
Suasana ballroom hotel bintang lima pagi itu terlihat sangat ramai oleh wara wiri para petugas WO yang memastikan kesempurnaan acara tersebut, Walaupun Serangkaian acara bersifat private party dan hanya mengundang para kolega terpentingnya saja,
Namun tidak kalah dengan suasana sebuah pesta pernikahan mewah yang sering di gelar para kalangan atas yang memiliki kantong tebal, Terlihat beberapa rombongan para kolega Devan yang memasuki BALLROOM tersebut, sebelum akad nikah akan
dilangsungkan,
Banyak para tamu yang sudah berdatangan, Para petugas WO yang mengatur ketertiban acara pun nampak mondar mandir melayani tamu-tamu yang baru tiba dan memandu menunjukan meja mereka,
Di kerumunan para tamu yang berdatangan, terdapat dua orang yang tidak masuk dalam daftar undangan dengan pakaian ala pelayanb yang bertugas di ruangan itu,
" Ingat sayang kamu harus hati-hati jangan sampai tertangkap orang-orang nya Azka mengerti?, " Peringatan sang pria sebelum mereka berpisah ke tempat tujuan masing-masing,
"Iya tenang saja, Aku akan berhati-hati, " Sahut sang wanita,
Kedua orang tersebut berpisah, Dengan tujuan nya masing-masing,
"Ahh aku sudah nggak sabar ingin melihatmu hancur kembali mantan suamiku, " Ucap Sabira dengan tatapan yang tak lekang dari sosok Azka yang baru saja masuk keruangan itu dengan menggandeng mesra tangan istrinya,
"Dan kau wanita miskin tak tahu diri!!. Aku pastikan setelah ini kamu akan kehilangan senyum mu untuk selamanya, " Senyum smirk terbit di bibir Sabira sembari berlalu menuju ke arah toilet,
Arum menyeka kedua sudut matanya yang berair ketika Suara lantang Devan mengalun mengucapkan ijab kabul nya kepada Desi, Wanita yang begitu ia sayangi,
Rasa haru menyeruak dalam kalbunya, Turut bahagia melihat wanita kuat itu, wanita baik hati yang telah ia anggap seperti kakak perempuan nya,
Baik nya wanita itu bahkan melebihi saudara nya yang jelas masih memiliki ikatan darah dengan nya,
Wanita baik hati itulah yang menolong nya beberapa tahun silam, Ketika dirinya baru tiba di kota ini, Tanpa arah dan tujuan
Wanita baik yang membantu nya melewati masa-masa tersulit dalam hidup nya, Tak ada kata lelah yang pernah terlontar dari mulut nya, Wanita yang selalu sabar menghadapinya kala ia ngidam saat mengandung Arkha dulu,
Azka yang melihat istrinya menitihkan air matanya, Lantas mengusap air mata itu dengan penuh kasih,
Tidak bisa dipungkiri Desi adalah wanita yang selalu menguatkan istrinya, mendukung nya saat dirinya tidak bisa apa-apa, Desi selalu cekatan dalam hal apapun yang menyangkut Arum dan dirinya, kala ia masih duduk di atas kursi roda,
Dirinya percaya jika sahabat nya itu mampu menjaga dan memberi kan kebahagiaan untuk Wanita hebat pahlawan bagi Arum dan juga dirinya saat tidak berdaya dulu,
"Sudah sayang jangan menangis lagi nanti bayi nya kaget loh kenapa mamanya menangis di hari bahagia Onty nya, " Imbuh Azka menggoda istrinya,
Benar saja Arum tertawa dengan sisa-sisa air matanya, "Mas ini ada-ada saja, " Ucap nya dengan memukul pelan lengan suaminya,
" Hai gadis-gadis cantik! Kenalan dong! "
__ADS_1
Roy dan gustra menggoda dua gadis yang tengah fokus menyantap es krim tersebut, Dengan mengulurkan tangan mereka kehadapan ke dua gadis yang memakai baju dengan model yang sama itu,
Dengan mulut penuh celemotan es krim kedua gadis itu mendongak menatap dua pria gagah yang berdiri didepan mereka itu, Salah satunya tersenyum lebar menampakkan gigi nya yang rapi,
Sedang Danur yang duduk satu meja dengan kedua gadis cantik itu nampak sedikit heran saat melihat kedua pria dewasa itu yang mengajak berkenalan dengan gadis-gadis itu,
"Hai juga Uncle! mana kak Gea dan kak Risa nya?,
Saat mendengar Citra memanggil kedua pria dewasa itu dengan panggilan Uncle, barulah Danur ingat jika para pria dewasa itu adalah teman-teman Ayah mereka,
" mereka nggak ikut lagi banyak pr katanya jadi males bepergian, " Jelas Gustra sembari ikut duduk bergabung dengan kedua gadis itu,
"Hey kamu Danur kan?, Tanya Roy sembari menepuk pundak remaja itu, Yang sejak tadi memperhatikan nya,
" Iya om saya Danur, " Jawab nya singkat,
"Bagaimana keadaan kamu. sudah nggak ada keluhan kan?," Kali ini Gustra yang bertanya,
