Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
bertemu Rangga


__ADS_3

" Yup, Sangat baik, Pak Azka ini termasuk sangat cepat perkembangan nya, Ya, Baru beberapa bulan saja sudah bisa berjalan dengan lancar, Ya walaupun belum bisa berlari ya Pak,". Ucap pria parubaya, selaku terapis Azka selama dua bulan terakhir ini


" Apa ada keluhan? Ngilu pinggul atau lutut mungin?, " Tanya nya lagi,


" Nggak ada Pak, Semua baik, hanya belum bisa berlari saja," Tukas Azka, "


"Bagus kalau begitu, semua sudah Normal ya, Dan untuk Terapi berikut nya, Saya rasa tidak perlu lagi, Tapi jika merasa ada yang ngilu pinggang, atau lutut Bisa langsung kesini saja ya,"


" Baik Pak, Terima kasih, Atas bantuan nya selama ini, Semoga Bapak semkin sukses dengan Klinik Terapi nya,"


Azka berdiri seraya menjabat tangan sang terapis, Ia bersyukur dan berterima kasih atas kebaikan Bapak yang ia ketahui bernama Subagio itu,


" Sama-sama Pak Azka, Jika ada keluhan jangan sungkan-sungkan datang kemari," Ucap nya lagi,


" Mas, Aku seneng banget akhirnya Mas bisa sembuh total seperti sekarang," Arum menempelkan, Sebelah pipinya ke punggung hangat Azka,


Kedua tangan nya melingkari pinggang nya, menikmati momen di bonceng oleh Sang suami,


" Mas juga senang banget sayang, bisa bonceng kamu kek gini, Naik motor, Serasa masih pacaran ya kita ini,". Ucap Azka sambil terkekeh-kekeh, Tangan kirinya mengelus tangan. Arum yang melingkari Pinggang nya,


Azka yang sudah bisa membonceng Arum dengan Motor metik, Kini tak bisa menyembunyikan rasa bahagia nya, Akhirnya setelah sekian tahun Dirinya bisa bergerak dengan bebas, tanpa hambatan,


Dan semua itu berkat doa dn juga perjuangan Istri nya, Arum, wanita muda yang baik dan lembut, Selalu merawat nya dengan sabar, Rela mengekuarkan Uang pribadinya untuk ia berobat,


Sekarang Azka akan menyusun langkah langkah sselanjut nya untuk mengambil semua milik nya, Walaupun sebagian sudah tidak bisa di selamatkan lagi,


Kedua manusia serakah itu, Tidak akan nia biarkan hidup enak secara instan, Tunggu saja,


" Ayah Lakha mau boba, " bocah yang sedari tadi berdiri di depan Azka itu kini tengah menunjuk sebuah gerai minuman kekinian,


" Boleh ya Mah, kan nggak sering," Rakha memelankn Suaranya saat mengatakan kalimat terakhir nya,


" Nggak sering katanya Mas," Arum berbisik di telinga Suaminya, saat mendengar Putra nya itu memgatakan Kalau nggak sering minum boba,


Padahal kemarin sore dia di traktir Boba sama Jaka, Anak Bu Siti, Dan sekarang bilang kalau nggak sering,


" Iya, iya kita beli, " Azka tidak tega mendengar suara melas Putra nya, " Nggak apa-apa sayang, Kasian," Bisik Azka,


" Yuk, " Ajak nya setelah mematikn mesin motor nya dan memarkirkan nya dengan siapa rapi, "Rakha mau Toping apa?, Azka menuntun Rakha dengan tangan kiri nya, Tangan kanan nya menggandeng Tangan Arum,

__ADS_1


" Lakha mau Topi Oleo Yah,". Ucap nya antusias, Arum dan Azka mengulum senyum saat mendengar kata cadel sang anak,


"Oke-oke, tunggu disini Sama Mama ya,Biar Ayah saja yang pesan,"


.


Dari kejauhan seorang Pria tengah memperhatikan Mereka, khusus nya Arum dan Rakha,


" Apa kamu sudah membuang ku dari Hidup mu Rum, Seperti nya kamu sangat bahagia bersama pria itu,". Rangga menghela nafas nya dengan berat,


Dada nya sesak, saat melihat Arum di rangkul pria lain, melihat Anak nya bermanja bukan padanya, Membuat nya semakin ssakit


Apa yang bisa ia lakukan? Dia ingin menemui Arum,Ingin bertemu Anak nya juga,


Rangga menjalan kan mobil nya, hingga tiba di depan gerai minuman kekinian itu,


Dengan mengumpulkan keberanian nya ia keluar dari dalam mobil nya, Perlahan mendekati tempat di mana Arum dan ank nya Duduk, Sedang Azka masih berdiri di depan etalase menyebutkan pesanan nya,


