
Mobil mewah berwarna silver membelah jalanan menuju Mol terbesar di kota itu. Khalista yang dibuat meleleh oleh Andika hanya diam, menyimpan sejuta rasa didalam hatinya.Pasangan tanpa status itu tampak serasi, baju merah marun yang ada di tubuh mereka nampak menggambarkan sebuah kekompakan yang terpampang nyata.entah bagi siapapun yang melihat pastinya akan mengira keduanya adalah pasangan yang dimabuk cinta.
"Dika, seharusnya aku mengganti pakaianku. aku tidak enak menyamai mu."Khalista membuka percakapan.
"Kenapa begitu? bukankah kau tidak sengaja?"sahut Andika
"Memang."
"Itu artinya kita mempunyai ikatan batin yang kuat."tutur Andika.
"Ikatan batin dari hongkong?"gumam Khalista, namun masih terdengar di telinga Andika. Andika tertawa dan menoleh kearah Khalista.
"Jika bukan ikatan batin lalu apa? ikatan cinta?"tanya Andika, Khalista menoleh mereka saling memandang.
" Sejak kapan kau suka melawak?"tanya Khalista.
"Sejak aku menyukaimu."ucap Andika. namun khalista tak menghiraukan jawaban ngaco Andika yang menurutnya hanya lelucon semata.
Khalista keluar dari Mobil,menghela nafas panjang.memang mereka sudah sampai di Mol yang mereka tuju.
Khalista berjalan, Andika mengikuti Khalista dari belakang. Menjelajahi seisi mol, Khalista memilih beberapa tas ditangannya.
"Dika,ini bagus yang mana? "tanya Khalista. Andika memperhatikan 2 tas yang indah itu.
"Ambil saja semuanya, aku akan membelikan untukmu."ucap Andika, Khalista tersenyum tipis.
"Aku ada uang, lagian ini bukan untukku. aku ingin membelikan untuk ibumu. "jawabnya singkat. Andika mengangguk pelan.
"Kau itu baik sekali, tipe menantu idaman.apa sengaja ingin mengambil hati ibuku? "goda Andika.
"Jangan mulai Tuan Andika. Bukankah kita harus menjalani misi dengan totalitas? setidaknya aku juga harus mengikuti permainan konyolmu."ucap khalista.
Andika tersenyum, Khalista masih saja memilih beberapa tas. pandangan Andika tak beralih dari wajah cantik didepannya, dengan sabar Andika mengikuti gadis itu memilih beberapa barang. Tanganya masuk dikedua saku celananya dan berjalan dibelakang khalista.
Andika terus saja berjalan,Khalista membalikan badanya dengan tiba-tiba,keduanya terkejut. Dekat sekali posisi mereka. deguban jantung Andika terdengar merdu. Khalista segera mundur beberapa langkah.
"Maaf Dika, aku tidak sengaja. "ucapnya.Andika mengangguk pelan, sejujurnya desiran hati terasa sesak didadanya. bahkan tak pernah dirasakan oleh Andika sebelumnya.
"Apa masih ada yang ingin kau beli? "tanya Andika sambil memperhatikan beberapa barang yang sudah berada ditroli belanjanya.
"Sudah,tinggal membeli cake. Aku akan membawakan cake untuk ibumu."ucapnya.
lagi-lagi Andika tersenyum, wanita didepannya benar-benar wanita yang begitu mempesona menurutnya.mereka berdua berjalan kearah kasir.
" Berapa mba?"tanya keduanya bersamaan.
"Semuanya Rpxxxx.......! "jawab mbak kasir.
"Ini.! " Andika dan Khalista sama-sama menyerahkan kartu kredit. membuat mba kasir menoleh memandang 2 orang pemilik tangan yang menyerahkan kartu itu.
"Ini yang mana ya? " tanya mb itu.
"Ini saja mba. " ucap Khalista dan Andika bersamaan. Mbak kasir kembali bingung.Andika dan Khalista saling memandang.
"Masukan milikmu, "ucap Andika
__ADS_1
"Ini barangku, aku yang harus membayar. "jawab Khalista
"pake punyaku saja. "tegas Andika.
" Tidak usah. "
"Mbak, Mas jangan ribut disini. Apa tidak melihat banyak antrian?kalau mau ribut lanjutin saja dirumah"ucap antrian dibelakangnya.
" Iya betul pengantin baru ribut saja."sahut lainya
"Couplelan mesra masak berantem. " tukas lainya. membuat Khalista dan Andika saling memandang, akhirnya Khalista mengalah dan memasukkan kartu miliknya.
"Maafkan kami Tuan, Nyonya." Ucap Andika sambil mengatubkan 2 tanganya.setelah selasai membayar.
"Nggak papa Mas, Mba. kami memaklumi."ucap beberapa orang sambil tersenyum. Andika dan Khalista berlalu.
"Mas, digandeng dong.nanti digandeng orang lo istri cantiknya. "goda Ibu paruh baya, membuat wajah keduanya merah merona. mereka hanya tersenyum tipis kemudian melangkah kembali.
keduanya berjalan beriringan.mereka tertawa disaat sudah menjauhi area kasir dan menuju mobil.
"Ini karna ulahmu melarangku berganti baju, lihatkan mereka jadi salah paham tentang kita."
"Biarkan saja, aku suka. "jawab Andika.
"Ishhhh.. kau itu sangat menyebalkan."gerutu Khalista.
"Dimana membeli cake nya? "
"Didepan sana, itu toko cake langgananku. dijamin enak 100 persen. "
😍😍😍😍😍😍😍
Di sebuah Rumah yang terdiri dari 2 lantai. Bianca dan Bu Marni telah menyiapkan makanan sepesial.Mereka tersenyum bahagia setelah menghasilkan beberapa masakan yang memuaskan.
