
3 wanita alexander sedang berkumpul,mama Tania tampak berfikir keras untuk mendapatkan sebuah kesepakatan.Zahira dan Khalista menunggu keputusan yang harus mereka lakukan.Hingga pada akhirnya mama Tania berdehem dan mengalihkan pandangan matanya kearah 2 menantu tercintanya.
"Kita lanjutkan misi kita, biarkan mereka juga menjalankan misi sesuai rencananya. lebih cepat lebih baik kita mendapatkan perusahaan kembali."ucap Mama Tania.khalista dan Zahira mengangguk pelan.
"Jadi sekarang aku bisa membalas email dari mereka,Ma?"tanya Zahira.
"Ya.. lakukan,kita harus tau apa mau mereka dan kita bisa bergerak lebih hati-hati."ucap Mama Tania.
Zahira mengangguk,kemudian membalas pesan yang dikirimkan Oleh seorang dengan akun @mico tersebut.
"Bagaimana,Za?tanya Khalista. Zahira menggeleng pelan.Belum Ada jawaban dari akun tersebut.
Mico yang masih emosi karna kelakuan badut satu itu masih saja menggerutu,mengusir Amara yang dari tadi bergelayut manja Di lengannya.Hingga pada saatnya wanita itu pergi dari ruangan mico.
Mico mulai menatap layar monitornya.Wajah yang semula lusuh kini kian menjadi cerah.Balasan email dari Zata Star membuatnya bahagia.Tangannya menari di atas keyboard membalas pesan yang dia terima.
Zahira membaca balasan pesan yang dikirim oleh akun @mico yang meminta pertemuan untuk membicarakan bentuk kerjasama yang dilakukan.
Zahira membaca pesan itu, Mama Tania dan khalista saling berpandangan.
"Meminta pertemuan? "tanya Mama Tania.
Khalista dan Zahira tampak diam.Sekarang ini sampai 2 minggu kedepan Asisten mama Tania pergi keluar negri mengurus beberapa proyek.Lalu siapa yang harus menemuinya?bukankah jika Salah satu dari mereka yang menemui sama saja dengan memperkenalkan diri?Lagi-lagi mereka harus berfikir keras.
"Aku saja yang menemui mereka."ucap khalista.Zahira dan mama Tania menoleh bersamaan.
__ADS_1
"Apa yang ada difikiranmu,menampakkan dirimu bukankah Sama saja dengan bunuh diri. Mereka akan tau tentang misi kita Khalista."ucap Zahira.
"Aku akan sedikit merubah penampilanku.Kalian jangan mengkhawatirkan aku.Kita harus bermain cantik"ucap Khalista.
Mama Tania sedikit berfikir. mungkin benar apa Kata Khalista untuk mendapatkan kembali perusahahaan harus dengan bermain cantik.
Khalista adalah istri dari Andika Alexander,pernikahan yang sangat sederhana tanpa pesta meriah membuat orang tak banyak yang tau atau mangenal menantu kedua tersebut.Tania menghela Nafas panjang,iapun mengangguk dan menyetujui peemintaan Khalista.
"Okey, beritau mereka besok kita akan bertemu.hari ini kita menyiapkan beberapa berkas.Dan Kamu khalista,persiapkan dirimu.Jangan sampai mereka tau kamu adalah istri dari Andika."ucap Mama Tania. Khalista mengangguk pelan.
Zahira membalas pesan dan memberi tahukan bersedia bertemu Besok.Mereka mengakhiri pertemuan hari ini. hari yang sudah sore membuat Khalista dan Zahira segera pamit untuk pulang ke apartemen.
😁😁😁😁
Mico tersenyum tipis.Setidaknya dia sudah mendapatkan kepastian jika mereka sanggup untuk memberikan suntikan dana dalam perusahaan.Walaupun masih besok mereka bertemu.
"Besok adalah tahun ke 4 kita berpisah.Tahun ke 4 juga aku membuat pesta kecil untukmu tanpa kehadiranmu.Aku seperti orang gila yang masih saja menginginkan kamu kembali,padahal aku tidak pernah memperjuangkanmu untuk kembali. bahkan aku hanya diam menuruti semua keinginan Papa untuk meninggalkanmu."ucapnya lirih.
Mico meraih ponselnya,lagi lagi melihat wajah imut sang mantan kekasih. wajah cantik gadis 18 tahun yang memikat hatinya sejak pertama Bertemu. wajah cantik tanpa polesan make up.
"Aku berharap kita bertemu,aku akan menjelaskan semuanya."ucapnya sambil mengusap pelan layar ponselnya. Mico menghela nafas panjang.Netranya melirik Jam tangan yang melingkar ditangannya kemudian
melangkah pergi.
🤗🤗🤗🤗🤗
__ADS_1
Khalista meletakan ponselnya di meja rias,netranya melirik kearah foto pernikahan yang terpampang disana.Mengusap pelan foto yang menampakan wajah tampan suaminya.Suami yang selalu membuatnya berdebar saat didekatnya. Membuatnya tertawa bahagia saat menggodanya Dan membuat sebal saat menjahilinya.
Khalista mengedarkan pandangannya merasa sepi tanpa Andika.Hatinya berdesir ngilu.Sesak tiba-tiba.Khalista memejamkan matanya.
"Aku Mencintaimu,Andika."ucapnya pelan,mencoba mengeluarkan unek-unek yang menyesakkan dadanya.Menghela Nafas kemudian mengeluarkan pelan. Khalista mengambil ponselnya mencoba membuat panggilan pada Andika yang ternyata tidak bordering. Lagi -lagi Khalista harus kecewa.
"Kenapa baru Sekarang aku menyadari jika aku sepi tanpamu.kenapa aku baru menyadari jika aku membutuhkanmu.Apa ini yang kamu rasakan setiap harinya ketika kamu harus menungguku?rasanya sesak seperti ini ketika kamu menahan gejolak rindu.Apa sepeeti ini yang kamu rasakan. Kenapa kamu tidak pernah mengeluh sedikitpun?"ucapnya lirih.
Air Mata khalista mengalir deras. Menyadari perasaanya ketika berjauhan membuat hatinya seakan perih teriris.Melirik ponsel yang menunjukan pukul 23.30.Setengah jam lagi adalah waktu ulang tahunnya Dan sekarang bahkan Ponsel Andika tak aktif,membuat dirinya seakan sesak.
"Apa kamu lupa akan mendengar ungkapan cinta dari ku? "tanya Khalista pada foto yang terletak di meja. Khalista meletakaan kepalanya Di Meja,matanya yang memang mengantuk terpejam dan terbang kealam mimpi.
😁😁😁
Andika dan Bima telah berada disebuah penginapan di pulau S,mengurus segala sesuatu disana sejak tiba Susana dan baru selasai sekarang.
Andika Dan Bima saling memandang.Wajah lelah tampak dari keduanya.
"Sebaiknya kau istriahat dulu.Besok Kita menemui Bianca."ucap Bima. Andika mengangguk,kemudian menuju ke kamarnya.
Andika menghela nafas panjang. kemudian mengambil ponselnya yang tadinya lowbet.Andika menyalakan ponselnya dan mengamati panggilan dari khalista.Andika tersenyum.
"Apa merindukanku,Nyamuk?"ucapnya sambil mengusap pelan ponsel yang menampakkan wajah cantik istrinya.
Andika membuat panggilan untuk istrinya panggilan vidio yang nantinya dia juga Bisa melihat wajah cantik yang selalu terngiang diotaknya.
__ADS_1
😀😀😀
Maaf telat upp...... like komen yahhhh......