
"Jangan bersedih, Bi.Anggap aku temanmu,ceritakan masalahmu padaku."ucap Khalista ketika menyadari kesedihan Bianca.
Bianca menggeleng cepat,ia berdiri hampir saja beranjak pergi. Khalista segera menarik tangan Bianca yang tampak menghindar darinya.
"Bi.... mau kemana?aku masih berbicara denganmu.Apa aku mengganggumu?"tanya Khalista lagi.
"Maaf Khalista,aku harus pergi.Aku harus melihat ayahku."ucap Bianca agak membentak. Khalista terkejut.
Melihat keterkejutan Khalista,Bianca menghela nafas panjang. Mengatur perasaanya yang kacau.Khalista melepaskan tangan Bianca dan menatapnya lembut.
"Maaf,jika kamu merasa terganggu,Bi.Aku akan pergi.Namun kamu harus tau,Bi.Aku akan kembali lagi besok.Aku rasa kamu butuh teman.Aku akan menemanimu."ucap Khalista.
"Jangan menyibukan dirimu hanya untuk memikirkan aku yang tak ada artinya ini,Nona."ucap Bianca. Khalista tersentak.
"Hei,, Harus berapa kali aku bilang,anggap aku ini temanmu. Jangan sungkan,aku tau kamu hanya belum siap untuk menerima aku sebagai temanmu.Kamu harus terbiasa nantinya,Karna aku akan tetap kesini walau kamu menolak."ucap Khalista,kemudian melangkah pergi.Bianca hanya mematung,menatap kepergian Khalista yang menjauh dari pandangannya.
"O iya.... Sampai ketemu besok Bianca."teriak Khalista yang menoleh kembali dan tersenyum.
Bianca hanya terdiam,memandang kearab sana.Andika laki-laki itu menyambut kedatangan istrinya.Andika tampak menyelipkan rambut khalista dan membuat Bianca merasakan sesak yang menyeruak.Bianca melangkah pergi.
"Kenapa kamu diam seperti itu, Mas? Kamu marah? "tanya Khalista sambil tersenyum,tanpa merasa bersalah dia datang pada suaminya dengan cengengesan.
"Dasar istri yang bandel,,,,"ucap Andika kemudian melangkah pergi. Andika masuk kedalam mobil.Menyadari suaminya tak bersahabat Khalista segera mengikuti langkahnya dan masuk kedalam mobil juga. Andika melajukan mobilnya.
Suasana sunyi, Andika yang menampakkan wajah dinginya membuat khalista terdiam. Khalista enggan untuk berbicara,membiarkan Andika tenggelam dalam emosinya dan menunggu waktu yang tepat untuk berbicara.
20 menit berlalu,mereka telah sampai diapartemen.Andika yang diam masih saja mengabaikan khalista. Khalista melangkah mengikuti Andika masuk kedalam apartemen.
"Mas.... "Khalista menghentikan langkah Andika dan berhenti didepannya.Khalista memandang suaminya dengan lembut.
Andika memalingkan wajahnya.Selain geram karena menemui Bianca,bayangan lelaki tadi masih saja terngiang difikirannya.
"Kamu marah? "tanya Khalista,Khalista sedikit menggeser langkahnya hingga ia berada tepat di depan Andika.Khalista menatap kearah Andika dengan cinta,menggenggam tangan Andika kemudian meletakan dipinggangnya dan mengalungkan tangannya dileher suaminya.
Khalista menatap wajah datar yang kini menunduk membalas tatapan matanya.Debaran jantungnya tak karuan, rasanya menyesal mengambil posisi yang seperti ini.Mau tidak mau dia harus memainkan drama untuk melunakkan hati suaminya yang mengeras.
"Jangan mengabaikan aku. Apa aku keterlaluan,Tuan Andika? "tanya Khalista, ia mendongak,tubuh Andika yang lebih tinggi mengharuskan khalista mendongakkan kepalanya.
Andika terdiam, jauh dilubuk hatinya ada rasa yang menggelora, sentuhan hangat dari istrinya membuatnya kelabakan.Namun saat ini dia mencoba untuk melihat sejauh mana sicantik didepannya merayunya.
"Mas... "Khalista mengusap pelan pundak Andika.Andika masih saja berdiam,merasa sudah tidak berdaya, Khalista sedikit berjinjit ia mendaratkan ciuman dadakan untuk suaminya.
__ADS_1
"Jangan ngambek lagi dong... Mau,tidur diluar? 😃😃😃"ucap Khalista kemudian melangkah pergi.Andika mengernyitkan dahinya,iapun tersadar jika istri cantiknya mencoba untuk mengancamnya.
Andika menyeringai tipis saat istinya berlari dan menuju kekamarnya.Andika segera mengikuti langkah permaisuri hatinya itu dengan hati yang bahagia.
Didalam kamar, Andika mendapati Khalista menyembunyikan tubuhnya di bawah selimut,iapun segera melepaskan sepatunya kemudian berbaring dan melingkarkan tangannya dipinggang khalista yang bersembunyi dibawah selimut.
Andika menekan tangannya dengan erat, membuat khalista sesak nafas dan membuka selimut sampai lehernya.
"Kamu mau membunuhku,Mas?"keluh Khalista, ia membalikan badannya sehingga mereka berhadapan.
"Kenapa? "tanya Andika.ia tersenyum melihat istrinya itu manyun.
"Cekek saja leherku dari pada menyiksaku seperti tadi."ucap khalista kesal.
