
Hari itu Azka membawa anak dan istrinya untuk berjalan-jalan ke Mall terbesar di kota itu, Tak ketinggalan pula duo serangkai bu Tina dan bu Siti ikut serta kali ini,
Azka sengaja meluangkan waktunya untuk mengaja Arum keluar, agar tidak stres berada dirumah dengan pikiran yang selalu tertuju kepada nakek dan nenek nya,
Walaupun sering menyangkal tetapi dari sorot matanya Azka bisa melihat kesedihan dan juga kerinduan Arum kepada keluarga nya, walaupun sejatinya keluarganya tidak pernah merindukan nya
Bahkan jika mengingatnya hanya perkataan yang tidak baik yang keluar dari mulut tua mereka, Namun tidak dengan Arum yang memiliki hati baik dan lembut,
Jika tidak terpaksa mungkin dirinya tidak akan tega meninggalkan kakek dan nenek nya yang sudah uzur itu, Walaupun keadilan sering tidak berpihak kepadanya,
"Wahh kita jalan-jalan hari ini ya, Rakha seneg gak nih di ajak jalan-jalan sama Ayah?" Goda bu Siti yang duduk di kirain tengah bersama Bu Tina dan Rakha,
"Cenang dong Uti kan Ayah jarang bisa diajak jalan-jalan gini, Kacian Ayah capek kelja buat Rakha dan mama juga adik bayi, " Jawab Rakha dengan raut serius,
Hal itu membuat ke 4 orang dewasa didalam mobil itu tertawa gemes mendengar jawaban sekaligus ungkapan hati Rakha,
Azka merasa sangat tersentuh mendengar perkataan Putranya itu, Begitupun dengan Arum dirinya sangat bersyukur bulan putranya bisa mengerti keadaan Ayah nya yang sibuk karena urusan perusahaan tang memang sedang membutuhkan Suaminya,
"Anak mama pinter banget sih, " Puji Arum kepada putra nya yang langsung salah tingkah karena mendapat pujian dari sang Mama,
"Wahh Ti gedung nya besar sekali ya, ngalahin lapangan bola ini mah! " Ucap bu Tina tang baru pertama kali menginjak kan kalo nya di Mall terbesar di kota mereka itu, Mall yang hanya dikunjungi oleh orang-orang yang berkantong tebal tentunya,
"ih kamu ini Tin jangan katrok dong malu sama Ayahnya Rakha, " Tukas bu Siti dengan menjawil lengan bu Tina yang masih mendongak kan kepalanya menatap gedung Mall megah itu,
"Halah gak usah sok jaga gengsi Ti! Ayahnya Rakha pasti paham dengan kita yang memang belum perna kemari!"
Ucap Bu Tina apa adanya,
"Ish! Kamu ini.. "
"Ayo buibu mau masuk! Gak nih? Atau kita disini aja memandangi keindahan gedung ini? " Tanya Arum sembari menahan senyum nya, begituoun dengan Azka yang hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua orang itu,
__ADS_1
"Eh maaf mamanya Rakha jadi nungguin kita hehe, " Tukas bu Siti dengan cepat berjalan mendekati Arum yang sudah berdiri beraisian dengan Azka, Dengan Rakha yang berada dalam gendongan Ayahnya,
"Kamu Si Tin bukan nya masuk malah mengagumi keindahan gedung ini, " lanjut bu Siti lagi menyalahkan bu Tina,
"Iya iya Ti! Namanya juga baru pertama kali kemari maklum lah, " Sahut bu Tina sambil terkikik kecil,
Hati ini Azka benar-benar meluangkan waktunya hanya untuk keluarga kecil nya, menemani putra nya bermain di time zoon, mencoba mencicipi beraneka rasa Eskrim di kedai yang berbeda di dalam Mall tersebut,
Mengajak sang istri dan juga putra nya untuk membeli beberapa pakaian, Dan juga pakaian khusus bumil untuk Arum, tidak ketinggalan duo serangkai juga ikut di belikan, mereka bebas memilih pakaian yang mereka suka, bahkan untuk suami dan anak-anak mereka di rumahpun juga kebagian,
