
Prangg!!!
Suara pecahan benda yang berbahan keramik itu sungguh memekakan telinga yang mendengar nya,
Sebuah cangkir yang sudah tidak berbentuk lagi kini terlihat sangat mengenaskan teronggok di lantai
"Kau masih berani kesini dengan tampang menyedihkan mu itu?"
Wanita parubaya yang tiada lain adalah istri pertama Juragan Gatot itu kini berdiri dengan berkacak pinggang di hadapan Wati yang tampak menyedihkan,
"Apa kau pikir suamiku masih sudi bersamamu setelah kau menginginkan perpisahan dengan nya? "
Wanita itu masih berbicara dengan intonasi yang tinggi, Tidak perduli akan pandangan heran beberapa orang karyawan suaminya yang berlalu lalang di sekitar mereka,
"Ta..tapi Juragan tetap mempunyai tanggung jawab terhadap anak ku, Armand berhak akan hal itu, "
Wati menjawab dengan suara terbata-bata, Dirinya memang sedikit takut terhadap mantan madunya itu, Tentu saja dirinya masih ingat bagaimna wanita arogan di hadapan nya ini menganiayanya dulu,
Hingga dirinya terpaksa meminta berpisah dengan Juragan Gatot, Demi menyelamatkan nyawa sang jabang bayi yang tumbuh di rahim nya saat itu,
"Heh kukira kau sudah sanggup dengan konsekuensi nya jika kau mempertahankan kan anak mu itu, Tidak tahu malu,"
Ucap nya dengan sinis, Tak ada rasa iba atau prihatin dengan keadaan wanita muda yang bersimpuh di depan nya itu, Darah nya selalu memanas saat mengingat jika Suaminya memiliki seorang putra bersama wanita di depan nya itu,
Mengingat jika dirinya tidak bisa memberikan keturunan, Dirinya di vonis tidak bisa mengandung karena suatu hal,
Wati yang hanya mampu mengeram dalam hati saat mendengar semua perkataan mengenyeh dari mantan madu nya itu,
Dirinya tidak bisa melawan atau membatah perkataan wanita itu, keadaan nya yang sekarang sedang membutuhkan bantuan demi kelangsungan hidup putra nya,
Dirinya yang tidak bekerja dan hanya mengandalkan penghasilan Kakek dan Nenek nya menggarap sawah milik tetangga yang digunakan upah tidak seberapa itu,
"Jangan terlalu mengharapkan juragan, Ingat kami yang paling membutuhkan nafkah di banding dirimu, Dan juga kamu kan bukan lagi tanggung jawab Juragan, Jadi berhentilah bersikap seperti pengemis,"
"Tapi ini untuk Armand Nyonya, Bu..bukan untuk ku biar bagaimanapun Arnand juga berhak menikmati semua harta Bapak nya"
Wati memberanikan diri berkata sembari mengangkat wajah nya, Menatap lawan bicaranya, Dirinya tidak ingin menyerah kali ini, Ia harus pulang dengan tangan terisi, Putra nya sudah menunggunya di rumah,
__ADS_1
Plak!!
Suara tamparan yang cukup kuat itu serentak membuat beberapa orang yang berada tak jauh dari teras rumah itu menoleh dimana asal muasal suara yang membuat pipih mereka terasa ngilu hanya dengan mendengar bunyinya saja,
Sekilas mereka merasa kasihan dan juga prihatin atas apa yang menimpa wanita muda itu,
Namun itu hanya sesaat mereka kembali melakukan aktifitas mereka, Sebelum juragan menegur mereka karena tidak becus dalam bekerja,
"Lancang!! Siapa kamu yang berani membantah dan mengajari ku hah?, Pergi kamu dari hadapan ku, Jangan pernah kau menampakkan wajah miskin mu ini di hadapan ku!, " Istri tertua Juragan Gatot itu sudah sangat geram dalam menghadapi Wati yang menurut nya tidak tahu diri itu,
"Wati mengelus sebelah pipi nya yang terasa kebas dan perih, Akibat tangan ringan mantan madunya itu,
" Nyonya tidak bisa begitu, Armand adalah putra satu-satunya juragan, Dia lebih berhak menikmati harta bapak nya, Di bandung dengan… .!, "
Plakk!!!!
