
Pagi itu setelah semuanya mandi dan sarapan nasi goreng buatan Arum, Kini mereka sudah di dalam mobil bersiap berangkat ke rumah sakit guna menjenguk Danur yang sebentar lagi akan masuk kedalam ruang operasi,
Arkha dan juga Dara tiada hentinya berceloteh apapun yang mereka lihat di luar jendela mobil, "Arkha! Nanti kalau sudah besar mau jadi apa" Tanya Dara saat mereka berhenti di lampu merah dan melihat polisi yang sedang mengatur lalulintas agak tidak terlalu macet,
Rakha nampak berpikir dengan serius, "Ahh aku ingin menjadi Tentara Kak Dara biar bisa berperang melawan orang-orang jahat, " Tukas Rakha dengan suara cadel nya,
"Wahh keren kamu Ka," Sahut Dara lagi dengan antusias membayangkan jika Arkha nanti menjadi Tentara,
Arum yang mendengar obrolan para bocil di belakang hanya saling pandang dengan Azka sembari mengulum senyum,
Dalam hati keduanya mengamin kan apa yang di cita-citakam oleh putra mereka itu, Apapun keinginan dan cita-citanya akan ia turuti selagi itu menuju kepada hal kebaikan,
"Mas kita berhenti dulu di depan itu, Ada yang mau aku beli di minimarket, " Tukas Arum kepada Azka, dan Azka pun menuriti apa yang dikatakan Arum,
"Kalian di sini saja ya tidak usah ikut masuk, Mama nggak lama kok! " Arum bersiap akan turun ketika Azka menahan lengan nya,
Sehingga Arum menoleh kepada suaminya itu, "Ada apa Mas! Apa mas mau titip sesuatu? " Tanya Arum dengan menatap suaminya dengan serius,
"Mas temani ayo! " Jawab nya dengan membuka pintu mobilnya lebih dulu, Kemudian berjalan ke pintu sebelah kiri dan membantunya turun dengan hati-hati,
Azka mengikuti Arum dari belakang dengan memegang keranjang yang di sediakan oleh minimarket jika ingin berbelanja sedikit, tidak perlua mndorong trolly
Arum mengambil beberpa minuman kemasan botol dan juga Susu kadang siap minum untuk anak-anak, Setelah cukup dan apa yang ia cari telah ia masuk kan kedalam keranjang yg di tenteng oleh sang suami
"Ayo mas kita ke kasir kasian anak-anak nanti mereka bosan di dalam mobil, " Ucap Arum dan segera berjalan menuju kasir Arum berdiri tepat di belakang seorang ibu-ibu yang sedang membayar belanjaan nya,
__ADS_1
Arum memperhatikan siluet wanita paruabaya yang sepertinya sangat familiar untuk nya, "Postur nya seperti ibu, Tapi mana mungkin ibu ada disini, Minimarket kan banyak di kota ini bukan disini saja, " Batin Arum kala memperhatikan wanita paruabaya itu,
"Sayang apa tidak ada yang kurang! Atau sesuatu yang akan di butuhkan mba Desi? " Tanya Azka sembari memperhatikan isi dalam keranjang yang ia pegang,
"Sepertinya sudah cukup mas. Disana juga kan ada Lulu yang siap sedia membelikan sesuatu jika memang ada hal yang di butuhkan secara mendadak, " Jawab Arum yang juga ikut memperhatikan keranjang belanjaan nya,
Sementara di depan nya wanita paruabaya yang telah selesai membayar semua belanjaan nya dan akan berlalu, Langkah nya terhenti saat mendengar sebuah suara yang sedikit ia kenali itu,
Wanita itu dengan ragu menolehkan kepalanya kebelakang, Ia sangat terkejut melihat seseorang dari masalalu nya itu, "Arumni! Ternyata itu memang dia, " Batin Arini diperhatikan nya penampilan Arum yang jauh berbeda dengan penampilan nya saat pertemuan sebelum nya beberapa bulan yang lalu,
