
"Astaga sayang kenapa bisa begini sih!" Ucap bu Lurah saat menelisik memar di sudut bibir putranya, " Bibi!!!! " Teriak nya memanggil art nya dengan suara nyaring,
"Saya nyonya!!, " Ucap Art tersebut dengan nafas ngos-ngosan karena berlari dari belakang mendatangi sang majikan yang memanggilnya , sementara usia sudah tidak mudah lagi namun jika Ian lambat sedikit maka cacian akan keluar dari mulut bu lurah tersebut,
"Ambilkan kompres dan juga kotak obat cepat!!" Perintahnya dan langsung di kerjakan boleh art itu,
" Baik Nyonya!, "
"Aduhh ini bapak mu kemana lagi sih! Anak lagi kena musibah gini dia malah ngilang mulu, " Omel bu Lurah sembari mengotak-atik ponsel nya untuk menghubungi sang suami,
"Sudah lah bu! Nggak usah telpon bapak.Bapak pasti sedang bersama om bambang ini, Biarkan bapak meyakinkan om bambang kalau aku adalah menantu pilihan! Menantu idaman, " Ucap nya dengan narsis dan percaya diri,
Di benaknya sudah terbayang jika Lulu akan bersanding dengan nya di atas pelaminan, Dan menolak pria sok-sok'an itu karena lebih memilih dirinya yang kaya,
Bu Lurah yang tadinya berniat ingin menghubungi suaminya, Jadi urung ia lakukan, karena mendengar penjelasan sang Putra yang mengatakan dimana suaminya berada, Putra nya yang selalu tergila-gila dengan pesona Lulu sejak mereka sekolah dulu,
"Ya sudah kalau begitu, kita tunggu saja bapak mu pulang, Baru kita urus itu si Anak kota yang kurang ajar itu, " Ucap nya Sembari meraih handuk dan wadah kompres yang di bawakan oleh art nya,
"Geser sini Ran. biar ibu bantu kompres itu yang memar, " Ucap nya Namun sang anak yang sedang asik menghayal itu tidak mendengar perkataan nya,
" Lagi ngebayangin apa kamu hem?" Todong bu Lurah yang menyadari jika putra semata wayang nya itu sedang teraenyum-senyum sendiri seperti orang kesurupan,
Sedang Randy yang tadinya lagi membayangkan mencium Lulu seketika buyar karena suara Lulu dalam khayalan nya malah menyerupai Ibunya,
"Kok mirip ibu! " Gumamnya pelan namun masih di dengar jelas oleh bu Lurah, yang seketika mengeplak kepala anak nya, Sehingga membuat Randy terlonjak kaget. Akibat geplakan ibunya,
"Aduhh ibu kok gitu sih tega bener sama anak sendiri, " Sungut nya sembari menggosok-gosok kepalanya yang sakit karena ulah sang ibu,
"Lah kamu nya aneh, Ditanya kenapa senyum-senyum sendiri kok, malah bilangin aku mirip ibumu! aku ya emang ibumu dudul, " Kesal bu Lurah kepada putra nya itu
"Ohh hehehe maaf bu," ucap Randy dengan mencium tangan ibunya agar tidak marah lagi, Bahaya kalau marah bisa² uang jajan nya di potong,
__ADS_1
Randy yang terbiasa di manjakan oleh kedua orang tuanya, menjadi malas untuk bekerja, yang dia harapin hanya uang orang tuanya, Tanpa harus berpikir dan berusaha
Dan itu adalah salah satu alasan menggapa bu Yanti tidak menyetujui jika putrinya di jodohkan dengan Randy, Anak manja yang selalu mengandalkan kedua orang tuanya,
Sebagai orang tua tentu saja selalu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya begitu juga dengan bu Yanti tidak akan memilihkan jodoh anak nya dengan sembarangan, apalagi Lulu adalah putri satu satunya,
Namun lain lagi dengan pak Bambang yang sudah termakan bujuk rayu pak Lurah Jarot, Untuk menjodohkan anak-anak mereka,
Randy yang memang sudah tergila-gila dengan kecantikan Lulu dan pembawaan nya yang sedikit tomboy itu, selalu merengek siang malam kepada kedua orang tuanya agar melamarkan Lulu untuk menjadi istrinya,
Di tempat lain
Damar kini tengah menikmati santap siang nya dengan lahap, Rasa masakan calon ibu mertuanya itu memang sangat enak, sangking enaknya dirinya sudah dua kali nambah,
Lulu yang melihat pria yang mengaku sebagai calon suaminya itu hanya geleng-geleng kepala saja, Damar makan sangat lahap seperti sudah berapa hari tidak makan,
"Emm enak banget masakan ibu, " Puji Damar kepada masakan bu Yanti, " Kalau makan enak begini terus tiap hari bisa-bisa aku gendut seperti mantan pacar kamu yang katamu sixpack itu,
Uhuk.. Uhuk..
