Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab. 97


__ADS_3

"Sayang! Lihat aku." Azka merengkuh tubuh istrinya yang tengah menangis sesegukan. Memeluk nya dengan membelai pucuk kepalanya dengan sayang,


Mencoba memberikan kenyamanan didalam pelukan hangat nya, Tidak di pungkiri jika ia juga sangat merasa sedih melihat istrinya seperti ini, ia berjanji akan memberikan perhitungan yang tidak akan pernah di lupakan kepada mereka yang telah membuat istrinya bersedih seperti itu,


"Sayang sudah jangan menangis lagi, Kasian baby twins didalam sana! Percaya sama Mas. Semua akan Baik-baik saja hem! " Azka mengusap buliran air mata yang masih mengalir di sudut-sudut mata indah istrinya, Wanita hebat nan kuat, semua yang terbaik ada pada diri wanita yang kini sedang mengandung anak nya, Buah cinta mereka,


Dan Azka sangat bersyukur akan hadiah yang telah dikirimkan Tuhan untuk nya,


"kamu percaya kan sama Mas? Mas. Tidak akan membiarkan hal apapun terjadi dengan kalian, Kalian adalah segalanya untuk Mas, kamu tenagkan dirimu besok semua akan beres, Damar telah mengurus semuanya"


Arum yang mendengar perkataan suaminya itupun akhirnya merasa sedikit tenang,


"Siapapun yang berani mengusik keluarga ku semua akan memdapat balasan yang setimpal, " ucap Azka dalam hati dengan geram,


"Jangan perdulikan tanggapan mereka di luar sana, mereka nggak tahu apa-apa tentang kebenaraan nya, Mereka nggak tahu seperti apa cerita yang sesungguhnya nya, " Tukas Azka masih dengan memeluk istrinya dengan erat, Tangan nya tak henti mengelus pucuk kepala Arum dengan sayang, sesekali ia mendarat kan kecupan di sana,


Berusaha memberikan kenyamanan bagi ibu hamil itu, Ia tidak ingin terjadi apa-apa dengan istrinya apalagi dalam kondisi yang sedang mengandung seperti Ini,


"awas saja kalian yang telah berani mengusik ketenangan ku, " Batin Azka lagi,


" tapi mas. Mereka menganggap aku telah merebut mas dari mba Sabira, Mereka menyebutku sebagai pelakor , " Ucap Arum dengan kembali meneteskan air matanya,


Dirinya sangat sedih saat orang-orang di luar sana menyebut nya sebagai wanita perebut suami orang, pandangan mencemooh mereka begitu tidak nyaman, Apalagi bisikan-bisikan yang begitu membuat perasaan nya bagai di aduk-aduk,


" Iya sayang mas tahu! Tapi mas mohon tolong jangan terlalu stres hem, ingat baby yang ada di dalam sini! " Tukas Azka dengan mengelus perut buncit Arum, Azka mengerti mood


Arum menjadi sangat sensitif dan juga cengeng seperti ini semenjak hamil,


"Jangan menangis dan juga jangan memikirkan tentang berita itu hem! Percaya kan semunya sama mas. Mas akan mengurus semuanya dan mengembalikan keadaan seperti semula" lanjut nya lagi dengan menatap wajah sembab istri kesayangan nya itu,


"Nah sekarang kita mandi yuk biar kesayangan ku ini seger dan juga makin wangi, " Goda Azka yang langsung membuat Arum tersipu malu sebab dirinya belum mandi,

__ADS_1


Dengan perlahan Azka berdiri kemudian melepas Jas nya dan menyampairkan nya di lengan Sofa yang mereka duduki,


Kemudian ia menggulung lengan kemeja nya hingga sebatas siku, Setelah itu ia membantu Arum. Berdiri dari tempat Duduk nya, Dan menuntun nya menuju kamar mandi,


Dengan telaten ia memberikan tubuh istrinya dengan air hangat, Walaupun dengan. susah payah menahan hasrat nya kala melihat tubuh polos istrinya yang semakin montok karena kehamilan nya,


Azka memang sering melakukan itu semenjak kehamilan istrinya, apalagi istrinya tengah hamil bayi kembar, yang membuat gerakan nya terbatas karena terhalang perut,


Di tempat lain tepat nya di mess dimana Damar Dan Lulu masih betah saling menyelami netral masing-masing, Mangagumi ciptaan Tuhan yang Maha Agung,


Satu tangan Dame sudah melingkar dinpinggang Lulu, Sedang satunya kini telah menangkup sebelah pipi Lulu Dan mengelus nya dengan ibu jari yang,


