Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
Ep 7. End...


__ADS_3

"Hei, terimakasih ya. Kami terima, hadiah ini. Tapi, bawa saja lagi Mama sudah banyak hadiah dari Papa," ucap Bara sambil meletakkan kotak itu di tangan gadis kecil.


Gadis kecil itu menundukan kepalanya dan menatap kotak hadiah ditangannya. Air matanya mengalir, Khalista memandang 3 bocah kecil itu bergantian.


"Sebaiknya kita pulang, Sayang. Saya ucapkan banyak terimakasih, Nyonya. Sampai bertemu lagi lain waktu." ucap Zen kemudian Menggendong Zea yang menangis. Khalista memandang kearah 2 putranya dan mengusap puncak kepala keduanya.


"Sebaiknya kita pulang, papa pasti menanti kita." ucap Khalista sambil tersenyum kearah 2 putranya.


Bara Dan Ran mengangguk pelan, mereka bertiga berjalan kearah mobil.. disebrang sana mata tajam seorang Zen menatap kepergian 2 pangeran dan satu ibu yang begitu mempesona.


"Zea, hapus air matamu. Kau lihat, mama cantik itu mempunyai 2 putra yang begitu menyayanginya. Papa tidak mau melihatmu menangis dan terluka." ucap Zen kemudian menghapus air mata Zea. Gadis cantik itu mengangguk pelan dan tersenyum memandang kearah papanya.


😍😍😍😍😍


Bara dan Ran yang baru saja turun dari mobil segera berlari kearah gedung yang menjulang tinggi. Mereka pergi ke kantor dan Menghampiri ruangan yang indah dan megah.


"Papa," Keduanya berlari ke arah Andika yang merentangkan ke dua tangannya. 2 pangeran tampan itu memeluk erat papanya dengan cinta.


"Apa yang membuat kalian bahagia? " tanya Andika yang tersenyum kepada 2 putranya.


"Bahagia karna kami berhasil membawa mama pergi dari gadis cengeng," ucap Bara dan Ran. Andika menatap Bara dengan tenang kemudian menatap Ran dengan senyum.


"Kalian bertemu?" tanya Andika. Bara mengangguk.


"Bara benci, jika mama dekat-dekat dengannya. Mama hanya milik Bara dan Ran." ucap Bara, membuat Andika terkekeh dan berdiri mendekati Khalista. Andika merangkul pundak Khalista dan tersenyum kearah 2 pangeran posesifnya.


"Mama hanya milik kita bertiga, tidak boleh ada yang mencuri perhatinya." Andika mengecup pelan puncak kepala istrinya. Bara dan Ran berlari kearah kedua orang tuanya berada.


Andika dan Khalista merentangkan tangan sambil berjongkok menunggu kedatangan Ran dan Bara.


"Kami sayang kalian," ucap mereka bersamaan. Andika dan Khalista tersenyum dan merasa sangat bahagia.


"Sekarang kalian bermain, papa membelikan mainan baru untuk kalian." ucap Andika sambil menunjuk paper bag di atas sofa. Keduanya berlari, tapi Bara menghentikan langkahnya dan menatap kearah Khalista.

__ADS_1


"Sayang, ada apa?" tanya Khalista sambil menggendong Bara.


"Ma, mana rubik kesayangan Bara dan Ran dari Aunty Aqila?" tanyanya pada khalista. Khalista menghela napas panjang. Rubik? bukankah benda itu sudah tidak ada padanya, dia memberikannya pada Zea tadi. Khalista menatap Bara dan tersenyum.


"Lain waktu minta lagi pada aunty, okey. Maafkan mama, mama tadi memberikannya pada... "


"Pada gadis cengeng itu? " sahut Bara. Khalista tersenyum dan mengusap wajah Bara.


"Namanya Zea, Sayang." ucap Khalista.


"Tetap saja dia gadis cengeng, mama terlalu baik sehingga mama lupa kalo itu mainan kesayangan kami." ucap Ran yang tiba-tiba datang. Andika menggendong Ran dan mendekat kearah Khalista.


"Maafkan mama, mama memang baik. Karna kebaikan pasti akan berbuah manis," ucap Andika sambil memandang kearah 2 putranya bergantian.


