Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
135.S2.Mengantar pergi


__ADS_3

Aku tau, kamu ingin mengatakan jika kamu telah jatuh cinta padaku.aku hanya ingin sedikit memberikan pelajaran bahwa harus menahan rasa itu rasanya sakit. bertahanlah,aku hanya mengujimu sehari semalam saja. batin Andika..


Khalista melepas pelukan Andika kemudian menatap wajah suaminya.


"Boleh aku ikut mengantarmu kebandara?"tanya Khalista.Andika tersenyum. Hatinya terasa bahagia,ketika cinta itu dapat dilihat dimata istrinya.


"Bersiaplah."ucap Andika.Khalista mengangguk. Andika menghela nafas panjang.Bahkan dirinya juga tidak tau sanggupkah untuk meninggalkan pujaan hatinya.


Beberapa menit kemudian.khalista sudah siap dan keluar dari kamar ganti.Wanita cantik itu berhasil Membuat Andika tak mengedipkan matanya.Wanita yang selalu saja menggerai rambutnya,selalu menumbuhkan keinginan Andika untuk menyelipkan rambut istrinya ditelinga.


Andika berjalan kearah istrinya.Memandang wajah yang selalu tampak sempurna dimatannya.Menggenggam tangan istrinya dan menuju keruang makan menemui ibu yang sedang menata piring bersama dengan Bi Sari.


"Pagi,Bu."Sapa Khalista. Ibunya menoleh memandang pasangan yang tampak bahagia itu.


"Ayo sarapan. Bukankah Andika akan segera berangkat. "ucap ibunya. Khalista mengangguk.


"Apa tidak sebaiknya menginap lagi, Nak?."tanyanya pada Khalista.Andika dan khalista saling memandang.


"Khalista di apartemen saja,Bu.Disana Zahira juga sendiri.Kasian kalo tidak ada temannya."ucap khalista. Ibunya mengangguk.


"Sering-sering menjenguk ibu juga. Pasti ibu akan merindukan masakanmu."ucapnya. Khalista tersenyum. Rasanya masih tidak percaya jika ibu mertuanya menyukai masakannya.


"Iya,Bu.Jangan khawatir.Khalista akan sering kesini."ucapnya.Bu Marni mengangguk pelan.


"Ya sudah, sarapanlah."Bu Marni mempersilakan anak dan menantunya menikmati hidangan sarapan pagi.


Beberapa menit berlalu.Setelah berpamitan pada ibunya,mereka segera melajukan mobil menuju ke apartemen yang menempuh perjalanan 30 menit dari rumah ibunya.


🤗🤗🤗🤗🤗


"Hay baby Bara.... "Khalista yang baru saja sampai segera keluar dari mobil.Mengambil alih bayi mungil itu dari gendongan Adik iparnya.


"Aunty merindukanmu."ucap khalista.


"Bukankah kau ikut mengantarkan?"tanya Zahira, pada kakak iparnya itu. Khalista mengangguk pelan.


"Bukankah kalian juga ikut? "tanya Khalista balik. Zahira mengangguk. Saat itu Bima yang tadi masih didalam apartemen keluar dengan tas kerja ditangannya.


"Kalian sudah siap? "Bima bertanya pada dua wanita didepannya. Mereka mengangguk bersamaan.Mereka nerjalan menuju kearah Andika yang sudah bersiap menancap gas mobilnya.

__ADS_1


"Ayo berangkat uncle. "ucap khalista yang menirukan suara anak kecil.sambil memegang kedua tangan baby Bara yang ada diapngkuannya.


"Siap baby bara, kita berangkat sekarang."sahut Andika.


🤣🤣🤣🤣🤣🤣


Seorang pemuda tampan tampak sibuk dengan keyboard didepannya. Pandangan matanya tak beralih dari layar monitor yang ada dihadapannya.


Dari tadi membuka dan menutup e-mail yang tak kunjung mendapatkan jawaban dari perusahaan yang diharapkan bisa membantu keuangannya.


Mico menggebrak meja,meluapkan amarah yang menyeruak dihatinnya. Mico mengambil gagang telpon kantor dan memanggil seseorang untuk membawakan segelas kopi untuknya.


Tak lama dari itu seseorang masuk dengan membawakan kopi untuk atasanya.


"Silahkan Pak Mico."ucap lelaki yang menjadi salah satu staf kantor yang membantu pekerjaannya itu.


"Letakan disitu saja,Damar."ucapnya.


"Kalo begitu saya permisi,pak."ucapnya.


"Keluarlah."ucap Mico santai.


Mico meraih gelas kopi dan menyesapnya.memijit pelipisnya yang berdenyut pusing sejak tadi memikirkan nasip perusahaan.Bahkan seluruh tabungan dan penghasilan dari perusahaannya yang ada diluar kota sudah terivestasikan diperusahaan yang kini mengalami krisis tersebut.