"Bi Rasmi, tata dimeja ya. "ucap Bu Marni.
" Baik, Bu."
"Bianca, Mandilah. kau keringetan. Ibu membelikan gaun cantik untukmu, ini serasi sekali dengan warna baju yang dipakai Andika tadi."ucapnya sambil memberikan bungkusan yang baru saja diantarkan kurir kerumah itu.
" Tapi,Bu. Bianca takut Andika akan marah. "
"Bi, ibu menyuruh mu kemari agar kalian dekat. sepertinya tadi Andika juga sudah tau kalau akan ada tamu datang." ucap ibunya.Bianca tersenyum.
"Ibu ingin segera menimang cucu, Andika terlalu sibuk untuk mengurus tentang wanita. ibu meminta padamu untuk mendekatinya. Nanti ibu juga akan meminta Andika untuk memberikan pekerjaan untukmu,supaya kalian dekat."
"Bu, bukankah itu terlalu berlebihan. "ucap Bianca.
"Bi, jangan berfikir seperti itu. kau mempunyai Kemampuan yang mumpuni. dan bukankah kau bilang tidak akan kembali ke negara X?maka ibu akan membantumu untuk mencari pekerjaan. "ucap Bu Marni.
Setelah 30 menit kemudian,terdengar suara mobil terparkir di halaman rumah. Bianca yang sudah cantik dengan gaun merah marun segera berdiri. Bu marni tersenyum memandang Andika, namun senyumannya menghilang bersamaan dengan netranya yang menangkap bayangan gadis dibelakang Andika.
Sedangkan Andika terdiam melihat gadis yang memakai gaun senada dengan warna bajunya.
" Ibu... "
__ADS_1
Sapanya, Andika memberi salam dan mendekat. Khalista juga sama, berjabat tangan kemudian tersenyum. ingatanya menemukan sebuah memori yang kurang enak untuk dikenang.
"Siang, Tante. " Ucap khalista.Bu marni tersenyum kaku. kemudian menatap Bianca yang hanya diam seribu bahasa.
"Masuklah... " ucap Bu Marni, Khalista tersenyum kemudian memberikan sesuatu pada Bu Marni.
"Ini sedikit oleh-oleh untuk Tante." ucapnya. Bu Marni memanggil pembantu nya dan menyuruhnya menerima barang bawaan Khalista. Khalista diam, dia terkejut ibu Andika adalah orang yang beberapa kali bertemu dengan kesan yang buruk padanya.
Andika menyadari sesuatu yang aneh, kemudian mengusap pundak Khalista pelan.
"Jangan memikirkan apapun." bisiknya.
😇😇😇😇😇😇😇😇
Keempat orang itu saling pandang dimeja ruang tamu.
"Ibu, Kenalkan dia Khalista." ucap Andika. Bu Marni hanya diam.
"Khalista, Tante. " ucap Khalista sambil tersenyum. pandangannya tertuju pada 2 wanita didepannya.Salah satu daringa adalah wanita yang memakai gaun senada dengannya dan Andika.
"Andika, dan Kamu khalista. ini Bianca"
"Hai Bi, Aku Khalista. " Sapa Khalista, Bianca tersenyum. mereka saling berjabat tangan.
"Bianca adalah gadis yang akan ibu jodohkan dengan Andika."
ucap ibunya lagi, membuat Andika dan Khalista saling memandang.Tetapi Bianca seolah membantah ucapan bu Marni.
"Ibu, jangan begitu.Aku dan Andika belum saling mengenal. mungkin saja Khalista calonnya Andika. jadi ibu tidak usah repot-repot menjodohkan Kami. "Selanya.
Bu Marni tersenyum tipis.
"Bianca, jika calon menantu ibu sepertinya. tidak menimang cucu untuk beberapa tahun kemudian ibu tidak masalah. "jawab Ibunya. Jawaban itu membuat hati Khalista berdesir ngilu. Ia mencoba menahan sesak yang bermunculan didadanya.
"Ibu, jangan berkata seperti itu. kenapa ibu tidak mengatakan jika ibu mengundang Bianca? Kalou tau begitu aku tidak akan meminta Khalista kesini."ucap Andika, memandang wajah Khalista dia tau apa yang dirasakannya.
"Maaf, aku mengganggu acara kalian. "ucap Bianca.
" Bianca, kamu tidak mengganggu.ibu yang mengundangmu"tegas ibunya.
Mendengar keributan didepannya membuat Khalista mengeluarkan air mata,Khalista segera menghapusnya.mungkin benar-benar tidak ada seorang ibu yang mau menerima kehadirannya.Ibu kandung meninggal dunia, ibu tiri mengabaikan nya, dan sekarang ada lagi ibu-ibu yang menolak dirinya. fikir Khalista.
"Maaf, Aku yang merusak acara kalian.Mungkin sebaiknya aku yang pergi." ucap Khalista. Bu Marni melirik tanpa membalas ucapan Khalista.
"Oh iya tante sekalian saya minta maaf.Saya tau kesalahan yang pernah saya perbuat.
waktu itu saya tidak sengaja,"ucap Khalista halus. Khalista berdiri.Bu Marni masih saja enggan menjawab ucapan Khalista. Khalista menghela nafas panjang.
"Saya permisi tante,bianca."ucap khalista.Khalista melenggang pergi. Andika yang masih terkejut dengan hal didepannya ikut berdiri dan mengikuti khalista.
" Ta... tunggu. "cegah Andika.
😇😇😇😇😇
asalamualaikum met malam.... masih semangatt??? tetap semangat dong.. like comenya ya say. biar aku makin semangat juga 😍😍lope kalian pkoe.
__ADS_1