
"Sayang.....Bertahan lah......"Bima melepas ikatan di kaki dan tangan istrinya.Bima meneteskan Air matanya melihat kondisi istrinya yang begitu memprihatinkan. Zahira yang membuka matanya tersenyum menatap Bima,tangannya terulur menyentuh pipi Bima.
"Ja-ngan. Me-nang-ngis Mas... ka-mu Ter-lihat je-lek..." ucap Zahira dan tetap menerbitkan senyum yang manis dibibirnya.Bima tersenyum, walaupun perih menjalar didadanya.
"Hei, Nyonya galak aku selalu tampan untukmu. jangan mengejekku." jawab Bima.Bima tersenyum, tetapi juga menangis tersedu.
"Argh..... "Rintih Zahira lagi.Bima memandang istrinya,Air matanya menetes Diwajah Zahira.
"Bertahanlah. Istriku, aku mencintaimu..."Bisiknya pelan di telinga Zahira, Zahira tersenyum dan memejamkan matanya.
Bima segera membopong tubuh lemah istrinya. Zahira mengalungkan tangannya dileher Bima.Bima berjalan,mengamati Andika yang tampak kualahan menghadapi lawannya.2 orang mendatangi Bima, dan dengan gerakan cekatan Bima menumbangkan 2 orang yang menghadangnya dengan tendangan kaki nya. Zahira terus memejamkan matanya seakan melayang diudara.
"Arghhhhhh.... "Rintih nya lagi,Bima merasakan cairan berada ditelapak tangannya.Bima mengamati,setetes darah. Bima terkejut, segera berlari. Andika menganggukkan kepalanya ketika Bima memberikan isyarat untuk meninggalkannya.
Diluar sana, Deren keluar dari mobilnya. Khalista tetap berada didalam mobil. Beberapa bodyguard yang dikirim oleh tuan Alex mengikuti langkah Deren.Mereka memasuki bangunan yang tampak sepi.
Deren terperanjat kaget ketika tiba-tiba beberapa orang menyerangnya.Deren segera mengambil gerakan gesit dan berhasil menumbangkan mereka. Deren kembali berjalan. Netranya menangkap Bayangan Bima yang membawa kakaknya.
"Kakak... "ucapnya lirih.Bima yang mendengar suara Deren segera menoleh. Kini dengan jelas Deren memandang wajah kakaknya yang begitu memprihatinkan.
"Kak Zahira. Bertahanlah. "Deren mengusap pelan pundak kakaknya.Zahira tidak merespon, dan itu membuat Bima merasa benar-benar khawatir.
"Deren, Andika memerlukan bantuan."Sahut Bima. Deren mengangguk. melihat kondisi kakaknya membuat emosinya membuncah.membuat kekuatan tersendiri didalam dirinya untuk segera melakukan sesuatu.
Bima mengambil langkah keluar. Disana, sebuah mobil bersiap menginjak pedal gasnya. Bianca, Gadis itu benar-benar belum puas dengan apa yang dilakukan terhadap Zahira.Menginginkan kehancuran yang hakiki untuk Bima dan keluarganya. Bianca tersenyum tipis.
"Bersiaplah untuk menyusul ibuku,Tuan dan Nyonya Abimanyu."
Bima melangkah lebar menuju kearah mobil yang berada disebrang sana. Bianca menancap gas mobilnya. Sedangkan disebrang sana, Khalista, Wanita cantik itu mendapati Bima yang Berlari. Netranya juga mendapati sebuah mobil yang melaju kencang dari arah yang berlawanan.Tanpa berfikir panjang Khalista berlari kearah dimana Bima dan Zahira berada.
"Brakkk...... "
Tubuh khalista terlempar saat sebuah mobil menghantamnya.Bianca terkejut, bukan tarjet yang dia tabrak.Bianca segera menancap gas mobilnya.
"Khalista.... " teriak Bima yang terhuyung di sebuah rerumputan, karna khalista sempat mendorong nya kepinggir.
