Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
episode 115 .Sampai Akhir nanti(THE END)


__ADS_3

Disisi lain, Dokter yang menangani Zahira keluar dari ruang oprasi.berlalu lalang tanpa menjawab sedikitpun pertanyaan yang diajukan oleh Bima.Tangis haru kembali tercipta, Aqila memeluk erat Bima mencoba menguatkan kakak tercintanya.


Beberapa saat kemudian ruang operasi terbuka. Semua orang langsung bangkit dan melihat Zahira dan Anaknya yang didorong oleh perawat.


Tidak ada suara apapun, hanya tatapan haru yang tercipta ketika melihat Zahira yang masih tak sadarkan diri dan bayi kecil yang banyak dipasang selang-selang.Bayi kecil yang tampan yang begitu mirip dengan Bima.


Bima meneteskan Air matanya.Bingung harus kemana, pasalnya Zahira dan anaknya ditempatkan diruang yang berbeda.beberapa suster membawa Zahira, dan 2 lainya membawa bayi mereka kearah yang berbeda.


"Sambutlah anakmu, Mama akan melihat Zahira." ucap mamanya sambil terisak sesenggukan. Suasana haru benar-benar menjadi saksi betapa duka mendera ketika semua kejadian membuat jiwa mereka tergoncang. Namun,kehadiran sang buah hati,sang bayi kecil nan tampan menjadi obat mujarab untuk kesedihan mereka.obat bagi mereka yang meneteskan air mata.terbayar sudah kesedihan, dan tergantikan rasa bahagia yang tiada tara.


Bima mengangguki ucapan mamanya, kakinya melangkah mengikuti langkah suster yang membawa bayi mungilnya.Aqila mengikuti langkah kaki kakaknya.


Disana, Bayi mungil itu berada. Di sebuah kotak inkubator.Bima memandangi bayi tampan itu.


"Berat badanya 1,8.untuk sementara waktu harus di inkubator, dan pernafasan masih harus dibantu dengan selang pernafasan. Bayi anda juga harus dirawat di ruang NICU untuk beberapa hari."ucap suster yang membawa bayi mungil itu.


Bima mengusap wajah dengan kasar, memperhatikan wajah mungil buah cintanya dengan Zahira.Aqila terus mengusap pundak kakaknya, memberikan kekuatan kepada Bima.Bima mendekatkan mulutnya ditelinga si kecil, mengumandangkan Adzan disana.Aqila terharu mendengar lirih suara adzan kakaknya.


"Mohon maaf Pak, untuk menjaga kenyamanan bersama aturan untuk didalam hanya sebentar saja, dengan tidak mengurangi rasa hormat silahkan anda meninggalkan ruangan ini."ucap suster tersebut, Bima mengangguk. Sekali lagi Bima mengamati wajah tampan yang tidur dengan tenang di kotak inkubator.


Aqila dan Bima melangkah keluar, diluar sana Bima mengintip putra pertamanya dari balik jendela kaca. Aqila menepuk pelan pundak kakaknya. mengamati wajah sedih yang begitu terpampang nyata.


"Kakak, bersabarlah.Allah SWT tidak akan menguji hambanya, diluar batas kemampuanya." ucap Aqila. Bima mengangguk.


"Baby Bima junior anak yang kuat...aku yakin. " ucap Aqila.


"Panggil dia Bara, Akbar Alfarizki Alexander..." Gumam Bima. Tatapan matanya masih tertuju pada bayi mungil yang ada disana.


"Baby Bara?? " tanya Aqila. Bima mengangguk.Bibirnya melengkung membuat seulas senyuman meskipun air matanya merembes keluar.


"Nama yang Indah.Semoga Baby Bara menjadi bayi yang sehat, tumbuh dengan baik. dan dikemudian hari menjadi anak yang baik,Mulia, bermartabat dan banyak rezeki tentunya." ucap Aqila. Bima mengangguk lagi, memandang adiknya dan memeluk erat adiknya.


