
"Mama."
Suara seseorang sedikit membuat Arini terkejut, Terlebih lagi saat ia menoleh dan mendapati Vika yang berdiri tak jauh dari tempat duduknya,
"Iya nak. " Arini tersenyum manis kepada putri sambung nya itu, Walaupun berbanding terbalik dengan Vika yang memasang wajah masam,
Arini kembali menghembus kan nafasnya dengan pasrah, Ayah dan anak itu memang sama-sama keras kepalanya, Jika sudah marah dan kecewa maka akan sulit untuk di luluhkan,
"Ada apa nak? " Tanya Arini lagi saat Vika telah duduk di hadapannya,
" Vika. Mama minta maaf sama kamu, maafkan mama yang telah berbohong kepadamu dan juga papa, " Arini meminta maaf kepada Vika atas kesalahan nya,
" Kenapa mama harus menutupi semuanya dari kami? Apa mama nggak tulus merawatku dan papa. Sehingga membuat mama harus berbohong seperti itu?, " Tanya Vika dengan alis bertaut,
"Bukan seperti itu nak, Mama tulus menyayangimu, apa kamu nggak merasakan semua itu? " Bantah Arini dengan menatap mata Vika,
"Lalu.apa maksud mama menyembunyikan masalalu mama kepada kami? "
Arini terdiam memikirkan jawaban yang tepat atas pertanyaan putri sambungnya itu, Tidak mungkin kan ia mengatakan yang sejujurnya,
Alasan menggapa ia menyembunyikan hal itu. Dan tidak mengakui Arum sebagai anak nya,
"Mama nggak bisa jawab kan? Apa mama punya niat tertentu melakukan semua ini. kebohongan mama ini apakah untuk meraih rasa simpatikdan juga kasihan dari papa? " Selidik Vika yang merasa curiga dengan kebohongan yang dilakukan Arini,
Arini tersentak mendengar perkataan Vika, Ada sedikit rasa gugup sebab putri sambungnya itu bisa menebak niat nya yang lampau,
" Bukan begitu nak. Nggak ada niat jelek apapun terhadap kamu dan papa, Mama mempunyai alasan privasi menggapa mama menyembunyikan hal ini, "
Vika menatap wanita yang telah merawatnya sejak ia berumur 12tahun itu dengan expresi yang sulit diartikan, Selama ini Arini tidak pernah mengasarinya, Arini selalu menyayanginya melebihi apapun,
Tapi setelah mengetahui rahasia masalalunya, Vika merasa kecewa, Ya kecewa dan juga cemburu, Cemburu saat mengetahui jika Arini yang hanya menyayanginya itu ternyata mempunyai seorang putri diluar sana,
__ADS_1
****
"Mas! sampai kapan kamu mendiamiku seperti ini? " Arini memberanikan diri berbicara dengan suaminya, Tidak tahan rasanya didiamkan selama berhari-hari, Dirinya merasa bagai orang asing yang tidak kenal siapa-siapa di rumah itu,
" Aku tahu aku salah dan telah membohongimu. aku minta maaf mas. Aku tidak bermaksud seperti itu. Aku. hanya.. "
"Hanya apa? " Potong Anton dengan suara dinginnya, " Kamu sengaja mempermainkan aku begitu? kamu anggap aku ini apa ha!! "
"Bukan seperti itu mas. aku punya alasan sendiri... "
"Alasan apa yang membuatmu tega tidak mengakui anak dan juga orang tuamu! Kamu bilang padaku jika kamu adalah yatim piatu tidak punya sanak saudara lagi di dunia ini, "
Anton mengingatkan Arini tentang pengakuan nya dahulu sebelum menikahi nya,
"Aku hanya tidak ingin keberadaan mereka menjadi beban untukmu mas! mas tahu aku ini terlahir dari keluarga miskin yang tidak memiliki apapun, Jika mereka tahu jika pria yang ingin menikahi ku adalah pria mapan mereka pasti bertingkah dan banyak mau nya, " Jelasnya dengan suara lantang,
"Kamu takut mereka bertingkah. apa kamu takut jika aku mengetahui latarbelakang keluarga mu aku membatalkan pernikahan kita begitu kan hem " Tukas Anton menyeringai,
Dirinya tidak ingin direpotkan oleh kedua orang tuanya apalagi direpotkan dengan anaknya, Ia merasa langkah nya menuju bahagia akan terkendala oleh mereka,
Ia ingin jalan nya mulus tanpa beban apapun, maka dari itulah Arini berbohong dengan mengatakan jika dirinya adalah seorang yatim piatu yang tidak memiliki orang tua,
