
Hari berganti hari, waktu terus berlalu. Rumah sederhana Andika disulap bak Istana. Indah, begitu indah.persiapan begitu matang, pelaminan yang berhias keindahan begitu terpampang nyata.
Andika berada di lantai Atas, melihat dari atas ruangan indah yang akan menjadi saksi hidup barunya, Andika tersenyum.tidak dipungkiri hatinya begitu dag dig dug tak karuan.Membayangkan hal yang akan terjadi nanti. Hatinya sedikit gusar,berharap apa yang direncanakan bisa berjalan seperti yang dia mau.
"Ya Tuhan, semoga semua berjalan dengan lancar." gumam Andika.
Andika mengambil ponsel disakunya. Menghubungi orang disebrang sana.
"Lakukan semuanya dengan baik." titahnya.
kemudian kembali memasukkan ponsel ke dalam saku celananya.
😀😀😀😀😀
Sedangkan di Apartemen Zahira.Semua sibuk mempersiapkan acara 7 bulan kehamilan untuk nanti malam, mereka juga mempersiapkan barang bawaan yang akan dibawa kerumah Andika.Para Art dan beberapa koki handal sudah hadir disana, mempersiapkan segala kebutuhan.
"Bagaimana? kamu sudah siap? " tanya Bima. Zahira mengangguk.
waktu telah menunjukkan pukul 09.00 dan mereka harus segera kerumah Andika. Akad nikah akan diselenggarakan pukul 11.00 mereka tidak mau tertinggal.
Zahira tampak sedikit murung,pernikahan kakaknya yang seharusnya menjadi sebuah kebahagiaan untuk nya, kini malah membuat kegelisahan yang tidak bisa dia abaikan begitu saja. Hatinya berdesir ngilu, mengingat pertemuan dengan Khalista waktu itu.
Flashback on.
2 wanita cantik sedang duduk berhadapan, mereka saling diam. bungkusan kotak tengorok di meja didepan mereka. 2 gadis itu hanya memandang bungkusan itu dengan hati yang tak karuan.
"Andika memintamu untuk memberikan padaku? " tanya Khalista. sedikit terkejut. tetapi dia begitu sakit dengan cara Andika. Andika mengirimkan sesuatu untuknya, tetapi tidak membalas satu pesan pun darinya.
"Khalista, aku.. "Zahira mencoba menjelaskan, tetapi gadis didepannya menggeleng pelan.
"Jangan menjelaskan apapun. Jangan mengatakan apapun Zahira,aku bukan siapa-siapa Andika. Dari awal memang begitukan?dia menikah dengan Bianca itu memang sudah seharusnya,Ibu Andika begitu menginginkan pernikahan itu."ucap Khalista.
"Khalista, ini tidak seperti yang kamu fikirkan.kamu harus mencoba memahami situasi. Kak Andika merencanakan sesuatu di pernikahan ini.Mungkin ada hal lain yang hanya dia yang tau alasannya."ucap Zahira.Keyakinan hatinya jika Andika dan Khalista mempunyai hubungan sepesial membuat Zahira tidak tega dengan sahabatnya. Khalista pernah terpuruk, dan Zahira tidak mau itu terulang lagi.
__ADS_1
"Memahami bagaimana Zahira? bahkan aku tidak berhak untuk mengatakan apapun.Aku bukan siapa-siapa. hey nona galak, jangan mengkhawatirkan ku. " ucap Khalista sambil tersenyum memandang kearah sahabatnya.
"Jangan berfikir terlalu jauh, aku tidak papa. Terimakasih telah memberikan hadiah ini." ucap Khalista lagi, mencoba tersenyum. memamerkan deretan gigi putihnya.
Namun Zahira bukan wanita bodoh yang menutup mata dengan bahasa tubuh sahabatnya,mau seperti apapun Khalista mengelak Zahira tau Khalista menahan gejolak rasa yang campur aduk dihatinya. Sesekali Zahira mengamati Khalista yang mendongak, menahan air mata yang akan keluar dari sudut matanya.
Zahira berdiri dan berjalan kearah Khalista.Memeluk sahabatnya kedalam dekapan hangatnya.
"Mau sampai kapan kamu berpura-pura, Khalista? Kau pikir aku menutup mata dari semua ini? Aku mengkhawatirkan mu, cobalah jujur padaku."Zahira berucap.
"Aku tidak bisa melakukan apapun untuk mu, jika dirimu sendiri juga tidak mau berjuang untuk kebahagiaanmu. " ucap Zahira lagi.
