
Setelah seleali semuanya makan malam dan bercakap-cakap sebentar, Damar dan Lulu kembali kekamar mereka tepat pukul 21:30, Badan yang lelah kini menuntut untuk segera di istirahat kan,
Lulu masuk lebih dulu kedalam kamar nya kemudian di susul oleh Damar di belakangnya, Setelah menutup dan menginginkan pintunya Damar menoleh ke arah tempat tidur yang masih kosong,
Gemericik air dari dalam kamar mandi menandakan bila sang istri tengah berada di dalam sana, Perlahan Damar mendekati ranjang yang akan mereka tiduri,
Memeriksanya apakah ranjang ini akan kuat menampung bobot keduanya, Damar naik keatas nya kemudian membaringkan tubuh nya, Berguling kesana kemari demi mengetes kekuatan ranjang dari kayu itu,
Kreek! Kreek! Kreek bunyi Dipan tersebut saat ia menggerakkan tubuh nya Damar bangun dari berbaring nya dan mendudukkan tubuh nya di sisi tempat tidur itu,
"Bunyi nya sangat menggangu pendengaran, " Gumam nya pelan
Tak lama Lulu keluar dari kamarandi dengan balutan daster midi sebatas lutut motif bunga-bunga kecil, Rambut nya di cepol asal memperlihatkan leher jenjang nya yang mulus,
Damar terus saja memperhatikan penampilan istri nya itu, Lulu terlihat sangat cantik wajah jutek nya selalu membuatnya gemas, Apalagi bibir nya yang cerewet itu seakan sudah menjadi candu untuk nya,
"Bang. Mau ganti baju nggak? " Tanya nya tanpa menoleh kepada Damar yang terus saja memandang nya,
"Nggak usah begini saja, Aku nggak bawa piyama, " Jawab nya masih terus memperhatikan istrinya yang kini tengah duduk di kursi meja riasnya dengan sisir ditangan nya,
Damar bangkit dari duduk nya meraih sisir dari tangan Lulu, kemudian menyisir rambut istri nya dengan lembut, Lulu hanya diam saja dengan apa yang di lakukan Damar kepadanya,
"Apa tempat tidurmu ini sudah lama? " Tanyanya dengan menatap mata Lulu dari pantulan cermin,
"Em lumayan sih bang. Seingatku tempat tidur ini dari aku kelas 6 SD,Kenapa bang? " Lulu mendongak menatap suaminya yang juga menatap nya,
" Nggak apa-apa sayang, " Jawab nya
"Haduh pantas saja sudah bunyi krek krek itu dipan, Rupanya sudah berumur, " Batin Damar sedikit gelisah sembari memandang tempat tidur itu dengan nanar, sedikit berharap semoga dipan itu tidak roboh nantinya,
Setelah selesai menyisir rambut istrinya, Damar meletakkan kan sisir itu di atas nakas, kemudian memegang kedua bahu Lulu dengan pandagan yang saling bertaut lewat pantulan cermin yang ada di depan mereka,
Perlahan disingkap nya rambut lebat milik Lulu. Hingga menampakan leher mulus nya, Perlahan Damar menundukan kepalanya dan mencium leher dan bahu Lulu, Menghirup aroma khas yang selalu membuatnya candu,
__ADS_1
Lulu hanya sanggup memejamkan matanya dengan. Rasa yang tidak menentu, Deg deg an dengan tubuh yang mulai gemetar, Tubuh nya bagai tersengat arus listrik dengan tegangan tinggi,
Apakah ini saat nya ia melepas sesuatu yang paling berharga dalam hidup nya, harta satu-satunya yang menjadi kebanggaan nya, Yang akan ia persembahkan hanya untuk suaminya,
Tapi jujur saja rasa takut masih mendominasi pikiran nya, Dari beberapa teman-teman nya yang sudah berumah tangga
Mengatakan jika malam pertama itu sangat sakit,
Perlahan Damar menuntun nya menuju ranjang dan mendudukan nya di atas pangkuan pria itu, Jantung Lulu seakan mau loncat dari tempat nya saat tak sengaja bo kong nya menduduki sesuatu yang sudah mengeras,
"Bang. aku.. Aku mau kekamar mandi dulu! " Lulu beraalasan hendak ke kamar mandi demi menghalau rasa takut nya,
Lulu hendak turun dari pangkuan Damar namun gagal Kedua tangan Damar memeluk erat pinggang nya,
"Kekamar mandi? " Tanya Damar bingung bukan nya istrinya itu baru saja keluar dari kamar mandi, Pikirnya apakah ini hanya alasan istrinya saja pikir nya,
"Buat apa kekamar mandi lagi. Bukan nya kamu baru saja dari sana? " Damar memandang wajah istrinya yang berada di pangkuan nya.Wajah istri nya itu sedikit pucat,
Sebelah tangannya mengelus pipi Lulu dengan lembut, "Ada apa sayang. Kenapa wajahmu pucat begini, " Tanya nya dengan menatap kedua netra jernih itu dengan lekat,
Melihat istrinya menghindari tatapan nya Damar mengangkat dagu istri nya dan seketika pandangan mereka kemabli bertemu,
"Apa ada yang kamu takutkan? " Tanyanya kemudian dengan tatapan tak lepas dari kedua bola mata istrinya, Ia bisa melihat jika istrinya itu menyimpan ketakutan,
"Apa kamu takut aku menyakitimu sayang? " Lanjut Damar lagi perlahan ibu jarinya mengusap bibir chery yang selalu ingin ia cicicpi setiap saat itu,
Lulu masih setia bungkam. usapan Damar pada bibir nya membuat nya semakin deg deg an,
"Aku.. aku takut bang. Kata teman-teman aku rasanya sangat sakit, " jawab Lulu dengan wajah merona malu,
Cuup!
