Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
episode 51.kau Kakakku?


__ADS_3

Kabar kesadaran Zahira sudah sampai di telinga keluarga, sahabat, rekan kerja, bahkan sudah sampai di telinga Renata. Mereka bergantian menjenguk Zahira, raut bahagia tampak jelas diwajah mereka. Setelah lama melepas rindu dengan Aqila dan mama mertuanya, Zahira juga melepas rindu dengan ayah ibunya serta Deren, dengan Antusias mereka menyambut kabar bahagia ini dengan segera menuju ke rumah sakit,setelah lama mereka bercengkrama,mereka pun memberi ruang untuk yang lain bertemu dengan Zahira. Mereka keluar dari ruang rawat Zahira, Dan dengan antusias Andika masuk kedalam ruangan itu. Bima yang begitu mendambakan bertemu dengan istrinya harus bersabar meratapi nasibnya,Memandang punggung Andika menghilang dari pandangannya, namun raut bahagia dari semua anggota keluarga serta sahabatnya, itu sudah cukup untuknya. Zahira butuh waktu, fikiranya.


Zahira menatap pintu kamar yang terbuka,tampak wajah tampan dari orang yang selama ini dianggap nya seorang kakak. Zahira tersenyum, pandangannya tak lepas dari sosok yang terus mendekat kearahnya.


"Kak Andika. .. kau sudah kembali?


Tanyanya sambil menatap wajah orang didepannya, entah perasaan apa yang menyelinap,namun menatap Andika didepannya membuat kebahagiaan tersendiri untuknya.


" Iya aku kembali, aku kembali untukmu,, "


Jawabnya singkat, Zahira mengernyitkan dahinya.


"Kau itu kelewatan sekali bercandanya,,, kau kira aku tak tau, kau itu kembali untuk tuan muda mu, bukan untukku"


"Aku serius,, aku kembali untumu, dan aku akan memberikan pelajaran berharga untuk nya karna membuatmu terluka"


Zahira tertawa mendengar jawaban Andika yang sesederhana itu, namun mampu membuatnya bahagia, tak terasa air mata Zahira menetes di sudut matanya.Andika terdiam kemudian menyentuh sudut mata Zahira dengan jarinya, mengusap air mata yang jatuh dari mata indahnya. namun seketika Zahira menepis tangan Andika. Andika tetkejut dan menatap nya penuh tanya.


"Jangan sembarangan menyentuh ku kak,,meskipun kau ku anggap sebagai kakakku, tetapi kita tidak sepantasnya saling bersentuhan,walau bagaimana pun aku wanita bersuami,dan kita juga tidak mempunyai hubungan saudara"


ucap Zahira, Andika tersenyum tipis kemudian memandang wajah pucat didepannya, ia bangga mempunyai seorang adik yang pandai menjaga dirinya, menjaga Kehormatan nya.

__ADS_1


"Kita memang baru saling mengenal, bahkan kita tidak pernah seakrab ini sebelumnya, tapi asal kamu tau, aku kesini khusus untukmu, bahkan ini adalah permintaan dari suami dan ayah mertuamu"


ucapan Andika terdengar menyakitkan untuk Zahira,Zahira salah mengartikan ucapan Andika. airmatanya lolos begitu saja, memang Zahira belum mengetahui kebenaran tentang dirinya dan Andika.


"apa karna kedatangan kak Renata, kemudian dengan mudahnya mereka menyerahkan ku padamu, apa mereka setega itu kepadaku? ?aku memang salah, aku sudah tau dari awal jika aku hanya mencintai lelaki yang jelas-jelas mencintai orang lain,, ini adalah salahku bermain dengan api,,, dan sangat menyakitkan ketika aku tau bahwa mereka yang dulunya saling mencintai adalah orang yang juga aku sayangi,.. aku tampak sekali seperti orang jahat yang dengan egoisnya merebut apa yang seharusnya dimiliki oleh mereka,,, jika saat ini mereka membuangku aku sudah Terima, ini salahku,,, aku tau kak,aku salah, kak Renata dan mas Bima berhak bahagia"


ucapnya sambil menghapus air matanya, Andika mendekat dan memeluk tubuh mungil Adiknya, meski Zahira meronta, ia menepuk pelan pundaknya.


