
Khalista Menghela nafas panjang,pikiranya melayang-layang.Seharian Khalista berada dikamar,memandang Andika rasanya begitu sebal.Entah,kenapa bisa begitu.Dan Kali ini khalista merindukan Andika.Ingin memeluknya dan mencari kenyamanan di dada bidang Andika.
Khalista membuka laci meja riasnya,khalista tersenyum ketika melihat bingkisan yang sempat diberikan ibu mertuanya sebulan yang lalu.Dengan cepat khalista membuka bingkisan itu.Netranya mendapati beberapa daster cantik.Khalista tersenyum mana kala mendapati sebuah tulisan ada diantara daster itu.
Untuk khalista menantu kesayangan ibu.cepat beri ibu malaikat kecil,Ibu semakin tua.tidak kasiankah pada ibu?ibu akan memberikan banyak daster untukmu nanti...
khalista menghela napas panjang.Mengingat ibu mertuanya membuatnya sedikit sesak,ibu mertuanya kini sering sakit,tetapi selalu mengatakan jika baik-baik saja.
"Doakan saja,Bu.Aku juga menginginkan hal yang sama."ucap Khalista dalam hati.
"Sayang,buka pintunya.Atau kamu mau aku dobrak pintunya?"tanya Andika sambil mengetok pintu.Khalista melirik jam yang menunjukan pukul 16.00.Khalista memejamkan matanya.Fix,dia tidak tahan lagi untuk mengabaikan Andika.Dengan langkah pelan Khalista menuju kearah pintu.
Ceklek........
Khalista membuka pintu kamarnya,ada Andika yang tampak Khawatir dengannya.Andika membawa nampan yang berisi nasi dan susu.Andika meletakkan nampan dimeja,kemudian menghampiri Khalista yang masih didepan pintu.
"Sayang,kamu baik-baik saja kan?"tanya Andika,sambil meletakkan kedua telapak tangannya di pipi Khalista.Mendongakan kepala Khalista,mengamati wajah cantik istinya itu.Seharian Khalista dikamar,tidak makan dan tidak minum membuat Andika kelabakan.
"Iya,,aku baik-baik saja,Mas."jawab Khalista sambil memandang kearah Andika.Andika menghela nafas,meraih Khalista dalam peluk hangatnya.
"Kamu boleh ngambek,tapi jangan menyakiti dirimu sendiri.Sejak pagi kenapa tidak makan?sekarang makan dulu ya,"ucap Andika sambil mengusap pelan pundak Khalista.
"Aku tidak lapar,Mas.Berada dalam pelukanmu begini saja sudah lebih baik,aku tidak mau makanan itu."ucap Khalista.Andika melepaskan pelukan Khalista kemudian menatap kearah istri cantinya.
"Apa kamu sakit?"Andika menempelkan punggung telapak tangannya di dahi Khalista.Khalista menggeleng pelan.
"Aku tidak papa,Mas.aku baik-baik saja."ucapnya.Andika kembali mendekap erat tubuh mungil khalista.Andika merasakan nyaman,nyaman sekali seperti ini entah dari mana rasa itu muncul yang jelas kekawatiran yang tadi melanda sirnalah sudah.Bahkan sikap Khalista yang selalu dalam mood yang berubah-ubah seakan membuatnya semakin mencintai makhluk didalam dekapannya.
Khalista tersenyum didalam pelukan Andika,merasakan kenyamanan yang sama.Entah bagaimana emosinya seperti dikuasai oleh selain dirinya.Terkadang merasa merindu,kadang juga sebal pada sosok yang sekarang ada dipelukannya.
__ADS_1
Andika melepas pelukannya menggenggam erat kedua tangan istrinya.
"Masih marah?"tanya Andika.Khalista menggeleng pelan.
"Sudah sholat?"tanya Andika lagi.Khalista mengangguk pelan.
"Pake baju yang menghangatkanmu,aku ingin mengajakmu keluar.Kita nikmati sisa hari libur untuk bersama.Kamu sudah menyita waktumu dikamar seharian."ucap Andika.Khalista tampak berfikir,iapun mengangguk pelan dan Mempersiapkan dirinya
"Mas,aku sudah siap,"ucap Khalista beberapa menit kemudian,sambil berjalan mendekati Andika.Andika mengamati khalista,entah kenapa Andika merasa ada yang berbeda dari sisi Khalista.
"Yakin begini saja?"tanya Andika.Biasanya Khalista selalu memperhatikan penampilannya,tapi saat ini khalista benar-benar tampil ala kadarnya.Tetapi,tetap saja menawan bagi Andika.
"Hemmm,aku males pake make up.Kelihatanya rasa malasku benar-benar tidak mau diajak bekerja sama,"ucap Khalista."Apa mas keberatan jika aku begini saja?"tanya Khalista.Andika mengusap pelan pipi Khalista,menatapnya dengan cinta.
"Aku mencintaimu apa adanya,tanpa make up pun,aku selalu mencintaimu."ucap Andika.Khalista tersenyum dan mengusap pelan pipi Andika.
