Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Obrolan Bapak-bapak,


__ADS_3

"Rum, Selamat ya sayang, Mba bahagia, Rumah   kamu bagus banget, Mba seneng liat kamu dan Rakha sekarang udah bahagia, " Desi memeluk Arum dengan haru,  Ia masih ingat beberapa tahun yang lalu, Saat Danur pulang membawa seorang gadis yang baru datang dari desa, 


Seorang gadis baik hati yang nasib nya hampir sama dengan dirinya, Gadis yang merelakan uang tabungan nya selama bertahun-tahun, Untuk menyekolahkan Danur,  Dan membuka usaha catering kecil-kecilan, Dengan kemapuan  memasak nya, Dirinya di ajari meracik bumbu, Dan cara mengolahnya, 


"Mba seneng banget liat kamu saat ini, Semoga kebahagiaan selalu menyertai kamu dan keluarga kecil kamu Rum," 


"Sama-sama mba, doa yang sama buat Mba Desi, Makasih atas segalanya y mba,"  Arum sudah berkaca-kaca saat ini, dirinya tidak akan melupakan kebaikan wanita yang memeluk nya ini, wanita baik dan penyayang,


" Aduh Ti. Aku ikut terharu jadinya liat mereka, Luntur sudah bedak ku Ti," 


" Astaga Tin, Kamu ini, Bedak aja yang di pikirin, Noh Mas mu di urusi sana, jangan ngelirik yang bening-bening aja, Sampe Mas Prapto di telantarin," Omel bu Siti, 


" Astaga, Masku, Sampe lupa ku sama kamu Mas,". Bu Tina yang tersadar jika ada Mas nya di situ yang belum dia ambilkan makan pun dengan cepat melesat, Dan mengalaskan Makan buat Mas Prapto Suaminya,


 


Hal itu membuat Arum dan Desi terkekeh, Dengan kelakuan Bu Tina itu, 


Tak sadar kedua nya, Sedang di perhatikan oleh seseorang, Yang duduk di sebuah Sofa, Tak jauh dari mereka,


"Kenapa lo? Dari tadi noleh ke sono terus, entar leher lo keseleo lagi, Bisa repot nanti nggak ada yang elus-elus,"  Roy menendang  ujung sepatu Devan, Seraya terkekeh,


Hal itu membuat yang lain pada menoleh ke arah Devan, Dengan penuh keingintahuan, 


" Apa lo semua? Ngeliatin gue segitunya," Devan, menatap ke empat sahabat nya, yang masih menatap nya dengan penuh selidik, 


" Kalau mau ngelirik, Lirik aja, Dia single kok, Aman,"  Azka yang memperhatikan gelagat Devan sejak tadi itu pun, Ikut menggoda sahabat duda nya itu,


" Eh iya, Az beneran dia single? " Tanya Roy kepo, Membuat Devan ikut memasang telinga nya,   Untuk mendengar info tentang Wanita ramah dan baik itu,


" Iya, Dia Temen rasa saudara nya Bini gue, Anak nya tiga,"  Azka menaikan  tiga jarinya, 


" Wah.. Banyak juga ya, pisah karena apa?" Kepo Roy,


" Elo nih ya, Kalau soal ghibah bisa ngalahin kepo nya Ibu-ibu komplek,"  Gustra menonjok pelan bahu Roy, yang tersenyum meringis, 


" Sekalian aja kan, Jadi nggak nanggung gitu dapet infonya, Iyakan Van?," Roy kembali menendang ujung sepatu Devan, Seraya mengedipkan sebelah matanya,

__ADS_1


Devan hanya mendelikan Matanya ke pada Roy, Walaupun dalam hatinya ia mengiyakan, 


Definisi dari malu-malu meong,


" Kalau kata bini gue sih, Ulah pelakor, Itu aja sih, gue juga nggak banyak tahu, Itu Putra Pertama nya,"  tunjuk Azka ke arah Danur yang berjalan di ekori  oleh Citra, Anak Devan, 


" Namanya Danur, Bentar lagi kelas 2 SMP,  Mereka keluarga baik, Kata bini gue waktu dia nginjak kota ini Danur lah yang membawanya pulang, Dan Mba Desi mengizinkan nya untuk tinggal di Rumah mereka, "  Tutur Azka,


" Az, Sorry nih ya, Jangan tersinggung,  Beneran bini lu itu janda? Soalnya gue liat dia masih muda banget, Lo ketemu di mana sama dia?" Tanya Roy, si Bapak paling kepo di antara mereka,


" Em. Iya, Dia janda anak nya satu, Dia itu di jebak sama dua penghianat itu, Buat nyingkitin gue, Dan mereka bisa menguasai semu harta gue, Tapi gie beruntung mendapatkan wanita sebaik dia,"