Darah segar keluar dari kepala khalista. membuat Bima panik,dengan sisa tenaga Bima yang membopong Zahira mendekat kearah khalista yang masih sempat tersenyum dan menyebut nama Zahira.
"Za-hi-ra... Ka-mu ha-rus ba-ik ba-ik saja."ucapnya dan hilang kesadarannya. Bima meletakkan tubuh lemas istrinya. mengamati 2 orang yang celaka karna kecerobohan.
"Arrghhhhhhhhhhhh,,, Tuhannnnn. Hukum aku saja. jangan sakiti mereka yang aku sayangi. "
__ADS_1
Teriaknya.
Andika yang mendengar suara tabrakan dan teriakan Bima, segera keluar meninggalkan para bodyguard dan preman suruhan Bianca yang saling menyerang. Deren mengikuti langkah Andika.
"Khalista.... Zahira...... " ucap Andika.dengan langkah gontai Andika mendekati mereka. setetes Air mata mengalir dipelupuk matanya. Andika mengusap puncak kepala 2 wanita yang dia sayangi.
"Maafkan aku,Karna Aku kalian celaka."
ucapnya lirih. Bima memandang kearah Andika. keduanya tenggelam dalam rasa penyesalan dan rasa bersalah yang luar biasa.
"Ini salahku... " ucap Bimw
π’π’π’π’
Di apartemen... Acara yang digelar tetap berjalan, suara lantunan ayat suci menggema disana. Mereka berdoa mengharapkan keselamatan dari Zahira dan bayi yang ada didalam kandungannya.
Isak tangis masih terdengar, kepanikan juga masih tercipta. Namun bacaan ayat suci yang dilantunkan membuat mereka sedikit tenang menghadapi masalah berat yang mereka hadapi. ponsel Aqila berdering,Aqila segera mengangkat ketika melihat nama Deren tertera di ponselnya.
Iya Deren, ada apa? ### tanya Aqila. Aqila membelabakkan matanya.Air mata juga mengalir deras.
"Ada apa Nak? " tanya mamanya.
Lagi-lagi tangisan pilu tercipta disana.
ππππ
Di sebuah rumah sakit, ternama. Andika dan Bima menghadapi hal yang membuat mereka kesulitan untuk menempatkan Zahira dan khalista mendapatkan perawatan. pasalnya aturan yang berlaku harus membayar administrasi dahulu.Dan yang membuat mereka tercengang adalah ketika kartu debit dan kredit dari Alexander group telah terblokir dan tidak dapat mereka gunakan.
"Aku akan membayarnya nanti.kalian tangani dulu istriku.. Apa kalian tidak punya hati? lihat keadaan mereka. "teriak Bima sambil menggebrak meja.beberapa petugas tampak ketakutan tetapi tidak satupun dari mereka mau memberikan keringanan.
Andika menghela nafas panjang. Bianca benar-benar telah membuat kelimpungan. dia yakin. Bianca telah melakukan sesuatu untuk perusahaannya.
Andika mengambil dompetnya,dia tersenyum. ketika mendapatkan ATM yang tersimpan didalamnya. ATM pendapatan dari Cafe yang dia jalin dengan Aksa beberapa bulan yang lalu.
Andika tersenyum lega,kemudian mengurus administrasi kedua wanita yang dia sayangi.Zahira dan khalista mendapatkan perawatan intensif.
Bima dan Andika duduk berdua di ruang tunggu.keduanya tampak kelelahan bahkan bekas lebam di sudut bibir dan di pelipis tampak jelas di wajah keduanya.
"Ini salahku. " ucap Bima.
"Ini juga salahku. " jawab Andika.
__ADS_1
Bima dan Andika saling memandang.Bima merangkul pundak kakak iparnya. Menyeka air mata yang keluar tanpa diminta dan tak mau berhenti walaupun memintanya. Andika tersenyum melihat Bima, manusia sombong itu benar-benar seperti tak berdaya saat ini.membuktikan cinta untuk Zahira benar-benar tulus dari hatinya. Andika menepuk pundak Bima.