Walaupun mereka menolak namun Arum memaksa mereka untuk memilih kan juga baju untuk suami dan anak mereka,
Dan tidak ada yang bisa menolak perintah ibu hamil itu, duo serangkai akhirnya menurut dan memilih sesuai selera mereka,
"Astaga Ti!! " Pekik bu Tina dengan mata melotot saat melihat banderol harga satu potong baju yang dia pegang,
" Ada apa sih? " Tanya nya dengan bingung, sebab dirinya memang belum memperhatikan harga baju-baju tersebut,
"Ya ampun Tin mehong banget harganya, aku jadi gak enak mau milih-milih takut duluan sama tuh harga, kalau beli di pasar bisa di borong seisi tokonya, " Ucap bu Siti tak kalah syok nya,
" padahal bajunya begini aja ya, tapi kok harganya mehong banget, " Lanjut nya lagi dengan membolak-balikan baju di tangan nya,
"Sudah buibu gak usah perldulikan harganya, pilih saja yang mana yang di suka ya, mumpung kita di traktirin sama Pak Boss, " Gurau Arum yang sejak tadi berasal di belakang ke dua teman nya itu,
Keduanya kompak menoleh kebelakang, Disana Arum tengah menahan senyum nya, Karena asik meributkan soal harga sampai tidak sadar jika Arum sudah berdiri disana sejak tadi
"Aih bumil satu ini ngagetin aja, ini juga lagi milih-milih Kok, " Ucap keduanya kompak, benar-benar duo serangkai
"Ya udah buruan pilih, jangan lupa pilihkan juga untuk mas Bojo kalian, " Ucap Arum sembari berlalu mencari pakaian yang dia butuhkan
Arum berjalan dengan pelan sembari mengelus perut nya,
__ADS_1
Karena bayi nya menendang dengan kuat, Arum tengah mekihat-lihat jejeran Dasi di dalam etalase menimbang-nimbang yang mau yang cocok untuk Suaminya,
Pilihan Arum jatuh pada Dasi berwarna merah hati dengan garis hitam kecil, sangat cocok untuk di kenangan Azka menurut nya, Tangan nya terulur dan meraih dasi tersebut, namun bersamaan itu pula tangan seseorang ikut meraihnya juga,
Sehingga keduanya sama-sama memegang masing-masing sisi dari dasi tersebut, Arum menoleh kesampjng dimana pemilik tangan itu berada,
Dan hal yang sama pun dilakukan oleh orang tersebut, Arum mengkerut kan kening nya saat melihat seorang wanita cantik yang ikut memegang Dasi itu,
Rasanya ia pernah melihat wanita itu, wajahnya tidak asing. Namun ia lupa pernah bertemu dimana,
"Maaf Mba ini punya saya karna saya duluan yang megang," Ucap wanita itu dengan eaut jutek
"Sepertinya mba salah deh, Dasi ini saya duluan yang pegang, karena sejak tadi saya berdiri disini dan belum ada siapa-siapa, berarti ini milik saya, " u
ucap Arum tak mau kalah,
Azka yang sedang memilihkan baju untuk putra nya pun terpaksa meninggalkan dahulu baju-baju yang telah ia pilih untuk putra nya, Setelah melihat Istri nya tengah memperebutkan seutas Dasi,
" Mba tolong yang ini semuanya di bawa ke kasir ya, " Ucap Azka cepat dan segera menggendong putra nya dan mendekati Arum,
"Loh nggak bisa gitu dong mba sudah jelas-jelas ini saya duluan nyang megang kok, Berarti ya milik saya, " ucap wanita cantik itu dengan ketua,
"Ada apa ini? " Tanya seorang wanita parubaya yang datang menghampiri mereka sembari menggendong cucu nya,
Arum semakin kaget saat melihat wanita parubaya itu, Seketika ingatan yang tentang wanita di samping nya itu terlintas di otak nya,
"Oh rupanya, " Gumam Arum,
mohon maaf bila ada typo nya
yess 🙏 belum di revisi soale🤧
__ADS_1