Satu kecupan diberikan Damar dibibir Lulu, " Jangan takut aku akan melakukan nya dengan lembut dan hati-hati," Ucap nya lagi, Setelah mengucap kan itu Damar menyatukan bibir nya dengan bibir chery Lulu yang sudah menjadi candunya itu,
__ADS_1
Kali ini bukan hanya kecupan singkat tetapi sebuah Ciuman yang dalam, Damar mencoba membuat istrinya itu rilex , Damar me lu mat bibir Lulu dengan bergantian atas dan bawah, Walaupun belum ada balasan dari sang istri bahkan tubuh Lulu yang ada di pangkuan nya sedikit kaku. Namun Damar tidak menyerah,
Hanya berdasarkan nalurinya sebagai seorang lelaki Damar berusaha memberikan sentuhan sentuhan lembutnya kepada Lulu, mencoba menyalurkan kenyamanan kepada gadis bar-bar nya itu,
Perlahan Lulu menggerakan bibir nya dengan mengikuti apa yang Damar lakukan padanya
"Hem!! "
de sa han lembut Lulu terdengar merdu di teling Damar ketika ia menyusuri tengkuk dan juga bahu nya yang telah polos, Entah bagaimna caranya daster midi yang di kenakan Lulu tadi kini sudah ter onggok mengenaskan di lantai, Begitupun dengan pakaian yang di kenakan Damar sudah terlempar kesegala arah,
Kedua insan yang baru saja sah menjadi sepasang suami istri itu kini tengah melakukan kewajiban mereka sebagai pasangan halal, Keduanya sama-sama mempraktekkan sesuatu yang baru mereka lakukan dalam seumur hidup keduanya,
"Bang aku takut nanti sakit! " di sela-sela kegiatan mereka Lulu menghentikan gerakan Damar yang akan masukinya,
"Aku akan melakukan nya dengan pelan dan lembut sayang, " Jawab Damar dengan suara serak dan mata sayunya, Sangat terlihat jelas bila pria 29 tahun itu sudah di kuasai hasrat yang membumbung tinggi,
"Tapi bang. Aku tetap takut, " Rengek Lulu lagi dengan mata yang sudah berkaca-kaca mandang suaminya,
" Sayang lihat aku." Damar merangkum wajah Lulu sehingga pandangan mereka bertemu, "Kamu percaya sama aku kan, Aku akan melakukan nya dengan lembut tidak akan menyakitimu, Mungkin akan sakit tapi itu tidak lama, " Ucap nya sembari memcium kening istrinya kemudian turun ke bibir nya yang sudah sedikit bengkak karena ulahnya,
" Jadi sudah bisa kita lanjutkan? " Tanya Damar dengan penuh pengharapan, Adik kecil nya sudah pusing sejak tadi,
Rasanya sudah tak kuasa menahan nyeri nya yang terasa sampai ke ubun-ubun itu,
Akhirnya Lulu menganggukan kepalanya tanda setuju dengan permintaan suaminya,
"Aauhhhh!!!! Sakitt!! "
Bruukkk!!
"Astaga gadis bar-bar ini!!! "
NAH LOH PADA KENAPA TUHHππ
__ADS_1
OTHOR JADI KEVOπππΌββοΈππΌββοΈππΌββοΈππΌββοΈ
Jangan lupa ya like dan komentar nya bestieπ