Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
132.S2.Rasa sayang ibu


__ADS_3

Khalista dan Andika menyelesaikan memasak dengan cepat. Andika yang sebenarnya pandai memasak sengaja pulang awal memang ingin menemani istrinya memasak. Baginya melihat istrinya setiap hari mendapatkan komplen dari ibunya membuatnya kasihan.


Ibunya yang tidak puas dengan masakan khalista akan menghukum Khalista disana.Menghukum khalista dengan cara memasak masakan yang sama. Kadang kala menyuruhnya mencuci piring,mengepel lantai menggantikan Bi Sari,dan masih banyak lagi hukuman yang diterima khalista karna masakan amburadulnya.


Khalista dan Andika sama-sama bersiap,Khalista memandang 3 rantang makanan yang sudah tertata rapi.


"Kenapa? "tanya Andika. Khalista nyengir saja.melihat tingkah istrinya yang seperti itu membuat Andika gusar, melangkahkan kakinya dan memandang wajah istrinya yang polos tanpa polesan make up,namun masih tampak cantik karna sisa make up yang tidak hilang meskipun sudah mandi.


"Kenapa?"tanyanya lagi sambil menyelipkan rambut Khalista. Menyelipkan rambut Khalista adalah kebiasaan Andika,Khalista yang sering menggerai rambutnya selalu menarik perhatian Andika.


"Aku hanya berfikir,hukuman apalagi yang akan aku terima hari ini.Mas,kira-kira ibu akan menyuruhku apa ya? "tanya Khalista,membuat Andika tertawa.Andika melangkah keluar diikuti khalista yang membawa 3 rantang susun yang tadi tergeletak di meja.


"Mas,,,Kenapa tidak menjawab."ucap khalista sambil masuk kedalam mobil karena Andika sudah membukakan pintu untuknya.


"Mana tau ibu akan melakukan apa, jika kita tidak segera kesana."ucap Andika sambil menancap gas mobilnya menyusuri jalanan kota yang selalu ramai dengan kendaraan.


Mereka hanya diam sambil menikmati alunan musik klasik yang membuat jiwa mereka tenang. Khalista membuka ponselnya yang mendapatkan pesan dari Zahira.


Nona Taza,, besok kita berlibur kerja. aku punya filing tidak enak###Zahira.


Khalista tersenyum, kemudian melirik Andika yang fokus menyetir.


oke, Nona Zata.Aku berfikir hal yang sama.2 tuan muda Alexander sangat sulit untuk dikelabuhi.##Khalista


Yes...kamu benar sekali.Kelihatannya kita lebih harus bermain cantik lagi. jangan sampai ketahuwan seperti ini lagi. ###Zahira.


Terimakasih telah mengingatkan Nona Zata.


haha kedengaran aneh ketika aku menyebut nama samaran kita 😀😀😀.##Khalista.


Kita harus terbiasa, jangan sampai lupa nama kita dalam menjalankan misi adalah nama samaran. ###Zahira.


Okeee...terimakasih kasihhh Nona Zata. ##Khalista.


sama-sama Nona Taza. ###Zahira.


"Kenapa senyum-senyum? "tanya Andika melirik kearah khalista yang masih memandang kearah ponsel.


"Tidak ada...aku hanya ingin tersenyum. Apa tidak boleh? "ucap Khalista. Andika menggelengkan kepalanya.


"Senyummu hanya untukku."sahut Andika.


"Iya.senyumku untukmu,hatiku untukmu, semua untukmu."ucap Khalista.

__ADS_1


Andika terpaku,menghentikan mobil di parkiran rumah ibu. Andika memandang hangat kearah istrinya. Ucapan Khalista mendapatkan respons positif diotaknya.


"Coba ulangi lagi. Apa itu artinya kamu telah jatuh cinta padaku Nona? "tanyanya pelan.


Khalista mengarahkan pandangannya kearah luar.Khalista merasakan kebahagiaan bersama dengan Andika,merasakan deguban jantung yang begitu cepat,merasakan debaran rasa yang mengusik hatinya.Namun untuk menjawab pertanyaan yang satu ini Khalista masih saja tidak tau jawabannya.


"Aku... "


"Kamu masih belum bisa menjawab? "tanya Andika. Khalista mengangguk pelan.


"Belum bisa atau memang belum merasakan cinta? "tanya Andika lagi. Khalista menghela nafas panjang.


"Mungkin bila nanti aku tidak lagi didekatmu, kamu akan tau jawabannya. "ucap Andika.


Khalista tersentak, rasa ngilu menyeruak dihatinya karna ucapan Andika. Khalista merasakan sesak, bahkan hanya sebuah kemungkinan membuatnya merasakan sakit.Khalista memandang wajah Andika.


"Kamu mau meninggalkanku?"tanyanya.


Matanya berkaca,Andika menghela nafas panjang.


"Untuk apa kita melanjutkan suatu pernikahan jika nyatanya tidak pernah ada cinta. Aku laki-laki normal,Sayang.3 bulan bukan waktu yang sebentar untukku bermain solo.Lalu mau sampai kapan lagi aku harus menunggu?"ucap Andika. Khalista membelalakkan matanya, rasa sedih dan malu bercampur menjadi satu.


