Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab,155


__ADS_3

Bu


" Bang aku mau bangun, capek iih baring mulu, serasa kek orang mau koit aja, " Lulu menolak saat Damar hendak menaikan kedua kaki nya ke atas bed, Dan mengatur posisi bantal untuk ia berbaring,


"Apa begini kamu nyaman? " Tanya pria itu sembari mengelus kepala Lulu, " Kalau nggak nyaman mending berbaring aja, Ingat kata dokter semalam, kamu harus bed rest nggak boleh banyak gerak dulu, " Lanjut nya lagi dengan satu tangan nya mengusap perut Lulu yang masih rata,


"Apa masih terasa sakit?, " Tanya nya lagi dengan wajah yang sedikit khawatir,


"Nggak sakit bang. Tapi aku kok pengen makan masakan nya mba Desi ya, Sepertinya enak banget kalau ku ingat-ingat lagi, " Lulu sampai menelan salivanya sendiri saat mengingat rasa masakan Desi yang pernah ia cicipi,


"Pengen makan masakan nya mba Desi? " Tanya Damar mengulang perkataan istri nya,


Ingin memastikan jika pendengaran nya itu tidak salah,


"Iya bang. Pengen banget nih perut aku sampe bunyi hanya dengan mengingat rasa masakan mba Desi, " Tukas Lulu dengan mata berbinar-binar membayangkan lezat nya masakan Desi,


"Apa perlu abang telpon pak Devan untuk menyampaikan kepada mba Desi untuk minta tolong di buat kan masakan yang kamu inginkan? " Tanya Damar sembari duduk di samping istri nya,


" Iya bang kalau boleh, aku beneran pengen banget bang makan yang di masak mba Desi. Apa saja, "


"Sebentar abang telpon pak Devan dulu semoga dia masih di rumah, " Damar meraih ponsel yang ada di atas nakas, hendak menghubungi Devan,


Di saat bersamaan juga ponsel nya berdering, Nama Tuan Muda Azka tertera di layar ponselnya, " Sebentar sayang Tuan Muda menelpon, mungkin ada hal yang urgent, " Damar beranjak dari duduk nya kemudian berjalan ke arah jendela dan menerima telpon dari Azka,


Lulu hanya memperhatikan saja suaminya itu berbicara lewat telpon, Dari bed hanya berjarak sekitar dua meter, Lulu baru memperhatikan wajah damar dengan seksama,


Walaupun belum mandi Damar terlihat ganteng dengan penampilan santai nya, Tanpa jas dan juga wajah dinginnya, Damar terlihat lebih gagah di mata Lulu,


Dirinya tidak menyangka akan menikahi pria yang sempat ia sebut pria kulkas dan juga aneh, kehadiran janin di perut nya membuatnya semakin yakin jika kini ia telah benar-benar menjadi milik pria dingin bak kulkas itu,


Lulu menarik sudut bibir nya kala teringat pertemuan pertama mereka, Saat itu dirinya tidak sengaja menonjok wajah tampan pria itu,


Dan masih banyak lagi hal-hal yang membuat nya menarik seulas senyum nya saat mengingat nya,


Terlalu asik dan terhanyut memandangi wajah tampan sang suami, Lulu sampai tidak sadar jika Damar telah menyudahi pembicaraan nya dengan Azka lewat telpon,


Cup!

__ADS_1


Damar mengecup singkat bibir Lulu Yang sedikit terkejut karena ulah nya, " Kenapa sampai terkejut begitu? Sedang ngelamunin apa sih. Apa baru sadar sekarang jika suami mu ini sangat tampan?, "


Ucap Damar seraya mengedip kan sebelah matanya, membuat Lulu merona dan memukul dadanya pelan,


" Ih narsi Banget abang nih, " Lulu memalingkan wajah nya kesamping demi menyembunyikan rona merah di kedua pipi nya,


" Mengagumi ketampanan suami sendiri itu nggak apa-apa sayang, sah-sah saja," Goda Damar kepada Lulu yang tersenyum simpul saat mendengar perkataan narsis sang suami,


" Em pak Azka bilang apa tadi? Apa ada sesuatu yang urgent? " Tanya Lulu mengalihkan pembicaraan, demi menutupi rasa malunya karena telah ketahuan mengagumi suaminya itu,


"Ah iya Tuan muda tadi hanya menyampaikan jika Mba Desi dan pak Devan sedang berada di ruangan Nona, mereka akannmampir kesini,"


