
Setelah aktivitas yang panas itu, keduanya membersihkan diri, melaksanakan ibadah sholat subuh berjamaah.
"Mas,,, ! "panggil Zahira sambil melipat mekena miliknya.
"iya? " Bima menoleh kearah Zahira.
"Mau sarapan apa? Aku akan membuatnya untukmu."Zahira meletakkan mekena diatas meja, kemudian menatap kearah Bima.
"Aku akan makan apa saja yang kamu siapkan."
Jawab Bima, Zahira tersenyum kemudian menatap Bima.
"kenapa menatap seperti itu? " tanya Bima,Bima sedikit bergeser dan menarik Zahira untuk bersandar didada bidangnya.
"Tidak, aku hanya ingin menatapmu saja. "ucap Zahira.
"Sayang,.. ! "
"Ya..! "
"Pulanglah bersamaku." Ajak Bima. Zahira menghela nafas panjang. untuk kembali rasanya membuatnya takut, belum lagi harus bertemu dengan Renata suatu saat nanti. Itu akan membuatnya sedikit canggung.Zahira tidak menjawab ucapan Bima.
"Apa kamu keberatan? "tanya Bima
"Aku..! "
Bima mengusap pelan pundak istrinya.
"Kalau kamu belum siap tidak papa. aku akan menunggu sampai kamu benar-benar siap, aku tidak memaksamu."Ujar Bima halus, masih dengan mengusap pundak Zahira.
"Mama mengkhawatirkan mu, Orang rumah sangat merindukanmu. "
Ucap Bima lagi, Zahira menghela nafas panjang. Entah bagaimana Zahira merasa egois waktu itu, tidak memikirkan perasaan mertuanya dan adik iparnya.tidak berfikir betapa sangat sedih mertuanya, setelah sekian lama mencari keberadaannya dan harus kehilangan kembali.
"Apa mama, papa dan Aqila baik-baik saja? "
tanya Zahira. Bima tersenyum tipis.
"Mereka sangat bersedih kehilangan mu,bahkan mereka tidak mau menemuiku. mereka sangat marah waktu itu." Ucap Bima, Zahira berdesir mendengarkan ucapan Bima.
"Mama membantuku dengan segala caranya, sehingga aku Mengetahui keberadaan mu."
Bima menghela nafas, membayangkan wajah sedih mama nya waktu itu.
"Bagaimana cara mama menemukan ku? "
"Mama punya seribu cara untuk melakukannya. untuk membujuk kakak ipar yang menyebalkan itu tidak sulit baginya"jawab Bima. Zahira tersenyum singkat.
" Kau itu payah sekali,Mas.Kenapa menemukan ku saja harus dengan bantuan mama. "
Ucap Zahira sambil memainkan kancing baju suaminya.
__ADS_1
"Kau Tau, Kakak ipar ku yang menyebalkan itu menutup segala informasi tentangmu. dan aku kesulitan untuk menemukanmu."
Zahira tertawa mendengar cerita Bima, ia bangun dari dada Bima, memandang Bima dan tersenyum.
"Kau boleh saja memaki-maki nya. tapi kau tidak boleh memukulnya seperti waktu itu.Aku akan membalasmu jika melakukannya. "
ucap Zahira.
"Aku tidak memukulnya, Andika yang menyerangku tanpa ampun. "
"Kak Andika menyerangmu? " tanya Zahira,wajahnya tampak imut saat menanyakannya. Bima mengangguk pelan.
"Itu bagus. " Celetuk Zahira, Bima membelabakkan matanya.
"Kamu senang jika aku babak belur? "
Tanya Bima, Zahira memandang Bima. mengulurkan tangannya kearah wajah Bima. mengamamati wajah Bima yang masih tersisa lebam disana.
"Aku tidak sejahat itu. Apa masih sakit? "
Tanya Zahira,sambil mengusap pelan sudut bibir Bima. Bima menggenggam tangan Zahira yang ada dipipinya.
"Ini tidak ada apa-apa nya. dibandingkan dengan sakitnya kehilangan mu. "
Ucapan Bima membuat Zahira merona.ia melepaskan tangan Bima.
"Ishhhh....Kenapa sekarang mas pintar sekali menggoda,belajar dari mana seperti itu? "
"Aku belajar dari Nona galak yang sering menggodaku waktu itu. Nona galak yang membisikkan kata mesra jika aku marah dan dingin padanya.. Nona galak yang.......!"
Bima Tak melanjutkan kata-katanya. Tangan Zahira menempel sempurna di mulutnya, membungkam Mulut Bima yang terus saja menggodanya.Jarak wajah keduanya begitu dekat,suasana yang hening membuat mereka terhanyut didalamnya. detakkan jantung yang tak beraturan membuat keduanya berdesir.Entah bagaimana kedekatan seperti ini masih saja menghadirkan rasa yang begitu menggelora.
