Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
120.S 2.masih dirumah Zahira.


__ADS_3

"Dasar kecoa, menyebalkan sekali. " ucap Bima, menirukan gaya Khalista dan sukses membuat keduanya tertawa.Bima melepaskan pelukannya menatap kearah kakak iparnya.


"Aku akan menyesal sekali jika harus kehilangan asisten sepertimu,aku tidak bisa apa-apa tanpamu." ucap Bima.


"Jangan merendahkan diri, bahkan kau sanggup membangun 1000 perusahaan sekaligus." ucap Andika. Bima tertawa.


"Kau kira aku bandung bondowoso, yang bisa membangun 1000 candi sekaligus? "ucap Bima.Andika tertawa.


"Kita harus bekerjasama, sepertimu juga tanpamu aku bukan apa-apa,Bima."ucap Andika. Bima menepuk pelan pundak Andika.


"Aku akan memikirkannya nanti.Terimakasih selalu ada untuk ku Andika." ucap Bima.


"Mungkin harta memang bukan segalanya, harta juga tidak menjamin kebahagiaan. tetapi, jika kita memanfaatkan harta dengan sebenarnya maka Allah SWTpasti akan memberkahi harta kita." ucap Andika.Bima tersenyum.


"Aku tau pasti kau mengikuti perkembangannya?" Bima berargumen, Andika tersenyum.


"Aku selalu menjadi Asisten yang terpercaya dan Bisa diandalkan."ucap Andika dengan percaya diri.


" Siapa dia? "tanya Bima.


"Apa kau tidak capek berdiri sejak tadi?" Andika tampak menghentakkan kakinya yang terasa pegal.


Bima tertawa,mengajak Andika masuk ke ruang rahasia.Sebenarnya hanya ruang santai,ruangan kecil yang didesain oleh Zahira senyaman mungkin untuk Bima menghabiskan waktu senggangnya.dan disitulah Bima sebenarnya bekerja keras memperhatikan dan mengikuti perkembangan perusahaan yang kini diambil alih oleh orang yang belum diketahuinya,tanpa sepengetahuan Zahira.


Andika dan Bima kini berada disana. Bima menyerahkan beberapa berkas pada Andika. Andika meneliti dan menganggukkan kepalanya.


"Aku akan membawa berkas ini,aku akan mulai mengurusnya besok."ucap Andika.


"Jangan terburu, kita harus main cantik. "jawab Bima.


" Lantas harus bagaimana? "tanya Andika.


"Aku rasa yang mengelola sekarang bukan dirinya, dirinya bersembunyi. Dia memanfaatkan orang lain, seperti memanfaatkan Bianca." ucap Bima.Andika menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Iya, dan kita harus mencari tau tentangnya. Hanya Bianca yang mengetahui. Bianca belum sempat mengatakannya, dan kau terlanjur datang dan mengasingkannya di pulau sebrang waktu itu." ucap Andika.Bima menghela nafas panjang.


Flashback on


Suasana haru dirumah sakit begitu menusuk hati. Andika, Bima, ibu, ayah,mama dan Aqila masuk kedalam ruang rawat yang penuh dengan Air mata.Mereka mengucap rasa syukur karna Zahira menggerakkan jari-jemari nya, memberikan harapan pada orang-orang bahwa dia selamat. Disana, disudut ruangan.Andika mengetahui keberadaan Seseorang yang membuat kejadian ini terjadi.


Dengan tergesa Andika melangkahkan kakinya menuju dimana orang itu berada. Andika menarik tangan Bianca. Bianca terkejut, memandang kearah Andika yang menatapnya dengan tajam.


"Andika, sakit. lepaskan." ucap Bianca yang berjalan tergesa akibat tarikan tangan Andika yang membawanya menjauh dari tempat Khalista dan Zahira dirawat.


Brak...


Andika membuka pintu dengan kasar, mendorong Bianca hingga terduduk diatas kursi. Bianca yang baru datang di rumah sakit mencoba untuk mengetahui kabar Khalista dan Zahira.Rasa bersalah yang begitu besar membuat dirinya memberanikan diri datang kesana. Penjelasan Ayahnya yang mengatakan bahwa keluarga itu keluarga yang baik membuat rasa bersalah begitu menusuk jiwanya.penyesalan yang bertubi membuat hatinya ngilu, melihat penderitaan Khalista dan Zahira atas kelakuannya.


"Beraninya kau menampakkan batang hidungmu, setelah mencelakai mereka yang tidak bersalah." bentak Andika.Bianca terdiam, dia menyadari kesalahannya.memberikan ruang untuk Andika melampiaskan kemarahannya. Andika orang yang kini mengisi hatinya dan Bianca benar-benar telah mengecewakannya.


