Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
Episode 69.Hati seorang ibu


__ADS_3

"Zahira,... Sayang,... kamu mau kemana?,Zahira jangan pergi,Zahira...!


Bi Ani yang mendengar teriakan Bima dari dapur segera menuju ke ruang Kamar Majikannya. Bi Ani tampak kebingungan, melihat wajah Bima yang begitu pucat, dan juga demam tinggi.Bi Ani segera mengambil kompres dan meng kompres majikannya. 2 minggu ini setiap tidur Tuan mudanya selalu saja berteriak,mengigau memanggil nama istrinya.Bi Ani segera bangkit, iapun memberi tau Nyonya Tania lewat sambungan telepon rumah Bima.


"Maaf Nyonya Tania, saya hanya Kwatir dengan Tuan Bima, apa tidak sebaiknya dirawat, Nyonya? "tanya Bi Ani lewat sambungan telepon.


" Ya sudah Bi, saya akan segera kesana,Bibi tenanglah"


Mereka mengakhiri perbincangan mereka, Bi Ani kembali memeriksa keadaan suhu tubuh Bima yang masih saja tinggi.


"Kasihan tuan Bima,Non Zahira cepatlah pulang, tuan Bima benar-benar membutuhkan nona"


gumam bi Ani pelan. kemudian meninggalkan Bima yang sudah kembali tertidur. tidak lama dari itu Nyonya Tania sudah sampai di apartemen. ia segera berjalan ke arah ruang kamar Bima,bi Ani mengikuti langkah Nyonya nya. perlahan Nyonya Tania membuka pintu,berjalan kearah Bima yang terbaring lemah. mengulurkan tangannya dan mengusap puncak kepala Putranya.


"Sudah berapa lama Bima seperti ini Bi? "


"Demam nya baru hari ini Nyonya, tetapi sejak kepergian Nona Zahira, Tuan Muda jadi jarang makan, jarang tidur, bahkan sering muntah, Tuan Bima juga selalu mengigau, berteriak memanggil nama Nona Zahira"


Nyonya Tania menghela nafas panjang, mencoba memposisikan dirinya sebagai Bima.


"Mungkin kamu punya Alasan sendiri untuk semua yang kamu lakukan, tapi mama yakin apapun alasannya,Cintamu benar-benar tulus untuk istrimu.Mama akan membantu pencarianmu, cepatlah sembuh, Nak!


Gumam mamanya.


" Apa Bima belum kedokter Sama sekali? "


"Tadi Tuan Andika menghubungi Dokter Wildan Nyonya"


Jawab Bi Ani.Nyonya Tania tersenyum, meskipun keduanya sedang tidak baik-baik saja, mereka masih profesional didalam pekerjaanya.fikirnya.


Merasakan sentuhan Hangat, Bima membuka matanya dan memandang mata indah milik ibunya, ibu yang selama dua minggu ini mengabaikan nya. Bima berusaha duduk, kemudian memeluk erat ibunya.


" Mama"


"Anak nakal, kenapa kamu mengabaikan kesehatan mu, kenapa kamu selalu saja membuat Mama kecewa, kenapa selalu saja membuat ulah, sampai kapan kamu akan menguji kesabaran Mama, hemmm???"


Air mata mamanya sudah tidak terbendung lagi, melihat kondisi putranya yang benar-benar lemah membuatnya terharu. mungkin kehilangan Zahira bukan saja memberikan kesedihan untuknya, Pak Alex, dan Aqila.namun Bima juga merasakan hal yang sama,atau bahkan lebih. sampai keadaan nya begitu menyedihkan. tampak lebih kurus, pucat, kurang tidur,lingkar hitam dimatanya benar-benar jelas terlihat.


"Ma...jangan menangis,Bima tidak apa-apa, Bima sudah sering sekali membuatmu menangis Ma, jangan Menangis lagi,Bima tidak sanggup melihat Mama bersedih"

__ADS_1


Bima mengusap air mata mamanya. meyakinkan bahwa dirinya baik-baik saja.ia tersenyum menatap wajah mamanya.


"Kenapa Mama bisa disini? bukankah papa akan marah jika mama menemuiku? "


tanyanya.Bima tidak mau lagi mamanya bersedih, jika Papa nya mengetahui Nyonya Tania mengunjungi Bima sudah pasti beliau akan murka.


"Jangan pikirkan papamu, makanlah.Mama membawakan bubur kesukaamu, Cepatlah sembuh, agar bisa segera membawa mantu dan calon cucu mama pulang"


Ucap mamanya. Bima kembali memeluk erat mamanya.


"Apa Mama percaya jika Aku mencintanya, apa Mama percaya jika aku dan Renata sudah berakhir?


Tanya Bima, Nyonya Tania mengusap pundak putranya. dan mengangguk.


"Mama sudah yakin sekarang.kamu harus tau,Sayang.tidak ada rumah tangga yang mulus, semua butuh proses, juga melewati berbagai macam ujian,cobaan.sedangkan Mama sangat tau,pernikahan mu bersamaa Zahira adalah sebuah pernikahan yang tidak mudah.Mama tidak membenarkan tindakan mu, menemui wanita lain dibelakang istrimu.tetapi Mama yakin apa yang kamu lakukan mempunyai alasan sendiri.jika kamu mencintainya tunjukan pada Mama, bawa Zahira kembali untuk kami"


Pelukan hangat dan perkataan hangat mamanya membuat semangat tersendiri untuknya. Bima tersenyum kemudian melepas pelukan mamanya.


