Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
episode 98


__ADS_3

"Bi, begitulah sifat Andika. Kau harus sabar menghadapinya,ibu yakin kamu bisa merebut hatinya.sebaiknya kamu segera menyusul,."ucap ibunya. Bianca mengangguk pelan kemudian menuju kearah mobil Andika menunggunya.


Bianca segera naik.mobil melaju dengan santai membelah jalanan yang begitu padat. keduanya terdiam dengan pemikiran masing-masing. bahkan Bianca sungkan untuk sekedar bertanya apapun kepada Andika.


"Maaf Andika aku jadi merepotkanmu."ucap Bianca Akhirnya.Andika menoleh. Andika bukan orang yang mudah percaya dengan ucapan orang.dengan hanya memperhatikan saja Andika tau ada sesuatu yang disembunyikan oleh orang di sampingnya.


"Apa yang membuatmu ingin bekerja dengan ku? Apa kau menyetujui perjodohan yang ibu rencanakan?" Tanya Andika. Bianca tersenyum.


"Jangan salah, aku hanya tidak enak membuat ibumu kecewa.Beliau bilang sebagai rasa trimakasih karna aku menolongnya waktu itu." ucap Bianca.


"Jangan kau fikir aku semurah itu Andika, aku tidak mengharap lebih. aku hanya menghormati ibumu."ucap Bianca lagi.


"Kau yakin? "tanya Andika. Tatapannya tajam seolah mengintimidasi Bianca. Namun Bianca tampak santai.


"Kau mencurigai ku? atas dasar apa kau mencurigai ku?kau tenang saja, Slow... aku kawatir kau akan jadi penyakitan kalau fikiranmu terlalu tegang. "Celetuk Bianca. Andika sedikit tersentak dengan ucapan Bianca. Andika segera menguasai dirinya.


"Aku rasa dia tidak bisa disepelekan, sebaiknya aku tetap berhati-hati. entah kenapa aku mempunyai insting yang tidak enak pada wanita ini. semoga saja tidak akan terjadi sesuatu. "batin Andika.


"Aku bukan orang yang mudah percaya pada seseorang seperti ibuku, aku berharap kau tidak meracuni fikirannya."ucap Andika tegas.


"Andika,ayolah jangan kaku seperti itu. Anggap aku temanmu. aku hanya menghormati ibumu. Kau bisa berhenti sekarang dan menurunkan aku disini jika kau masih saja mencurigai ku."ucap Bianca. Andika sedikit tidak enak.


"Maaf, jika aku terlalu mencurigai. lupakan saja, aku harap kau tidak tersinggung. "ucap Andika. Bianca tersenyum tipis. kemudian keduanya menatap depan tanpa berkata-kata.


Beberapa menit kemudian sampailah mereka di Kantor Alexander group.Andika mendapati Bima dan Zahira berjalan di lobby dan menghilang dari pandangannya.


"Mari masuk Bi.Kau persiapkan saja semua perlengkapan. kau bisa datang di bagian personalia. aku akan menghubungi mereka."


"Okey, terimakasih Andika. "


Andika keluar dari Mobil, diikuti oleh Bianca. Andika melanjutkan langkah menuju kearah lift setelah mengantarkan Bianca di ruangan HRD.


"Selamat pagi Bos.."Andika mengetuk pintu ruangan Bima.


"Masuk. "ucap Bima. Andika melenggang kearah kursi di depan Bima dan memberikan berkas lamaran pekerjaan kepada Bima.


"Apa ini? Tanya Bima. Zahira yang mengetahui interaksi keduanya hanya diam sambil membaca buku.


"Itu adalah berkas lamaran kerja dari Ibu,ibu merekomendasi kan dia untuk bekerja disini,Ibu Bilang dia pernah menjadi sekertaris di negara X. Namanya Bianca." Ucap Andika.


Zahira segera menutup Bukunya.sedangkan Bima menoleh kearah Zahira.

__ADS_1


"Bianca?Tanya Bima dan Zahira Antusias. Andika Menatap pasangan suami istri itu bergantian.


Bima mengambil berkas yang di serahkan oleh Andika, kemudian membuka berkas tersebut yang bertuliskan Zazkia Bianca. Bima juga meneliti foto Bianca disana.Bima tersenyum, kemudian memandang kearah istrinya.


"Sayang... mempunyai Asisten jenius seperti kakak ipar benar-benar memudahkan ku, aku saja belum memberikan informasi tentang Bianca padanya dia sudah membawa orangnya kesini."ucap Bima. Sambil berjalan menuju kearah Zahira, menunjukkan berkas dan foto Bianca. Zahira hanya tersenyum tipis.


" Sekarang dimana Bianca kak? "tanya Zahira.


" Di bawah. "


"Sebaiknya kau menghubungi bagian personalia dan menyuruh Bianca kesini. " ucap Bima. Andika meraih gagang telepon dan menghubungi bagian personalia,seperti apa yang Bima mau.


"Darimana bude marni mengenalnya kak? Kenapa kebetulan sekali.? " Zahira berucap.


"Mereka bertemu Di Mol."


"Mol?