"Lagipula Papa sudah membelikan kalian mainan baru, jadi maafkan mama. Kalian setuju?" tanya Andika. 2 makhluk tampan itu tampak mengerti dan mengangguk pelan. Khalista menghela napas lega.


"Kalau begitu kalian bermain, Papa dan mama akan mengawasi kalian dari sini." ucap Andika sambil menurunkan Ran. Khalista juga menurunkan Bara, mereka berlari kearah sofa dan membuka mainan baru.


Andika merangkul khalista, keduanya menatap kearah 2 pangeran tampan yang sangat posesif itu.


"Hemm, mereka harta yang paling berharga." sahut Khalista. Andika mengusap puncak kepala Khalista dan memberikan beberapa documentary kepada Khalista.


"Apa ini? " tanya Khalista. Andika menghela napas panjang dan Menepuk pundak Khalista.


"Itu adalah informasi tentang kecelakaan 5 tahun lalu," ucap Andika. Khalista membuka Berkas itu perlahan, air matanya mengalir deras. Berkas itu memberikan informasi bahwa kecelakaan yang terjadi murni kecelakaan dan korban yang ada disana adalah benar-benar Bima dan Zahira.


Khalista merasakan lemas disekujur tubuhnya, Zahira sahabat yang selalu memberikan suport padanya benar-benar telah tiada. Zahira dan Bima orang tua kandung dari Akbar Alfarizki benar-benar telah menghadap sang maha kuasa. Andika mendekap hangat tubuhnya Khalista. Khalista yang merasa syok hanya mampu menangis pilu, insting yang selama ini ada dibenaknya hanya angan kosong yang tak terduga.


"Jangan bersedih, doakan mereka. Kita jaga Bara bersama. Bima dan Zahira, nama mereka bersatu menjadi Bara. Kita jaga Bara dan Ran bersama. kita juga harus bukti kan pada Bima dan Zahira bahwa kita mampu menjaga mereka Sampai Akhir Nanti seperti kisah cinta mereka." ucap Andika. Khalista mengangguk pelan, netranya memandang 2 pangeran tampan yang tak terbedakan.


"Mama sayang kalian," lirih Khalista. Andika mengecup pelan puncak kepala Khalista.


"Kita besarkan bersama, 2 pangeran mu yang posesif itu." ucap Andika. Khalista mengusap air matanya dan tersenyum.

__ADS_1


"Hem, kita harus membesarkan mereka bersama. Akbar Alfarizki dan Abraham pranatama. 2 pewaris Alexander group." ucap Khalista dengan tenang dan diangguki oleh Andika.


"Kau tau, hidupmu akan sangat dijaga oleh 3 pangeran tampan. Jangan macam-macam Nyonya Khalista."


Khalista mendorong pundak Andika dan tersenyum kemudian meninggalkan Andika menuju kearah pangeran mereka. Andika mengikuti khalista, keduanya berjongkok didepan Ran dan Bara.


" Mama, Papa." ucap 2 pangeran itu.


"Kami sayang kalian," ucap Andika dan Khalista bersama. Ran dan Bara menghentikan permainannya dan memeluk kedua orang tuanya.


Bahagia, bahagia sekali rasanya. Meskipun, air mata khalista menetes karna mengingat 2 orang yang paling di sayang. Tapi doa terbaik tercurah untuk mereka.


*Jangan Mengkhawatirkan apapun, Bima dan Zahira. Kami menyayangi Bara seperti menyayangi Ran. Bara sudah ku anggap seperti putraku sendiri.


Berbahagialah kalian disana, di dalam pelukan sang maha kuasa. Kalian sahabat terbaik saudara tercinta dan sangat berharga. Kami ikhlas atas kepergian kalian. Berbahagialah tanpa beban...


Allah SWT lebih sayang kalian, doa kami selalu untuk kalian dan doakan kami juga untuk selalu bahagia...


Sayang kalian Bima dan Zahira.. Alfathikah*...


😍😍😍😍😍😍😍😍


Akhirnya end juga πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜‚πŸ˜­


Terimakasih author ucapkan pada kalian yang selalu mendukung..... aku bahagia akhirnya bisa end...


Tanpa kalian apalah aku....mampir juga di cerita yang up ya. Aku bukan musuhmu



. tak kalah seru penuh misteriπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


... Bara dan Ran akan Menyusul insyaallah ditunggu saja tanggal mainnya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1



__ADS_2