" Ya ampun Lu pelan pelan kalau minum! Jangan buru-buru kenapa sih! " Omel bu Yanti yang kebetulan lewat di ruang makan karena hendak mengambil minum di dapur,
Sedang Damar buru-buru bangkit dari duduk nya dan menghampiri Lulu yang sedang terbatuk-batuk karena ulah nya, Damar menepuk-nepuk pelan punggung Lulu agar batuk nya reda,
" Iya bu! " sahut Lulu setelah batuknya reda, dengan melirik Damar yang berdiri di samping nya dengan tatapan jengkel,
Setelah batuk Lulu reda Damar kembali ke kursinya dan melanjutkan makan nya yang masih tersisa, Menu ikan bakar Nila dan sayur bayam, dengan lalapan daun singkong serta sambal tomat, Adalah makanan terenak yang pernah ia makan selain masakan Arum Nona muda nya,
" Silahkan istirahat pak. Maaf jika kamar nya nggak sebagus kamar bapak di kota, Namnya juga di desa, semua serba jadul dan apa adanya, Kalau butuh sesuatu…"
"Kalau aku butuh kamu gimana? " potong Damar cepat entah kenapa dirinya mendadak jadi kang gombal sekarang, Menurutnya melihat wajah Lulu yang bersungut-sungut itu sangat menyenangkan untuk nya,
__ADS_1
"Ishh Kenapa pak Damar jadi aneh begini sih! Kemana perginya Pak Damar yang dingin seperti kulkas 5 pintu," Tukas Lulu dengan memincingkan matanya memandang Damar,
"Kenapa? Apa ada yang salah jika Menggoda calon istri sendiri?" Tanya Damar dengan menaik turunkan sebelah alisnya,
"Hem calon istri dari Hongkong!! Sudahlah pak nggak usah dilanjutkan sandiwaranya, disini sudah aman! Jadi nggak perlu berpura-pura lagi," Ucap Lulu dengan tangan terlipat di depan dada,
Damar yang mendengar penuturan Lulu jika dirinya hanya berakting itupun sedikit gemas dengan gadis barbar nya itu,
Apa tampang nya seperti orang yang sedang berakting? Kurang kerjaan sekali dirinya jika hanya ingin berpura-pura,
"Btw Terima kasih ya pak! Sudah mau membantuku tadi, Dengan berpura-pura menjadi calon suamiku," Ucap Lulu lagi belum menyadari perubahan wajah Damar yang sudah memerah menahan kesal, Akibat perkataan nya barusan,
Damar masih setia bungkam tanpa menyahuti perkataan yang terlontar dari bibir cerewet namun rasanya manis seperti buah chery Itu,
"Sudah selesai bicaranya? " Tanya Damar dengan berjalan mendekati Lulu yang berdiri tepat di belakang pintu, "Sekarang dengarkan aku, " Ucap nya setelah berdiri berhadapan dengan gadis cerewet itu,
" Aku tidak pernah mengingkari perkataan yang keluar dari mulutku, Jadi apa yang aku katakn kepada ibumu itu adalah benar, Bukan sandiwara apalagi akting!" Ucap Damar dengan tegas dengan raut wajah yang dingin,
Membuat Lulu sedikit ngeri, Apalagi jarak mereka berdiri sangat dekat, Dirinya bisa melihat Wajah tampan Damar dengan jelas,
" Tapi kan kita nggak ada hubungan apa-apa pak! Dan juga aku nggak mau mempunyai masalah dengan kekasih pak Damar di kemudian hari! " Ucap Lulu dengan memalingkan wajah nya kesamping,
Jangan sampai detak jantung nya terdengar oleh pria dingin di depan nya itu, memalukan sekali pikirnya,
Karena sibuk dengan pikiran nya sendiri. Sehingga tidak menyadari jika Damar telah mengurung dirinya dengan kedua tangan kekarnya, yang berada disisi kanan dan kirinya,
Begitu sadar dengan apa yang terjadi Sontak membuat Lulu kaget, " Pak Damar mau ngapain..??"
MAU NGEPEL TEMBOK LU! TENANG AJA KAMU GAK DI APA²APAIN KOK🤣🤣🤣
Kabur ahh sebelom di demo🏃🏼♀️🏃🏼♀️🏃🏼♀️
__ADS_1