
Dering jam beker mengagetkan keduanya.Bima dan Zahira terkejut ketika mendapati jam yang menunjukan pukul 17.00
"Astagfirullah... Bara.... "gumam keduanya bersamaan.
Zahira segera menuju kekamar mandi.Sedangkan Bima membersihkan dirinya di kamar mandi dekat kamar tamu.
Tak lama dari itu mereka selesai bersamaan,mengerjakan ibadah sholat asar yang hampir habis waktunya.
Beberapa menit kemudian,setelah menjalankan ibadah sholat magrib mereka segera mengangkat barang-barang dan segera bersiap menuju apartemen.
🤗🤗🤗🤗🤗
Andika dan Khalista kini berhadapan dengan sang ibu.Suasana tampak begitu sepi, Ibu hanya diam saat Andika memutuskan untuk kembali keapartemen lagi.Bu marni memandang kearah khalista, gadis itu menundukan kepalanya.
"Apa kamu yakin akan hidup berdua saja dengan wanita yang selalu cekcok denganmu ini? "tanya Bu Marni pada Andika.Khalista hanya diam.Meskipun sebenarnya banyak bicara,gadis itu tampak diam ketika berhadapan dengan makhluk yang namanya mertua itu.Apalagi setelah menyadari jika sebenarnya ibu mertuanya kurang suka padanya.
Andika melirik gadis cantik yang mengisi hatinya,kemudian mengalihkan pandangannya kearah ibunya.
"Istriku akan belajar menjadi istri yang baik. Seseorang butuh proses untuk menjadi yang lebih baik dari sebelumnya."ucap Andika. Bu Marni melirik kearah anak menantunya.
"Ibu mengizinkan kalian pindah keapartemen."ucap ibunya. Khalista dan Andika tampak tersenyum,mereka menghela nafas lega.
"Tapi ada syaratnya."ucap Bu marni lagi.Khalista dan Andika yang tadinya bernafas lega kembali saling berpandangan.
"Apa syaratnya,Bu?"tanya Andika.
"Setiap hari istrimu harus memberikan ibu makanan yang sama seperti menu makan kalian."ucap Ibunya.
"Hanya itu,Bu?"tanya Andika .Ibunya mengangguk.
"Ya.. nanti khalista biar memesankan makanan yang sama dengan menu kami untuk ibu."ucap Andika.
"Ibu tidak meminta menu restauran, Istrimu harus memasak sendiri menu makanan untuk kalian."ucap ibunya.
"Uhukk.. uhhuk... "Khalista yang mendengar penjelasan ibunya tiba-tiba tersedak udara.Bu marni dan Andika menoleh bersamaan. Andika mengulurkan segelas air putih untuk istrinya.
"Apa kamu keberatan,Khalista?"tanya Bu marni.Khalista tersenyum tipis.kemudian meletakkan gelas yang dia bawa ke meja.
"Mana bisa aku menolak permintaan ibu, bisa-bisa ibu akan menjadi mertua yang membenciku selamanya.Lantas jika aku menyanggupinya bagaimana bisa aku membagi waktu untuk bekerja dan berkutat dengan dapur 3 kali sehari."ucap Khalista dalam hati.
"Aku... "
__ADS_1
"Jika keberatan, jangan pernah melangkah satu langkahpun untuk meninggalkan rumah ini."ucap ibunya lagi .Khalista menghela nafas panjang.Andika hanya diam.dia tau,ini adalah pilihan yang sulit untuk istri cantik yang tidak pernah tau urusan dapur itu.
"Khalista akan melakukannya,Bu."ucapnya mantab.Andika terdiam,melirik istrinya seakan bertanya apa kamu serius??.
Ibu marni menganggukkan kepalanya, dia tersenyum dan menggeser kursinya kemudian berdiri.
"Oke, kalian bisa memberesi baju kalian."ucap ibunya kemudian melenggang pergi.Andika dan khalista saling berpandangan.
"Kamu yakin,Sayang? "tanya Andika.Melihat wajah istrinya tampak bingung membuatnya mengurungkan niatnya.
"Kalau tidak sanggup aku akan meminta izin pada mama Tania untuk kita tetap tinggal disini. Bagaimana? "tanya Andika.
"Mana bisa aku menolak permintaan mama Tania, Mana bisa juga aku menolak permintaan ibu.jika aku menolak salah satunya, itu artinya aku menolak semuanya."Batin Khalista.
"Sayang.. "Andika mengusap pelan kepala Khalista.
"Jangan Mas,sebaiknya kita turuti kemauan ibu. Lagi pula itu juga baik untukku."ucap Khalista.Andika mengangguk pelan.
Andika dan khalista berjalan keluar,Membawa koper masing-masing menemui bu marni yang duduk sambil mengamati tanaman bunga yang Indah didepan rumah.
