
"Kurang ajar!!! "
Aditya memijit kepalanya yang terasa berdenyut akibat dari pikiran kalut yang menyerang nya, Bagaimana tidak anak buah kepercayaan nya kini telah berani menipunya, Dengan mengkorupsi dana perusahaan yang ia kelola saat ini,
Belum juga selesai masalah sebelum nya kepala gudang yang membawa Kabur sejumlah uang dana perusahaan, Bahkan ia telah menjual mobil istrinya untuk menutupi kerugian yang ia alami saat ini,
"Permisi tuan ada laporan dari orang suruhan kita, Jika berita yang di upload di media sosial telah di blokir seseorang, Dan berita itu lenyap tak berjejak tuan, "
Mendengar laporan anak buah nya yang ia tugas kan untuk memantau perkembangan berita yang mereka upload beberapa hari lalu, Sukses membuat Adit membuka matanya
Segera di raih nya ponsel yang tergeletak di atas mejanya dan membuka sosial medianya, Benar disana sudah berakhir tak berpisah, bahkan Akun anonium yang telah menyebarluaskan video tersebut ikut lenyap entah kemana,
"Brengsek!! Ini pasti kerkan nya si sekretaris Azka sialan itu" Geramnya kenapa ia bisa gagal membuat kehidupan Azka berantakan,
"Kalian sama sekali tidak ada yang becus mengerjakan sesuatu! " Ucapnya dengan melemparkan buku tebal yang ada di atas mejanya kearah anak buahnya yang baru saja melapor,
Emosinya semakin meluap kala mengetahui jika rencananya kini gagal lagi, Kekesalanya itu berimbas pada barang-barang diatas mejanya yang tidak berdosa itu kini telah hancur berserakan karena ulah sang pemilik,
"Hah! harus dengan cara apa lagi aku menghancurkan mu Azka! Kenapa selalu gagal rencana yang telah aku susun dengan rapi, " Kesal nya dengan. Membanting gelas yang ada di atas mejanya,
Anak buah nya yang menyaksikan itu semua hanya bisa menundukkan kepala, Tak berani berkata apapun, Sebab khawatir jika dirinya akan menjadi sasaran samsak sang boss,
__ADS_1
… … … … . … …
Malam Itu Devan pulang dengan perasaan campur aduk, Walaupun Desi khirnya mengubah keputusan nya dengan meminta waktu, Untuk memberinya jawaban.tetapi tetap saja hatinyan tidak tenang,
" Des tidakkah kau memberiku kepercayaan?, " Ucap Devan seorang diri sembari mengemudikan roda empatnya, Menuju rumah nya, Malam sudah sangat larut tubuh dan pikiran nya butuh istirahat,
"Aku tidak akan menyerah sayang, Aku akan menunjukan jika aku bersunguh-sunguh ingin menjadikanmu istri dan ibu dari anak-anakku, Anak-anak kita, "
Devan bergumam sembari membersihkan tubuhnya, ingatannya kembali pada beberapa jam lalu, dimana keintiman nya bersama wanita pujaan nya itu,
Bahkan rasa manis dari bibir pink milik ibunya Danur itu masih bisa ia rasakan hingga saat ini, Devan tersenyum-senyum sendiri saat mengingat nya,
"Ahh sayang aku tidak sabar ingin menjadikan mu milikku seutuhnya, " ucap nya sembari memejamkan matanya karena rasa kantuk yang datang menyerang, Berharap akan memimpi kan dirinya,
"Ya ampun kenapa jantungku semakin berdebar-debar ya, " tanyanya pada dirinya sendiri, Tangan nya terangkat dan menyentuh bibir nya yang masih terasa kebas akibat ulah Devan,
Bibir nya menyinggung kan senyum kala teringat kejadian beberapa jam yang lalu, masih bisa ia rasakan betapa hangat nya pelukan pria duda itu, Sapuan hangat nya masih terasa membelai bibir nya yang t sedikit bengkak itu,
"Ya Ampun kenapa terus terbayang-bayang sih memalukan!, " Desi duduk. Di tepi tempat tidur nya dengan kedua tangan nya menutup wajah nya yang merona karena malu,
Malam itu kedua insan yang tengah di mabuk asmara itu tidur dalam senyum, Dengan perasasa membuncah di dada keduanya,
__ADS_1
… …. . …. . …
Pagi menjelang, semua orang bangun dengan segar dan tubuh yang fit. seperti biasa jika Azka yang duluan bangun maka ia akan mandi duluan kemudian membangunkan Arum,
"Sayang! Bangun sudah pagi, " Ucap nya sembari mengecupi pipi cuby sang istri yang selalu membuat nya gemes, Tangan kanannya mengelus perut buncit nya,
"Emh..geli mas! " Protes Arum saat bibir lakal suaminya mengecapi leher dan dadanya, Tanpa berniat membuka kedua matanya yang masih terasa sangat berat,
Namun bukan nya berhenti Azka sengaja bermain-main di daerah kesukaan nya itu, Sehingga membuat Arum kembali merengek karena geli,
"Mas..! geli ihh, " Rengek Arum dengan membuka matanya perlahan,
"Iya sayang iya, habisnya mas gemes banget sama kamu, " Jawab Azka sembari mencuri kecupan di bibir istrinya yang langsung di protes kembali oleh Arum,
"Ihh mas nih main cium-cium aja masih bau igong nih, belum gosok gigi," Protes Arum dengan sedikit cemberut, demi menutupi rasa malu karena baru bangun,
" Mas nggak perduli sayang, mau bau apapun juga, Selama itu masih kamu hem, Bagi mas apapun yang ada pada dirimu dan tubuh mu adalah candu bagiku, " Terang Azka sembari membantu istrinya untuk mabgkit dari tempat tidur dan menuntun nya menuju kamar mandi,
Aku juga mau mandi ahhh, dah Annu ini🏃🏼♀️🏃🏼♀️
Jangan lupa tinggalkan komen dan like nya ya Bestie
__ADS_1
Makasihh 🙏
dan maaf ya bila banyak typo nya🙏