Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
170.S2.


__ADS_3

Hari berganti hari.Satu bulan setelah mereka bertengkar,kini hubungan Andika dan Khalista semakin membaik.Rasa cinta yang sempat diragukan kini sudah nyata dirasakan Khalista.


"Selamat pagi,Sayang."sapa Andika sambil mencium pipi Baby Bara yang berada di gendongan Khalista.Malam tadi Baby Bara sengaja diambil khalista untuk menemaninya.Andika yang sibuk mengurus perusahaan baru diharuskan pulang larut malam membuat Khalista kesepian.


"Pagi Uncle,"sahut Khalista sambil memegang pipi gembul baby Bara.


"Mana tiuman untuk,Aunty?Kenapa Baby bala taja yang ditium?"ucap Khalista ala anak kecil, sambil memandang Andika dengan senyum indahnya.


Andika terkekeh pelan,mencium kening Khalista kemudian menyambar bibir merah muda khalista.Khalista tersenyum,tampak rona merah yang membekas diwajahnya.


"Kenapa senyum-senyum?"tanya Andika.


"Apa tidak boleh?"tanya Khalista sambil berjongkok,kemudian meletakkan baby Bara di atas kereta dorong.Baby Bara tampak bahagia duduk diatas strollernya.


"Bagaimana jika kita membawa Baby Bara keliling komplek?"tanya Andika sambil merangkul pundak Khalista.Khalista menatap Andika penuh cinta.Khalista tampak berfikir,hari ini hari minggu.Kapan lagi bisa menghabiskan waktu dengan Andika jika dia menolaknya?


"Kenapa memandangku seperti itu?Apa baru menyadari jika aku tampan sekali?"ucap Andika.Khalista sedikit sewot,kemudian segera mendorong kereta Baby Bara.


"Hei,kenapa meninggalkanku Aunty Tata!"protes Andika sambil mengejar Khalista yang terus saja mendorong kereta.


"Uncle terlalu banyak bicara,membuat Aunty sebal saja."jawab Khalista.Andika terkekeh pelan.


"Maafkan Uncle,Uncle tidak akan mengulangi,katakan pada Aunty jangan sebal lagi,"ucap Andika.Andika mengambil bunga mawar merah,kemudian menghentikan langkah Khalista.Khalista berhenti dan memandang kearah Andika.


"Mawar merah untuk wanita tercantik,"ucap Andika kemudian menyelipkan bunga itu di telinga Khalista.Khalista terkekeh pelan.


"Bara,kamu bilang pada Uncle jangan gombal seperti itu,itu basi sekali."😅😅😅ucap Khalista kemudian kembali mendorong Baby Bara.


Disepanjang jalan Khalista dan Andika bercanda dan bergurau bahagia,menikmati indah pagi ini.Hingga mereka melihat pedagang sayur yang sedang dikerumuni oleh ibu-ibu komplek diujung jalan.

__ADS_1


"Kita kesana yuk,Mas.Aku kepengen beli ikan lele.Dari kemaren belum nemu,kali aja ada."ucap Khalista.Andika mengeryitkan dahinya,sejak kapan suka ikan lele?bahkan setau Andika,Khalista selalu sebal dengan hewan itu.


"Bukanya kamu tidak suka lele?"tanya Andika.Tanpa menjawab pertanyaan suaminya Khalista mendorong kereta Baby Bara menuju kearah Tukang sayur itu.


"Lihat tu,tetangga kita.Mereka bahagia sekali ya.Yang satu tampan,yang satu cantik.Tapi sayang masih belum punya momongan."ucap Bu Mira,yang terkenal ramah dan suka bergosip sambil memilih sayuran.


"Lha itu bayinya siapa?"tanya Bu Halim yang rumahnya agak jauh.


"Itu Bayi adiknya.Apartemen sampingnya itu."ucap Bu Arin selaku ketua Rt.


"Masak iya sih?"tanya Bu Lina.


"Masak nggak percaya sama saya,orang saya yang mendata kedatangan mereka disini kok,"ucap Bu Arin.


"Memangnya mereka sudah berapa lama menikah?Kok bisa belum hamil sih..."ucap Bu Mira.


"Wah lama sekali,kasihan ya.Mana tampan sekali itu Mas Andika.Aku kenalkan anakku aja aku mau kok jadi mertuanya"ucap Bu Lina.


"Hus,,,,pagi pagi sudah bergosip.Ingat dosa bu,"ucap mang ujang penjual sayur keliling itu.


"Ihhh...Bu lina ini mbok ya sadar diri,orang anaknya masih SMA.Mendingan di kasih anak aku aja udah hampir lulus kuliah."Sahut Bu Halim.


"Kali aja mau,orang anakku juga cantik jelita seperti ibunya."sahut BuLina lagi.


"Mana ada,cantikan juga Klarisa,Anakku."


"Ihhhhhh,,,,apaan to.Orang udah punya istri masih juga direbutkan."sanggah Pak Ujang.


"Hus...Diemm orangnya sudah dekat."bisik Bu Arin.

__ADS_1


"Selamat pagi Mbak Tata,Mas Dika."Sapa Bu Arin ketua RT kampung itu,ketika Andika dan Khalista sampai di sana.


"Selamat Pagi,Bu RT."sapa Andika dan Khalista.


"Mau belanja ya?"tanya Bu Rt Lagi.


"Iya,Bu..."ucap Khalista.


Khalista sedikit kesal pada ibu-ibu Komplek yang memandang Andika tanpa berkedip itu.Ia malah lebih kesal ketika Andika malah memilih sayuran dan memdekat kearah ibu-ibu itu.


"Astaga...Tampan sekali."ucap Bu Halim sambil menutup mulutnya.Khalista hanya menggaruk kepalaanya yang tidak gatal.Sedangkan Andika hanya tersenyum canggung.


"Astaga,ini mah aku mau dijadikan mertua yang kedua."bisik Bu Lina.


"Aku mertua yang ketiga."ucap Bu Mira.Andika yang samar-samar mendengar hanya sanggup mengernyitkan dahinya.Sedangkan Khalista tampak sedikit dongkol.


"Ini Pak,lelenya saya ambil semua."ucap Andika.


"Ha......"ucap ibu komplek bersamaan.ada 10 kilo lele dan diambil semua?


Andika tersenyum dan membayar semua belanjaanya.


"Aku ambil satu aja,yang lainya dibagi untuk ibu-ibu ya.Aku juga sudah membayar semua belanjaan kalian."ucap Andika.


Seketika ibu komplek itu menjatuhkan belanjaanya dan mendekat kearah Andika.


"Terimakasih,Mas....terimakasih ya mas..sering-sering ya."ucap Ibu-ibu itu.Andika yang dikerubungi hanya bisa tersenyum.Sedangkan Khalista yang merasa geram memutar kereta dorong Baby Bara dan meninggalkan Andika yang dikerumuni ibu-ibu komplek itu.


😅😅😅😅😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2