Wati tidak dapat melanjutkan kalimat nya saat ia kembali merasakan kebas di pipi nya, Akibat Tamparan Untuk yang kedua kali nya, Air matanya sudah menetes di sudut matanya, Akibat perih yang mendera sebelah pipi nya, Dengan cepat ia menghapus nya agar tidak dilihat oleh mantan madu nya yang akan merasa di atas angin jika melihat nya menangis dan rapuh,
"Sudah kukatakan sejak dulu jika aku tidak suka dengan anak mu itu, Jadi jangan harap aku mau berbagi dengan nya cih merepotkan,"
"Ada apa ini!!, "
Suara pekikan juragan Gatot sukses menghentikan aksi jambak menjambak rambut itu terhenti, Istri tua juragan Gatot sontak melepaskan tangan nya dari rambut Wati yang kini masih meringis kesakitan, Kulit-kukit kepala nya serasa terkelupas akibat kuatnya jambakan wanita itu,
Wati yang masih meringis menahan perih di kepala dan juga pipi nya itu kini mencoba berdiri dengan sisa tenaga yang ia miliki, Dalam hati ia sedikit bersyukur akan kehadiran Mantan suaminya itu, Setidaknya nya dirinya tidak mati dianiaya oleh mantan madunya itu,
"Ada apa ini? Kenapa kalian ribut seperti ini?" Juragan Gatot menatap Istri pertamanya dengan tatapan tajam, Sehingga membuat nyali wanita itu menciut,
"Ini… ini M Mas dia… dia.. " Wanita yang usian hampir setengah abad itu tergagap saat menjawab pertanyaan Suaminya, Akibat di landa kegugupan karna telah ketahuan menganiaya mantan madunya,
"Maaf Tuan aku kesini hanya ingin meminta hak Putraku, Sebab sudah hampir setengah tahun ini Tuan tidak memberikan nafkah untuk nya, Uang tabungan ku sudah habis Kakek dan Nenek sudah tua mereka sudah sangat keberatan menanggung hidup kami, "
Wati berhasil mengutarakan niatnya, Setelah mengumpulkan segenap keberanian nya, Tidak Perduli dengan tatapan membunuh istri dari mantan suaminya itu,
Baginya putra nya adalah prioritas utamanya, Dan hak nya harus ia dapatkan,
Mendengar penjelasan panjang lebar dari wanita yang telah menjadi mantan istri nya itu, Sontak Juragan Gatot kembali menoleh kepada istri tua nya, Dengan tatapan lebih tajam dari sebelum nya,
__ADS_1
Sehingga membuat wanita itu semakin menunduk kan kepalanya karena takut akan tatapan tajam suaminya,
"Kita bicara setelah ini, Aku butuh penjelasan mu,"
Juragan Gatot berkata sembari meraih tangan Wati dan membawanya menuju mobil nya,
Wati tersenyum penuh kemenangan saat juragan Gatot membawanya pergi bersamanya, Dan hal itu semakin membuat wanita parubaya itu semakin mengeram kesal,
DI TEMPAT LAIN.
"Kurang ajar rupanya wanita itu tidak mendengarkan peringatan ku! Rupanya kau ingin menguji kesabaran ku heh, Baiklah kita lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan kepadamu hem, "
Nyonya Gayatri tersenyum smirk, Tak sabar dirinya untuk memberikan pelajaran kepada Desi yang menurutnya tidak mengindahkan peringatan nya untuk menjauhi Devan dan Citra,
Ya setelah Perdebatan yang berujung dengan suasana canggung setelah apa yang mereka lakukan saat itu, Yang mana membuat Desi malu dan salah tingkah, Akhir nya Devan berhasil meluluhkan hati Desi, Wanita cantik itu kini mau berterus terang dengan apa yang terjadi kepadanya, Namun dirinya masih enggan menyebutkan Siapa orang tersebut,
Sehingga membuat Devan bertanya-tanya siapakah orang yang melakukan hal itu kepada Desi, Devan juga mengingat-ingat siapa saja orang yang tidak menyukai nya,
Next……
MOHON MAAF YA ALL BARU UP 🙏
TERIMAKASIH NYANG MASIH SETIA DENGAN KARYA RECEH KU INI😁
BIG HUG UNTUK KALIAN SEMUA🤗🤗😘😘
Barakallahu fii umrik.
Barakallahu fii rizki
Barakallahu fii Dunia
Barakallahu fii Akhirat,
Semoga Panjang umur sehat walafiat, dan selalu dalam lindungan Allah SWT, Serta selalu dilimpahi dengan Rahmat dan kebahagiaan Dunia Akhirat Aamin ya rabbalalamin🤲
Queen/Shafa,
__ADS_1