"Wah sepertinya seru jika aku juga ada disana!, bang aku mau keruangan Arum boleh nggak?, Minta izin sama dokter bang, nanti pake kursi roda kesannya nggak apa-apa," Tukas Lulu dengan wajah antuasias nya,


💮💮💮


"Jadi siapa nama baby twin nya Ar?," Desi bertanya sembari menyuapi Arum dengan makanan yang ia bawa,


" Mas Azka yang kasih nama mba, katanya masih Rahasi, " Jawab Arum setelah menelan makanan yang ada di mulutnya, Rasanya nikmat sekali maskan Desi, Arum merasa jika diirnya tengah bermanja-manja dengan kakak kandung nya sendiri,


"Dih main rahasiaan segala nih kalian,"


" Santai aja bro, banyak jalan menuju Roma elo tenang aja, nggak usah khawatirin gue," Ucap Devan dengan menepuk bahu pria itu,


" Mas Azka! Kasih tahu dong nama si kembar, penasaran nih," Desi berkata dengan wajah memohon,


"Namanya..."


Tok!! Tok!!


Suara pintu di ketuk dari luar,. Membuat Azka tidak melanjutkan perkataan nya, Pria segera berdiri dan berjalan menuju pintu untuk membukanya nya, siapakah gerangan yang datang berkunjung sepagi ini,


"Halo aku datang!! " Suara Lulu mengalihkan perhatian mereka ke sumber suara yang baru saja masuk ke ruangan,


"Lulu!!,"


keduanya kompak menyeru kan nama sang empunya suara, Desi segera mendatangi Lulu kemudian mengambil alih kursi roda Lulu dari Damar dan membawanya menuju bed Arum,

__ADS_1


Ya Damar tidak tega melihat wajah ceria sang istri, Akhirnya ia meminta izin kepada dokter untuk membawa Lulu keruangan Arum di rawat, Dan dokter mengijinkan asalkan Lulu tetap menjaga


batas gerak nya, Demi ke baikan nya,


" Hay bagaimana keadaan kamu?," Tanya Desi sembari mengusap tangan Lulu,


"Kami baik-baik saja mba, " Jawab nya dengan riang,


"Ah Lulu makasih banyak ya, aku berutang nyawa padamu, " Arum berucap dengan mata berkaca-kaca penuh haru,


"sama-sama Ar, sudah jangan ingat-ingat itu lagi Ar, Yang penting kita selamat semuanya, " Jawab Lulu, dengan senyum manis nya,


" Sudah sarapan belom?, kalau belom nih mba bawain sarapan untuk mu," Desi menyerahkan paper bag yang ada di atas nakas kepada Lulu,


"Wahh terima kasih banyak mba Desi yang paling cantik dan baik hati, Kebetulan banget aku sedang ingin memakan masakan nya mba, " Lulu sangat senang saat Desi membawakan makan nya untuk nya,


"Jadi siapa nama baby kembar nya pak?," Tanya Lulu menoleh ke tiga pria tampan yang duduk di sofa,


"Namanya...yang kakak Arsylla Putri Dewanti.yang adik Arsy Putri Dewanti, Nanti panggilan nya Ar dan Sil ," Ucap Azka dengan senyum . bahagia yang begitu kentara di wajah tampan nya,


" Namanya sangat cantik, Tapi kenapa Dewanti mas? kan nama belakang nya mas Azka Dewantara?," Tanya Lulu penasaran, dengan nama belakang kedua baby twins,


" Ada alasan nya.kenapa aku memberikan nama belakang Dewanti bukan Dewantara, " Jelas Azka menjeda kalimat nya,


Kesemuanya yang ada di ruangan itu jadi penasaran, Dengan alasan Azka menai kedua putrinya demikian,


" Aku tidak ingin ada kecemburuan atau timbul pertanyaan di antara anak-anak ku di kemudian hari, Jika aku menamai kedua putri ku dengan nama belakang Dewantara, Aku khawatir jika akan menimbulkan pertanyaan di hati Arkha, Menggapa kedua adik nya punya nama belakang yang sama denganku sementara dia tidak," Jelas Azka Panjang lebar,


Membuat Arum yang mendengar penjelasan suaminya terharu, Dengan mata yang sudah berkaca-kaca, Terharu dengan pemikiran suaminya,yang memikirkan perasaan Arkha, dan tidak melupakan Arkha,


Hay BESTIE🙏


maaf ya telat up nya🙏😉


jangan lupa like komen nya ya bestie


dan terimakasih buang selalu setia menunggu,

__ADS_1


maaf belum. bisa up banyak 🙏


SAYANG KALIAN SEMUA💋💋🥰😍🤗🤗


__ADS_2