama melebarkan sayap untuk mengembangkan bisnis properti dinegara X .Bianca mempersiapkan berkas kemudian meminta beberapa tanda tangan kepada Bima. Bima yang tergesa-gesa karna client mereka sudah datang tidak membaca dengan teliti tumpukan berkas yang ditandatanganinya.
Bianca merasa puas, ia pun bersamaan dengan Andika menuju ruangan meeting menyusul Bima dan beberapa client lainya.
"Selamat siang, pak."Bima memberi salam. begitu juga dengan Andika dan Bianca. Bianca yang memang sudah berkali bertemu dengan mereka tampak Akrab.Dengan kecerdikan Bianca lah pada Akhirnya kerjasama ini terjalin. Mereka membahas proyek yang harus dikerjakan, Dan pada Akhirnya memperoleh kesepakatan.
"Terimakasih atas kerjasama ini Tuan."ucap Bima. 2 orang didepannya mengangguk. Mr han presdir dari Angkasa group menatap kearah Bima, Andika, dan Bianca bergantian.
"Jadi kalian setuju bukan,dengan persyaratan tambahan yang saya berikan untuk misi kita.Tuan Abimanyu. " ucap Mr.Han.Bima menatap kearah orang didepannya dengan seksama.
"Apa itu Tuan? dengan senang hati jika itu untuk kelangsungan bisnis kita." ucap Bima.
"Seminggu lagi adalah peninjauan ke negara X. Sudah kita sepakati bahwasanya delegasi perempuan 1 dan delegasi laki-laki 1.apa Nona Bianca dan juga Tuan Andika yang akan kesana?.tanya Mr Han.
Andika dan Bima saling memandang, tetapi tidak memberikan jawaban.
"Perlu Kalian tau, Istriku paling tidak suka jika melihat sepasang wanita dan laki-laki yang tidak menikah terlalu dekat dan bersama. Jadi apa boleh saya meminta mereka menjalin pernikahan terlebih dahulu? saya rasa mereka adalah pasangan yang serasi." ucap Mr. Han.
Ucapan itu berhasil membuat Andika, Bima, dan Bianca melongo.
"Persyaratan macam apa itu? " Andika sedikit menaikan suaranya. Mr. Han tampak sedikit tersinggung.
__ADS_1
Bima memegang pundak Andika. Mencoba menenangkan Kakak iparnya itu. Bianca juga tampak terkejut, sebuah seringai muncul dibenaknya. Rencana prayoga benar-benar akan memihak kepadanya.
"Ini adalah syarat yang juga tertera di perjanjian, dan Tuan Bima menyetujuinya.Apa tidak membaca sebelumnya?" tanya Mr Han.
Bima melirik Bianca yang baru saja meminta tanda tangannya. Hatinya sedikit dongkol karna tidak sempat membaca isi dari perjanjian tersebut.
"Apa tidak Ada Syarat yang lain Tuan? " tanya Bianca. Mr Han menggeleng pelan.
"Tidak Ada, Kita sudah terlanjur untuk bekerjasama.Diperjanjian tertulis 1 delegasi laki-laki dan 1 delegasi perempuan.jika kalian membatalkan makan akan ada sanksi denda yang harus kalian bayar." ucap Mr Han tegas.Andika benar-benar emosi Kali ini, Dia memandang Bianca dengan sorot mata yang tajam. Hingga pada Akhirnya Mr. Han dan Asisten nya undur diri dan meninggalkan ruangan.
Bima, Andika memandang kearah Bianca. Bianca menundukkan kepalanya, seolah merasa bersalah atas keteledorannya.
"Maaf, aku begitu ceroboh Tuan, aku minta maaf." ucap Bianca.
Andika mengepalkan tangannya, menatap wajah Bianca membuatnya geram, dari sini kecurigaan Andika terbukti jika ada sesuatu hal yang disembunyikan oleh Bianca.Andika meredam emosinya, sebisa mungkin harus bersikap biasa kepada Bianca.
"Sudahlah Bianca, lain kali jangan lagi ceroboh.Kita harus berfikir jernih untuk mengatasi nya. " ucap Bima.
"Andika,keputusan ada ditanganmu.Kau Boleh menerima kau juga boleh membatalkan.Semua keputusan ada ditanganmu." ucap Bima lagi.Andika menghela nafas panjang, membaca surat perjanjian dan mencoba mencari celah disini. setelah 10 menit berfikir Andika membuka pembicaraan.
