
Setelah makan malam,Seluruh anggota keluarga berkumpul diruang keluarga, Aqila tampak diam, begitu pula dengan kedua orang tuanya, Zahira dan Bima saling berpandangan.
"Kau marah padaku gadis kecil? tanya Bima membuka pertanyaan.
"Bukan lagi marah, aku kecewa padamu, aku muak melihat wajahmu, sana pulang ke apartemenmu, aku tidak mau melihat wajahmu"
Bima menghela nafas panjang, ia tau begitu kecewa adik nya, Andika dan Aqila begitu dekat seperti saudara. Bima menggandeng tangan Zahira ia bangkit, kemudian berpamitan pada kedua orang tuanya,mama tania tampak bersedih, ia mencium pipi anak dan menantunya.
"Biarkan Aqila sendiri dulu, nanti juga akan baik lagi"
"iya, Bima tau ma"
"Zahira pamit dulu ma, pa, Asalamualaikum"
"Walaikumsalam, Hati-hati dijalan"
Bima berjalan keluar rumah,namun panggilan Aqila menghentikan langkahnya, Aqila menghambur dipelukan kakaknya.
Bima membelai rambut panjang Adik kesayangannya.
"Maafkan aku, aku tau aku keterlaluan, aku menyayangimu, aku juga menyayangi kak Andika, aku sedih melihat kalian bertengkar,aku yang membuat ide konyol itu, aku yang melibatkan kak Andika,,Aku hanya ingin kakak bisa bahagia dengan kak Zahira itu saja, kak Andika tidak bersalah, dia menganggap kak Zahira adiknya juga"
Bima tersenyum mendengar penjelasan Adik kesayangannya.ia tersenyum dan menganggu.
"terimakasih Aqila, maafkan kakak, kakak janji akan segera memintanya kembali, biarkan dia menikmati liburannya"
Aqila tertawa, Bima mengacak-acak rambut adiknya, dan mencium kening adiknya.Zahira bernafas lega, Tuan Alex merangkul pundak istrinya. ia bahagia menyaksikan kehangatan putra-putrinya.
"Kakak pulang dulu,,,"
"iya, Hati-hati dijalan kak"
😊😊😊😊
Jam menunjukkan pukul 20.00,Zahira dan Bima sudah berada di dalam apartemen mereka, Bima masih saja menggenggam erat tangan Zahira, mereka tampak bahagia, bagaimana tidak, 3 bulan menikah tanpa perasaan cinta membuat mereka kini seperti pengantin baru yang tengah dimabuk cinta. mereka berhasil memahami dan mengungkapkan perasaan mereka masing-masing.Tangan kanan Bima menyentuh pelipis Zahira, dan tangan kirinya masih saja menggenggam erat tangan Zahira, ia tersenyum nakal.
"apa sakit sekali?
Zahira menggelengkan kepala nya,Bima memandang lekat wajah istrinya, ia memegang tengkuk istrinya, ia mendarat kan ciuman lembut dibibir istrinya,Zahira terlonjak kaget,saat tiba-tiba ponselnya berdering dan menampilkan kontak kakak disana, ia segera menggeser layar hijau dan menyapanya.
__ADS_1
" Asalamualaikum kakak"ucap Zahira sambil duduk di sofa.
"Walaikumsalam salam Za,,,! "
"kamu lagi apa? apa kamu sibuk?
" Aku tidak sibuk kak, aku dirumah bersama dengan suamiku, apa ada yang mau kakak bicarakan?
tanyanya sopan, Bima dengan manjanya berbaring dipangkuan Zahira,tanganya menggenggam tangan kiri Zahira,
"kakak sudah menyelesaikan urusan kakak, kakak ingin menemuimu sayang, kakak kangen denganmu"
"Benarkah? aku senang mendengarnya kak, kapan rencana nya Kak?
tanya Zahira antusias,
" Apa besok kau ada waktu Za?
"Sepulang kerja saja Kak, kau bolehh datang kemari"
"Bagaimana kalo di restoran Za, kakak kangen sekali dengan masakan Indonesia kakak ingin kau menemani kakak"
"ya sudah Za,, sampai berjumpa besok, asalamualaikum"
"Walaikumsalam kak"
Zahira meletakkan ponselnya, ia pun geregetan menatap suaminya, Bima begitu jahil menggelitik pinggang istrinya.
"Mas, geli,, kamu nakal sekali sih"
ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya.
"kau sangat imut jika seperti itu"
Zahira membelabakkan matanya, dan memukul pelan lengan suaminya. Bima bangkit dan duduk disebelab Zahira.
"Apa Mas boleh meminta sesuatu? tanya Bima,.
" Apa mas? Zahira balik bertanya.
__ADS_1
Bima mendaratkan ciuman di kening Zahira,iapun membisikkan sesuatu di telinga istrinya, Zahira terlihat merona,dirinyaa begitu bahagia ketika bima mengatakan akan menjadi kan Zahira miliknya seutuhnya.
"iya,, tetapi sebaiknya kita sholat isyak dulu mas, sudah malam"
mereka menjalankan sholat isyak berjamaah, setelah itu mereka juga menjalankan rutinitas belajar agama bersama.
"shodakallahul'adim"
ucap mereka bersamaan setelah mengaji bersama, Zahira mencium telapak tangan suaminya dengan takzim, Bima mencium kening istrinya penuh cinta, keduanya merapikan tempat sholat.
"aku ambil air minum dulu mas, aku haus sekali"
"hemmmm, jangan lama-lama"
ucap Bima,Zahira tersenyum dan meninggalkan Bima.Zahira segera mengambil air minum dan kembali kekamar, ia membuka pintu kamar,Bima sudah memeluk pinggang istrinya dari belakang, ia menempatkan dagunya di pundak Zahira.
"Aku mencintaimu Zahira, benar-benar mencintaimu, maafkan kesalahan ku yang lalu, maafkan aku,,! "
Zahira membalikkan badannya, ia memegang 2 pipi suaminya, memandang lekat wajahnya.
"aku sudah melupakannya, aku sudah memaafkanmu, kita buka lembaran baru mas, kita mulai semua nya dari awal"
Bima melepaskan tangan nya dari pinggang istrinya, ia meraih Tengkuk Zahira, ia mencium bibir istrinya, Zahira benar-benar kaku, ia tidak pernah melakukan sebelumnya dengan pria lain.Bima menggigit bibir Zahira, Zahira sedikit membuka mulutnya. ciuman itu semakin panas, keduanya menuntut lebih, Bima terus saja mencium istrinya, pipinya, hidungnya,Bima juga melepas jilbab Zahira, perlahan membuka kancing baju Zahira, keduanya membaringkan tubuh mereka diatas Ranjang, setelah sama-sama polos,mereka melakukan hal yang seharusnya dilakukan oleh pasangan halal.satu jam berlalu,Keduanya saling berpelukan. Bima mencium kening istrinya.ia melihat bercak merah yang berada di spray ranjangnya.
"Terimakasih telah menjaga kehormatanmu untukku sayang."
Zahira mengangguk pelan.airmatanya lolos begitu saja, Bima semakin mendekap istrinya.
"kenapa? Apa kamu menyesal memberikan nya padaku sayang?
" Aku bahagia mas, aku bahagia menjadi istrimu"
Jawab Zahira,,ia mengusap airmatanya.
Bima mencium beberapa kali kening istrinya.
"aku juga bahagia menjadi suamimu,aku mencintaimu sayang"
mereka memejamkan matanya.mereka pun mengarungi samudra mimpi yang indah.
__ADS_1