Khalista terdiam. di dekapan Zahira khalista menumpahkan air matanya.Hati yang dari dulu tertutup rapat kini bahkan merasakan kembali sakitnya ditinggal pergi.ditinggal pergi oleh orang yang tidak mempunyai status apapun dengannya.
"Zahira, apa yang harus aku lakukan? aku hanya temannya. aku bukan siapa-siapa,bahkan jika aku jujur sekalipun itu tidak akan pernah merubah keadaan,Andika akan tetap menikah." ucap Khalista.Zahira melepaskan pelukannya. memandang kearah sahabatnya. memegang 2 pundak sahabatnya dan mencoba menenangkannya.
"Khalista,aku sahabatmu.Walaupun tidak bisa merubah keadaan, setidaknya kau tidak menyimpan masalahmu sendiri, kau harus berbagi denganku. aku harap hatimu lega." Zahira mencoba menenangkannya,Air mata khalista mengalir deras.
Zahira menghapus air mata yang membasahi pipi khalista.menatap penuh kasih sahabat yang dulunya juga melakukan hal yang sama kepadanya. tidak ada tangan lain yang bisa merangkul pundak khalista, tidak ada tangan lain yang mengusap air mata khalista. hanya Zahira dan mereka saling menguatkan sejak dari dulu.tanpa terasa Air mata Zahira juga mengalir. Dia tau pasti bagaimana perasaan Khalista saat ini.
"Yakinlah Khalista, Allah mempersiapkan jodoh yang nantinya akan membuatmu bahagia.Mungkin memang kakak ku bukan jodoh untukmu."ucap Zahira, Khalista mengangguk.
"Iya,, aku juga berfikir begitu."sahut Khalista. Zahira tersenyum. Dia bangga pada Khalista, sosok cantik yang sebenarnya menyimpan sejuta masalah dihidupnya,menyimpan sejuta misteri itu bisa membingkai dirinya dengan sampul cerewet dan periang.
"Aku bangga padamu, Khalista. Kau juga harus janji untuk datang di pernikahan kak Dika. Dia menunggumu." ucap Zahira, Lagi-lagi hatinya berdesir ngilu. tersenyum sinis, menertawakan dirinya yang harus menyaksikan pernikahan orang yang dia sukai dengan wanita lain.
"Aku akan datang Zahira, jangan mengkhawatirkan itu."ucap Khalista akhirnya.
flashback off.
"Sayang, kenapa melamun? " Bima menggenggam tangan istrinya, Zahira sedikit tersentak.
"Tidak apa-apa mas.Aku hanya sedikit pusing." Zahira tersenyum.
__ADS_1
"Pusing? apa sebaiknya kita tidak kesana dulu?"tanya Bima kawatir, Zahira menggeleng pelan.
"Hanya sedikit saja, kita harus tetap kesana. Kita berangkat sekarang saja. "ucap Zahira.
"Benar tidak apa-apa? "tanya Bima sambil mengusap halus kening istrinya.
"iya, Mas. Aku tidak apa-apa. "jawabnya.
Keduanya berjalan kearah mobil seteleh berpamitan dengan Bima Ani.
🤗🤗🤗🤗
Masih termenung didepan Cermin. memandangi gaun cantik berwarna putih lengan panjang. Gaun pengantin yang sangat indah dan simple. Khalista tersenyum getir memandang tulisan yang berada dalam baju itu.
Datanglah khalista, aku menunggu. pakai gaun ini. tampilah cantik di hari sepesial ku.
"Apa semua manusia laki-laki benar-benar menjengkelkan? benar-benar egois. " gerutunya.
Rasa sesak menyeruk didadanya. Tetapi khalista tidak ingin meneteskan air mata.Menahan dan menahan.Baginya Allah SWT maha tau segalanya. maha tau segalanya, dan memasrahkan jodoh kepada-Nya.
Khalista menghela nafas panjang, khalista melirik jam yang menunjukkan pukul 10.30 Artinya 30 menit lagi acara akan dimulai. khalista memejamkan matanya. meyakinkan dirinya untuk tetap baik-baik saja.
Satu pesan masuk di ponselnya, dan itu membuatnya sebal.
khalista, cepatlah datang. aku sudah katakan sejak kemarin kalau Reyhan ikut.aku sudah sejak tadi disini, mana batang hidungmu? Reyhan mencarimu. Baby siter macam apa kau itu. ###pak Arjuna.
"Astaga,... "
Khalista menyambar gaun putih itu, memakainya dan segera memoles tipis wajahnya. menyanggul indah rambut panjangnya. Iapun menancap gas mobilnya kearah rumah Andika.
😃😃😃
like dan comentnya ya.. 🤗🤗
__ADS_1