Ponsel Mico terus saja bergetar, Mico mengangkat ponselnya menggeser gambar telfon dan mendekatkan ditelinganya.


"Iya Amara. Ada apa? "tanya Micho santai.


"Aku sudah dibandara, Sayang. Jemputlah aku,aku menunggumu."ucap wanita itu. Membuat Mico memejamkan matanya. dengan malas Mico mengangguki ucapan gadis itu dan beranjak dari kursinya.


Mico segera menancap gas mobil miliknya.Melajukan mobilnya dengan malas. Kalau bukan Anak dari sahabat baik ayahnya dan bukan Adik dari temanya mungkin Mico sudah memnyingkirkan wanita itu sedari dulu. Namun rasa sayang terhadap ayahnya jauh lebih dia pentingkan dari pada urusan hatinya.


Beberapa menit kemudian tibalah Mico dibandara yang dimaksud oleh Amara.Sengaja Mico tak menghiraukan deringan Ponsel yang menampakkan nama Amara. Micho sengaja berjalan menyusuri jalan dan menikmati pemandangan pemandangan orang yang berlalu lalang keluar masuk bandara.


🤗🤗🤗🤗


Disisi lain 2 pasangan suami istri menikmati kebersamaan yang hanya tinggal beberapa menit saja. Khalista yang merasa kebelet meminta izin untuk ke toilet.


"Aku tinggal sebentar.Aku akan segera kembali."ucapnya.

__ADS_1


"Perlu aku antar? "tanya Andika. Namun pertanyaan itu membuat Bima memandang kearah mereka.


"Sekalian saja masuk ketoilet wanita."celetuk Bima dan mengundang gelak tawa Andika.


"Aku hanya menawarkan,apa tidak boleh?"tanya Andika sambil tersenyum. Khalista tampak malu.Kemudian menyerahkan baby Bara ke pangkuan Zahira. Zahira meraih putranya dan tersenyum.


"Hati-hati,Ta... kak Dika mengkhawatirkanmu lo, takut kamu ngilang tak bisa kembali."goda Zahira.Khalista tertawa dan melenggang pergi.


Senyum bahagia masih saja terpampang nyata di wajah cerah khalista.Khalista berjalan menyusuri lorong panjang yang dikanan dan kiri terdapat berjajar manusia yang mengantar atau juga menjemput keluarganya. Banyak juga yang berdiri berjalan bebarengan dengannya searah atau berlainan arah.


Dipojok sana laki laki tampan seperti menangkap bayangan orang yang dia kenal, sosok yang dia rindukan selama ini. Ingin memastikan penglihatan,lelaki yang semula duduk dengan sigab berdiri dan mengejar wanita yang diyakini adalah orang yang dia kenal.Lelaki itu menerobos kerumunan orang yang berlalu lalang.


Deru nafas yang ngos-ngosan tidak dia hiraukan.


"Sabrina"gumamnya.


Mico..lelaki itu duduk sambil menikmati segelas coklat.Netranya menangkap sekilas bayangan mantan kekasih yang masih dia cintai. dengan langkah seribu dia mengejar. namum,entah kemana bayangan itu menghilang.


"Aduh... "


Seseorang tak sengaja tertabrak Khalista hingga barang bawaannya terjatuh. Khalista menunduk berjongkok memunguti barang orang itu.


sedangkan Mico yang meyakini bahwa yang melintas adalah sabrina terus saja memburu hingga bayangan nya tertuju pada gadis yang memunggunginya disana.


Hatinya terasa sesak. Dunia seakan berhenti berputar. bayangan masa-masa bahagia terngiang diotaknya. Kakinya terus saja melangkah menyentuh pundak seorang yang didepannya.


"Sabrina."


ucap Mico sambil memegang kedua pundak gadis itu. Gadis itu menoleh, Terkejut saat melihat orang dibelakangnya menyentuhnya.


"Maaf mas.Saya bukan Sabrina."ucap gadis itu, menyadari itu Mico memandang wajah didepannya. dan menurunkan tangannya dari pundak orang itu.beberapa orang mengamati Micho.


"Maaf mb. Saya kira kekasih saya."ucap Micho kemudian berlalu.Mico mengusap wajah kasar dan melangkah entah kemana.


Beberapa orang diantara yang mengamati Mico adalah Andika. Andika berfikir keras, wajah itu tak Asing baginya.Mungkin artis terkenal fikirnya.


"Sabrina? "gumam Andika.


Andika tak memikirkan lagi. iya pun berjalan kearah toilet dimana istrinya berada.

__ADS_1


🤗🤗🤗🤗🤗


like komen ya... semangatin aku sayong... 😁😁😁😁..jangan bosan ya...


__ADS_2