"Terimakasih aunty.. " ucap Bima lirih, tubuh Bima bergetar. tangisan Bahagia dia keluarkan. berharap hatinya lega setelahnya.Aqila tidak bisa menahan air matanya. Ia pun mengusap air mata yang jatuh tanpa diminta.


"Lebih baik kita menemui kak Zahira. Nanti lagi kita kesini menjenguk baby Bara lagi. " ucap Aqila.Bima mengangguk pelan.


Mereka melangkah, pergi kerah ruang rawat Zahira.Setelah beberapa orang bergantian menjenguk Zahira yang belum sadarkan Diri.kini Bima yang berada di samping istrinya. Memegangi buku catatan Zahira yang tadinya diberikan Aqila.


Bima membuka lembar demi lembar tulisan Zahira yang menyentuh Hatinya.


-


-lembar 1.


aku hanya manusia rapuh, berharap kebaikan dari Allah SWT yang maha segala-galanya.


Cinta dan jodohku hanya kupasrahkan pada sang Maha pencipta.

__ADS_1


-lembar 2


ternyata aku bukan siapa-siapa. aku hanya manusia tanpa ayah dan ibu. beruntung nya aku mempunyai ayah tiri sebaik ayahku.


_lembar 3


Akan lebih mudah untuk memaafkan luka yang diberikan orang lain, dari pada luka yang diberikan oleh orang tercinta.Mungkin hanya aku yang merindukan mu, meneteskan air mata, dan berharap bisa bertemu denganmu secepatnya. Dan hanya aku yang sering kecewa, dengan cinta yang kuharapkan darimu, tetapi cintamu tidak pernah ada untukku.


dirimu seperti hujan, membasahi diriku dan terus menyiksaku, memberikan rasa dingin, tanpa pernah menghangatkan ku. seperti hujan yang turun dan reda tak beraturan, membuatku menunggu dan terus menunggumu.


Tetapi sekarang aku merasa lelah, aku menyerah, aku percaya hari esok pasti ada,, tetapi hari esok belum tentu untuk kita bersama"Mas Bima"percuma saja aku bertahan, jika pada akhirnya kau tetap memilih berdiri di sampingnya. entah.. aku benar-benar rela atau terpaksa, Aku akan pergi, membawa segala luka yang menyesakkan dada


-lembar kesekian kalinya.


Mas Bima


waktu terus berlalu, hingga mengantarkanku sampai pada detik ini.


Jika kamu bertanya apa itu bahagia. maka hanya kamu dan darah daging kita yang membuatku bahagia. membuatku mampu bertahan sampai saat ini.


Takdir hidup hanya Tuhan yang tau.


jika saat ini Tuhan merencanakan untuk mengambil nyawaku.


Aku hanya berharap Tuhan masih berbaik hati meninggalkan satu mahkluk kecil untuk mu dari rahimku.


Bahkan Tuhan merencanakan hal yang lebih indah dari apa yang nantinya akan diambil dari genggaman tanganmu.


-


-


lembar terakhir. dan baru kemaren Tertoreh dibuku mungil itu, tulisan tangan Zahira.


Pada suatu ketika kamu harus sadar bahwa setiap manusia bisa tinggal dihatimu.


Tetapi, tetap diambil oleh sang maha pencipta dari hidupmu. Tetaplah baik-baik saja, dengan atau tanpa diriku.


Bahagia itu sederhana, ketika aku melihat manusia nyaris sempurna bernama Abimanyu.


Manusia sombong, berhati batu kalau itu.


Perjuangan Cinta yang begitu berat, tapi nyatanya membuat ku semakin kuat dan aku semakin mencintainya.


Bahkan, cinta itu tidak surut sedikitpun. Meskipun jelas-jelas aku berdiri tegak disamping orang yang memilih untuk pergi dan berpaling dengan wanita lain, pada waktu itu.


Aku seperti wanita bodoh, yang memaafkan segala luka. seperti wanita bodoh yang ber pasrah tenggelam dalam bahtera yang jelas-jelas telah menolak keberadaannya. mungkin hanya aku yang berharap lebih,dari hubungan yang rumit.dan mungkin hanya aku yang menangis dengan keadaan ini..

