Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
171.S2


__ADS_3

Khalista menghentak-hentakkan kakinya kasar,tetapi kelakuanya malah membuat Baby Bara tertawa.Mungkin Baby Bara pikir Auntynya sedang menggodanya.


Zahira dan Bima berada didepan rumah,mereka kemudian menghampiri Khalista yang tampak manyun itu.


"Hai sayang,itu kenapa Aunty nya manyun?kenapa Baby Bara malah tertawa?"ucap Zahira sambil mengambil alih bayi mungil yang terus tertawa itu dari kereta dorong.


"Pa....pa...pa...pa."Sahut baby Bara membuat Zahira dan Bima tertawa dan mencium bayi 7 bulan itu.


"Kenapa,Ta?"tanya Zahira sambil memandang Khalista yang sudah menampakkan bibir 5 cm itu.


Belum juga Khalista menjawab,Andika sudah tampak dari ujung gang bersama dengan ibu-ibu komplek yang dengan senang hati membawakan belanjaan Andika.Bima dan Zahira tampak berpandangan.Mereka tertawa bersamaan.


"Coba lihat itu,kelakuan genitnya sudah seperti sugar daddy saja,menyebalkan."ucap Khalista.Zahira tertawa,kemudian memandang Khalista dengan tenang.


"Apaan sih Ta,tidak sugar daddy juga sih.Namanya juga kenalan sama tetangga,nggak papa juga dong sekali-kali."ucap Zahira.


"Iya bela terus saja Kakakmu itu."


"Bukan membela,Ta.Tapi tidak ada salahnya juga kan berbagi."sanggah Zahira.


"Memang tidak papa,Za.tapi tidak juga harus meladeni kegenitan ibu-ibu juga kan,Za.itu coba di colek sana-sini diem aja."ucap Khalista sontak membuat Zahira dan Bima tertawa.


"Dasar manusia kalo lagi kasmaran,kelakuanya udah kayak anak TK aja,Menggelikan."protes Bima,membuat Zahira mencubit singkat lengannya.Khalista hanya diam mendengar ejekan iparnya itu.


"Pagi mb,Zahira,Mas Bima..."ucap Bu Rt yang baru datang dan turut mengantarkan Andika.


"Iya Bu Rt..selamat pagi."Zahira dan Bima ikut menyambut.Mereka berjalan kedepan mendorong kereta dorong Bara dan ikut nimbrung disana.Mau tidak mau Khalista mengikuti Zahira dan Bima.

__ADS_1


"Wahhh,belanjanya banyak bener ini,Bu,"sambut Zahira ramah.


"Iya,Mbak.Ini semuanya di bayarin sama Mas Dika lo.Ini temen saya juga dibayarin semuanya.Sekali lagi makasih ya,Mas Dika Mbak Tata."ucap Bu Rt yang disambut senyum ramah oleh Khalista yang baru datang.


"Iya,Bu sama-sama,"sahut Khalista.Andika yang tadinya berada diantara ibu-ibu kini mengambil tempat disamping Khalista.


"Oh iya.Mas Bima,mbak Tata dan Mbak Zahira,ini tetangga kita loh.Ada Bu Lina,ini Bu Mira,Bu Halim.Kita sesama tetangga,rumahnya juga deket.Kalo butuh bantuan bisa kerumah kami,kali aja bisa membantu."ucap Bu Arin.


"Iya,bener mb..main aja kerumah kita."sahut Bu Halim.


"Iya,Bu.Terimakasih atas tawaranya.Semoga kita selalu bisa bersilaturahim."sahut Zahira.


"Oh iya kelihatannya kami harus pulang ini,harus memasak.Sekali lagi trimakasih loh Mas,Dika."ucap Bu Rt.


"Iya,sama-sama.Lain waktu bisa main Bu,Pintu rumah kami selalu terbuka untuk kalian."ucap Andika dan diangguki Khalista,Zahira dan Bima.


