
"Kamu cantik, cantik sekali."ucap Andika,sukses membuat wajah itu bersemu merah.Khalista yang tadi menatap awan yang cerah kini menatap layar ponselnya.Mungkin jika dekat dengan suaminya dia akan menyembunyikan wajah malunya didada bidang Andika.
"Gombal... "celetuk khalista.Senyum itu masih mengembang.
"Aku jujur. "ucap Andika.
"Jujur kacang ijo? "sahut khalista. Andika terkekeh.
"Sayang... "
"Hemm... "
"Cantik seperti itu hanya untukku.Jangan dibagi sama yang lain."ucap Andika.
"Iya.... cantikku hanya untukmu.Tidak untuk dibagi. "jawab khalista. Khalista mengikuti permainan suaminya yang menggombal itu. Andika tertawa,hingga deheman Seseorang menghentikan obrolan romantis 2 insan yang saling merindu itu.
"Ya Sudah lanjutkan pekerjaanmu.Sampai jumpa nanti, sayang.I love you... "ucap Andika kemudian mematikan ponselnya.
Andika dan Bima menoleh. Bianca sudah berdiri membawa tas tangan,tidak besar.mungkin hanya beberapa lembar baju yang dia bawa.Bianca merasa sesak,dia mendengar perbincangan 2 manusia yang saling mencintai itu.
"Kau sudah siap? "tanya Bima. Bianca mengangguk. Merekapun berjalan melewati jalan setapak.Mereka akan menuju ke penginapan dan segera berangkat ke pulau J.
Khalista yang kelewat bahagia memeluk erat ponselnya.Senyumnya mengembang,menatap awan cerah yang secerah hatinya saat ini.
"Ta....Ayo segera selesaikan pekerjaanmu. Kau harus menyelesaikannya dan segera bersiap.Tidak ada banyak waktu. "ucap Zahira.
"Iya... "jawab Khalista, jika sedang tidak bahagia mungkin saja akan membantah ucapan Zahira. Tapi kali ini memilih untuk diam dan menikmati kebahagiaannya.
__ADS_1
"Za... kelihatanya kau harus mengatur tempat pertemuan didekat bandara. Bagaimana bisa jam 2 aku meeting, dan Jam 3 aku sudah harus dibandara.Aku takut Andika curiga,jika aku telat menjemputnya."ucap khalista.Zahira menghela nafas panjang.
"Aku sudah mengaturnya.Semuanya sudah beres,Kak Khalista."ucap Zahira, Khalista tertawa memberikan 2 jempol untuk adik iparnya.
😊😊😊😊😊
Waktu menunjukan pukul 14.00.2 manusia tampan telah sibuk dengan berkas yang berada di Meja. Netra mereka melirik kesana dan kesini menunggu kedatangan seseorang yang diharapkan dapat membantu perusahaan yang mengalami krisis.
"Bagaimana Damar? "tanya Mico.
"Semoga saja Zata Star akan menyetujui proposal kita.Saya sudah mengerjakan proposal kita dengan sebaik mungkin,Pak."Sahut asistennya.
"Bagus."ucapnya.Hening.Keduanya masih mempersiapkan segala sesuatunya,hingga terdengar hentakan high hils menuju kearahnya.
tak tak tak....
Seorang wanita dewasa nan cantik berjalan lurus menuju meja nomer 22.penampilannya yang cantik menghipnotis setiap orang yang dia lewati.setelan baju kerja yang apik melekat ditubuh indahnya. Wajah nan ayu,yang terpampang nyata. Sorot mata teduh yang disembunyikan di balik kaca mata hitamnya.
"Hem... permisi.Dengan pak Mico dari Alexander group?."tanya suara yang tiba -tiba muncul,mengisi keheningan diantara 2 manusia yang sibuk dengan berkas.
Damar menoleh... berdiri menyambut wanita cantik yang kini berdiri disampingnya.
