
" Jadi kita manggil nya jangan Nama Tin, Panggil Nyonya Aja, Kan sekarang dia sudah jadi majikan kita," Tukas Bu Siti, Yang sedang duduk di sofa Ruang keluarga, Bersama Tina,
Hari ini kedua Ibu-ibu mantan tetangga sekaligus teman Arum itu datang untuk membicarakan tentang kerjaan kepada Arum,
"Panggil seperti biasa saja Bu, Nggak usah panggil Nyonya, Kedengaran kek aneh gitu," Arum yang baru saja kembali dari dapur untuk menyiapkan minuman untuk kedua teman nya itupun sempat mendengar percakapan Kedua nya, Yang akan memanggil nya Nyonya,
"Ih nggak enak lah, Sekarang kan udah jadi Majikan kita," Sahut Bu Siti,
"Nggak ada majikan dan pegawai di antara kita bu, Sama aja kita saling membutuhkan disini, Jadi biasa aja panggil nya," Ucap Arum memandang kedua teman nya yang duduk berhadapan itu,
"Ya udah kita panggil Mama Rakha saja ya, Biar enak," Usul Bu Tina,
"Boleh, begitu lebih baik daripada Nyonya, Jadi geli aku dengernya," Sahut Arum sembari terkekeh,
Membuat Bu Siti dan Bu Tina ikut terkekeh, Sedang Rakha hanya bengong melihat ketiga orang dewasa itu tertawa-tawa, Padahal menurut nya saat tidak ada yang lucu,
Sore itu akhirnya sudah di putuskan, Jika bu Siti bertugas membantu Arum masak di dapur, Sedang Bu Tina akan membantu Arum dalam mengurus Rakha, Sedang untuk yang bertugas membersihkan Rumah dan lain nya, Arum akan mengambil dari Yayasan penyalur Art saja,
Itu permintaan Azka, Rumah mereka yang sangat luas itu tidak mungkin hanya akan mempekerjakan dua orang Art saja,
Arum masih akan mengambil setidak nya 4 orang Art lagi Yang menginap di rumah itu, untuk yang bertugas membersihkan Rumah dan mencuci pakaian,
Bu Siti dan Bu Tina, Tidak bisa menginap, mereka berdua pulang pergi, Untuk saat Ini kedua nya beum bisa menginap,
,
"Sayang, Masih lemes? Kita ke dokter mau ya, Mas seharian ini kepikiran kamu terus, Takut kamu kenapa-napa,"
Sore Itu begitu Azka sampai Di Rumah ia langsung menanyakan keadaan Istri nya, Seharian dia meninggalkan Arum dan Rakha di rumah, Dengan. Keadaan Arum yang kurang sehat, Membuat nya sangat khawatir,
"Masih." Arum yang sejak tadi berbaring di sofa sembari menemani Rakha yang menonton Film kartun itupun bangkit dari rebahan nya,
" Pengen peluk Mas," Arum langsung melingkarkan kedua tangan nya di pinggang Azka yang sudah segar usai mandi, Wangi sabun yang menyatu dengan Aroma khas nya itu, Membuat Arum merasakan Nyaman yang luar biasa,
Azka menyambut pelukan sang Isteri dengan mengecup Puncak kepala Arum, Dengan Sayang, Dalam hatinya bertanya, Tumben sekali istri nya semanja ini,
Arum menghirup aroma tubuh suami nya yang telah ia rindukan seharian ini,
Perasaan nya kian membaik saat menghirup Aroma Tubuh Azka yang wangi itu,
"Udah mandi?," Tanya Azka, Karena melihat baju yang di kenal kan Arum masih sama dengan yang ia kenakan pagi tadi,
__ADS_1
"Belum..Bau ya?," Tanya nya kemudian,
"Nggak, Istri ku nggak pernah bau, selalu wangi walaupun belum mandi," Tukas Azka jujur,
"Mas, " Panggil nya sembari mendongak menatap wajah ganteng suaminya itu, Semakin hari Azka semakin ganteng di mata Arum,
"Hem, Apa sayang," Azka menunduk demi melihat wajah manis Isterinya yang sedang manja itu,
"Pengen makan Seblak," Rengek nya,
"Seblak? Kamu mau makan seblak?," Tanya Azka dan di jawab dengan anggukan kepala oleh Arum, Dengan senyum bahagia nya,
"He'em, Tapi harus Mba Desi yang masak, Disini boleh?," Tanya nya masih dengan mendongak memandang wajah suaminya,
"Boleh, Tentu saja boleh," Ucap Azka, dengan mencubit pelan hidung mancung Arum "Mau Mas yang telpon atau kamu?,"
" Aku aja, Mas telpon Pak Devan, Aku pengen nya Yang masak Seblak nya Mba Desi dan juga Pak Devan," Ucap Arum enteng,
Azka hanya melongo saat mendengar keinginan Istrinya yang ada-ada saja itu,
Sementara Arum kini tengah Asik mengulir layar hp nya, Masih dalam pelukan Azka, Dengan sesekali mencium dada nya,
" Hem, Oke! Aku mandi dulu kalau gitu," Arum keranjang dari duduk nya dan pergi ke kamar untuk membersihkan tubuh nya,
Setelah memeluk dan mencium aroma khas Suaminya, Arum merasa tubuh nya kembali segar nggak selemes tadi,
.
