Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
121.S2.Temani aku.


__ADS_3

"Jangan banyak bicara.bisa diam tidak, tidak usah berisik. lebih baik kita segera pulang sudah malam,Biarkan mereka istirahat. " ucap Andika kemudian menyerahkan Bara kepada Zahira.


Zahira menggendong baby Bara yang sudah menguap lagi itu.


"Ya sudah,Aunty harus pamit." Khalista mencium pipi baby Bara dengan gemas.Mencium juga Zahira sekilas.


"Aku pamit, Za."ucap Khalista.


"Hati-hati,aunty."ucap Zahira sambil menirukan suara anak kecil.


"Aku pamit, Za, Bima."ucap Andika. Zahira dan Bima mengangguk,Andika dan khalista berjalan keluar diikuti oleh Bima dan Zahira yang mengantarkan mereka.


Mereka masuk mobil dan menghilang dari pandangan Bima dan Zahira.Bima menoleh kearah putranya, mengambil alih Bara dari gendongan Zahira.


"Sayang... Kamu senang dijenguk aunty yang menyebalkan dan uncle yang baik hati? "tanya Bima sambil mencium putra semata wayangnya itu.bayi itu tersenyum, tetapi sekali lagi bayi itu menguap.Membuat Bima dan Zahira tertawa.mereka berjalan kearah kamar, Zahira mengambil alih Bara dan menimangnya sampai bayi mungil itu tertidur.


Beberapa saat kemudian, Zahira sudah menidurkan Bara di box bayinya.Zahira mendapati Bima masih berdiri diluar kamar, Zahira mendekati Bima dan memeluknya dari belakang.


"Kenapa masih disini? Sudah malam,kamu harus istirahat, Mas.besok harus bekerja."ucapnya,kecanggungan sudah berangsur hilang.


Bima membalikan tubuhnya, menundukkan kepalanya memandang istrinya yang begitu tampak bersinar didalam gelapnya malam.Zahira mendongak, karna memang Bima jauh lebih tinggi darinya.


"Maafkan aku.Terimakasih telah menjadi wanita sempurna di hidupku." ucap Bima. Zahira melengkungkan bibirnya, menerbitkan sebuah senyuman yang sangat indah.


"Terimakasih juga untuk cintamu, Sayang." ucap Zahira. Bima tersenyum, tanganya mendongakkan dagu Zahira, menatap bibir merah muda yang begitu menggoda.Bima mencondongkan kepalanya, menyatukan 2 Bibir dan menikmati indah malam berdua dibawah sinar bulan yang menerangi dunia.


😆😍😍


_


Di dalam mobil.2 insan masih saja saling berdiam, hanya suara alunan musik yang terdengar disana. Khalista yang merasa didiamkan merasa bersalah,pasalnya tidak pernah sebelumnya Andika seperti itu.Biasanya Andika akan selalu mengalah dan tidak pernah marah. khalista memandang kearah Andika.


"Masih marah? " tanyanya. Andika diam. Khalista menghela nafas panjang. Andika semakin mempercepat laju mobilnya, tidak lama dari itu mereka telah sampai di depan rumah. Andika segera turun dan meninggalkan khalista yang masih terpaku didalam mobil. Sesak hati khalista, biasanya Andika selalu membukakan pintu mobil untuknya.


Khalista turun, tampak Bi sari membukakan pintu rumah.Andika terus saja berjalan sendiri tanpa menoleh kearah khalista dibelakangnya.


keduanya berjalan menaiki tangga. Andika tampak sedikit berlari dan masuk ke kamar nya tanpa menutup pintu.Khalista berdiri mematung didepan kamar Andika, memandang ruangan yang sama luasnya dengan kamarnya itu.Khalista berjalan masuk dan tak mendapati Andika disana.


Suara gemericik air di Toilet membuatnya mengetahui bahwa Andika ada di toilet.Khalista menutup pintu, berjalan kearah dinding yang menampilkan foto pernikahannya.


"Kenapa aku merasa sakit, jika dirimu mengabaikan ku." gumam khalista.


Ceklek....

__ADS_1


Suara pintu toilet terbuka, Andika berdiri tepat di depan pintu.Wajahnya begitu pucat, Khalista terkejut,segera khalista mendekati suaminya dan menuntun Andika duduk disofa.


"Kamu kenapa? " tanya khalista.


"Tidak papa,Cabenya kurang banyak.sekalian saja buat perutku meledak." ucap Andika yang sedari tadi menahan perut yang begitu panas, akibat cabe yang diberikan disuapan nasi Khalista.Khalista membelabakkan matanya, menyadari sesuatu yang membuat Andika menjadi celaka.


"Maafkan aku."ucapnya


Andika menyandarkan tubuhnya di sofa.Memejamkan matanya, sedangkan khalista merasa khawatir melihat wajah Andika yang masih tampak pucat meskipun telah meminum air darinya.Andika berdiri,berjalan kearah toilet lagi. dan sudah berkali-kali seperti itu.


Khalista menghela nafas panjang,menunggu Andika di depan pintu.


Ceklek


entah sudah berapa kali pintu itu membuka dan menutup.


"Minumlah." khalista menyerahkan obat kepada Andika. Andika hanya melirik Khalista, mengabaikannya dan melewati khalista begitu saja.


Khalista mengikuti langkah Andika, mencoba membujuk suami yang mendiamkan nya dari tadi.