Deg....... Mico.lelaki itu merasakan desiran yang merasuk di hatinya. Sesak ketika hatinya merespon suara indah yang mengusik fikirannya.Darah seakan berhenti. Ya Hari ini adalah hari ulang tahun manusia yang masih saja membuat hatinya berdesir ngilu. Dan saat ini suara indahnya seakan menghantuinya.
Damar dan wanita cantik itu saling berhadapan, seakan bertanya kenapa dia,apa Sakit? Hingga pada Akhirnya Damar memecah keheningan.
"Maaf pak,perwakilan dari perusahaan Zata Star sudah hadir.Apa bapak baik-baik saja."ucap Damar yang berbisik ditelinga Mico.Mico terkejut, menoleh kemudian berdiri.
__ADS_1
Netranya terhipnotis dengan wanita didepanya.Wanita dewasa yang yang Sangat cantik.Wanita dewasa yang mengingatkannya pada sosok masa lalu yang membuatnya bahagia.
"Sabrina."ucap Mico lirih. Namun terdengar jelas ditelinga Khalista.
Deg... Sejenak Khalista memandang lelaki tampan yang kini berada didepannya. Sebuah nama yang keluar dari Bibir lelaki itu membuat bulu halusnya meremang. Perasaan aneh menjalar di hatinya.Sejenak mereka saling menatap,sorot mata Mico tajam seakan mengamati setiap sudut wajah yang hampir mirip tetapi tampak berbeda dengan kekasih hatinya.
Sedangkan Khalista mengulurkan tangannya,mencoba menepis segala kegundahan dihatinya.
"Taza Alexsandra."ucap Khalista.Suara yang tegas itu membuat micho tersadar dari lamunan.Mengulurkan tangannya dan menjawab ucapan wanita itu.
"Micho Aditya pratama."Sahutnya. Kini Khalista terdiam.Nama itu membuatnya berdesir,ngilu seakan menjalar ditubuhnya.Seakan darah berhenti.Sesak.membuatnya menghela nafas panjang dan mencoba melepas tangan dari genggaman Mico.
"Senang berjumpa dengan Anda."ucap Khalista. Mico yang merasa wanita itu ingin melepas tangannya,segera melonggarkan tangannya.tatapan mata masih saja mengintimidasi seakan mencari kebenaran.
Khalista bergantian menjabat tangan laki-laki disamping Mico yang tampak gugup memandang kegugupan Bosnya.Meskipun begitu gugup khalista mencoba santai,mencoba rilex Dan menghilangkan semua perasaan yang hadir dan berkecamuk dihatinya.
"Taza Alexandra."
"Damar...Silahkan duduk,Nona Taza. "ucap Damar sambil mengarahkan tangannya Karrah kursi.Khalista tersenyum sedangkan Mico juga segera duduk.Pelayan datang membawakan minuman. Ketiganya menyesap minuman mencoba menghilangkan kegugupan.
***Apa iya aku akan ketahuan? aku harus berhati-hati. Jangan sampai aku tertangkap basah jika aku adalah istri dari mas Andika. Bisa gagal rencana jika aku ketangkap basah. Apa iya wajahku begitu dia kenal ?kenapa masih saja bisa mengenaliku dan dengan entengnya menyebutkan namaku? Zahira kelihatanya kita benar-benar berhadapan dengan orang yang jeli.batin khalista .
Tuan Micho... kenapa Anda seperti orang bodoh berhadapan dengan Nona Taza. Apa anda jatuh hati pada wanita cantik ini? urusan hati nanti saja,kita urus perusahaan dulu. batin Damar.
Apa benar-benar ada manusia yang mirip seperti ini?ini mirip atau mataku yang Salah?apa dia Sabrina? apa dia pura-pura tidak mengenaliku? kenapa aku berharap itu adalah kamu Sabrina.batin Micho***.
"Apa bisa kita mulai? "tanya Khalista di sela keheningan.
__ADS_1
😊😊😊😊
like koment dan vote ya 😀😀😀😀......like commen kalian semangatku