Posisi Lulu yang menghadap kepadanya semakin memudahkan baginya untuk mengikis jarak di antara mereka, Dari pipi kini tangan hangat nya telah turun perlahan mengelus tengkuk Lulu memberikan sensasi mengekitik yang sulit di jelaskan dengan kata-kata,


Dengan perlahan Damar menarik tengkuk Lulu tanpa mengalihkan pandangan mata keduanya nya yang saling bertaut,


Sejenak ia lupa dengan rasa nyeri yang mendera inti tubah nya, pandangan nya terpaku pada wajah cantik yang ada di depan nya itu, Pesona gadis Cantik dan jutek lebih tepat nya,


Perlahan Namun pasti kini benda kenyal nan hangat itu saling bersentuhan, mengalirkan desiran-desiran halus bagai sengatan listrik yang menggelitik di tubuh keduanya,


Sehingga membuat jantung keduanya kian berdebar seakan sedang berlomba siapa yang paling unggul di antara keduanya,


Lingkaran tangan Damar di pinggang Lulu kian mengencang,


Ini adalah pengalaman pertama bersentuhan seintim ini dengan lawan jenis bagi keduanya,


Benda kenyal itu masih saling menempel dengan mata terpejam.belum ada pergerakan di sana, Hingga akhirnya dengan mengikuti naluri nya sebagai seorang lelaki Damar mencoba membuka bibir nya dan bersiap melahap benda yang sejak tadi mempel di bibir nya, Dengan sedikit menekan halus tengkuk Lulu,


Namun dering ponsel yang begitu nyaring dan mengalun di ruangan yang sunyi itu, Suara itu berasa dari ponsel milik Lulu yang berada di sakunya membuat keduanya tersadar dengan apa yang mereka lakukan saat ini,


Namun Damar bisa mengatasinya dengan tenang, Walaupun dalam hati ia merutuki orang yang telah menghubungi ponsel Lulu tersebut, sehingga mengganggu kegiatan yang sedikit lagi akan menyesap bibir sexy yang selalu cerewet dan tidak bisa diam itu,

__ADS_1


Lulu yang sadar dan jugakaget dengan jarak mereka. Reflek menghempas kan kepala Damar dengan sedikit kasar namun tidak sampai membuat pria kesakitan,


Dengan gerakan cepat Lulu menarik tubuh nya dari rengkuhan tangan Damar, sehingga belitan tangan pria itu terlepas dari pinggang nya,


"Maaf! sebaik nya obatin sendiri saja hidung nya," Tukas Lulu dengan suara terbata-bata,


Wajah nya sudah sangat merah bagaikan kepiting rebus, tidak ingin salah tingkah dan malu di depan Damar, Lulu segera berlari keluar dari ruangan itu, dengan jantung yang semakin berdegup,


Sesampainya diluar Lulu mengelus dadanya dengan bersandar di pintu mengatur debaran jantung nya yang masih bertalu-talu karuan,


"Astaga apa yang aku lakukan barusan, kenapa aku sampai terbuai oleh pesona nya sih malu-maluin banget sih aku!, " Gerutunya dengan kesal, Namun tangan nta reflek memegang bibir nya yang bersentuhan dengan bibir milik Damar tadi,


Wajah nya kembali memanas saat membayangkan hal itu, ponsel yang ada di saku nya kembali berdering, Lulu mengerinyit kan kening nya saat melihat nama yang tertera di layar ponsel nya,


"Ibu! Tumben menelpon malam begini! " Gumam nya sembari menggeser layar ponsel nya dan menerima telpon dari sebrang sana,


"Halo bu! "


Didalam kamar


Damar masih terbengong di sofa saat Lulu berlalu begitu saja, Damar tak ubah nya bagai anak yang di rebut mainan kesukaan nya dengan paksa, Dirinya bagai orang linglung yang kehilangan sesuatu, Ya mengapa semua ini terjadi padanya ciuman pertamanya yang berakhir dengan sangat mengenaskan, Pikir damas dengan wajah lesu dan tidak bersemangat"


" Ahh bukan ciuman lebih tepat nya kecupan, sebab belum juga memulai sudah… Ah sudah lah lebih baik aku membersihkan diri, Memikir nya lama-lama akan membuat ku pusing"


Damar bangkit dari duduknya nya kemudian melepaskan satu persatu kain yang menempel di tubuh nya, Setelah itu ia meraih handuk bersi yang ada di lemari dan masuk kedalam kamar mandi, mungkin dengan mandi air dingin akan membantu mendingin kan kepala nya,


Sabar ya babang Damar mungkin belum waktunya🤪


Jangan lupa ya bestie like dan komentar nya😘


Terimakasih kasih atas segala dukungan nya 🙏🤗🤗

__ADS_1


Btw moon maap ya kemarin khilaf bolos up🙏


__ADS_2