
Andika menepikan mobilnya di parkiran danau, dilihatnya Bima dan Zahira tengah bercanda gurau dengan Baby Bara.Andika mendekat kearah mereka dan duduk di kursi samping Bima.
"Kakak sudah datang?, kakak sendiri? Mana Khalista?" tanya Zahira panjang lebar.Andika menghela nafas panjang,kemudian mengambil baby Bara yang ada di gendongan Adiknya.
"Khalista sakit,dia istirahat dirumah," ucap Andika.Zahira menatap tajam kearah Andika.
"Khalista sakit dan Kakak meninggalkannya?" tanya Zahira.Andika terdiam,sedangkan Bima tampak mengusap pundak Zahira. Mencoba menenangkan istrinya yang tampak khawatir.
"Sesekali khalista harus dihukum,dia itu keras kepala sekali.Dia juga harus belajar untuk lebih dewasa, bukan hanya mengedepankan egonya dan mengharuskan orang lain untuk mengikuti kemauannya."ucap Andika.Zahira kali ini tidak sependapat dengan kakaknya.Zahira kembali menatap tajam kearah Andika.
"Kak,jangan keterlaluan.Kakak bisa menasehati khalista dengan baik, tidak seperti ini." ucap Zahira.Andika terdiam.
"Dik,aku rasa Zahira ada benarnya.Tidak seharusnya kamu meninggalkan istrimu, " ucap Bima.
"Aku hanya ingin memberikan sedikit hukuman,biarkan saja dia berfikir," ucap Andika tak mau kalah,membuat Zahira sedikit kesal, pasalnya memang Khalista keras kepala.Tidak juga harus didiamkan seperti ini.
"Sayang,tenangkan dirimu.Mungkin memang Andika perlu waktu untuk menenangkan pikiran nya, "ucap Bima menenangkan.Zahira menghela nafas panjang,dia mencoba meredam emosinya.Kenapa bisa kakaknya emosian seperti itu.
"Memangnya apa yang dilakukan khalista, sehingga kau marah padanya?" tanya Bima pada Andika yang sedang menggoda baby Bara.
"Beberapa hari terakhir ini Khalista menyebalkan sekali,selain gampang marah dia juga suka ngerjain orang.udah capek,dikerjain.Membuat emosi saja," keluh Andika.
"Ngerjain gimana maksudnya? " tanya Bima lagi antusias.Zahira mengambil alih baby Bara dari pangkuan Andika, supaya suami dan kakaknya bisa leluasa berbicara.Andika menghela nafas panjang.
"Seminggu yang lalu,minta batagor.Aku beliin,dilihatin aja nggak dimakan.Besoknya lagi katanya aku bau badan disuruh tidur diluar.Besoknya lagi minta kelapa muda,nggak dimakan juga,malah dikasih Zahira." keluh Andika. Zahira tampak memikirkan sesuatu mendengar ucapan Andika.Sedangkan Bima mengusap pelan pundak Andika.
__ADS_1
"Apa sudah kamu bawa kerumah sakit? Kasihan kan kalo Khalista tidak segera mendapatkan perawatan, bisa tambah parah,“ucap Bima.
"Maka dari itu aku kesel,Khalista menolak ke dokter.Katanya baik-baik saja,Padahal wajahnya tampak pucat sekali.Makan apapun dimuntahkan.Keinginannya juga aneh,dan membuat pertengkaran saja.Kalo begini trus aku rasa bisa gilaa" keluh Andika lagi.
Bima tampak mengernyitkan dahinya.Rasa-rasanya dirinya pernah ada di kondisi khalista.Zahira dan Bima saling memandang, mereka menyadari sesuatu.Zahira menatap kearah Andika yang mengusap Kasar wajahnya.
"Khalista muntah? Suka meminta yang aneh? " tanya Zahira memastikan.Andika mengangguk, membuat Zahira sedikit mengulum senyum.
"Aku rasa Bara akan segera mempunyai keponakan." ucap Zahira.
"Uhukk.... uhuk... " Andika yang yang tadinya memijat pelipisnya tampak tersedak udara.Bima dan Zahira tertawa melihat tingkah Andika.
"Maksud kalian, Khalista hamil? " tanya Andika Antusias. Wajahnya berbinar.Zahira menatap Andika dengan tenang.
