
"Ehemmmmm......."deheman seseorang membuat mereka menoleh bersamaan.Dilihatnya Pak Hari dan Pak Bagas berada disamping pintu yang menghububungkan balkon dengan kamar.Khalista segera berdiri tegak melepaskan pelukan Andika.
"Mana malingnya,Non?"tanya Pak Hari yang tampak membawa balok kayu besar.
Khalista hanya diam dan nyengir saja.Pak Hari dan Pak Bagas saling berpandangan.
"Sudah saya bilang nggak usah keatas,ngeyel saja pak Hari."keluh pak Bagas.
"Maaf Tuan,Saya hanya khawatir sama Non Tata.Tadi Non Tata teriak lantang sekali."sanggah Pak Hari.
Mendengar ucapan pak Hari dan papanya membuat khalista memukul pelan lengan Andika sambil tersenyum.
"Ya sudah,Turun lagi sana.Jangan mengganggu mereka.!"ucap Pak Bagas yang kemudian diangguki oleh pak Hari.
"Iya,iya Tuan.Lagi pula saya juga mau mengambil kunci cadangan Kamar non Tata yang tadi Tuan Ambil,kata Tuan Tadi diminta sama Mas Dika.Takutnya ngilang,mau saya simpan ditempat semula."tutur Pak Hari panjang lebar,sambil mengambil kunci yang tengorok dilantai kemudian pergi meninggalkan kamar Khalista.Khalista memandang Papa dan Andika secara bergantian.
"O...jadi disini ada maling beserta komplotanya?benar-benar profesional."ucap Khalista kemudian melenggang pergi.Andika dan Pak Bagas saling berpandangan.
"Sana kamu bujuk!"ucap Papanya,Andika hanya tersenyum nakal kemudian mengangguk pelan.Pak Bagas melenggang pergi,sedangkan Andika menunggu Khalista yang sedang membersihkan dirinya di kamar mandi.
Beberapa saat kemudian Khalista keluar dari kamar mandi,dengan menggunakan piyama doraemon yang menggemaskan,membuat Andika tersenyum tipis.
"Sudah sholat belum?"tanya Khalista.Andika menggeleng pelan.
"Belum."ucap Andika sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
"Mau sholat tidak?cepetan berwudhu."ucap Khalista.Andika menyeringai tipis,mengusap pelan puncak kepala Khalista kemudian melangkah pergi.
30 menit kemudian Khalista dan Andika sudah menyelesaikan sholat isya dan 2 roka'at sholat sunah.Andika menghadap kebelakang dan mengulurkan tangannya kepada Khalista.Khalista mencium tangan Andika,Andika mengecup pelan puncak kepala istrinya.Khalista tersenyum kemudian menatap kearah Andika.
"Aku minta minta maaf,Mas.Atas segala salahku.Aku harap kita membuka lembaran baru."ucap Khalista.Andika menggenggam tangan khalista dan menatap Khalista dengan tenang.
"Hemmm,aku juga menginginkan hal yang sama.Aku sangat mencintaimu,aku tambah bahagia lagi jika kamu memberikan satu malaikaat kecil ditengah kebersamaan kita."ucap Andika kemudian meletakkan kepalanya di pangkuan Khalista.Khalista memandang Andika dan mengusap pelan kepala Andika.
"Aku berharap Allah SWT Mendengar permintaanmu."ucap Khalista.Andika tersenyum singkat dan membawa wajah khalista mendekat ke wajahnya.
"Allah akan mengabulkannya jika kita juga berusaha,siapkan tenaga untuk malam ini.Semoga Allah memberikan berkahnya."ucap Andika pelan,membuat wajah Khalista merona merah.
Khalista hanya diam membisu dengan kedua mata memandang wajah Andika.Khalista ingin menjawab sesuatu tetapi lidahnya seakan kelu.