Bima meraih tangan istrinya.memandang wajah istrinya yang tampak Merah merona. Bima mendekat kan wajahnya kearah Zahira mencium puncak kepala istrinya. kemudian mengecup singkat bibir Zahira. Bima berdiri dan melangkah kan kakinya. Zahira masih saja terpaku disana senyum senyum sambil memandang punggung suaminya yang menghilang dari pandangannya.
😍😍😍😍😍😍😍
Setelah satu jam berkutat dengan dapur, Zahira berhasil menghidangkan beberapa menu makanan yang menggoda selera. Bima yang biasanya mual, tidak berlaku dihari ini.
Zahira mengambil beberapa makanan dan memberikan nya pada Bima, melayani Bima dengan telaten.
"Selamat sarapan mas,"
"Kamu harus menyuapi ku."ucapnya,Zahira membulatkan matanya,Bima menatalnya seolah memohon. mau tidak mau dia mengangguk, kemudian berjalan kearah Bima dan mulai menyuapi Bima.tak lama dari itu ponsel Bima berdering. Tampak nama Andika disana, Bima segera menggeser tombol hijau dan mengangkatnya.
" Ada apa Dik?"
"Tuan wisdara dan 2 staff lainya Sudah menjalani proses hukumannya, Tuan."
"Bagus Dika, aku harap Mereka mendapat pelajaran yang setimpal."ucap Bima.
"Aku sudah menyelesaikan tugas darimu, cepatlah bawa adikku pulang. Mama dan papa sudah menunggu."
__ADS_1
Bima tertawa mendengar ucapan Andika.
"Kau tenang saja, aku akan segera kembali. Asal kamu tau saja kakak ipar, adikmu dan adik ipar mu masih ingin menghabiskan waktu berdua. "Ucap Bima.
" Kau akan ku pecat jadi bosku jika tidak menurutku. "ucap Andika,
" Mana ada seperti itu, jika kau berani kurang ajar padaku. aku akan menjadikanmu asisten ku seumur hidupmu. "
Ucap Bima kemudian menutup ponselnya. Bima mendengus kesal ketika menyadari Andika sudah menutup panggilannya dari tadi.
" Ada apa mas?"Tanya Zahira. Bima meletakan ponselnya kemudian tersenyum kearah istrinya.
"Ada sedikit masalah di kantor, tapi sudah teratasi dengan baik, semoga dia jera dan menyadari kesalahannya."
"Amin.. semoga saja mas."ucap Zahira. Bima tersenyum tipis.
"O iya mas, Aku akan mengantarkan sedikit makanan untuk Bianca. apa mas mau ikut?"tanya Zahira.
"Bianca?
" Iya.. Bianca. yang semalem ada disini,dia tetangga kita.Biasanya jam segini Bianca sudah kesini, mengajak jalan-jalan.Tumben hari ini nggak nongol. "
Ucap Zahira sambil masukan makanan ke kotak makan.
"Apa kamu kenal baik dengannya? " tanya Bima. Zahira hanya tersenyum tipis.
"Aku hanya kenal dia disekitar sini mas, sudah selumprahya sesama tetangga saling menyapa dan berteman.Memangnya kenapa mas? "
Tanya Zahira. Bima menggeleng pelan.
"Tidak, aku hanya mengingat Khalista ketika melihat nya.Aku pikir kamu berteman baik dan menganggap nya sahabat, sama seperti kamu menganggap nona cerewet itu sebagai sahabat." Ucap Bima, Zahira mengernyit kan dahinya.
"Khalista lebih dari Sahabat mas, bahkan ketika aku tak punya siapapun,dia adalah orang yang pertama yang menerima kehadiranku... Aku merindukan nya." Ucap Zahira. Bima tersenyum tipis dan memandang istrinya.
"Segera lah pulang, kita akan menemuinya nanti. "Zahira tersenyum, kemudian menatap Bima.
" Sebaiknya kita menemui Bianca dulu, setelah itu kita juga harus pamit kerumah Aksa. Walau bagaimana pun kak Andika menitipkan ku pada nya.Tidak enak jika tidak berpamitan pada mereka."
Bima menghela nafas panjang mendengar ucapan istrinya.
"Oke, aku ikuti maumu.Aku akan ikut denganmu,aku tidak mau manusia yang bercita-cita menjadi pebinor itu menganggumu.!"
Zahira menggelengkan kepalanya. tawa renyah nya terdengar nyaring ditelinga Bima.
" Apa kau cemburu Tuan Bima? " tanyanya sambil mengedipkan sebelah matanya. Bima menggeleng dan berjalan kearah Pintu. Zahira mengikuti langkahnya.
"Apa selain cemburu kau juga marah? Tuan Bima?"
Zahira terus saja menggoda Bima, ia menautkan tangannya di lengan Bima. keduanya berjalan beriringan menuju ke apartemen Bianca.
😍😍😍😍😍😍😍
__ADS_1
Jangan lupa semangat nya untukku ya.... like dan comennya donk... 😍😍😍😍😍..Terima kasih untuk kalian yang selalu mendukung 😍😍😍🙏🙏