"beberapa minggu yang lalu,Aku membawa ibu ke mol berbelanja.Khalista menabrak ibu, dan pergi begitu saja karna terburu-buru. Dan Bianca yang menolong ibu membereskan belanjaanya.dari situlah kedekatan mereka. " Ucap Andika.


"Khalista menabrak bude Marni? " Tanya Zahira. Andika mengangguk.


"Dasar ceroboh, pantas saja aku melihat ada yang tidak beres dengan keduanya saat penyambutan pulangku. " ucap Zahira.


Andika mengangkat sedikit pundaknya.


"Kak, Kau harus menjelaskan pada bude kalau khalista tidak seperti yang ada difikirannya. Aku sudah lama mengenalnya.Khalista gadis yang baik."ucap Zahira, Andika tersenyum.


"Apa yang kau maksud teman Zahira dikota X adalah Bianca? " tanya Andika pada Bima yang masih mengamati berkas milik Bianca.


"Kau betul sekali Tuan Andika."ucap Bima.


"Ini benar-benar kebetulan, atau kebetulan yang disengaja? "Celetuk Andika. Bima dan Zahira saling berpandangan. Zahira menoleh kearah kakaknya.


"Kau sependapat denganku kak."Lanjut Zahira.Bima menatap keduanya.


"Jadi bagaimana? Aku tidak sepenuhnya percaya dengan pemikiran kalian,Semua data yang aku baca tidak ada yang meragukan.tetapi sebaiknya ada baiknya aku juga berhati-hati."


ucap Bima.Zahira menghela nafas panjang.


"Begini saja, kita tetap memperkerjakan dia. semata-mata karna ibu dan kau Bima.Kau boleh mengawasi pergerakannya sendiri untuk memastikan, disisi lain aku juga tidak mengecewakan ibu.Lagi pula aku belum juga tau motif yang sesungguhnya,apa itu hanya perasaanku saja. " ucap Andika.

__ADS_1


"Aku ikut saja denganmu, semoga saja Bianca tidak seperti yang kalian kira.Jika Nantinya dugaan kalian benar. maka saat itu juga aku akan menghancurkannya."ucap Bima. Zahira melirik kearah Bima.


"Apa karna Bianca Cantik, lalu kamu mempercayai dia,Mas? "Zahira memanyunkan bibirnya. membuat Bima tersentak.


"Sayang,, kenapa kamu berfikir seperti itu?"ucap Bima.


"Aku hanya bertanya,apa kamu keberatan?"


"Sayang.. aku tidak berfikir seperti itu.aku mencintaimu. aku membutuhkan orang diperusahaan.sampai saat ini aku belom bisa percaya pada siapapun. aku hanya berharap Bianca orang yang baik begitu saja. lagi pula kamu sudah mengenalnya.Kamu masih meragukanku?"


Ditengah perdebatan mereka suara ketokan pintu terdengar.


"Masuk." Suara Bima mempersilahkan tamu itu. Pintu terbuka. menampilkan seorang wanita cantik yang berdiri disana. wanita itu memandang satu persatu wajah didepannya.wanita itu tampak terkejut memandang Zahira,Bima, dan Andika.


Zahira berdiri kemudian mendekati Bianca.


"Bianca.Bagaimana kabarmu? " tanya Zahira sambil memeluknya.


"Aku baik, bagaimana bisa kamu disini? " tanyanya tampak kebingungan.


Zahira melepas pelukannya menggandeng tangan Bianca dan mengajaknya duduk di sofa.


"Duduk lah. "ucap Zahira.Bianca duduk dan memandang 3 orang bergantian.


"Apa yang sebenarnya terjadi?Zahira,apa disini perusahaan kalian?"tanya Bianca. Bima mengangguk pelan. kemudian menatap Bianca dengan tajam.


"Kau diterima disini,Nona Bianca.kau mempunyai kriteria yang kami butuhkan.Aku harap kau bisa bekerja sebaik mungkin."ucap Bima, Bianca tersenyum kearah Zahira yang juga tersenyum kearahnya.


"Terimakasih Tuan. Saya senang bisa bekerjasama dengan perusahaan ini.saya akan bekerja keras tuan."ucap Bianca.


"Bagus.sekarang kau bisa ikut dengan Andika. Andika yang akan mengantarmu menuju ruanganmu. " ucap Bima lagi. Andika berdiri.


"Terimakasih Tuan Bima,"ucapnya.


Bima mengangguk.Bianca mengikuti Andika dan meninggalkan ruangan Bima.


Zahira kembali dengan wajah masamnya. memandang kearah Bima.


" Aku pulang sekarang. "ucap Zahira sambil meraih tasnya.


"Sayang, kamu masih marah?"tanya Bima. Zahira menggeleng pelan.Bima mengecup pelan puncak kepala istrinya dan mengusap perut buncit Zahira.

__ADS_1


"Okey, aku akan menghubungi sopir, kita turun sekarang. "ucap Bima. Zahira mengangguk pelan. keduanya berjalan menuju lift dan turun ke lantai 1.


😊😊😊😊😊😊


__ADS_2