"Sungguh kamu adalah seorang anak dan juga ibu yang begitu sadis, " Desis Anton tak habis pikir dengan cara berpikir istrinya itu,
" Aku kecewa padamu Arini, jadi untuk sementara ini lebih baik kamu intropeksi diri dulu, jangan ganggu aku, Aku sedang banyak pekerjaan di kantor. jadi aku mohon jangan membuatku semakin kesal dengan penjelasan mu yang ambigu seperti ini, "
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
Terhitung sudah dua minggu Nurlinda berada di desanya bersama dengan sang ibu dan kedua adiknya, Wanita itu sedikit kaget saat melihat Ibam dan Syla pulang sekolah berboncengan mengendarai sebuah sepeda motor matic,
Pasalnya ia tahu jika mereka tidak punya kendaraan tersebut, Dan dirinya pun belum sanggup membelikan nya, Lalu darimana datangnya benda itu,
__ADS_1
Namun saat mengetahui jika semua perubahan yang terjadi pada keluarganya itu tidak lepas dari campur tangan pria dingin itu yang telah merubah perekonomian keluarganya menjadi lebih baik, Membuat Nurlinda bertanya-tanya. Sejak kapan pria itu mulai memperhatikan keluarganya,
Ibunya yang terlihat sehat sungguh membuat Nurlinda sangat bersyukur, Namun hatinya tengah dilanda dilema, Bagaimana tidak seminggu yang lalu pria dingin itu telah melamarnya didepan ibu dan juga adik-adiknya
Rasanya ia ingin menolak lamaran tersebut, Namun mengingat dirinya yang tidak suci lagi membuatnya mengurungkan niatnya untuk menolak lamaran Andre,
Dalam keadaan nya yang sudah tidak perawan lagi, apakah masih ada masa depan yang cerah, masih adakah pria yang mau dengan nya jika mengetahui dirinya sudah tidak suci lagi,
Dengan berat hati Nurlinda menerima pinagan pria dingin itu, Walaupun tidak mencintainya anggaplah itu sebagai wujud terimakasih nya atas apa yang pria itu lakukan untuk keluarganya, Entahlah apakah pria itu mencintainya atau tidak, Nurlinda hanya pasrah saja saat ini,
Yang penting adalah kesehatan dan senyum. Bahagia sang ibu. Itu sudah cukup membuatnya bahagia,
"Nak kenapa wajahmu murung begini? " Tanya Yulia kepada Anak sulungnya itu, Sudah beberapa kali ia mendapati anak gadis nya itu melamun,
Dari mimik wajahnya ia bisa menebak jika ada sesuatu yang terjadi pada putrinya itu, Tetapi dirinya tidak tahu hal apa itu, Sehingga membuatnya seperti tidak bersemangat,
"Nggak kok bu. Nggak ada apa-apa, " Jawab nya dengan memaksakan senyumnya. Jangan sampai ibunya mengetahui apa yang telah terjadi padanya, Apalagi sampai mengetahui perbuatan jahatnya di kota,
Ibunya pasti akan sangat kecewa jika mengetahui hal itu, mungkin ibu nya akan membencinya jika mengetahui anaknya adalah orang jahat,
"Terus kenapa kamu melamum terus. Ibu perhatikan juga kamu seperti terpaksa menerima lamaran nak Andre. Kalian seperti pasangan yang tidak saling mencintai, "
"Ibu.percaya sama Linda. Nggak ada apa-apa linda hanya kepikiran kesehatan ibu saja, Apa ibu sudah benar-benar sehat saat ini,? " Nurlinda dengan segera menjawab dan mengalihkan pembicaraan dengan menanyakan kesehatan sang ibu,
Yulia tersenyum teduh, "Ibu baik-baik saja nak, Ini semua berkat kebaikan calon suamimu itu, kita harus berterima kasih padanya. Selain itu dia juga membelikan adikmu kendaradn untuk mempermudah kan mereka berangkat sekolah, "
Jelas Yulia dengan penuh syukur, Sementara Nurlinda hanya bisa tersenyum mendengar penjelasan sang ibu tercinta nya itu, Walaupun Andre terlihat dingin galak dan juga cuek. Tapi pria itu sangat baik terhadap keluarganya, Terlepas dari apa yang telah pria itu lakukan padanya. Dirinya berniat akan mengucapkan terimakasih nanti,
Maafkan diriku yang selalu lalai ya,
selalu anuu sehingga telat terosss up nya๐
__ADS_1
Terimakasih yg telah setia menunggu๐๐