"Terimakasih Ma, doa kan Bima, Bima janji Akan membawanya kembali untuk kita"


"Mama pegang janjimu, jangan lagi mengecewakan Mama.Cepatlah makan, dan minum obatnya"


Bima mengangguk, Nyonya Tania bernafas lega. Dia tersenyum melihat semangat Bima.


"Walaikumsalam "


Mama nya mencium puncak kepala Bima kemudian melenggang pergi.Nyonya Tania sejenak berhenti didepan Pintu. melihat Bima yang menikmati makanannya dari sela pintu yang terbuka. Air mata begitu saja lolos dipipi nya.


"Ibu mana yang sanggup menampakan dukanya didepan anak, Ibu mana yang sanggup melihat anaknya menderita? ?. Orang lain mungkin bisa menghinamu, merendahkanmu. tapi ibu?? Ibu akan selalu mendukungmu, mendoakanmu. walau terkadang perkataan dan perbuatanmu tak sengaja melukai hati seorang ibu. mungkin seorang ibu akan menangis dan kecewa padamu. Namun ibu tidak akan pernah marah, meskipun dalam kesedihan dan kecewa seorang Ibu akan tetap berdoa untuk kebaikan anaknya.seorang ibu akan menutupi kesedihannya. seorang ibu akan terus memelukmu dan mendukungmu,seorang ibu yang sangat menyayangimu mendengar apa yang kamu katakan, bahkan memahami apa yang belum kamu ungkapkan,Nak." gumam nyonya Tania. kemudian meninggalkan apartemen.


😢😢😢😢


Jam menunjukkan pukul 19.00.Aqila dan Papanya masih setia menunggu kedatangan Nyonya Tania.Suasana hening, Aqila tak mampu bersuara, Papa yang masih saja kecewa dengan Kakak nya, membuat dirinya takut jika Papa marah ketika menyinggung tentang Bima.


"Apa terjadi sesuatu Aqila? "


tanya papa nya.Aqila hanya diam.


"Katakan, apa yang terjadi sehingga mamamu belum pulang sampai jam segini? "

__ADS_1


Aqila masih saja diam.


"Ma... ma-ma"jawab Aqila terbata.


"Ada apa?"


"Pa...kak Bima sakit, tadi aku yang memberi tau mama, jangan bertengkar dengan mama jika nanti mama benar-benar mengunjunginya, marahi saja Aqila, Pa! marahi saja Aqila! "


Aqila tampak panik, dia tidak mau mendengar pertengkaran kedua orang tuanya, baginya dari pada mendengar orang tuanya, lebih baik dirinya yang di marahi Papa nya.


"Apa kamu bilang Aqila? mama mu mengunjungi Bima? "


Bentak Papa nya. Aqila sudah tidak bisa menahan linangan Air matanya, mendapatkan bentakkan yang keras dari papanya, membuatnya sesak, tetapi itu jauh lebih baik dari pada mendengar Papa nya membentak ibu tercinta.


"Iya Pa,,,Bima sakit, Apa papa tidak kasihan dengannya? "


Suara Nyonya tania menggema dari pintu utama, ia mendekati Aqila yang ketakutan dengan papanya, memeluk Aqila dan mengusap pundak putrinya yang menangis.


Tuan Alex terdiam, wajah merah padamnya seakan memudar.


"Bima sakit Pa, Mama menjenguknya, Jangan membentak Aqila, bentak lah Mama, Mama yang melakukan kesalahan bukan Aqila"


Nyonya Tania terus saja memeluk Aqila, Air mata mengalir di pipinya.


"tidak ada seorang ibu yang sanggup melihat penderitaan anaknya, tidak ada seorang ibu yang sanggup untuk menahan rasa rindu pada Anaknya.Oke mama tau Bima salah,,, tetapi tidak seharusnya kita membiarkan nya sendiri, membiarkan Bima menahan kesedihannya sendiri,bukan hanya kita yang kehilangan Zahira, tapi lihatlah pa,, Bima jauh menderita kehilangan Zahira,,, "


Ucap mama Tania lagi.Air matanya terus saja mengalir. tangis sesenggukan terdengar nyaring ditelinga Tuan Bima.


"Kenapa Hanya Mama yang menjenguknya, kenapa Mama tidak mengajak Papa? Apa Mama pikir Papa tidak menyayanginya? apa Mama pikir Papa tidak merindukan nya? Papa menyanyangi Bima, Aqila, Papa menyayangi mereka"


Air mata, juga mengalir disudut mata Tuan Alex, Mama melepaskan pelukan Aqila, memandang suaminya yang merentangkan kedua tanyanya, Aqila dan Nyonya Tania menghambur ke pelukan Tuan Alex. mereka salah mengira, Bahkan Tuan Alex begitu menyayangi anaknya jauh dari yang mereka tau.


Tangis pilu keluarga itu menunjukkan betapa sangat erat hubungan keluarga mereka.


"Maafkan Papa, Papa juga tidak sanggup melihat keluarga kita saling tidak menyapa, papa tidak sanggup berlama-lama menghukum Bima"


Ucap Tuan Alex, Mama Tania dan Aqila hanya diam, larut dalam pelukan hangat Tuan Alex.


😭😭😭😭😭😭

__ADS_1


segitu dulu gaesss....


Surga ditelapak kaki ibu, jangan pernah menyakitinya..mengecewakannya... kadang memang ibu tidak pernah tampak bersedih, tetapi ibu menangis didalam sepi. salam hangat. untuk ibu, dari ibu yang selalu mendoakan anak nya🙏🙏🙏🙏😊😊😊


__ADS_2