Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab, 149


__ADS_3

"Sayang! Maaf kan Abang ya.abang lalai melindungi kamu.sehingga jadi seperti ini," Damar meminta maaf seraya memeluk tubuh istrinya yang baru saja membuka mata beberapa jam yang lalu,


"Iya bang iya. aku maaf kan tapi tolong lepaskan dulu pelukan nya," Lulu bersuara dengan sangat pelan dan lemah,


"Apa kamu nggak senang aku peluk? Atau marah padaku?," Tanya Damar saat mendengar perkataan sang istri, yang meminta nya melepaskan pelukan nya,


"Bukan bang. Tapi ini sakit, " Dengan cepat lulu menunjuk kan bahunya yang terdapat perban bekas operasi,


Damar langsung menepuk jidat nya. Karena terlampaui bahagia atas sadar nya sang istri sehingga membuat nya lupa jika sang istri baru saja berjuang di meja operas karena luka pada Bahunya,


"Ya ampun maaf kan abang sayang, karena terlalu senang jadi lupa dengan kondisimu, " Damar meminta maaf dengan perasaan bersalah kepada sang istri,


"Terimakasih sudah bertahan.kamu wanita yang luar biasa, Abang sangat beruntung mendapat kan wanita hebat seperti mu sayang," Damar kembali memeluk istrinya dengan hati-hati, beberapa kecupan ia bubuhkan di wajah sang istri.


"Iya bang nggak apa-apa, Em abang nggak ngasih tahu keluarga di desa kan?, " Tanya Lulu saat teringat kedua orang tuanya nya,


Mereka pasti akan sangat panik jika tahu keadaan nya yang kurang baik saat ini,


"Maaf sayang. Abang lupa mengabari mereka, " Damar menggaruk kepalanya yang tidak gatal, merasa tidak enak dengan Lulu, sebab lupa mengabari kedua mertuanya,


"Itu lebih baik bang, nggak usah mengabari bapak dan ibu, kasian nanti mereka panik. Apalagi ibu suka panikan orang nya, Aku sudah nggak apa-apa kok, " Tukas Lulu dengan suara lemah nya,


"Oya bang. Bagaimana dengan Arum. Apa dia baik-baik saja, " Tanya Lulu saat ingatan nya terlintas wajah Arum. "Nggak terjadi apa-apa kan sama dia bang, " Tanya nya dengan raut khawatir,


"Mereka semua selamat. Hanya saja.. "


"Hanya saja kenapa bang? Mereka nggak kenapa-napa kan mereka semua sehat kan?, " Lulu memotong perkataan suaminya dengan cepat,


"Sayang.kebiasaan banget deh selalu memotong pembicaraan, Mereka baik-baik saja hanya saja baby twins harus masuk ingkubator karena belum cukup nya umur saat di dalam kandungan, " Jelas Damar panjang lebar,


"Ah syukur lah kalau mereka semua selamat bang, jadi baby twins nya belum bisa di Gendong dong bang!, " Lulu sedikit kecewa sebab dirinya sudah sangat ingin menggendong bayi kembar sahabat nya itu,

__ADS_1


"Belum bisa. Kata Tuan Muda baby Twins akan berada di dalam ingkubator selama beberapa minggu, "


Tok! Tok!


Di tengah obrolan kedua pasangan suami istri itu terdengar suara ketukan pintu, Damar beranjak berjalan menuju pintu untuk membukanya,


"Pagi Tuan Anggara.saya Liliana dokter kandungan yang akan memeriksa kondisi janin dan juga ibunya," Dokter wanita itu memperkenalkan diri begitu Damar membuka pintu ruangan itu.


"Oh silahkan dokter," Damar menggeser tubuhnya dan mempersilahkan dokter wanita itu untuk masuk guna memeriksa kondisi sang istri,


"Bang. be..benarkah kalau aku sedang hamil?," Lulu tidak bisa membendung air matanya saat mengetahui jika dirinya kini tengah hamil,


"Benar sayang, kamu sedang mengandung buah cinta kita,Anak kita sangat kuat." Damar pun tak kuasa menahan haru. Calon bayi nya sangat kuat.sehingga bisa bertahan dalam keadaan ibunya yang sedang terluka dan kehilangan banyak darah,