"Kita lanjutkan. " ucapnya Mantap.Bianca tersenyum girang dalam Batinnya. ia menatap kearah Andika.
"Tapi Andika.aku tidak enak,"ucapnya.Andika hanya terdiam.
"Bianca, kau keluar lah. aku ingin bicara berdua dengan Andika." ucap Bima. Bianca sedikit tersentak, ia pun berdiri dan beranjak dari ruang meeting.
"Kau tenang saja, aku akan mengatasi semua ini. aku akan menunjukkan sesuatu kepadamu Nanti. Kita ikuti saja permainan ini. " ucap Andika, Bima tersentak. pasalnya setelah kepergian Bianca wajah Andika tidak setegang tadi.
"Kau merencanakan sesuatu? " tanya Bima. Andika tersenyum tipis. Bima menepuk pelan pundak kakak iparnya.Andika jenius pasti akan mengatasi dengan tenang. fikirnya.
"Apa yang akan kau lakukan? "tanya Bima.
"Kau cukup memperhatikan saja, nanti."Andika berucap.
"Apa kau serius?" tanya Bima ragu. Andika mengangguk.
"Bukankah 1 minggu lagi Berangkat? Artinya sebelum itu kita harus sudah mengadakan pernikahan."ucap Andika lagi.
"Bukankah Wanita yang kau Cinta Khalista. Kakak ipar? Aku tidak mau kau mengorbankan kebahagianmu demi uang. "ucap Bima. Andika menghela nafas panjang.
"Aku berhak menentukan hidupku, menentukan kebahagiaanku sendiri.aku akan mempersiapkan dengan matang pernikahanku."ucapnya kemudian melenggang pergi.Bima memijat pelipisnya.
"Seminggu lagi? itu Artinya bersamaan dengan acara 7 bulanan kandungan Zahira yang sudah disepakati bersama dengan papa Mamanya kemarin malam. "batin Bima.
-
__ADS_1
-
-
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
Andika menuju ke ruangannya,ada Bianca yang menampakkan wajah bingungnya.
" Andika, aku minta maaf.... "
"Sudahlah Bi, sudah terlanjur. sebaiknya kau mempersiapkan berkas untuk pernikahan,aku akan mengurusnya. " ucap Andika.
Bianca dengan kegirangan di hatinya mengangguk pelan, kemudian melenggang pergi. Andika mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang di sebrang sana.
"Aku mohon, Kau harus membantu ku. " ucap Andika memohon.setelah menjelaskan sesuatu.
"Kenapa tidak meminta darinya sendiri? kau bisa bicara baik-baik. " ucap orang di sebrang.
"aku ingin semua berjalan lancar, hanya kau yang tau, bantulah aku. " ucap Andika. terdengar helaan nafas di sebrang sana.
"Okey, kali ini aku berbaik hati. karna aku mendukung mu. "
"Terimakasih... aku akan mengingat jasamu. "
Andika menutup panggilannya. menghela nafas panjang.
"Semoga berjalan lancar. " ucapnya. Andika membawa beberapa keperluan melenggang pergi entah kemana.
🤗🤗🤗🤗🤗🤗
Waktu menunjukkan pukul 16.00 Khalista yang mendapat tugas dari Arjuna tampak menggerutu.pukul 15.00 tadi Arjuna menyuruhnya pulang untuk mengambil beberapa berkas data dirinya, itu mengharuskan nya pulang dan kembali lagi kekantor. Arjuna Bilang sore ini digunakan, dan itu membuatnya sebal harus bolak-balik lagi.
Sebelum pada Akhirnya kembali, Khalista menyempatkan diri mampir ke Mol terdekat. Khalista membeli beberapa camilan untuk Reyhan yang memang dari siang menyusul daddy nya.
"Khalista....!" Suara itu mengejutkannya. Khalista menoleh. Dilihatnya Bianca dan Bu marni membawa beberapa paperback. Bu marni tersenyum bahagia. Bianca juga. Khalista tersenyum tipis.
"Bianca, Tante... apa kabar? " tanya nya sopan.
Bu marni tersenyum.
"Kami baik khalista, oh iya. Sekalian mumpung ketemu. Tante mau memberitahu kalau seminggu lagi, Andika dan Bianca akan menikah. Tante harap kamu datang ya Khalista."
ucap Bu Marni.
Hati Khalista bagai tertusuk ribuan pisau. Sakit, namun entah bagaimana Khalista berusaha tersenyum meskipun pahit ia rasakan.
__ADS_1
. 🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