Andika meraih dagu khalista dan menyambar bibir mungil yang membuat dirinya panas dingin itu.Mendaratkan kecupan manis yang membuatnya seakan terbang melayang.Khalista dengan tenang membalas ciuman Andika yang semakin dalam dan semakin menuntut itu.
Menerima balasan ciuman dari Khalista membuat sesuatu dibawah sana merespon dengan cepat.Andika memejamkan matanya karena menahan desakan tubuh bagian bawahnya yang meronta dan terbangun.
"Apa kamu mau memberikan malaikat kecil untukku?"tanya Andika dengan suara beratnya.Khalista mengangguk pelan,Andika tersenyum tipis dan kembali menyambar bibir mungil khalista.
Khalista meletakkan kedua tangannya didada Andika yang dirasakan Andika seperti sengatan listrik.Netranya menatap kearah Khalista,seolah ingin memangsanya saat ini juga.
Keduanya kini memejamkan mata,menikmati kehangatan dan rasa manis yang tercipta.lidah keduanya saling bertautan,bermain lebih dalam dan kemudian andika berkelana kebawah,semakin kebawah memberika rasa geli yang nikmat sehingga membuat khalista mengeluarkan desahan yang membuat Andika semakin bergairah.
Dengan gerakan cepat Andika menyambar tubuh Khalista,mengangkatnya keatas ranjang.Andika melepas pakainya dengan tenang.Kemudian juga membantu khalista melepaskan pakainnya.
__ADS_1
Nafas mereka semakin berkejar tak beraturan,terdorong oleh hasrat yang menggebu di dada keduanya.Kini Keduanya larut dalam kehangatan dan keintiman,saling memiliki dan saling memuaskan,berharap malaikat kecil segera hadir diantara mereka.
Wahai Dzat yang maha memberi hidup,berikanlah kami malaikat kecil yang akan menambah kebahagiaan kehidupan kami.ucap batin Khalista.
Tubuh Andika dan khalista kini bermandikan peluh,setelah melakukan adegan panas beberapa ronde.
"Aku sudah tidak sanggup lagi,Mas.Aku lelah sekali."ucap Khalista manja,setelah mereka mencapai puncak kenikmatan beberapa kali.Andika masih berada diatas,membuat Andika tersenyum tipis dan mengusap pelan puncak kepala Khalista.
"Okey,untuk malam ini cukup sampai disini.Kita lanjutkan besok lagi."ucap Andika kemudian berbaring disamping Khalista.Andika mengusap pelan puncak kepala Khalista yang tampak kelelahan,kemudian mencium mesra kening khalista.
"Terimakasih untuk malam ini."ucap Andika.
"Hemm...tapi lain kali jangan selama ini.Aku capek sekali,Mas."sanggah Khalista.
"Bukankan kamu suka,hemm?"goda Andika.Membuat khalista malu kemudian menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.Andika terkekeh melihat tingkah istrinya itu.
Beberapa saat kemudian,Khalista telah tertidur lelap di dalam pelukan Andika.Andika menatap wajah cantik istrinya.Andika begitu bahagia dengan segala takdir yang digariskan untuknya dan Khalista.
Pikiran Andika melayang pada kejadian Tadi siang,setelah Bima mengabari bahwa Bima telah mendapatkan kembali perusahaan dan telah menangkap prayoga sebagai tersangka.Kabar itu telah membuatnya bernafas lega.Tetapi masih ada satu hal yang membuatnya tidak tenang,ketika Bima mengabarkan bahwa Micho tidak terlibat.
Micho hanya sebagai pengelola,artinya Micho masih berkeliaran.Dan bukankah keberadaan Micho bisa saja mengganggu hubungannya dengan khalista?Andika menghela nafas panjang.
"Aku percaya padamu,Nona.Aku yakin akan cintamu.Kamu milikku,aku milikmu.Tidak akan pernah ada orang ketiga yang bisa masuk di kehidupan kita,selama kita saling menjaga."ucap Andika pelan kemudian memejamkan matanya.
🤗🤗🤗🤗🤗🤗
__ADS_1