.
"Halo Mba Desi.! Yang cantik dan baik hati, Lagi di mana? Sibuk nggak?," Arum menghubungi Demi sesaat setelah ia selesai mandi dan berpakaian, Duduk di depan meja rias nya dengan sisir di tangan nya,
(" Mba lagi di Rumah, Nggak, Mba nggak sibuk, Ada apa nih sampe keluar mode rayuan maut nya," ) Tukas Desi sembari tersenyum kecil melirik Seseorang yang duduk di hadapan nya,
"Mba tahu aja deh Hehehe, Mba! aku pengen makan Seblak buatan Mba,Tapi masak nya di rumahku, Sekarang ya, Aku tunggu," Jawab Arum masih terkekeh pelan,
("Sekarang?" ) Tanya Desi, Matanya melirik jam yang tergantung di tembok Rumah kontrakan nya, Sudah jam Enam sore,
(" Oke! Bentar lagi mba Otw, Em.. Bahan-bahan nya ada?," ) Tanya Desi lagi,
Sementara Desi yang sedang serius berbicara dengan lawan bicara nya di sebrang telpon itu, Lain hal nya seseorang yang duduk di depan nya, yang sejak tadi terus memperhatikan wajah cantik nya itu, Kini ia merasa sedikit terabaikan oleh Desi, Yang tengah asik bertelponan entah dengan siapa itu,
__ADS_1
Di tengah keterdiaman nya itu, Tiba-tiba ia di kaget kan oleh Suara Desi yang telah selesai dengan Telpon nya,
" Maaf Mas, Em.. Barusan Adik saya telpon minta dibuatkan Seblak, Tapi masak nya di Rumah nya, Dan mintanya sekarang, Bagaimana kalau kita bicarakan orderan Mas besok saja, Kan masih seminggu lagi kan Acaranya?, Jadi tidak terlalu terburu-buru, " Tukas Desi merasa tidak enak, Kepada Pria ganteng di depan nya ini,
" Ok, Tidak masalah, Besok sore saya kesini lagi, Em Perginya Naik motor?" Tanya nya,
"Iya," Ucap Desi singkat,
" Bagaimana…"
Perkataan Devan menguap begitu saja saat ia merasakan jika Hp yang berada di saku celana nya itu bergetar, Menandakan jika ada seseorang yang menghubunginya,
.Dengan sedikit menggerutu dalam hati, Devan merogoh saku nya, Dan melihat siapa yang telah kurang ajar menelpon nya di saat yang tidak tepat seperti ini,
Dan Nama Azka tertera dengan gagah nya di layar hp nya yang tengah berkedip-kedip genit itu,
"Azka sialan, Ngapain sih nelpon segala, Ganggu aja nih orang," Umpat Devan dalam hati,
(" Van, Lo dimana?," )
Belum juga ia mengucapkan kata halo, Suara Azka di sebrang sana telah lebih dulu menyapa nya,
"Gue…gue lagi di luar, Ada apa? Tumben banget lo perhatian sama gue, Pasti ada apa-apa nya, " Tebak Devan, Rasanya ia ingin memaki sahabat nya itu saat ini, Namun tidak mungkin ia lakukan di depan Desi, Wanita lembut dan baik hati itu,
("Gue mau minta tolong sama lo, Lo bisa kan mampir ke rumah gue sekarang, Gue lagi butuh bantuan nih," ) Jawab Azka sembari terkekeh,
Benar-benar kurang ajar, Rutuk Devan,
" Oke gue usahain, Hem," Devan menoleh Desi yang masih berdiri di depan nya,
" Em Rumah Adik kamu di mana? Biar saya anter Sekalian. Saya juga mau mampir ke rumah Teman nih, Kali aja tujuan kita searah," Ucap Devan, Memandang Desi penuh harap,
.
Next…
Jangan lupa dukungan nya ya bestie 🙏
Karena sekecil apapun dukungan kalian itu sangat berarti buat Othor,😊
Terima kasih 🤗🙏
__ADS_1