"Bu,Kami pamit."ucap Khalista. Bu marni berdiri dan mengangguk.
Bu Marni tersenyum memandang 2 manusia yang mulai tak tampak oleh matanya karna masuk kedalam mobil.
"Nyonya Tania, semoga rencana kita berhasil. Bima mendapatkan kembali hak nya... dan Andika mendapat cinta Khalista."ucap Bu Marni.
"Tidak ada yang lebih penting dari kebahagiaan anak-anak kita."ucap Bu Marni.
🤗🤗🤗❤❤❤
Baby bara tertawa melihat beberapa mainan yang bagus didepannya, tangannya terus saja berusaha untuk meraihnya. Sampai pada akhirnya matanya mendapati bundanya yang berdiri didepan pintu.setengah hari ditinggalkan membuatnya rindu.
Zahira segera mendekati putranya dan 2mengangkatnya, menciumnya berkali-kali.Mama yang sedari tadi mengasuh Bara dengan sayang menatap menantunya penuh cinta.
"Kamu sudah puas? "tanya mama Tania. Zahira menoleh kearah mama mertuanya. wajahnya merah merona.
"Mama... "Zahira merasa malu dengan mamanya.
"Mama pernah muda juga, kadang kala mencuri waktu sepeeti yang kalian lakukan."ucap mamanya sambil tersenyum kearah Zahira.
"Ya sudah.. mama kekamar mandi dulu. "ucap mamanya.Mama Tania pergi ke kamar mandi,meninggalkan Bara dan Zahira yang saling melepas rindu.
__ADS_1
"Zahira....... "Khalista yang baru saja sampai, menuju apartemen Zahira. Karna Andika dan Bima tampak keluar bersama entah kemana.
Khalista melempar tubuhnya kearah ranjang empuk milik Zahira. Baby bara tertawa melihat ulah aunty nya itu.
"Kenapa kucel sekali dirimu,Aunty? "tanya Zahira.
"Bayangkan jika kamu jadi aku,harus mempunyai pilihan yang sulit sekali. ketika aku harus memilih mama dan ibu secara bersamaan.kamu tau... aku dilema sekali..."ucap Khalista.
"Apa maksudmu...?"tanya Zahira.
"Untuk menjalankan misi mama, kita harus tinggal diapartemen.. sedangkan untuk tinggal diapartemen ibu memberikan syarat yang begitu menyusahkanku.Aku harus bagaimana Za...aku seperti dikejar deadline saja."ucap Khalista. Zahira tertawa melihat tingkah istri dari kakaknya itu.
"Apa syarat yang ibu ajukan? 'tanya Zahira.
"Memberikan menu makanan yang sama dengan menu makananku, dan itu harus masakanku sendiri."ucap khalista.Zahira tertawa, pasalnya memang dia tau sahabatnya tidak pernah berhubungan dengan dapur.
"Bagus donk...itung-itung belajar menjadi istri yang baik."ucap Zahira.
"Iya sih... tapikan tidak harus 3 kali sehari jugakan Za.."sanggah Khalista.
"Itu karma ibu ingin dekat denganmu kali."ucap Zahira.
"Mana ada begitu,Kalo bukan mertua udah aku bantah saat itu juga.Aku juga sih terlalu takut sama ibu, apapun yang ibu mau aku tidak pernah bisa membantah.Dan rasanya aku juga tidak bisa menolak permintaan mama Tania.Akupun terpaksa menyanggupi syarat ibu."gerutu Khalista.
"Jadi kamu terpaksa,Ta?"tanya Mama Tania yang keluar dari kamar mandi. Khalista membelalakkan matanya. dan bangun dari ranjang Zahira.
"Mama... "ucapnya sambil menggaruk pelan kepalanya.
"Mama akan telpon Mbak Marni, akan mama adukan semuanya."ucap mama Tania menggoda Khalista.
"Mama ah...jangan dong ma."ucap Khalista tampak sedikit canggung.
"Zahira,kenapa nggak bilang ada mama sih."ucap khalista sedikit sebal. tetapi menimbulkan tawa antara Zahira dan mamanya.
"Kamu nggak nanya juga,Ta.lagian datang-datang langsung nyerocos aja sih."ucap Zahira.Khalista cengar-cengir menatap mamanya.
"Mama harap misi kita berjalan lancar. Dan kamu Khalista, mama harap kamu bisa mengatur waktumu. Mama tidak mau tau,Kalian harus bekerja keras.Kita bekerja keras bersama dan kita juga akan bahagia bersama nantinya. "ucap Mama Tania.Khalista dan Zahira mengangguk pelan.Mama Tania mengusap pelan 2 puncak kepala 2 menantunya.
🤗🤗🤗🤗
Malammm para readersss tersayang.... jangan bosan Lik dan comen ya... semangatin aku 😀😀😀😀
__ADS_1