
Setelah memakai baju dan juga merapihkan kamar yang berantakan karena ulah nya yang bagai singa kelaparan tengah memangsa mangsa nya begitu buas,
Sebelum keluar kamar untuk melihat anak-anak Devan kembali menghampiri Desi yang kini tengah tertidur pulas karena kelelahan melayani nya hampir dua jam lamanya, Senyum nya mengembang kala mengingat pertempuran nya dengan wanita terkasih nya itu,
"Terima kasih sayang, Untung ada kamu, kalau nggak aku nggak bisa bayangin bagaimana tua bangka itu akan menghancurkan diriku, " Bisik Devan pelan setelah itu ia kembali mengecup bibir Desi dengan sedikit me lu mat nya,
Desi sedikit menggeliat, karena ulah Devan yang me lu mat bibir nya, Namun tidak sampai terbangun,
Seulas senyum terbit di bibir nya, Ah akhir nya dia bisa juga memiliki wanita yang telah berhasil mencuri hatinya, Wanita cantik nan baik hati, Dirinya sangat bersyukur mendapatkan wanita sebaik dan sesabar Desi,
Devan menutup pintu kamar nya dengan pelan, supaya Desi tidak terganggu tidur nya, Pria itu bisa mendengar suara ribut anak-anak yang tengah bermain di ruang keluarga,
Senyum nya mengembang kala melihat tingkah anak-anak nya itu, "Papa!! " Panggil Citra saat menyadari kehadiran Devan sembari berlari menyambut Ayah nya dengan memeluk nya,
"Papa kok lama banget sih. Kita sudah lapar loh nungguin Ayah sama Ibu, " Gadis kecil itu langsung memberondong ayah nya dengan pertanyaan sekaligus protesan,
"Papa.ibu mana? Kok nggak ikut turun, " Dara dengan malu- malu ikut bertanya kepada Devan akan ketidak hadiran Desi di waktu makan malam seperti ini, Tidak biasanya sang ibu tidak mengurus mereka saat makan malam,
" Ibu lagi istirahat, Jadi malam ini makan malam bersama papa saja ya, Biarkan ibu istirahat, " Ucap Devan kemudian pria itu menuntun anak-anak nya menuju ruang makan,
Diruang makan duo serangkai telah menyiapkan menu makan malam sesuai permintaan Desi sore tadi, Ya selama Arum masih di rumah sakit bu Siti dan juga bu Tina memilih menginap di mess khusus untuk pekerja di rumah itu,
"Selamat malam Pak Devan." Sambut bu Siti yang baru saja selesai menyiapkan makan malam, Silahkan pak." Lanjut nya sembari celingukan mencari keberadaan Desi yang tidak biasanya jam segini tidak nampak,
Selalunya wanita itu akan memasak dan melayani suami dan anak-anak nya, Namun tidak dengan kali ini,
Bu Siti ingin bertanya tetapi terlalu sungkan kepada Devan yang kini telah menjadi suami Desi,
"Mari makan bersama bu, Desi lagi istirahat, nanti tolong siapkan makan malam untuk nya ya, setelah ini," Ucap Devan yang mengerti akan raut penasaran bu Siti yang tidak melihat kehadiran Desi di meja makan,
Bu Siti berpikir sejenak, apakah Desi sedang sakit. Tapi tadi sore saat mereka mandikan anak-anak wanita itu baik-baik saja, Pandangan bu Siti terpaut pada rambut basah Devan, Seketika rasa penasaran bu Siti lenyap setelah mengingat sesuatu,
__ADS_1
"Baik pak, Terima kasih, saya makan di belakang saja dengan Tina, " Ucap nya setelah itu bu Siti beralih kepada Anak-anak yang sudah duduk di kursinya masing-masing,
Bu Siti bermaksud ingin menyiapkan makanan untuk Arkha dan menyuapinya, Namun langsung di cegah oleh Danur,
"Nggak usah bude, biar Danur saja yang nyuapin Adek, bude makan saja, " Tukas Remaja itu, Dan segera mengambil piring yang telah terisi makanan untuk Arkha kemudian menyuapinya dengan telaten,
"Mas.Citra juga mau dong di suapin sama mas Danur, " Ucap Citra yang duduk tepat dihadapan Danur, dengan senyum manis nya,
Hal itu tentu saja semakin membuat Danur cepat-cepat mengalihkan pandangan nya dan fokus menyuapi Arkha,
Jangan sampai ia salah tingkah dan di ketahuilah oleh Ayah Devan, Sebisa mungkin ia mensugesti dirinya jika ini tidak benar, Citra adalah adiknya sama seperti Dara dimas dan Arkha,
