
"Sayang....!
Suara itu terdengar nyaring ditelinga Zahira.Suara itu milik seseorang yang menyebalkan, yang tadinya mengikutinya dan menghilang entah kemana.
Semua orang menoleh ke sumber suara.Bima laki-laki dengan ketampanan nyaris sempurna itu berjalan mendekati Zahira,menarik pinggang Zahira dan mengecup singkat kening istrinya.Seakan tak memperdulikan keberadaan beberapa orang disekitarnya.
Aksa yang sebelumnya tidak pernah bertemu dengan Bima hanya memandang dengan iri kemesraan yang ditunjukkan Bima di depannya.Aksa sedikit terkejut,mungkin tidak mengenal tapi beberapa kali mendengar namanya. Sedangkan Zahira menahan malu atas perlakuan suami menyebalkan nya.Mama Aksa sedikit terkejut memandang pemandangan itu.
"Maaf tante. Ini Mas Bima suami saya."ucap Zahira, Sambil tersenyum,senyum itu tampak begitu dipaksakan.sungguh hatinya tidak enak kepada keluarga Aksa.
Mendengar Zahira memperkenalkan dirinya sebagai suami, menjadikan Bima mendapat poin plus.Bima tampak tersenyum menang sambil melirik Aksa yang jelas begitu kecewa. Aksa kembali ke posisi semula, menjauh dari Zahira dan duduk di samping mamanya.
"Mari,silahkan duduk.Nak Bima! Kau begitu tampan. Wajar saja Zahira terpesona dengan ketampanan mu, Nak!"
Mama Aksa mempersilahkan, menyambut kedatangan Bima dengan ramah meskipun entah apa yang dirasakan dalam hatinya. Zahira hanya tersenyum, sambil melirik wajah datar Bima.
"Bima." Ujarnya sambil mengulurkan tangannya.
"Aksa."Jawab Aksa.
Zahira baru saja akan mendaratkan pantatnya di kursi yang tadinya ditarikan oleh Aksa. Namun,dengan gerakan singkatnya Bima menarikkan kursi lain dan mempersilahkan istrinya untuk duduk. Lagi-lagi sifat posesif Bima membuatnya tidak enak kepada keluarga yang mengundangnya.
"Silahkan duduk Tuan putri." Bima sedikit membungkuk mempersilahkan duduk istrinya.Hati Zahira benar-benar dibuat dongkol oleh kelakuan Bima yang tak tau malu itu. Zahira segera duduk,Bima juga duduk di samping Zahira.
" Sudah berapa lama kalian menikah? Tante fikir Zahira belum menikah, mengingat 3 minggu sendirian di apartemen. "
ucap mama Aksa penuh dengan penekanan. seakan memojokkan Bima. nada halusya tampak seperti sindiran keras.Namun terdengar ramah bagi yang tidak baper oleh ucapan itu.
"Itu karna... "
Ucap Zahira dan Bima bersamaan. Zahira dan Bima saling memandang. Bima mendapati wajah jengkel istrinya, tetapi itu membuatnya bahagia.
"Kaliann kompak sekali."
Celetuk Aksa. Bima menoleh kearah Aksa yang menampakkan muka ramah nya, muka yang tampak tenang meskipun emosi menguasai fikiran nya.
__ADS_1
"Iya,kami memang kompak.Sebagai suami yang baik,aku hanya mencoba memberikan ruang gerak yang luas untuk istriku.Mengingat usia kehamilan yang begitu muda, aku tidak sanggup jika melihat nya tertekan, maka dari itu aku membiarkan nya berlibur sendiri. Iya kan, Sayang."
Bima menekan kata sayang sehingga membuat Zahira tersenyum jengkel. Aksa, dan juga mamanya mengangguk kan kepala nya. mungkin mereka sangat terkejut mendengar berita kehamilan Zahira, karna mereka belum mengetahui sebelumnya.
"Zahira hamil? " Tanya Anna, kakak Aksa.
"Iya, Istriku hamil, 2 bulan.. jadi wajar saja jika ibu hamil mempunyai emosi yang berubah-ubah.Kadang kala marah tidak jelas,kadang tersenyum sendiri , kadang ingin jauh dariku,Kadang merindukan ku.Tapi walaupun jauh aku yakin Istriku selalu menjaga dirinya menjaga hatinya untuk suami tampannya."
Ucap Bima panjang lebar. perkataan yang terasa panas ditelinga Zahira itu membuat Zahira tersedak udara. Mama Aksa, Aksa, dan kakaknya yang tadinya memandang kearah Bima, mengalihkan pandangan mereka kearah Zahira.
"Sayang, kamu tidak papa? "Tanya Bima sambil mengusap pelan Punggung Zahira.
" Ira.. Kamu tidak papa? "Aksa juga mengucapkan hal yang sama bersamaan dengan Bima.
Zahira memandang Bima di sampingnya, kemudian memandang Aksa didepannya. Zahira tersenyum kaku.
" Maaf menjadikan kalian khawatir,Aku tidak apa-apa..!" jawab Zahira. Tak lama dari itu beberapa pelayanan menghidangkan makanan yang sangat menggiurkan, mereka mulai mengambil makanan,Zahira melirik kearah Bima.