  Pandangan Azka tertuju pada Arum yng sedang tertawa kepada Teman-teman ibu-ibu nya, Entah apa yang mereka omongin, Sehingga Arum tertawa lepas begitu seraya menutup mulut nya,  Ah Cantik sekali istrinya itu, pikir Azka,


" Woi, Jangan menghayal lo, Masih suang ini, Pikiran lo jangan kemana-mana dulu," Ledek Iqbal, melemparkan buntelan Tisu ke muka Azka, Membuat Azka terkekeh, 


 


"Liat tuh Van, Anak lo nempel terus sama Danur," Bisik Gustra, Yang melihat Citra mengikuti kemana Danur melangkah, 


Menggoda Devan,  Yang sesekali mencuri pandang ke arah Desi, 


"Btw, Kapan lo mulai ngantor?,"  Tanya Devan, mengalihkan topik, Bisa nggak habis-habis nanti dia di goda terus sama sahabat sengkle nya itu,


" Rencana sih, Senin besok udah mulai masuk, Semua lagi di persiapin  Sama Damar, " 


" Gue nggak habis pikir sama si Sabira, Bisa ngelakuin itu ke elo Az, Tega bener dia," Ucap Roy geram, 


" Iya, ya? Maka kalian kan dulu nikah mya saling cinta, bukan karena perjodohan, Kok dia jahat banget ya sama elo Az?"  sambung Gustra, masih tak percaya,


Memandang sahabat nya,


" Gue udah nggak mikirin itu lagi bro!,  masa dia udah lewat, Dengan kehadiran Arum dan Rakha udah menjadi sebuah keberuntungan luar biasa  dalam hidup gue.  Dan gue sangat bersyukur karena itu,  Tuhan ngirimin Arum dan Rakha," 


Azka berkata dengan raut serius, Memandang para sahabat nya yang ikut menyimak perkataan nya, 


"Dalam keadaan gue yang terpuruk, Nggak terurus, Tampang gue saat itu seperti gembel Sob, Pertama kali dia ngeliat keadaan gue doi kaget, Gue bisa liat dari raut muka nya saat itu, Tapi kalian Tahu, hari ke dua kami jadi suami istri, Doi udah membuat gue kembali gagah seperti ini,"  Tukas Azka penuh haru, 

__ADS_1


"Ayah..Mau balon!,"  Rakha datang dan langsung duduk di pangkuan Ayahnya, Sembari menunjuk Balon yang bee ada tak jauh dari tempat duduk Kelima Bapak-bapak tersebut,


" Oh, Rakha mau Balon?, Yuk Ayah ambilkan, " Azka berdiri membawa Rakha dalam gendongan nya, 


" Emang Cocok banget ya Mereka," Cetus Gustra, keada Teman-teman nya, 


"Iya, Wajah nya juga agak mirip," Sambung Roy,  Dan di angguki ketiga teman nya, 


"Jangan kan Wajah, Nama saja mirip Sob, Gue aja waktu itu heran, Tapi ya memang kenyataan, " Sahut Devan, Serius,


" Oya..?" 


Kor ketiga nya, 


"Ih udah kayak paduan suara klian ini, Kompak banget, " Cibir Devan, sembari mencomot Risol mayo yang ada di hadapan mereka, " Ini Enak banget Risol nya, Nggak bikin eneg,"  Komentar Devan kemudian, 


"Ih serius Van, Beneran Nama mereka mirip? " Tanya Roy, masih penasaran rupanya, 


" Iya, Lo Tanya aja tuh sama Bapak nya," Tunjuk Devan kepada Azka yng baru saja kembali duduk, 


"Kenapa kalian, ngeliatin gue segitunya, Emang gue udah gagah dari sono nya, Nggak usah heran kalian," Sombong Azka terkekeh, 


" Ish Narsis nya Bapak satu ini," Cibir Roy, melempar Azka dengan buntelan tisu,


" Kenyataan bro!,  " Kekeh nya lagi, " Ada apa?," 


"Itu mereka pada nggak percaya kalau nama lo sama anak lo itu mirip,"  Jawab Devan, Masih dengan mengunyah Risol nya, 


" Oh, Kirain apa, Tapi beneran mirip Nama kita, Gue anggap mereka berdua emang di takdir kan  menjadi bagian dari hidup dan kebahagiaan  gue, " Ucap Azka


" Emang namanya siapa?"  Kor ketiga nya, Hanya Devan yang sangat, Sebab dia sudah tahu duluan, 


"Nama lengkap nya Arkha Dewananda, 


Gue Azka Dewantara, Ajaib kan,"  Azka memandang ketiga lelaki di depan nya, dengm wajah Bangga,


Next…

__ADS_1


__ADS_2