Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
episode 46.masih dengan kak rena.


__ADS_3

Zahira membuka kotak kecil pemberian Renata, ia tersenyum bahagia mendapatkan hadiah dari kakaknya. 2 tiket bulan madu yang masih terjadwalsebulan lagi.


"terimakasih kakak, kau begitu baik memberikan tiket liburan ke sydney untuk ku"


ucapnya sambil menatap Renata bahagia.


"Itu tidak gratis, kamu harus memberikan hadiah keponakan untuk ku, awas saja jika kamu tidak berhasil"


Zahira hanya tertawa melihat tingkah kakaknya.


"kakak sengaja memberikan kalian jeda 1 bulan, supaya kalian bisa mengatur jadwal, kakak ingin kalian bahagia,bagi kakak kebahagiaan mu adalah kebahagiaan kakak juga"


Lanjut Renata, Zahira terharu iapun berdiri dan berjalan kearah Renata, ia memeluk kakaknya.


"Trimakasih kak, aku tidak tahu lagi harus bagaimana membalas kebaikanmu. "


" Sayang, kakak yang harusnya berterima kasih padamu, kalo tidak ada dirimu mungkin saat ini kakak tidak berada disini"


Zahira melepas Pelukannya kemudian memandang wajah Renata.


"Kakak jangan bicara seperti itu, itu tidak baik, lupakan masalalu. apa kakak bahagia?


Renata mengangguk pelan, Zahira tersenyum bahagia.


" Apa kakak sudah menemui mantan kakak? '


"Tidak, kakak tidak akan menemuinya Za,dia sudah menikah, dia berhak bahagia"


Zahira menghela nafas, ia menggenggam erat tangan Renata, ia mengerti bagaimana perasaan kakaknya saat ini.


"Kakak yang sabar, aku tidak habis fikir kenapa orang itu menghianatimu kak, apa dia tidak perduli lagi denganmu"


ucap Zahira penuh emosi.


"Sayang, ini bukan salahnya, kakak yang meninggalkan nya, kakak yang menyakitinya, dia berhak bahagia"


Jawab Renata dengan kelembutannya.

__ADS_1


"Tetapi kakak meninggalkan nya untuk bertahan hidup, Seharusnya dia tau'


cerca Zahira lagi.


" Zahira, itu kesalahan kakak, kakak tidak memberi tahunya, disini kakak yang salah, sudahlah jangan membahasnya. itu hanya akan membuka luka lama, kakak bahagia melihatmu bahagia, bahagia lah selalu"


ucap Renata, Zahira memeluk Renata lagi.


"Dari apa hatimu dibuat kak, kau begitu sabar dan menerima kenyataan yang sungguh sangat menyesakkan"


Renata tersenyum mendengar celoteh Zahira.


"Lalu kemaren-kemaren kakak menyelesaikan apa? kenapa lama sekali menemuiku, kau bilang besok, tapi kau menunda nya, hingga hari ini"


ya memang Renata menunda pertemuan nya, dari hari yang sudah dijanjikan sebelumnya.


"kakak datang kemakam orang tua kakak, kakak juga mengurus perusahaan yang selama ini dikendalikan oleh om dan tante, kakak mengunjungi mereka, mereka bahagia mengetahui kakak kembali"


ujar Renata tampak bahagia. ponsel Zahira berbunyi iapun mendapatkan pesan dari Bima yang mengatakan bahwa dia sudah ada didepan kafe. Zahira bangkit akan menyambut suaminya.Renata mempersilahkan Zahira.ia menatap punggung adiknya yang mulai menjauh.


sambut Zahira, ia mencium punggung telapak tangan Bima, Bima mencium kening istrinya.


"Mana kakak mu?


" Dia ada dimeja paling ujung, kamu kesana saja dulu mas, aku mau ke mushola sebentar, aku belum sholat magrib, apa mas sudah sholat?


"mas baru saja dari Mushola"


"yasudah, temani kakak dulu, aku sholat sebentar"


"Ia, mintalah kepada Allah SWT Bima junior"


bisiknya di telinga Zahira, Zahira merona merah dan berlalu meninggal kan Bima. Bima berjalan ke meja di ujung cafe, tampak punggung wanita berambut panjang, Bima segera menghampiri wanita itu.


"Permisi nona, selamat malam apa anda kakak Zahira?


tanyanya pada wanita yang sibuk dengan ponselnya itu.

__ADS_1


merasa ada yang mengajak bicara wanita itu mendongak.


" Iya, saya kakaknya Zahira"


ia terkejut begitu pun dengan Bima, senyum yang semula merekah hilang entah kemana, butiran air mata tiba-tiba mengalir dipipi Renata. Bima berkaca- kaca, Wanita yang selama ini ia tunggu tepat berada didepannya. setelah sekian lama mencoba melupakan dan berhasil melupakannya. Renata berdiri, memandang wajah didepannya.


" Bima, Renata "


Ucap mereka bersamaan,Bima menarik uluran tangan yang tadinya akan menyambut kakak yang diceritakan Zahira.cerita Zahira tentang kakaknya begitu terngiang berputar diotak Bima.


"Kau sakit? Kau meninggalkan ku karena sakit?"


Tanya Bima, Renata terdiam tak menjawab ucapan Bima. Bima mengusap air mata yang sedikit lober dipelupuk matanya.


"kenapa kau diam Renata, apa kau menyesal meninggalkan ku? Apa kau kembali karna melihat pesta pernikahan ku? "


Bentak Bima.


"Aku sakit, atau tidak bukan urusan mu, aku sudah meninggalkanmu,dan aku tidak akan pernah kembali untukmu, kau sudah bahagia dengan pernikahan mu. aku tidak akan mengusikmu"


Air mata Renata benar-benar jatuh, rasa sesak begitu terasa, kenapa harus Bima suami dari adik kesayangannya, orang yang memberikan kekuatan untuk bertahan hidup selama ini.Bima tersenyum sinis.


"Kau begitu egois,, kenapa kau hanya memikirkan perasaan mu saja saat itu, kenapa kau tidak melihatku?


Bima menggoncang bahu Renata, Renata menangis, untung saja cafe itu sepi, tak banyak orang yang melihat mereka.


" jangan membahas masa lalu lagi, kau sudah memiliki Zahira dia gadis yang baik, jangan menyakiti nya, aku kembali hanya untuk Zahira, aku tidak pernah berfikir untuk mengusikmu, bahagiakan adiku "


Renata menghapus Air matanya. Bima memandang wajah Renata.


"Apa kau benar-benar tidak menyesal melakukan semua ini,kenapa kau tidak mengatakan nya saat itu?


Tanya Bima,Mungkin cinta untuk Renata sudah hilang tergantikan oleh cinta untuk Zahira, namun perasaan penasaran dan kasihan dirasakannya saat ini, Bima butuh penjelasan tentang itu.Renata terdiam begitu juga dengan Bima.suara pecahan gelas mengagetkan keduanya, mereka menoleh,tampak Zahira penuh dengan linangan air mata, mungkin ia terkejut mendengarkan pembicaraan 2 orang dihadapannya. yang tidak menyadari kehadirannya.


" Zahira "


ucap mereka serempak.

__ADS_1


__ADS_2