"Kamu mau yang mana mas?Aku akan mengambil untukmu. "
Bima hanya diam menundukkan kepalanya,Zahira menyadari perubahan Wajah Bima, dia meletakan piring,kemudian mengusap pundak suaminya.Mengkhawatirkan keadaan Bima yang tampak pucat.
"Mas, kamu baik-baik saja? "
Lagi-lagi dia harus merasa malu karna perbuatan nya didepan Keluarga Aksa.tapi kekhawatiran kepada Bima jauh lebih besar, dia membuang urat malunya entah kemana.
"Sayang, aku tidak bisa makan dengan kalian.maaf aku harus pergi,dari pada mengganggu acara makan malam kalian. "ucap Bima.
Bima menoleh kearah Keluarga Aksa yang menikmati makanan nya, dan terhenti karna memperhatikan Bima.
" Maafkan Aku Nyonya, Nona, dan Tuan Aksa. Aku harus pergi. "
Bima membungkukkan badannya, kemudian melenggang pergi. Bima merasakan mual yang begitu hebat menatap makanan yang terhidang diatas meja, mau tidak mau dia harus meninggalkan meja dan mengurungkan aksinya untuk mengerjai Aksa.
Zahira memandang kearah punggung suaminya yang menghilang dibalik pintu.Ia begitu Kawatir sehingga memutuskan untuk undur diri dari makan malam itu, kemudian mencari keberadaan Bima.
__ADS_1
Mama Aksa memandang putra bungsunya, Wanita paruh baya yang menutup tubuhnya dengan gamis panjang itu menghampiri putranya dan tersenyum.
"Aksa, apa kau sudah mengetahui sebelumnya jika Zahira bersuami? " tanya mamanya. Aksa mengangguk pelan.
"Maafkan Mama yang berfikir terlalu jauh untuk hubunganmu dan Zahira. Mama fikir Zahira masih sendiri seperti dulu, sehingga mama mengadakan makan malam ini untuk melamarnya menjadi istrimu. "ucap mamanya, Aksa tampak terkejut.
"Bukankah Aksa sudah mengatakan waktu itu, jika Zahira hanya berlibur sejenak, karna Andika mempercayakan nya padaku? Aku fikir waktu itu Zahira bermasalah dengan suaminya.hingga aku mempunyai kesempatan untuk mengisi hidupnya. ternyata Aku salah Ma, Mereka tampak bahagia."
Aksa begitu kecewa, perasaan yang sejak dulu dia simpan, harus pupus sampai disini.
"Lupakan Zahira Aksa, Zahira bukan Jodohmu.Mereka sudah bahagia, Mama yakin suatu saat nanti kau akan menemukan orang yang akan menjadi ibu dari anak-anak mu.Orang yang sama baiknya dengan Zahira, sopan,pandai menjaga dirinya untuk suaminya."
Mamanya mengusap pelan pundak Putranya.Aksa tersenyum.dan memandang mamanya.
"Do'akan Aksa,Ma,"
"Doa Mama menyertai mu, Nak!
Mamanya mencium kening putranya.
😂😂😂😂😂😂😂😂
Bima Berdiri di taman yang tak jauh dari Apartemen Zahira, Taman pertama kalinya melihat Zahira,saat sampai di negara X.Bima merutuki dirinya sendiri mengapa rasa mual menghampiri nya. Dia membayangkan betapa lahab, Zahira makan ditemani oleh Aksa. sudut bibirnya terangkat, senyum kecewa tampak dari Wajahnya.
"Mas, Kamu disini? "
Suara itu membuatnya menoleh, Zahira berjalan berdiri tepat didepan Bima mendongak menatap Bima.Hembusan angin membawa gamis Zahira melekat ditubuh indahnya.Bima membalas tatalan istrinya. Mereka Saling menatap. Mata mereka tak bisa membohongi betapa mereka saling mencintai.
"Apa kamu sakit? "
Pertanyaan itu membuatnya terbang,Bima tersenyum, menyentuh wajah Zahira dan mengusap lembut pipinya.Bima menarik lagi kata-katanya. jika tadi dia merutuki dirinya karna mual, Saat ini tampak bersyukur karna mual itu membuatnya bisa berdua dengan Zahira.Dia juga bangga, Istrinya lebih memilih untuk mengikutinya,ketimbang makan bersama Aksa.Bima memandang wajah cantik yang menarik perhatiannya sejak pertemuan pertamanya. jika Saat itu Bima dengan angkuh nya akan membuatnya jatuh cinta dan akan menyakitinya, saat ini dia bertekat membuatnya jatuh cinta kembali dan memilikinya seumur hidupnya.
"Apa kamu mengkhawatirkan ku?"tanya Bima. membuat Pipi Zahira merah merona.
😍😍😍😍😍
__ADS_1
aku up lebih cepat lo kaka.... jangan lupa dukungan nya ya, dengan like comen. biar aku bahagia... salam kenal ya kakak...terimakasih mau baca karya aku yang amburadul dan belepotan ini. kadang kala yang mengiang difikiran tak bisa tertuang sempurna di tulisan. 😂😂😆😆❤❤💕🙏