
Andika mengusap rambut Khalista menenangkan istrinya yang sedang dalam keadaan menangis.Mereka saling merangkul saling menguatkan.
"Ta... Ta...... "
Suara itu membuat khalista dan Andika menoleh kearah ibunya yang memanggil namanya,sejenak keduanya merasakan kelegaan yang luar biasa.Khalista mendekat kearah ibunya yang masih memejamkan matanya,tetapi mulutnya masih saja memanggil nama Khalista.Sedangkan Andika memanggil dokter untuk memeriksa ibunya.
"Ibu,,, " Khalista mencium kening ibunya.Seketika Bu Marni mengerjabkan matanya bersamaan dengan kedatangan dokter Ardan.
Dokter Ardan mulai memeriksa detak jantung dan tekanan darah ibu Marni,kemudian tersenyum kearah Andika dan Khalista.
"Keberadaan kalian sangat berpengaruh pada kesehatan ibu,lihat saja ibu berhasil melewati masa kritisnya ketika kalian datang.Saranku,tetaplah berada didekatnya untuk menjaga kestabilan kesehatannya." ucap Dokter Ardan.Andika mengangguk pelan,Dokter Ardan menepuk pelan pundak Andika.
"Dika,aku rasa tante Marni menginginkan cucu dari pernikahan kalian.Apa kau sudah berhasil?"tanya dokter Ardan sedikit berbisik, membuat Andika terlihat geram kepada sahabatnya itu.
"Bercandamu tidak tepat waktu,pergilah!Lain waktu aku akan menghajarmu,seenaknya saja tidak memberitahu ku saat ibu berada disini."bisik Andika.
Dokter Ardan tersenyum kemudian menatap kearah Khalista dan Bu Marni secara bergantian.
"Tante dan Nona Khalista.Aku permisi,semoga tante lekas sembuh.Ada 2 manusia tak tau diri ini yang akan menemani tante malam ini." ucap Ardan kemudian melenggang pergi. Andika dan Khalista tersenyum mengantarkan Dokter Ardan Keluar.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Khalista menghampiri ibunya dan memeluk ibunya yang masih terbaring.
"Ibu,cepatlah sembuh.Khalista akan tinggal bersama ibu lagi, Khalista akan menemani ibu setiap hari."ucap Khalista pelan,air matanya kembali berderai.tangan kiri ibunya terulur mengusap pundak khalista dengan pelan.Senyumnya mengembangkan meskipun wajahnya masih tampak pucat.
"Apa kamu serius, Ta?tanya ibunya.Khalista mengangguk pelan.Bu Marni tersenyum, tetapi air matanya mengalir deras.Dirinya yang semakin tua itu merasa bahagia jika dimasa tuanya ada anak yang menjaganya.Andika mendekati 2 wanita yang sangat berarti dalam hidupnya itu,merangkul keduanya dengan sayang.
"Ibu, sebaiknya ibu minum dulu, pasti ibu sangat haus."Khalista memberikan segelas air mineral dan ibunya mengangguk kemudian meneguk air.Khalista tersenyum dan merasakan kelegaan ketika melihat ibunya sudah sedikit membaik.
Khalista memberikan Sandaran di kepala Bu Marni, sehingga posisi kepala Bu Marni sedikit tinggi.Bu Marni mengamati wajah kedua anaknya bergantian.
"Ibu bahagia,jika kalian benar-benar mau menemani ibu."Bu Marni menyeka air matanya.Tak ada kebahagiaan lain selain bisa bersama dengan anak dan cucunya di sisa umurnya.
"Ibu,apa ibu mendengar ucapan menantumu tadi? "tanya Andika.Bu Marni menggelengkan kepalanya.
"Memangnya apa yang Khalista ucapkan? " Bu marni bertanya.Andika duduk di sisi ibunya,merangkul pundak ibunya.
"Bu,cepatlah sehat.Ibu akan segera menimang cucu.Khalista hamil,jaga Khalista dan cucu ibu jika aku bekerja."ucap Andika sambil mengusap pelan perut datar khalista.Membuat Khalista merasakan desiran di hatinya. Bu Marni tampak berbinar,ia menatap khalista.Badannya yang tadi merasakan lemas tiba-tiba saja merasakan kekuatan yang mendorongnya untuk duduk.
Bu Marni menatap Khalista penuh kasih,air matanya berderai tanpa berhenti.
__ADS_1
" Apa benar, Nak? "tanya ibunya, Khalista mengangguk pelan.Bu Marni meraih Khalista dalam dekapannya.
" Alkhamdulilah ya Allah, terimakasih engkau mengabulkan segala doa Kami."ucapnya Lirih.
Beberapa saat Kemudian,Andika dan Khalista pamit pulang ke apartemen untuk mengambil beberapa keperluan.Bi Sari menjaga Bu Marni,Keadaan bu Marni sudah lebih baik dari sebelumnya.Rona bahagia tampak di wajahnya.
😘😘😘😘
Andika dan Khalista melangkahkan kakinya ke Kamar,Khalista dan Andika mengamati setiap sudut apartemen.Khalista tampak bahagia memandang kearah bingkai foto pernikahan yang terpampang di dinding.
"Disini adalah tempat yang begitu bersejarah,tempat yang memberikan banyak kenangan di antara kita," ucap Khalista.Andika memegang kedua pundak Khalista, mengamati wajah cantik istrinya.
"Disini juga kamu mengungkapkan perasaan cintamu padaku,kenangan disini tidak akan pernah terlupakan.Kita akan kesini jika kamu menginginkannya." ucap Andika.Khalista mengangguk pelan.Andika memandang Khalista,mendekatkan wajahnya kearah Khalista.Khalista memejamkan matanya,menikmati suasana yang sedikit melo itu.Andika terus mendekat, hingga kedua bibir itu saling bersentuhan.
"Asalamualaikum..... "Khalista membuka matanya, Andika yang sudah mulai memanas merasa sedikit geram.Keduanya berjalan kearah pintu.Dengan cepat Andika membuka pintu itu. Kedua mata Andika dan Khalista tampak terkejut memandang pemandangan didepannya.
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Maafff othornya telat up... didunia nyata sibuk sekali.adik aku akan melaksanakan ijab qobul... minta doanya ya menjadi keluarga yang sakinah, mawadah warohmah 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1