Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
menjalankan rencana.


__ADS_3

" Terima kasih ya Des, Masakan kamu enak banget. Jadi pengen di masakin kamu terus ehh..," Dewan mengucapkan terima kasih kepada Desi dengan sedikit menyelipkan Kode kepada Wanita itu ,


"Sama-sama Mas, Dan maaf jika makanan nya hanya apa adanya, " Jawab Desi tanpa meladeni kalimat Devan yang terakhir tadi,


bukan nya tidak peka. Hanya saja Desi tidak ingin terlalu jauh bermimpi, Ia tahu diri siapa Devan dan Siapa dirinya, Mereka sengat berbeda.


Jika di ibaratkan maka mereka berdua bagaikan langit dn bumi, Devan. Tidak mungkin setius dngan nya, Seorang wanita janda beranak Tiga, Walaupun pada kenyataan nya....,


" Tante Citra pulang dulu ya , Nanti Main sini lagi boleh kan tante..?,"


Lamunan Desi buyar karena suara cempreng Citra yang menongolkan kepalanya di jendela mobil dan melambaikan tangan nya kepada ke tiga anak Desi,


"Ah iya Sayang.. Boleh kok kapan aja Citra mu kesini, Tante selalu Welcome." Jawab Desi sembari membalas lambaian tangan putri Devan Itu.


"Des.. Makasih. " Devan kembali mengucapkan kata terima kasih kepada Desi. Demi menutupi rasa malu nya karena Kode yang ia lemparkan malah di abaikan oleh wanita manis itu,


"Iya Mas Sama-sama, " Desi membalas ucapan Devan seraya tersenyum manis hingga menampak kan gigi gingdul nya yang semakin membuat nya terlihat cantik,


Membuat Devan serasa ingin meleleh detik itu juga, Ah nampakake nya malam ini ia akan tidur nyenyak dan bermimpi indah. bertemu bidadari.


********


['sayang bisa minta tolong anterin berkas yang ada di atas meja ruang kerjaku?',]


Azka terpaksa menelpon Arum untuk mengantarkan berkas penting yang tertinggal di Rumah, tadi pagi.


hari itu Damar tidak ada di kantor dirinya sedang di tugas kan untuk melakukan pertemuan di luar kota,


Mau ia.mengambil sendiri juga tidak sempat lima menit lagi rapat akan di adakan bersama petinggi perusahaan.

__ADS_1


" Iya Mas bisa, Ya sudah saya siap-siap dulu ya Mas. " Arum memungkasi sambungan telpon nya dengan Azka kemudian segera bersiap-Siap setelah menemukan berkas yang di maksud Suminya itu,


"Bu Siti titip Rakha ya. Aku mau ke kantor suamiku, Ada berkas penting nya yang tertinggal, "


Arum pamit kepada Bu Siti yang sedang menyapu Halaman depan rumahnya dan menyirami semua bunga-bunga yang ada di taman mini itu,


"Iya Mama Rakha, Hati-hati di jalan ya,"


"Ih.. panggil kek biasa aja Bu. Arum. nhhak udah kaku gitu ah nggak enak di dengar, "


Tukas Arum sembari terkekeh kecil,


Arum sudah memasuki Taxi yang ia pesan dan meninggalkan rumah menuju Kantor Azka, Waktu masih pukul 10 pagi siang itu,


Siang itu ia pergi sendiri Ke kantor Suminya, Untuk pertama kalinya jalan seorang diri selama ia menikah dengan Azka,


Telah menarik gas motor nya demi mengejar Mobil yang membawa kemana target nya akan pergi,


"Bos.. Sepertinya target menuju Kantor Pusat bos ."


"Terima kasih Pak, " Arum segera tiruan dari dalam mobil dengan perut nya yang semakin besar itu, karena kehamilan bayi kembar nya,


setelah mobil yang ia tumpangi berhenti di Loby kantor, Baru saja Arum berbalik badan hendak melangkah seseorang menabrak lengan nya,


Membuat dirinya kaget luar biasa, Kedua tangan nya Reflek memeluk perut buncit nya, Melindungi kandungan nya,


"Aaauuwww...., Ya ampun... Kamu jahat banget sih..! "


belum juga hilang rasa kaget nya, Arum kembali di kejutan dengan suara pekikan seorang wanita yang menabrak nya tadi,

__ADS_1


sehingga membuat beberapa orang pegawai memperhatikan mereka,


beberapa di antara nya memandng nya dengan pandangan tidak bersahabat,


Seolah-olah dirinyalah sebagai penyebab wanita itu terjatuh.


"Aku heran deh sama Kamu, kamu itu nggak ada puas-puas nya ya menggangguku?,"


Wanita itu kembali bersuara dengan memandangnya seolah dirinya sangat tersakiti.


" Saya..? kita bahkan tidak asling mengenal."


Jawab Arum bingung, Sembari mengkerutkan kening nya, mencoba mengingat-ngingat barangkalinia pernah mengenal wanita itu


" Kamu tega ya setelah kamu merebut Pacar aku. Dan punya anak di luar nikah dengan nya. Kamu malah sok nggak ngenalin Aku, Dasar pelakor...! "


Deg..!!


Jantung Arum seperti di tusuk pisau tak kasat mata, Saat di teriaki pelakor oleh wanita Tidak ia kenal,


Next....


segitu dulu ya.


mohon maaf ya guys telat up nya,


Jangan lupa like dan komen nya ya,


makasih 🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2