Khalista memejamkan matanya, bahkan bila Andika mau dia bisa meminta haknya secara paksa. Namun Andika menghormatinya dan selalu mementingkan kebahagiaannya.


"Mohon beri aku waktu sebentar lagi, aku akan memberimu jawaban dihari ulang tahunku."ucap Khalista.


"3 hari lagi ? "tanya Andika.


"Iya.. "


"Bagaimana cara kamu memastikannya? "tanya Andika lagi.


"Mungkin kamu memang harus ngumpet dulu,biar aku bisa memastikan rindu atau tidak denganmu."ucap Khalista.Andika tertawa.


Tok Tok Tok


Suara ketukan kaca mobil terdengar, Andika menurunkan kaca mobil dan menampakkan wajah ibunya yang sedikit garang.


"Mau sampai kapan mengobrol disini? Apa kalian berniat membuat ibu mati kelaparan?"tanya ibunya. Andika dan khalista segera turun. tersenyum kearah ibunya yang sedikit emosi.


"Maaf bu,"ucap Khalista.


"Bukankah sudah setiap hari bersama,masih saja mengkorupsi waktu bertemu dengan ibu."ucapnya sambil mengambil alih rantang yang dibawa Khalista kemudian membawanya masuk kerumah.

__ADS_1


Andika dan Khalista saling berpandangan kemudian mengikuti langkah ibunya ke meja makan.


Ibunya tampak memindahkan makanan di piring kemudian memberikan pada Andika dan Khalista.


"Minta hukuman apa hari ini? "tanya bu Marni. Bahkan sebelum mencicipi makanan ibunya sudah mempertanyakan tentang hukuman.


"Aku minta disayangi ibu."ucap Khalista.Bu Marni terenyuh. Gadis cantik yang menyandang status sebagai menantunya itu sebenarnya telah merebut hatinya.Namun rasa sayang yang dia tunjukkan benar-benar berbeda. Ingin melihat gadis cantik itu mandiri bu marni mengajarkan cara menjadi istri yang baik dikemudian hari.


"Ibu akan menyayangimu jika masakanmu ini tidak keasinan."ucapnya sambil melirik nasi goreng didepannya. Khalista dan Andika saling berpandangan ketika bu Marni menyendok satu suapan nasi dimulutnya.


Ibunya menganggukkan kepalanya,membuat kegusaran dihati Andika dan Khalista.


"Kenapa kalian hanya memandang ibu?Makanlah."ucap nya.


Hingga beberapa menit kemudian Mereka memberesi meja makan. Bu Marni mengusap pelan pundak menantunya yang membereskan beberapa piring.


Khalista menoleh kearah mertuanya.


"Biarkan Bi sari yang membereskan.Ibu ingin berbicara kepadamu."ucap Ibunya. Khalista menduga pasti ibunya akan memberikan sebuah hukuman kepadanya.


Ibunya mengusap pelan pundak khalista dan mengajaknya duduk di sofa keluarga.


"Ini untukmu."ucap Ibunya sambil menyerahkan sebuah kotak peehiasan kepada Khalista. Khalista menatap penuh tanya kearah mertuanya.


"Ambillah.. "ucap ibunya sambil menarik tangan khalista dan menempatkan kotak itu di telapak tangan Khalista.


"Tapi, Bu... "sanggah Khalista.


"Tidak ada pembantahan.Ibu menyayangimu. maaf Bila ibu merepotkanmu beberapa minggu ini."ucapnya. Khalista terharu, bulir bening mengalir dipelupuk matanya. Khalista memeluk mertuanya.


"Ibu,ibu menyayangiku saja itu sudah lebih dari segalanya. tidak perlu memberikan hadiah seperti ini."ucap Khalista.Ibunya mengusap air mata yang mengalir dimatanya juga.


"Itu hadiah karna kamu berhasil membuat masakan yang enak untuk ibu. Ini juga hadiah karna nyatanya kamu selalu sabar menghadapi ibu.Kau tau,sebenarnya masakan yang kamu masak selama ini benar-benar membuat ibu makan dengan lahab,tidak pernah keasinan, tidak pernah hambar juga."ucap ibunya. Khalista semakin terisyak.Bahkan ibunya mengajarkannya sesuatu yang sangat berharga padanya.


"Ibu.. "Khalista melepas pelukan ibunya. Memandang kearah ibunya. dan kemudian memeluknya lagi.menumpahkan segala air mata dipundak ibunya.


"Maaf,ibu pernah salah paham denganmu. Ibu pernah meragukan kelakuanmu. Nyatanya kamu adalah wanita baik dan begitu cantik. tidak salah Andika memperjuangkan cintanya untukmu. Tetaplah bahagia sampai kapanpun sampai maut memisahkan cinta kalian."ucap ibunya.


Hati Khalista benar-benar bahagia, bahkan tangisan yang dia keluarkan adalah tangis bahagia.


"Mas Andika,terimakasih untuk semuanya. Tidak butuh lagi waktu lama,aku akan meyakinkan bahwa kamu telah memiliki hatiku."batin Khalista.


Andika yang menyaksikan pemandangan itu di pojok ruangan tampak menguap setitik air mata yang keluar tanpa diminta.

__ADS_1


😍😍😍😍


Hai readers. selamat berlibur....... jangan lupa tinggalkan jejak ya... like komen dan hadiah untukku...


__ADS_2