"Aku sih tidak pernah merasakan,tapi gejala-gejala nya sama dengan awal kehamilan. Tanya saja pada adik iparmu itu.Dia yang dulunya ngidam dan merasakan morning sickness." ucap Zahira agak sinis sambil melirik kearah Bima yang hanya terkekeh melihat lirikan istrinya.
"Aku Harus pulang." ucap Andika.Dengan langkah seribu Andika mempercepat langkahnya.Kini bayangan wajah istri tercinta menari dipelupuk matanya,Rasa sesak menyeruak didadanya.
"Apa khalista benar-benar hamil? Apa benar di dalam perut khalista ada anakku? " gumam Andika pelan.Wajahnya tampak bahagia, bahkan rasanya ingin secepatnya Andika memeluk istrinya yang tadi tampak sedih saat ditinggalkannya.
30 Menit berlalu, jam menunjukkan pukul 19.00
malam. Andika menghentikan mobilnya didepan apartemen. Dengan tergesa-gesa Andika masuk kedalam apartemennya.Langkahnya terhenti ketika melihat khalista yang tertidur disofa ruang tamu.
Andika menatap wajah sembab istrinya,Andika juga melirik 2 buah jagung bakar yang masih terbungkus rapi diatas meja.Andika menghela nafas panjang, rasanya sesak melihat khalista seperti ini.
__ADS_1
Andika berjongkok,tangannya mengusap air mata yang masih tersisa dipipi Khalista.Andika mengamati wajah cantik yang tampak seperti bayi itu.
"Maafkan aku yang tidak bisa merasakan kehadiran buah cinta kita, Sayang.Maafkan aku, aku mencintaimu. Bahkan jika kamu memuntahiku setiap haripun aku tidak akan mendiamkanmu." ucap Andika sambil mencium pelan perut datar Khalista.
Andika mengangkat tubuh mungil istrinya,mencoba mengangkat Khalista ke kamar.Namun khalista membuka matanya dan tersenyum ditengah isak tangisnya dan memandang Andika.
"Mas, kamu sudah pulang? " tanya Khalista. Andika tersenyum dan berjalan kearah kamarnya.
"Mas, turunkan aku.Aku bisa berjalan." ucap Khalista lagi, namun tidak mendapatkan respon dari Andika.Andika membuka pintu dengan lutunya, ia pun membaringkan tubuh Khalista diranjang empuknya.
"Cepat tidur,kesayangan dady." ucap Andika sambil mengusap pelan perut Andika.Ucapan Andika membuat Hati khalista teriris sakit,Khalista teringat ucapan ibu-ibu komplek tadi sore, Khalista merasakan sesak yang menyeruak.Khalista juga meneteskan air mata, tampa henti.
"Mas,Aku... "ucapan Khalista terhenti, ketika Andika membungkam mulut khalista dengan ciuman mesranya.Andika mencoba memberikan ketenangan untuk istrinya.Andika tau, Khalista tengah mengalami fase dimana emosinya seakan berubah tanpa disadarinya.
Ditengah ciuman mesra itu, Andika mengusap Air mata yang terus berderai dipipi mulus khalista.Andika melepas ciumannya, ia mendekap Khalista dalam pelukan hangat nya.Khalista merasakan kenyamanan dipelukan Andika. Rasa rindu didalam hatinya seakan sirna dibawa terbang oleh rengkuhan sayang tangan Andika.
" Istirahatlah, jaga kesehatan baby kita yang ada disini."ucap Andika sambil mengusap pelan perut Khalista. Khalista menatap Andika penuh tanya.
"Maafkan aku yang terlambat menyadari, jika disini ada buah cinta kita." ucap Andika, Khalista mencoba mencerna ucapan Andika.Air mata kembali berderai, Khalista melirik Kalender dimejanya.Yang benar saja, lingkaran yang seharusnya sudah tanggal merah sudah jauh terlewat disana.Khalista menatap Andika terkejut, Khalista segera berhambur memeluk Andika kembali.
"Mas,apa artinya ada janin disini? " tanya khalista ditengah isak tangisnya sambil mengusap perut datarnya.Andika mendekap erat Khalista.
"Kita berdoa,semoga Allah menjawab semua doa kita.Besok kita harus kedokter," ucap Andika.Khalista mengangguk pelan didalam pelukan Andika.
"Terimakasih, Mas. Maafkan aku, "ucap Khalista sambil menyandarkan kepala nya di dada bidang Andika.
__ADS_1
"Maafkan aku juga, Sayang, "ucap Andika penuh kasih mengusap punggung istrinya.
👌👌👌👌👌👌