"Pergilah kekamarmu, sudah tengah malam. Istirahatlah."ucap Andika.Andika menuju tempat tidurnya, merebahkan dirinya disana.sedangkan khalista masih mematung di tempat nya.


"Kenapa masih berdiri disitu? apa tidak dengar ucapan ku? "ucap Andika agak membentak. Membuat khalista tersentak kaget.


"Ouh... iya. Aku pergi."ucap khalista. Matanya berkaca,rasa sesak menyeruak didadanya. merutuki dirinya sendiri yang mengakibatkan Andika begitu marah padanya.


Khalista meletakkan tas nya diatas meja. Tangannya mengulur menyentuh bingkai foto pernikahan yang menggantung dinding kamarnya.


"Maaf. "lirihnya.


khalista tersenyum singkat,sambil mengusap sedikit tetesan air mata yang jatuh dipelupuk matanya.kemudian duduk di meja riasnya,tangannya memegang laci dan membukanya.Netranya mendapati ponsel yang sedari dulu tersimpan disana.Khalista mengaktifkan ponsel yang lama tidak menyala itu.


100 lebih pesan masuk disana.Banyak pesan dari Papa,Aqila, Deren, kak rena, pak juna.Khalista menghela nafas panjang.


khalista...bagaimana kabarmu,Nak?#papa.


Ta... papa mengkhawatirkan mu.#papa.


Hey ,,,bagaimana kabarmu??? kabarmu baik kan???? hei beby siter, Reyhan mencarimu, jangan bikin kawatir#pak Juna.


Kak.. Kakak baik-baik saja kak???? Deren pasti bercanda kan kalo kakak tertabrak??balas pesanku kak😭😭#Aqila.


Khalista menghela nafas panjang, mencoba mengingat sesuatu yang nyatanya malah membuat denyutan dikepalanya semakin menjadi-jadi.itulah alasannya Andika mengganti ponsel Khalista dan memberikan yang baru.

__ADS_1


Selain membuka Aplikasi WA khalista juga membuka galeri ponsel itu.banyak sekali foto kebersamaannya dengan Zahira. Namun tak ada foto kebersamaannya dengan Andika.Hanya foto Andika dengan pose yang begitu jelek,jelas-jelas khalista mengambil foto itu secara diam-diam. Khalista mengusap pelan wajah Andika.


"Maaf, Andika." ucapnya.


Khalista kembali mengamati foto, Foto nya dengan seorang.tersimpan, seperti sengaja disembunyikan.


Khalista menatap tajam kearah foto itu. kepalanya berdenyut hebat.


Prang..


Khalista menyenggol gelas disampingnya.khalista memegang ujung meja, terus saja memegang kepalanya.


Bruk..


Khalista tidak bisa menahan tubuhnya,dia terjatuh.Untung saja Andika menangkapnya.Andika yang mendengar pecahan gelas segera berdiri dan melangkah menuju kamar istrinya tadi.Andika mengangkat tubuh istrinya ke ranjang,menepuk pelan wajah cantik itu dengan kawatir.


"Ta.. bangun... hei.. kau mendengar ku? " tanya Andika.Khalista mengerjabkan matanya, pandangan matanya menangkap bayangan Andika didepannya.


"Andika,,,,. " ucap khalista, Khalista mencoba bangun. Andika membantunya, memberikan segelas air untuk istrinya.Khalista tersenyum, tetapi matanya mengalir air mata yang tak sanggup dibendungnya.


"Andika, Maaf." ucapnya lagi. Andika mengulurkan tangannya, mengusap air mata khalista.Dengan reflek Andika menarik khalista dalam dekap hangatnya. Khalista merasakan detak jantung yang begitu tak beraturan ditengah isak tangisnya.Bahkan, Khalista juga merasakan detak jantung Andika sama tak beraturan juga.


"Jangan menangis,Maafkan aku juga." ucap Andika.Khalista melepaskan diri dari pelukan Andika, memandang wajah tampan orang di depannya.


"Kenapa memandang ku? tidurlah. sudah dini hari, sebaiknya kau istirahat." ucap Andika lagi.


"Temani aku." ucap khalista. khalista terdiam, merutuki dirinya sendiri yang meminta hal yang memalukan itu.Andika tersenyum tipis.


"Ulangi, apa aku tidak salah dengar?" ucap Andika.Ini adalah hari pertama masuk kedalam kamar istrinya, dan istrinya meminta ditemani, membuat hatinya sedikit sesak karna terlalu bahagia. Khalista mendorong pelan tubuh Andika.


"Jangan menggodaku, mau tidak? atau kamu mau aku berubah pikiran? " ucap khalista.Andika tersenyum.


"Itu terserahmu." ucap Andika.Andika melirik ponsel yang masih digenggaman khalista.


"Kenapa melihatnya, jika kamu tau itu menyakiti dirimu sendiri? " tanya Andika. Khalista meletakkan ponsel itu dan memandang Andika.


"Aku... "


"Tidurlah."ucap Andika. Khalista memandang Wajah Andika.


"Tidurlah, aku akan menemanimu."ucap Andika, sukses membuat wajah khalista merona merah.Khalista menyembunyikan tubuhnya dibalik selimut tebal.Sedangkan Andika masih saja merasa gugup dan berjalan kearah ranjang samping Khalista. Andika berbaring disamping khalista.


😊😊😊😍

__ADS_1


Hei, selamat malam readers yang berbahagia, happy Reading. 😍😍😍😍.


Like komen dan vote kasih aku ya😃😍😍😍


__ADS_2