"jangan berfikir terlalu jauh, kau terlalu terbawa perasaan, mereka tidak sejahat itu, mereka baik , hanya saja kau butuh waktu untuk tenang, tenangkan fikiranmu"


mendengar penjelasan dari Andika, Zahira agak sedikit tenang,Andika melepaskan pelukannya, kemudian mengeluarkan sebuah kotak kecil, yang berisi kalung liontin setengah hati, dan memberikanya pada Zahira, Zahira terkejut melihat potongan liontin yang sama dengan yang ia miliki dirumah, namun waktu itu ia bertanya pada ayah dan ibunya, tak ada satupun yang mau menjawab, iapun menyimpannya di laci kamarnya.


"Apa maksudnya kak? aku memiliki setengah dari liontin ini"


"itu adalah satu-satunya barang yang aku miliki dari panti Asuhan,kata ibu asuhku, setengah dari liontin ini dibawa oleh adikku,, aku beruntung masih bisa dipertemukan dengan adikku,kau tau Zahira, sebelum akhirnya aku tau kebenaran ini, aku begitu bahagia melihatnya bahagia, dan aku terasa sakit ketika melihatnya bersedih"


Andika menatap 2 bola mata didepannya dengan seksama, mata indah yang menahan air mata, Zahira mulai memahami arah pembicaraan Andika, ia menatap 2 bola mata didepannya.


"Aku kembali khusus untuk menemui adikku, adik yang 23 tahun yang lalu berpisah denganku, aku bertemu dengannya, setelah kami berpisah lama, kau tau Zahira aku bahagia mengetahui jika aku mempunyai seorang adik, aku yang tadinya hanyalah orang yang merasa hina karna ditinggalkan dipanti, kini aku merasa bahagia, bahagia karna mempunyai adik, juga bahagia karna aku bukan lah anak yang tidak diinginkan, aku dan adikku berada dipanti karna ibu kami telah meninggal, dan ayah kami menitipkan kami di panti setelah beliau sakit-sakitan,, kau tau, suamimu yang memberikan berita bahagia ini padaku sesaat setelah aku mendonorkan darah untukmu"


ucapnya pada Zahira, Zahira menghela nafas panjang tanpa berfikir lagi ia mencari ketenangan didada bidang milik Andika, Andika mendekap Adiknya dengan penuh kasih, setelah sekian lama ia menemukan saudara sedarah dengannya. pantas saja sejak pertemuan pertama mereka seperti saling mempunyai ikatan batin. air mata mereka berderai, saling menguatkan saling memberikan ketenangan.

__ADS_1


"Kau kakak ku? aku tidak bermimpi kan kak?lalu dimana makam orang tua kita?


tanya Zahira ditengah isak tangisnya.


" jangan fikirkan itu dulu,, kau harus sembuh baru kita mencari makam mereka bersama"


Andika melepas pelukannya kemudian mengusap Kepala berjilbab adiknya.


"kau harus tau, Bima sangat mencintaimu, dia begitu terluka melihat penolakan mu,,, sebaiknya kau menemuinya"


"kak,, jangan bahas dia, jangan memberi taukan kebaikannya hanya karna dia atasanmu,aku cukup tau dirinya,,, biarkan seperti ini dulu, aku perlu waktu untuk bertemu dengannya"


"kakak tau kamu akan melakukan hal yang baik,, berfikirlah dahulu,,, kakak mendukung mu selagi keputusan yang kau ambil tidak merugikan kalian bersama, kakak mengenalnya dari kecil Zahira,, kakak lebih tau dia"


ucap Andika, ia menepuk pelan pundak adiknya kemudian berlalu pergi. Zahira menghela nafas panjang, sebuah kado terindah dia memiliki seorang kakak yang begitu menyayanginya. iapun mengingat Bima, terbesit kerinduan di hatinya, tetapi juga terlihat bayangan wajah Renata di fikirannya.


"Ya Allah,,, tunjukkan jalan ku"


lirih nya dalam hati.


"Sayang,,, "

__ADS_1


Suara itu membuat Zahira menoleh, Tampak Renata dengan Air mata,berlari menghampirinya kemudian memeluk erat tubuhnya.


"jangan menolak ku,, kau tau sayang, aku bisa sampai disini tidak semudah membalikan telapak tangan."


__ADS_2