"Mana ada seperti itu, aku hanya ingin kamu membuka selimutmu itu."ucap Andika.
"Mau apa? sebaiknya kita tidur, sudah malam."ucap Khalista masih dengan mode sebalnya.
"Kamu tau Nona, kamu sudah membangunkan senjata ampuhku,karna mencuri ciumanku. Kamu harus bertanggung jawab untuk itu."ucap Andika. Khalista membelabakkan matanya.
"Kenapa bisa begitu? aku hanya merayumu.Salah siapa mengabaikanku. "ucap khalista.
"Awas saja kalau berani! "tantang khalista.
"Terus kenapa kalau aku berani? "Andika terus saja mendekat kearah khalista."Kau itu istriku, memangnya apa yang bisa kamu lakukan bila aku memaksamu?"ucap Andika lagi. Khalista segera bangun dan menyandarkan tubuhnya disandaran ranjang.
"Mas, aku lelah... baru juga beberapa jam yang lalu."ucap khalista memelas.ucapan itu membuat Andika terkekeh,dia masih saja bisa merasakan nikmat yang terjadi beberapa jam yang lalu,dirinya hanya ingin menggoda istrinya yang tampak cantik itu.
Keduanya bersandar ke ranjang,keduanya juga saling terdiam. Khalista memandang lurus kedepan.
"Kenapa?"tanya Andika sambil menoleh kearah khalista.Sekelebat bayangan Andika muncul diingatanya.Bayangan yang membuat dirinya menyangka bahwa Andika sosok yang menjengkelkan untuknya.
"Boleh aku bertanya sesuatu? "tanya Khalista.Andika menoleh,kemudian beringsut meletakan kepalanya dipangkuan khalista.
"Jika pertanyaanmu tidak membuat kepalamu sakit aku akan menjawabnya."jawab Andika.
"Ishhh... sebegitu cintankah kepadaku sehingga tak membiarkanku sakit? "tanya khalista sambil mengusap pelan pipi Andika.
"Jangan kau tanyakan lagi, bahkan aku tak akan membiarkan seekor semut menggigitmu,aku akan membunuhnya."ucap Andika sambil terkekeh. Khalista tertawa
"Mana tau semut akan menggigitku? lagi pula aku sudah membunuhnya dulu,sebelum kamu datang."ucap Khalista.Andika tertawa.Kemudian memandang Khalista dengan mesra.
__ADS_1
"Apa yang akan kamu tanyakan?hemmm?"tanya Andika sambil menggenggam erat tangan khalista. Khalista tersenyum tipis.
"Sejak Kapan kamu jatuh cinta kepadaku?"tanya Khalista dengan suara lembut.Khalista menahan senyuman yang membuat wajahnya tersipu dan merah merona.
"Apa sepenting itu, sehingga aku harus menjawab?"tanya Andika,Andika menatap lekat wajah cantik itu.Khalista berdecak.
"Jawab aku,Mas.Sejak kapan kamu jatuh cinta padaku?"Tanya khalista. Khalista menunduk, deraian rambutnya berjatuhan diwajah Andika.Khalista meletakkan kedua tangannya di pipi kanan dan kiri Andika.
"Percuma saja aku menjawab, kamu juga tidak ingat... "ucap Andika. Khalista sedikit geram mendengar ucapan suaminya. Iapun mencubit pinggang Andika.
"Aku tau aku tidak mengingatnya,makanya aku bertanya padamu."ucap khalista.
"Apa susahnya sih menjawab pertanyaanku. Dasar menyebalkan."ucap Khalista,khalista menghela nafas panjang.Menurunkan kepala Andika dari pangkuannya kemudian berjalan menuju kearah balkon kamarnya.
Khalista menatap ribuan bintang yang terang dilangit,memejamkan matanya mencari ketenangan dalam sepi.
"Aku jatuh cinta padamu sejak pertama kali bertemu."Andika mendekap erat tubuh Khalista.
Khalista terdiam,merasakan deguban jantung yang tak beraturan.Andika memutar tubuh khalista.Keduanya berhadapan,mata mereka saling menatap,pandangan mereka semakin dalam.Bibir mereka mendekat,saling bersentuhan tetapi tidak saling memagut. walau begitu masih saja menimbulkan sensasi panas dingin di hati keduanya.
"Cinta pada pandangan pertama? Kamu percaya? "tanya Khalista. Andika menempelkan hidungnya pada hidung khalista, melingkarkan tangannya di pinggang Khalista.
"Ya aku percaya itu...."
"Pasti kau mencoba membohongi ku.."tukas Khalista sambil mendorong pelan tubuh Andika .
"Mana ada kebohongan. Aku berkata jujur,Nyonya..."ucap Andika,khalista menghela nafas panjang mencoba mengingat apa yang selalu terngiang diotaknya.
"Apa karna aku cantik?"tanya khalista. Andika tertawa.
"Karena kamu membawa hatiku bersamamu."ucapnya. Khalista tersenyum-senyum. rona merah wajahnya begitu tampak.
"Jangan mencoba menggodaku... "ucap Khalista sambil meletakkan kedua tangan di dada bidang Andika.
"Aku tidak menggodamu, Nyonya."ucap Andika dengan lembut kemudian mengusap bibir khalista dengan ibu jarinya.
"Kau jatuh cinta pada pandangan pertama,tapi aku yakin aku bukan cinta pertama untukmukan? "tanya Khalista.
Andika diam,ia menatap kearah khalista dan melepaskan pelukannya.
😊😊😊😊😊😊😊
__ADS_1