Keduanya larut dalam suasana bahagia nan mengharu biru, Dengan saling memeluk. memberi ketenangan dan juga ucap syukur yang teramat besar kepada sang Maha Agung Tuhan semesta alam atas kebesaran nya,


πŸ€


"Tentu sayang. Setelah kondisi mu membaik kita akan menemui nya, " Pungkas Azka lembut, Arum pun mengangguk kan kepala nya mengiyakan perkataan suaminya,


Arum merasa bagai mimpi saat ini, dirinya selamat dari maut,Terkadang dirinya bergidik kala membayangkan jika yang terkena sayatan itu adalah dirinya, apa jadinya ia dan bayi dalam kandungan nya, Arum berhutang nyawa kepada sahabat baik nya itu,


Di balik semua musibah yang ia alami bersama sang sahabat, Arum bersyukur ke pada Tuhan yang maha kuasa, Tuhan masih berbaik hati dan menyayangi dirinya dan juga Lulu, Sehingga keduanya selamat dari ambang maut, Dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga tercinta,


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


"Astagor!! Menggaget kan saja sih," Nety menjerit kaget saat tiba-tiba seorang pria tampan telah berdiri di hadapan nya dengan wajah datar nya , "Seperti hantu saja, Eh apa jangan-jangan dia beneran hantu ya,"


Nety kembali mendongak kan kepalanya demi memandang sosok menjulang di depan nya itu, kemudian wanita itu kembali memperhatikan tungkai pria itu, dengan kening mengkerut,


"Kaki nya masih berpijak di lantai, berarti dia bukan hantu, " Gumam nya pelan, namun masih sangat jelas di dengar oleh pria yang sejak tadi terus memperhatikan tingkah nya,

__ADS_1


"Apa sudah selesai mengagumi kegagahan saya?, Lagi pula mana ada hantu setampan ini, " Ucap pria yang bernama Aron itu sembari duduk di samping Nety yang masih terbengong dengan kenarsisan pria di sampingnya itu,


"Astaga pede sekali dia, " Ucap nya sembari melirik Aron dengan ekor matanya, " Tapi memang Tampan sih. lengan nya saja berotot gitu, Apalagi itunya ya pasti..."


Pletak!!!


"Astagor!!!," Pekik Nety kala merasakan ngilu di dahinya akibat ulah Aron yang menyentil kening nya yang lumayan kuat, Sampai wanita itu memejamkan kedua matanya demi menghalau rasa ngilu itu,


"Kamu pikir kening saya ini daun pintu triplex apa, Seenak nya saja main sentil seperti itu," Omel nya dengan mengelus kening nya yang masih menyisahkan ngilu akibat ulah pria itu,


"Salah sendiri siapa suruh pagi-pagi begini sudah bengong, Kesambet nanti baru tau rasa,". Tukas Aron tanpa rasa bersalah sedikitpun,


"Hiihh dasar orang aneh, Untung dia yang menolong mbak Yu kalau nggak udah ku pites gusinya itu." Kesal Nety, dengan membuang muka kesamping demi menetralisir rasa kesalnya terhadap pria itu,


Saat ini wanita itu sedang duduk di kursi tunggu di salah satu rumah sakit yang lumayan besar di desa tersebut,


Semalam kondisi Yulia kembali drop dan tidak sadarkan diri, Untung saja Aron datang tepat waktu ke puskesmas itu dan membawa Yulia kerumah sakit, Nety dan Syla yang panik tidak bisa mm bantah atas perintah pria itu untuk m membawa Yulia ke rumah sakit yang memiliki alat-alat medis yang lebih lengkap,


Hay bestie😘


Jangan lupa like komen nya ya, dan mohon maaf belum sempat balas komen kalian satu2 masih riweh bangetπŸ™πŸ€—


tapi beneran Othor gak sombong kok. Othor baik rajin menabung rajin juga mengetik😌 Iya kan πŸ€ͺπŸ€ͺ,


Iya dongπŸ˜…πŸ˜…


Eh iya sampai lupa, Othor juga mohon dukungannya nya ya untuk karya yang baru, yang berjudul. " MENGEJAR CINTA MUTIARA"


Jika punya waktu luang, boleh mampir ya All bestieπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ€—πŸ€—πŸ₯°


terimakasih lopelope sekebon toge untuk All bestie semua😘😘πŸ₯°πŸ€—

__ADS_1



__ADS_2