"Citra. Makan sendiri, Mas nya juga lagi repot itu nyuapin adik Rakha, " Tegur Devan kepada putri nya, "Itu lihat. Dara saja pinter makan sendiri, " Lanjut nya lagi dengan menunjuk Dara yang tengah menyuapkan makanan kedalam mulut nya,
Citra yang mendapatkan teguran dari sang papa. Hanya nyengir kuda menampilkan deretan gigi susunya yang rapih, " Iya papa. Padahal kalau di suapin mas Danur kan lebih enak rasa nya, " Ucap polos Citra tanpa tahu jika Danur yang duduk di sebrang nya sudah salah tingkah karena ucapan nya,
"Sini biar kakak saja yang suapin mau nggak?, " Tanya Dimas yang duduk bersebelahan dengan Citra,
Hidup hanya berdua dengan sang ayah dan hanya diurus seorang art dan juga babysitter. Membuat nya kesepian, main sendiri tidur sendiri makan juga sendiri semuanya sendiri, sedang sang ayah selalu sibuk di kantor sebagai seorang pengacara terkemuka, Devan sering pulang larut,
Dan sekarang setelah mendapat keluarga baru, Citra begitu bahagia. Memiliki ibu yang bisa bersamanya sepanjang waktu, memiliki saudara yang lebih besar darinya, membuat nya ingin bermanja-manja,
"Sayang.ayo bangun makan malam dulu nanti baru sambung lagi tidur nya, " Devan mengecup pipi Desi yang masih tertidur lelap,
Setelah selesai makan malam, devan membimbing anak-anak nya untuk menggosok gigi dan mencuci kaki, dan bersiap untuk tidur,
"Emh.jam berapa mas?, " Desi bertanya dengan mata tertutup, Wanita itu terusik dengan kecupan-kecupan Devan pada wajahnya nya,
"Sudah mau jam sembilan, "
"Apa...!!!? Jam sembilan?, " Desi langsung bangun terduduk karena terkejut, "Aduhh anak-anak aku belum menyiapkan makan malam Mas!, " Ucap Desi yang buru-buru bangun dari tempat tidur nya,
__ADS_1
Wanita itu terkejut ia telah tertidur hingga melewatkan makan malam bersama anak-anak nya, Karena kelewat terkejut Desi sampai lupa jika saat ini dirinya tidak mengenak kan sehelai benang pun,
Hal itu tentu saja membuat Devan menelan Salivanya dengan jakun yang naik turun, Saat Desi turun dari tempat tidur dengan tubuh polos nya hendak ke kamar mandi,
Hap!! Devan menangkap tubuh Desi dan memeluk nya dari belakang, Menempel kan aset nya yang telah berkedut karena kegerahan di dalam sama, Akibat melhat lawan yang seakan tengah menantang nya,
" Kau sengaja ingin menggodaku hem, " Ucap Devan tepat di telinga Desi dengan sedikit menggigitnya membuat sang empunya merinding disco,
Merasakan lengan kekar Devan yang langsung menyentuh kulit nya tanpa terhalang apapun, Sontak saja Desi melihat Tubuhnya yang membuatnya membelalakan matanya, Ternyata dirinya tidak mengenal kan apapun,
Astaga!! pantas saja suaminya berkata demikian, Rupanya dirinya memang polos tanya pakaian, Desi menepuk kening nya bisa-bisanya dia lupa dengan apa yang terjadi beberapa jam lalu,
"Mas.lepas dulu aku mau ke kamar mandi kebelet nih, " Desi berusaha melepas kan belitatan tangan Devan dari tubuh nya, saat ia merasakan sesuatu yang telah mengeras menyentuh bo Kong nya,
"Hem, ayo aku antar. " Ucapnya dengan suara serak menandakan jika hasrat kini telah kembali menguasai dirinya,
"Mas!! Aku mau pipis masa mau di antar juga, Modus ihh, " Ucap Desi dengan mencubit gemas lengan Devan,
"Salah siapa hem! Kamu sengaja menggodaku kan?, " Devan berkata sembari menyesap pundak Desi yang polos karena tidak tertutup apapun,
"Mas biarkan aku ke kamar mandi, aku juga mau melihat anak-anak mereka pasti belum..., "
"Mereka sudah makan dan juga sudah masuk kamar semua, jadi nggak ada lagi alasan untuk mu melarikan diri dariku, " Devan tersenyum penuh kemenangan saat Desi tidak bisa lagi membuat alasan untuk lari dari terkaman nya,
MAS DEVAN JANGAN BUAS2 YA KASIAN NANTI BU DESI ENCOKππ
Hallo bestie jangan lupa like komen nya ya, ππ
All bestie kalian punya rekomendasi nama anak kembar cewek yang cocok untuk anggta baru keluarga DEWANTARA nggak?π
siapa tau ada. boleh rekomen nya yaπ
__ADS_1
TERIMAKASIH LOVE U SEMUA NYAππ