" Ternyata Pria itu susah bisa berjalan, " Batin Rangga, Padahal dua bulan yang lalu masih duduk di kursi Roda,


" Arum," Panggilnya saat ia tiba di samping Ibu dan anak itu,


" Mau apa kesini? Saya nggak adan urusan sama kalian, ". Suara Arum yang nyaring, membuat Azka menoleh, di mana istri dan juga anak nya berada,


Dahinya mengernyit saah pandangan nya menangkap seseorang yang tidak asing di matanya,


" Saya kesitu dulu ya mba, Nnti kalau sudah siap panggil aja,". pesan Azka keada penjaga Gerai boba tersebut,


" Rum, Dengar dulu penjelasan aku, Aku..."


" Aku nggak butuh penjelasan sekarang, dan aku hanya butuh supaya kalian nggak ganggu aku dan anak ku, Itu aja. Tolong..". Arum memohon dengan wajah muram memandang Rangga.


Tiada lagi yang tersisa untuk lelaki di depan nya ini, hati,perasaan dan cinta, Sudah ia kubur saat pria itu meninggalkan nya tanpa penjelasan,


Saat ini hanya Azka suaminya yang ia cintai, walaupun mereka belum lama menikah, Tetapi Azka memperlakukan nya dengan sangat baik, menyayanginya, memberikan nya cinta yang membuat nya nyaman,


"Rum, Aku minta maaf soal 2 tahun yang lalu, Aku benar-benar nggak sengaja meninggalkan mu saat itu, Tapi. Papa ku saat itu sedang butuh aku Rum, Aku...."


" Itu sudah menjadi keputusan kamu, Itu pilihan kamu, Dengan itu kamu nggak perlu capek-menjelaskan nya ke Aku, aku bukan siapa-Siapanya kamu, Lebih baik kamu pulang dan urus anak istrimu di rumah, "

__ADS_1


Potong Arum panjang lebar, masih Dengan Rakha dalam gendongan nya,


"Ada apa ini?" Azka memandang Rangga penuh selidik, " Sini Rakha sama Ayah saja,"


Azka bersih tubuh Rakha kedalam gendongan nya,


Dada Rangga semakin berdenyut saat Azka menyebut dirinya Ayah untuk Rakha, Putra nya,


" Arum tolong, Aku hanya ingin melihat rupa anak ku, Biar bagaimana pun juga di dalam tubuh nya Mengalir darah Papa nya, Aku,".


Ucap Rangga, dengan wajah memelas,


Arum menoleh Azka yang berdiri di samping nya, Tangan nya terangkat dan melingkari lengan Azka, Suaminya,


" Untuk apa kamu ingin melihat nya?, Memang betul darahmu mengalir di tubuhnya, Tapi aku yang mengandung nya selama sembilan bulan, Aku yang melahirkan nya, membesarkan nya, Seorang diri, "


Arum menghela nafas sejenak, menyingkirkan ego di hatinya itu sangat berat,


kemudian melanjutkan ucapan nya,


" Setelah kamu memutuskan yang mana yang kamu pilih, disitulah kamu kehilangan hak Atas nya, Aku nggak melarang kamu mengakui Rakha sebagai anak mu, Tapi alangkah baik nya jika itu hanya kita saja yang tahu, nggak perlu orang-orang tahu yang sebenar nya, pikirkan perasaan istrimu di rumah, cukup kamu tahu aja, jika dia anak kamu,"


Arum semakin mempererat pegangan nya di lengan Suaminya,


yang meresponnya dengan senyuman menenangkan buat Arum,


Sedang Rangga terdiam ter paku mendengar semua perkataan Arum, semua yang fi katakan Arum itu adalah benar, ia tidak memikirkan Nasib kelurga nya saat ini,


" Aku harap Kamu bisa mengerti dengan apa yang aku maksud, Pikirkan nama baik keluargamu, dan juga keluarga istrimu,


Jika besok atau lusa kita bertemu di luar anggap saja kita tidak sling mengenal, Begitu juga dengan Rakha, kamu nggak perlu khawatir,". Tukas Arum,


" Ayo Mas, Itu minuman nya sudah siap," Arum menunjuk penjaga gerai tersebut yang sudah selesai membuat pesanan mereka,


" Rum Aku boleh gendong sebentar?, Sekali ini aja" mohon nya,


Next....


mohon maaf bila banyak typo nya ya

__ADS_1


__ADS_2