"Waalaikumsalam."sahut mereka bersamaan.Khalista melangkah meninggalkan tempat,sedangkan Bima dan Zahira memandang kearah Andika.


"Tuh kak,Khalista ngambek.Kakak sih kegenitan."ucap Zahira.Andika hanya mengernyitkan dahi,dia pikir khalista pulang duluan karna baby Bara rewel.


Tanpa menjawab sepatah kata Andika berlari membaya belanjaanya menyusul Khalista yang melangkah kedapur.


"Sayang!"sapa Andika,sambil merangkul pundak Khalista yang meneguk air mineral.Khalista melirik beberapa belanjaan dimeja dan meletakkan kembali botol air di lemari es.


"Kamu marah?"tanya Andika sambil memandang kearah istrinya yang manyun,Andika mengusap bibir khalista dengan jari jempolnya.


"Minta dibikin bengkak apa ya?Kenapa manyun terus?"ucap Andika,sontak membuat khalista tersenyum dan mendorong pelan Andika.Andika tertawa dan berdiri didepan Khalista.

__ADS_1


"Apaan sih!"sanggah Khalista.


"Lhah ini manyun aja,padahal aku berusaha untuk menuruti keinginanmu.Katamu mau lele,segera dimasak gih."ucap Andika.Khalista melirik lagi belanjaan Andika.


"Iya juga sih,tadi aku kepengen makan lele,tapi ini udah enggak.Lagian kamu juga sih,udah tau aku g suka lele.Ngapain juga sih dibeliin."ucap Khalista.


Andika mengernyitkan dahinya,kenapa manusia didepannya ini merepotkan sekali beberapa hari ini.Kamaren minta kelapa muda cuma buat pajangan saja dan akhirnya di makan Zahira.Padahal nyari kelapa sampek muter-muter g ketemu.Kemaren juga,lihat suaminya makan tempe goreng dilarang.Padahal tempe goreng makanan kesukaan Andika.Andika mengusap wajahnya kasar.


"Sayang,kenapa sih dari kemaren kamu itu menyebalkan sekali.Cobalah menghargai jeri payahku,ini juga sayangkan kalo g dimasak.Mubadzir lo..."ucap Andika.Khalista yang mencuci piring meletakan piringnya dan menatap kearah Andika.


"Kenapa peritungan sekali sih sama aku,kalo sama ibu komplek aja dibeliin.lagian kemaren nggak aku buang,aku kasih Zahira,mana ada mubadzir coba.Lagian lele itu juga bisa di taruh lemari es.Kenapa ribet sekali sih.!"protes Khalista.


"Bukan gitu maksud aku,dari kemaren-kemarin kamu selalu begitu.Kalo g dimakan atau g dimasak kan kita g perlu susah payah,"ucap Andika.


"Ohhh,jadi kamu g mau susah payah menuruti aku?lagian aku juga nggak tiap hari juga lo mintanya,Mas."ucap Khalista dongkol kemudian pergi meninggalkan Andika.Andika mengusap kasar wajahnya.


"Astaga,kenapa dia jadi pemarah seperti itu???Susah sekali menjelaskan padanya."gumam Andika kemudian mengikuti Khalista lagi.


"Sayang,tunggu aku."panggil Andika sambil mengikuti langkah Khalista yang sedang marah itu.


"Apa?Pergi sana,aku g mau lihat mukamu itu.Dari pagi bikin kesel aja,sana g usah ikutin aku."ucap Khalista kemudian menutup pintu kamar.Andika seketika berhenti didepan Kamar dan meraih hendel pintu,namun sayang pintu kamar terkunci.


"Sayang,buka dong."ucap Andika.


"Ogahh...aku g mau lihat wajahmu.Sana pergi..!"sahut Khalista.Andika prustasi,mengusap wajahnya kasar dan melangkah pergi.


"Tuhan,kenapa makhluk wanita itu susah sekali di mengerti."keluh Andika.

__ADS_1


😅😅😅😅🙄


__ADS_2