__ADS_1


Bahagia, itu ketika aku benar-benar mendapatkan cintanya.


Tuan Sombong dan berhati batu itu menyesal telah menyakiti ku...


Cinta???


Ya, cinta itu yang mempersatukan kami. Allah menakdirkan kami untuk bersama. Takdir itu begitu indah membingkai kehidupan kami.Aku berharap, Kami akan terus bersama, bahagia "SAMPAI AKHIR NANTI"


Bima memandang istri cantik yang selama ini menemaninya. Air matanya benar-benar deras keluar. Bima menutup buku itu, menggenggam erat tangan Zahira.mencium tangan Zahira beberapa kali, dan meneteskan air mata ditelapak tangan Zahira.


"Hei nona galak, apa sebegitu dendam kamu kepadaku? Apa begitu benci sehingga kamu tega meninggalkan ku? " Bima berbicara sambil terisak.


"Apa hukuman untuk ku tidak bisa dikurangi? coba lihat, anak kita membutuhkan mu... apa kamu tega meninggalkannya dan tidak mau membuka matamu? " tanya Bima lagi... Air mata semakin deras mengalir.


"Hei nona, apa kamu mau aku menikah lagi dan mengasuhnya bersama dengan ibu tirinya? " tanya Bima, suaranya parau. bahkan terdengar hingga diluar. Diluar sana tangis pilu begitu tampak.Setelah dokter bilang hanya keajaiban yang bisa membuat Zahira bangun dari tidurnya.


"Nona, apa kamu tidak mau melihat putramu yang tampan. Apa tidak mau menggendongnya? apa tidak mau menggantikan pokoknya? " tanya Bima.Bima memandang Zahira, mencium berkali-kali wajah cantik yang pucat itu, sedikit menggoncang Zahira.Air mata terus saja mengalir. Hingga pada akhirnya monitor di samping nya menunjukkan detak jantung melemah.


"Dokter.... " Teriak Bima sambil memencet tombol di sampingnya.


Tak lama dari itu dokter berdatangan,Mama Tania memeluk erat tubuh Bima, Haru... suasana begitu harus, tangisan terdengar disana. Semua orang dengan tegang memperhatikan dokter yang berusaha semaksimal mungkin untuk memacu jantung Zahira dengan Alat pacu jantung, beberapa kali. dan sampai akhirnya dokter tampak menggelengkan kepalanya.Bima menangis histeris,memohon kepada dokter untuk mencoba sekali lagi.Bima mendekati Zahira, menggenggam erat tangannya.


-


_


"Sayang,, aku mohon.. bangunlah... bangunlah Zahira."bisiknya pelan di tengah isak tangisnya.


"Ya Tuhan, Jangan ambil istriku, Ampuni dosaku... " gumamnya sambil menyeka air matanya.


"Tuhan, Hukum aku saja, jangan menghukum istriku.. "


"Tuhan, Gantikan sakitnya padaku saja."


beberapa kalimat terus saja terucap dari bibir Bima, dan pada akhirnya Bima berpasrah dan terus saja melafazkan doa pada sang Maha pencipta.


Dokter mencoba sekali lagi, Bima yang tadinya menangis menoleh kearah genggaman tangan istrinya. Zahira memberikan respon..Maha besar Allah SWT yang memberikan keajaiban untuk istrinya.


"Alkhamdulilah...... " ucapnya seraya mencium puncak kepala Zahira yang mencoba membuka matanya.


😒😒🀨🀨


Diruang sebelah. Khalista masih berbaring menatap keatas dengan pandangan mata yang kosong. terus mengamati dan berfikir, namun otaknya tak merespon, ia pun memegangi kepalanya yang terasa sakit.pandangannya beralih kesamping dan mendapati tangannya digenggam erat oleh manusia tampan disampingnya.


😒😒😒😒End season 1.............


Terimakasih untuk kalian yang selalu mendukung aku....season 2 terus berlanjut disini ya....seasons 1.Kisah cinta Zahira dan Bima..season 2 menceritakan kisah cinta Andika dan Khalista ya....πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

__ADS_1


Selamat membaca....


__ADS_2