"Maafkan Aku." ucap Bianca.


"Maaf?Maaf katamu,hah?Kau pernah mendengarkan permintaan maaf Zahira ketika meyekapnya? apa kau mendengarkan nya?"tanya Andika.


"Simpan kata maafmu, aku tidak butuh kata maafmu.Katakan apa maumu?"tanya Andika.


"Ini bukan kemauanku Andika, Maafkan aku.Aku dijebak. "elak Bianca.


"Katakan, siapa yang melakukan ini semua? " tanya Andika sambil menatap tajam kearah Bianca. Bianca menunduk, air matanya mengalir. tak sanggup menatap mata Andika, orang yang berhasil merebut hatinya.


Brakk...


Bima dan Pak Alex tiba-tiba datang sebelum Bianca mengatakan padanya siapa dalang dibaliknya.


"Aku tidak mau melihatnya didunia ini,Suruh dia pergi dari sini jika tidak mau aku menghabisinya." bentak Bima.


Bianca menatap tajam kearah 3 orang didepannya, tuan Alex menghela nafas panjang. menenangkan Bima yang tampak seperti singa mengamuk itu.

__ADS_1


"Pergilah Bianca. " Bentak tuan Alex. Bianca yang mengalami sedikit goresan dikaki nya akibat dorongan Andika berjalan dengan pelan, melangkahkan kakinya dan disambut beberapa bodyguard yang akan mengasingkan dirinya seperti perintah dari tuan Alex.


Flashback off


Bima menghela nafas. memijit pelipisnya yang berdenyut.


"Jangan berfikir dangkal Andika,Selain dari Bianca kau Bisa mencari informasi dari wisdara.Kau harus menemuinya,kau bisa membebaskannya jika dia mau mengatakan yang sejujurnya. atau kau bisa mengirimkan wisdara mengikuti putrinya.yang jelas kita harus bermain cantik, jangan biarkan lawan kita tau misi kita." ucap Bima panjang lebar.


Andika melirik kearah Bima. Andika begitu tau Bima adalah orang yang begitu profesional,tapi Tuhan memberikan pelajaran pada kejadian yang menimpa sebelumnya.tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, sehingga se profesional apapun tetap manusia biasa. dan itulah manusia hanya makhluk yang mempunyai kekurangan dan bisa juga melakukan kesalahan.


"Okey, aku akan memulai secepatnya.Semoga kita dapat menemukan titik terang dari masalah ini segera. " ucap Andika.


"Aku percayakan padamu, tetapi aku juga akan terus memantau perkembangannya.kau juga harus ingat, kita harus berhati-hati. Bisa saja mereka menjadikan keluarga kita korban, seperti apa yang dilakukan Bianca waktu itu." ucap Bima.


"Kita harus menjaga mereka dengan cinta, supaya tetap aman dari segala mara bahaya." ucap Andika. Bima mendorong pelan pundak Andika.


"Sejak kapan kau jadi budak cinta seperti itu? Menggelikan." ucap Bima, Andika menghela nafas panjang.


"Apanya yang jadi bucin, apa kau tidak tau khalista berubah menjadi monster menyebalkan seperti itu." jawab Andika. Bima tertawa.


"Bersabarlah, cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu." ucap Bima.


Andika melirik jam yang menunjukkan pukul 22.00.Andika sedikit terkejut. kemudian menatap kearah Bima.


"Sudah malam, aku harus pamit. Kita ngobrol lagi lain waktu." ucap Andika. mereka berdiri berjalan keluar, dan dilihatnya khalista dan Zahira berbincang-bincang dengan baby Bara yang tampak menguap beberapa kali.


"Halo Bara sayang... uncle mau menggendong mu." ucap Andika dan mengambil alih baby Bara dari gendongan khalista.


"Darimana saja kalian 2 jam menghabiskan waktu bersama. Sudah seperti setahun tak jumpa saja." ucap khalista sambil tersenyum tipis, Namun Andika tak menanggapi Istrinya itu. Khalista yang merasa dicuekin sedikit gusar.


"Apa kau cemburu, Khalista? " tanya Bima. Khalista menoleh kearah Bima.


"Apa tidak ada pertanyaan yang lebih bermutu, Tuan Abimanyu? " tanya khalista.khalista yang merasa diabaikan Andika mengeraskan suaranya hingga didengar oleh Andika.Bima lagi-lagi menghela nafas panjang. Andika masih saja menyimpan emosi kepada istrinya itu.

__ADS_1


"Jangan banyak bicara, bisa tidak tidak usah berisik. lebih baik kita segera pulang, sudah malam. Biarkan mereka istirahat. " ucap Andika kemudian menyerahkan Bara kepada Zahira.


🙏🤗🤗🤗🤗


__ADS_2