Kepada Remaja tampan itu, Sedang Dimas asik dengan ponsel di tangan nya, Bocah 9 tahun itu sedang asik bermain game kesukaan nya, Tanpa menghiraukan sekitar nya,
"Hay gue cariin di meja elu pada malah kosong, Eh nggak tahu nya kalian malah asik mojok sama ciwi-ciwi ini, " Iqbal berkata sembari menarik kursi dan mendudukkan dirinya tepat disebelah Dara,
"Ya mau gimana bete duduk sendiri para Nyonya malah ngerubutin bumil tuh, " Tunjuk Roy ke arah Arum, para istri mereka tengah mengobrol dengan Arum dan Lulu,
Sementara itu tidak jauh dari meja yang di tempati Arum, Sabira mengeram kesal, Sebab sejak tadi dirinya belum berhasil mendekati Arum, Untuk menjalan kan rencana nya,
"Kurang ajar!!! Wanita itu kenapa harus banyak yang melindungi nya sih, " Sabira memukul dinding yang tidak berdosa itu demi melampiaskan amarah nya,
"Ingat sayang jaga emosimu, jangan sampai hal itu menjadi kecurigaan orang-orang Azka, dan membuatmu ketahuan, " Suara dari earphone yang terpasang ditelinga nya membuat Wanita itu sadar dan Kembali mengatur mimik wajah nya agar tidak menimbulkan kecurigaan,
Setelah itu ia kembali berbaur dengan para pelayan yang lain nya
"Mas aku lapar. Ayo temenin aku ambil makan, " Arum berbisik di telinga suaminya, Sesaat setelah para istri sahabat suaminya kembali ke meja mereka masing-masing,
"Kamu lapar?" Tanya Azka merasa bersalah karena terlalu lama mengobrol bersama rekan bisnis nya, Dan dijawab dengan anggukan kepala oleh bumil itu,
" Maafkan mas ya sayang karena terlalu lama mengobrol sampai lupa kalau kamu belum makan, " Sesal Azka dengan membelai kepala istrinya,
"Nggak apa-apa mas. Aku memang sengaja menunggumu, Tadi Lulu sudah nawarin tapi aku nolak, " Jelas Arum dengan senyum manis nya,
Azka melirik Damar hanya berjarak tiga meja darinya Sekretaris nya itu tengah memperkenalkan istrinya kepada rekan bisnisnya,
__ADS_1
"Ya sudah kamu tunggu disini saja biar mas yang ambilkan, "
"Nggak mas aku ikut, Aku pengen pilih sendiri makanan yang aku mau, " Ucap Arum seraya bangkit dari kursinya,
Akhirnya Azka menuntun tangan istrinya membawanya menuju stand makanan, mata Arum berbinar melihat makanan kesukaan nya,
Tiba ditempat makanan itu ponsel Azka berdering dan ternyata itu dari relasi bisnis nya yang memang tengah ia tunggu telpon darinya,
"Sayang tunggu mas disini ya, mas angkat telpon dulu di sana, " Azka menunjuk sudut ruangan yang agak sepi tidak jauh dari tempat prasmanan itu,
"Iya mas. Aku masih bingung mau ambil makanan yang mana semua nya sangat menggiurkan, " Sahut Arum,
Saat sedang memilih-milih makanan Arum sedikit kaget dengan kehadiran seseorang tepat berada di samping nya,
Namun hanya sebentar keterkejutan nya, Setelahnya Arum mencoba acuh dan seolah tidak mengenal nya sama sekali,
"Apa.. apa kamu sungguh telah menjadi duri dalam pernikahan suamimu dengan istrinya dulu?, " Tanya wanita yang sedikit mirip dengan nya itu tanpa basa basi,
Arum nampak tak menghiraukan wanita parubaya itu tidak menyangka jika ibu yang tidak mengakuinya itu akan mengajak nya berbicara, Dirinya asik memilih- milih aneka kue yang akan ia ambil,
"Apa sebegitu ingin nya kamu menjadi istri seorang pengusaha kaya raya sehingga cara kotor pun kamu lakukan demi mencapai tujuanmu?, " Cecar Arini tanpa ampun,
Mendengar perkataan wanita itu membuat mood nya menjadi buruk, Makanan yang sudah ia ambil kembali ia letakan di atas meja tersebut,
Dirinya sudah kehilangan selera makan nya saat wanita yang telah memutuskan tali silaturahmi dengan nya itu terus saja mengoceh tanpa tahu cerita yang sebenar nya,
Arini yang melihat perubahan pada raut wajah Arum pun semakin meyakini jika berita itu memang benar adanya,
"Diam mu itu aku artikan jika semua berita yang menyangkut dirimu adalah benar adanya, Huh Memalukan!!, "
Braak!!!
Bestie sampai sini dulu ya,😅
jangan lupa loh jejak2 kasih sayang nya, 🤣
ya itu komen2 nya yang selalu membuat aku bahagia🥰🥰
TERIMAKASIH buat All bestie yang sudah meluangkan waktu nya untuk membaca karya receh ku ini🙏💕
BTW MAAF YA BILA MASIH BANYAK TYPO NYA,
__ADS_1
POKONYA KALIAN THE BEST DEH, LOPE2 SEKEBON CABE🤗🤗🤗🥰🥰🥰