"Kita harus bertahan, untuk orang yang kita sayangi." ucap Andika.
Andika sedikit lega walaupun sebenarnya hatinya merasakan hancur yang luar biasa, setidaknya dia masih punya keluarga yang begitu lengkap dan menyayanginya.
dokter keluar dari kamar 2 pasien yang mereka tangani. Andika dan Bima berdiri dan menyambut dokter itu.
"Bagaimana keadaan mereka,Dok? " tanya Andika.
"Sebaiknya kita bicara didalam." ucap Dokter itu. Andika dan Bima saling berpandangan kemudian mengikuti langkah dokter itu.
"Nona Khalista, mengalami benturan keras dikepalanya Tuan. Diagnosa kami, Nona khalista akan mengalami Amnesia.Tetapi jika Allah berkehendak lain, InsyaAllah Nona khalista akan baik-baik saja. "ucap Dokter itu, Andika terdiam. sesak menyeruak didadanya. Bima menepuk pelan pengantin yang baru tadi siang melakukan ijab Kabul itu.
"Lalu,bagaimana dengan keadaan istri saya, Dok? " tanya Bima.Dokter Ardan sedikit terdiam membuka berkas kesehatan yang dia bawa.
"Kondisi Nona Zahira begitu lemah, Nona Zahira juga mengalami terjadinya ketuban pecah dini dikarenakan ibu mengalami kecelakaan seperti terjatuh dan ibu mengalami trauma. Saya menyarankan Nona Zahira menjalani kelahiran prematur, dengan cara operasi." ucap Dokter itu.
"Lalu bagaimana kondisi, bayi saya Dok? "tanya Bima.
"Sejauh ini, alhamdulillah baik-baik saja. Kita harus segera bertindak, sebelum semuanya terlambat." ucap Dokter lagi.mengingat sudah 2 kali Zahira mendapatkan suntik induksi oleh Bianca.
"Lakukan yang terbaik untuk istriku, Dok. " ucap Bima.Dokter mengangguk kemudian berdiri, Bima dan Andika mengikuti Dokter Ardan.
beberapa Suster menarik bankar Zahira.Bima menyempatkan diri mencium kening istrinya mengusap perut buncit Zahira. setetes air mata jatuh diwajah Zahira.
"Tetaplah kuat,Sayang."ucap Bima. tangisnya pecah. Bima mengusap pelan wajah Zahira yang begitu pucat. Andika tak kuasa melihat pemandangan didepannya. Air mata berjatuhan tanpa diminta. Zahira, wanita kuat itu benar-benar tampak lemah saat ini.
Andika mendekati Bima, menarik pundaknya dan mengisyaratkan pada suster untuk segera membawa Zahira.
"Kau harus kuat... "ucap Andika. Andika menepuk pelan pundak Bima. kemudian berjalan kearah kamar khalista.
Andika membuka pintu kamar rumah sakit, berjalan pelan kearah ranjang istrinya. air matanya mengalir, menyaksikan betapa pedih derita yang harus diterima istri dan adiknya akibat ulahnya untuk menghilangkan dan memberi pelajaran kepada orang yang berkhianat.
" Maafkan aku, Sayang. "ucapnya sambil mengusap pelan puncak kepala khalista.
π€π€π€π€π π
Asalamualaikum. para reader yang berbahagia...dipuasa yang terakhir ini Author mengucapkan.... selamat menyambut hari raya idul fitri 1442 Hijriah bagi yang menjalankan....Minal aidin walfaidzin mhon maaf lahir batin....
terimakasih untuk kalian yang mau membaca karya akhu yang berantakan ini...Maaf THR nya blm bisa ngasihhh... blm bisa ditarik pendapatanyaπππππππππ. pokoknyaa saling doa ya.. panjang umur sehat selalu untuk reader s semuanya.
__ADS_1