"Dia terlihat berbeda. Lebih berisi dan.. Ah ternyata dia sedang mengandung, Ya ampun sebentar lagi aku akan menjadi seorang nenek! " monolog nya lagi setelah menelisik penampilan dan juga bentuk tubuh Arum yang lebih berisi,
Arini segera berlalu sebelum Arum melihat keberadaan nya, Ia tidak ingin bertemu atau berbicara dengan nya saat ini, Entahlah dirinya yang memang belum siap membuka rahasianya kepada keluarga suaminya, Atau memang dirinya gengsi mengakui kesalahan nya di hadapan sang Putri,
"Syukurlah sepertinya dia bahagia dengan hidup nya," lanjut nya masih membatin, Dia segara melangkah menuju mobil nya yang terparkir di depan minimarket tepat di sebelah mobil Azka,
Setelah menata kantong belanjaan nya dengan rapih Arini menutup bagasi mobil nya dan berjalan kesisi kanan mobil nya di mana sumber suara itu berada,
"Rakha memang nya kamu bakal punya adik berapa? " Tanya Dara, Penasaran sebab sedari tadi Rakha terus saja berkata jika ia akan memiliki adik-adik yang cantik,
" Kata bu dokter adik Rakha ada segini! " jawab nya dengan mengangkat dua jarinya ke atas dengan penuh semangat,
"Wahh banyak ya bisa langsung dua gitu, Ucap bocah cantik itu dengan. Kagum, Kemudian berakihbmenatap kaka nya yang duduk anteng mendengarkan celotehan kedua adik nya itu,
" Kak Dimas kita kapan punya adek bayi ya. Aku mau juga adek bayi seperti Rakha segini! " Serunya kepada sang Kaka yang hanya terbengong saat Adik nya menanyakan hal itu,
__ADS_1
"Em coba nanti kita tanya Mama nya Rakha ya mungkin dia tahu kapan kita punya adek bayi juga, " Jawab Dimas asal sesungguhnya nya dia juga bingung harus menjawab apa,
Kegiatan obrolan ketiganya butuh tak luput dari perhatian Arini di luar mobil yang sejak tadi mendengarkan perkataan mereka, Sehingga membuat nya tersenyum-senyum sendiri,
"Eh Nenek sedang bapa disini. Kenapa nenek tersenyum sendiri? " Tanya Dara yang memang sedikit cerewet itu, Sintak saja membuat Arini sedikit kaget di buat nya,
"Ah ini Nenek baru saja dari dalam sana, " Jawab Arini dengan menunjuk kedalam minimarket, "Kalian hanya sendiri disini. Kemana orang tua kalian? " Tanya Arini heran sebab tidak menemukan ngan orang dewasa di dalam mobil tersebut,
" Orang tua kami sedang masuk kesana juga nek, jadi kami tunggu disini, " Jawab Dara cepat,
Arini yang mendengar nya noun mengerti, Namun pandangan mata nya tertuju kepada bocah laki lagi yang menyembul kan kepalanya di jendela mobil yang kacanya terbuka setengah,
"Wajah nya tidak asing. Seperti mirip dengan seseorang tapi siapa ya?" Batin nya bertanya-tanya, Wajah Rakha seperti pernah ia lihat tapi dia lupa siapa,
Arini ingin bertanya lagi namun dering ponsel nya mengalihkan niatan nya untuk mengetahui nama anak-anak itu,
" Halo sayang. Iya mama sudah selesai belanja nya ini sudah mau otw pulang, " Karena terburu-buru Arini sampai lupa untuk berpamitan kepada anak-anak itu Arini segera masuk kedalam mobil nya lalu melakukan nya di rumah anak sambung nya sudah menunggunya,
Bertepatan dengan berlalu nya mobil Arini, Arum dan Azka juga keluar dari dalam minimarket tersebut, dengan Azka yang menenteng kantong belanjaan mereka dengan sebelah tangan nya, Sedang tangan satu nya lagi merangkul pinggang Arum dengan posesif,
Next………..
Maaf lagi ya telat up nya🙏
Jangan lupa likom nya ya All bestie 😊🤗
__ADS_1
Terimakasih 🙏