"Aku mencintaimu juga,Mas.Terimakasih telah menjadi orang paling sabar menghadapiku."ucap Khalista.Andika kembali merasakan ada sesuatu pada Khalista.
"Kita mau kemana,Mas?"tanya Khalista setelah mereka berada didalam mobil.Tanpa menjawab pertanyaan Khalista,Andika melajukan mobilnya dengan tenang,membelah jalanan yang masih penuh sesak dengan deretan mobil yang berlalu lalang.
"Nanti kamu juga akan tau,"ucap Andika.khalista mengangguk pelan.
1 jam berlalu setelah mereka membeli banyak makanan di sebuah supermarket,kini mereka berhenti disebuah area taman bermain.Banyak sekali anak kecil berlalu lalang,bermain dan bergurau.Andika membukakan pintu untuk Khalista.Khalista segera turun dan berdiri tepat didepan Andika.
"Ini tempat apa?"tanya Khalista.Andika masih terdiam,netranya mencari kesana kesini sosok yang belum tampak di penglihatannya.
"Kak Andika..."seorang gadis kecil dan anak kecil lelaki yang kira-kira berumur 9 tahun mendekat kearah mereka.
"Hai,Yoga ,Alena,"sapa Andika sambil berjongkok menyambut 2 anak kecil itu.Khalista merasa terharu.Bahkan,dirinya baru menyadari jika arena taman ini sedang dipenuhi anak yang memakai baju yang sama yang bertuliskan panti Asuhan Pelita hati.
__ADS_1
Khalista ikut berjongkok memperhatikan 2 anak kecil didepannya,netranya mengamati seorang anak laki-laki didepannya.
"Hai,apa kita pernah bertemu sebelumnya?"tanya Khalista sambil memegang pundak anak laki-laki itu.Anak itu memandang Andika kemudian tersenyum.Khalista juga memandang Andika penuh tanya.
"Kakak melupakanku?"tanyanya.Khalista mengerutkan keningnya dan kembali mengamati wajah anak kecil tampan didepannya.
"Namaku yoga kak,terimakasih ya telah menolongku dan memberikan makanan untukku waktu itu,"ucap anak itu sambil mengulurkan tangannya.Khalista mengingat sesuatu,ia memandang Andika dan tersenyum kearahnya.
"Jadi kamu waktu itu yang berada di mini market pelangi?"tanya Khalista.Anak itu mengangguk pelan.
"Kamu menolak kakak antarkan karna bersama dia?"tanya Khalista lagi.Anak kecil itu kembali mengangguk.Khalista tersenyum kemudian menyambut uluran tangan Yoga.
"Kakak membawakan makanan lagi untukmu,ambil disana dan bagikan pada teman-temanmu.Okay,"ucap Khalista.Yoga mengangguk pelan,kemudian mengambil beberapa kantong plastik yang berada disamping mobil.
"Terimakasih kak,Tata,Kak Dika."ucapnya kemudian berlari bersama dengan gadis yang memperkenalkan namanya Alena itu.
Khalista dan Andika kembali berdiri,Khalista memandang kearah Andika.Sorot mata teduh tampak disana,desiran angin berhembus membuat rambut Khalista berterbangan,membuat aura Khalista semakin cantik dengan wajah polosnya.Andika mengusap pelan kepala Khalista.
"Mereka sudah aku anggap seperti adik-adikku.Nasip mereka sama seperti aku dan Zahira,,Tapi aku jauh lebih beruntung karena dipertemukan dengan ibu dan juga papa dan mama,"ucap Andika.
"Hemm,aku juga sama.Bahkan aku kehilangan ibu sedari bayi,papa menikah lagi dan mengabaikan ku.Aku hanya punya nenek,dan nenekpun akhirnya juga meninggalkanku.Tapi aku beruntung,beruntung sekali ketika aku dipertemukan dengan kamu.Kamu seperti malaikat yang menyempurnakan kebahagianku dengan segala usahamu,terimakasih,Mas,"ucap Khalista.
Andika mengangguk pelan dan kembali mengusap pelan puncak kepala khalista.Hingga segerombolan anak kecil menarik Andika menjauh darinya.Khalista memandang mereka dari kejauhan.Memandang wajah sumringah anak panti yang bermain bersama suaminya.
Khalista mengedarkan pandangannya,netranya mendapati penjual Martabak disana.Perutnya terasa lapar karna tadi pagi tidak memakan apapun.Khalista melangkahkan kakinya kesana dengan santai,ia membayangkan betapa lezat Martabak itu,Martabak adalah salah satu makanan kesukaanya sejak dulu.
"Banyak Sekali antrianya,perutku sudah lapar sekali,,"keluh khalista saat memandang beberapa orang yang berantri panjang.
"Ini untukmu,kamu menginginkannya kan?"seseorang disamping Khalista mengulurkan kantong plastik kepada Khalista,Khalista menoleh dan terkejut mendapati orang itu ada disampingnya.
__ADS_1
π€π€π€π€π€π€
siapa ya yang menyidorkan martabak?π€π€π€π€like komen dan hadiah yaπ π π π